Pelantikan PDK KOSGORO 1957 Nunukan 2026–2031, Bupati Tekankan Sinergi dan Peran Aktif

NUNUKAN – Bupati Nunukan yang diwakili oleh Asisten Administrasi Umum, Sirajuddin, S.Sos, menghadiri kegiatan pelantikan Pengurus Daerah Kolektif (PDK) KOSGORO 1957 Kabupaten Nunukan yang dilaksanakan di Caffe Sayn & Resto, Sabtu (2/5) malam.

Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Daerah PDK KOSGORO 1957 Kabupaten Nunukan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 (tiga puluh) orang pengurus resmi dilantik untuk masa bakti 2026–2031.

Dalam sambutan tertulis Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Sirajuddin, disampaikan apresiasi serta harapan agar pengurus yang baru dilantik mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“KOSGORO 1957 diharapkan terus berkembang dan berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan Sosial, Pendidikan, dan Ekonomi. Saya juga berharap organisasi ini mampu menghadirkan ide-ide kreatif, memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, serta mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PDK KOSGORO 1957 Kabupaten Nunukan terpilih, Suwardi, dalam laporannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi.

Ia menegaskan bahwa amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen dan dedikasi.

Lebih lanjut disampaikan bahwa KOSGORO 1957 sebagai salah satu organisasi pendiri memiliki peran strategis dalam pembangunan, serta menjunjung prinsip keterbukaan dan kebersamaan dalam menjalankan roda organisasi.

Menurutnya, keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh kerja sama seluruh pengurus, disertai semangat kerja yang ikhlas, usaha yang maksimal, dan dedikasi yang tinggi.

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan program kerja yang mampu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan di Kabupaten Nunukan.

Kegiatan pelantikan berlangsung dengan tertib dan khidmat serta dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, dan para undangan lainnya.

Dengan dilantiknya kepengurusan PDK KOSGORO 1957 Kabupaten Nunukan masa bakti 2026–2031, diharapkan organisasi ini dapat semakin berperan aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(PROKOMPIM)

Sosperda Perlindungan Perempuan & Anak, Arpiah Dorong Revisi Perda agar Lebih Adaptif

NUNUKAN – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nunukan, Ir. Arpiah, S.T.,M.I.Kom., menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak di Ballroom Hotel Neo Fortuna, Minggu (3/5/2026).

Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperingati Hari Kartini. Sosperda mengacu pada Perda Kabupaten Nunukan Nomor 17 Tahun 2015 yang mengatur perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan serta diskriminasi.

Hadir sebagai narasumber, Kepala DSP3A Kabupaten Nunukan Faridah Aryani dan akademisi Politeknik Negeri Nunukan Hj. Nuraida. Keduanya memberikan perspektif strategis dalam penguatan perlindungan perempuan dan anak.

Dalam pemaparannya, Faridah Aryani menyampaikan pemerintah daerah bersama DPRD terus mendorong percepatan pembahasan pemisahan perda sebagai langkah konkret memperkuat regulasi dan meningkatkan efektivitas perlindungan.

Sementara itu, Arpiah menegaskan pentingnya evaluasi dan revisi Perda agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman serta mampu menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks.

“Perempuan yang terlindungi dan anak yang terjaga adalah fondasi kuat bagi masa depan daerah dan bangsa,” tegas Arpiah

Fraksi PKS DPRD Kabupaten Nunukan mendukung penuh langkah penguatan regulasi ini sebagai wujud komitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

(*)

Klarifikasi Isu Debt Collector, Pimcab FIF Bone Gelar Silaturahmi dengan Media di Triple F

BONE – Pimpinan Cabang FIF Finance Bone, Herman, menggelar temu silaturahmi bersama awak media dan aktivis LSM di Triple F Cafe, Beringi, Kota Watampone, Senin (4/5/2026).

Pertemuan ini digelar untuk meluruskan kronologi pemberitaan terkait dugaan debt collector yang didampingi oknum preman saat penagihan ke konsumen, yang sempat merebak sejak Kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Herman didampingi Fandi dari bagian Remedial FIF Finance Bone. Ia menjelaskan, saat isu itu muncul pihaknya sedang dalam perjalanan menuju Makassar untuk kegiatan di kantor pusat.

“Waktu itu kami sedang menuju Makassar ada kegiatan di kantor pusat. Jadi kedatangan teman media bersama salah satu customer kami atas nama Suriani yang ingin menemui pimpinan cabang tidak bisa bertemu,” jelas Herman di hadapan awak media.

Menurutnya, hal itulah yang memicu kemarahan Irwan N Raju, salah satu keluarga customer tersebut.

Tampak hadir dalam silaturahmi itu Andi Muh Ridwan yang akrab disapa Puang Iwan, Muh Azis, dan Lukman.

Suasana pertemuan berlangsung aman dan kondusif, diselingi tawa canda. Kedua pihak menganggap masalah telah selesai dan sepakat tetap mencarikan solusi terbaik terkait unit motor milik customer tersebut.

(Nn/*)

Tingkatkan Sinergitas, Keberlanjutan Berantas Narkoba di Lapas, Kalapas Nunukan Sambangi Badan Narkotika Nasional Kab. nunukan

NUNUKAN – Dalam upaya memperkuat komitmen pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan melaksanakan kunjungan koordinasi ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan, Senin (4/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan sinergitas antarinstansi guna menciptakan Lapas yang bersih dari narkoba serta mendukung program nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Dalam kunjungan tersebut, Kalapas Nunukan disambut langsung oleh jajaran BNNK Nunukan. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi, dengan membahas berbagai langkah konkret yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Di antaranya peningkatan deteksi dini, pelaksanaan tes urine berkala bagi petugas dan warga binaan, program penyuluhan bahaya narkoba, hingga pertukaran informasi serta penguatan pengawasan di lingkungan Lapas.

Kalapas Nunukan, Donny Setiawan, menyampaikan bahwa peredaran narkoba merupakan ancaman serius yang harus ditangani secara bersama-sama dan berkesinambungan. Oleh karena itu, dukungan serta kerja sama dengan BNNK Nunukan menjadi hal penting dalam mewujudkan Lapas yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, kepala BNNK Nunukan, Bapak Anton dan jajaran menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk terus mendukung jajaran Lapas Nunukan melalui berbagai program pencegahan, sosialisasi, rehabilitasi, maupun penindakan sesuai kewenangan yang berlaku. Sinergi antarinstansi dinilai menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kabupaten Nunukan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan kerja sama yang telah terjalin dapat semakin solid dan menghasilkan langkah nyata dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba. Lapas Kelas IIB Nunukan berkomitmen untuk terus meningkatkan program P4GN bersama jajaran BNN Kab. Nunukan.

(*)

Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

JAKARTA – Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum penting bagi dunia pers untuk menegaskan kembali perannya dalam menjaga demokrasi, perdamaian, dan keadilan sosial.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa jurnalisme berkualitas merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang cerdas di tengah derasnya arus informasi global.

Dalam peringatan yang berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026, Komaruddin menyampaikan bahwa pers tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga berperan sebagai penjernih di tengah maraknya disinformasi.

“Tanpa informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif, sulit membangun perdamaian yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Forum Organisasi Penyiaran Indonesia turut menggelar rangkaian kegiatan dengan tema “Kolaborasi untuk Informasi Berkualitas dan Keberlanjutan Media.”

Kegiatan yang digelar di kawasan Car Free Day, tepatnya di Café Vilo Riverview, Stasiun KA BNI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, ini berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.

Acara dikemas dalam bentuk sambutan, penekanan sirine peringatan, serta kegiatan fun walk bersama Menteri Komunikasi dan Digital, komunitas pers, pelaku industri media, dan masyarakat.

FOPI yang terdiri dari berbagai asosiasi penyiaran menekankan pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah, platform digital, dan publik untuk menghadirkan informasi yang akurat sekaligus menjaga keberlanjutan industri media.

Selain itu, Dewan Pers juga mendorong lahirnya regulasi yang memberikan perlindungan terhadap karya jurnalistik, termasuk percepatan undang-undang hak cipta jurnalistik serta gagasan no tax for knowledge.

Menutup pernyataannya, Komaruddin mengajak insan pers untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga demokrasi.

“Pers Indonesia harus membuktikan diri sebagai pilar utama dalam menciptakan masa depan yang demokratis, damai, adil, dan berkelanjutan,” tegasnya.

(**)