Hadiri Seminar Nasional, Wakil Bupati Nunukan Minta Pemerintah Pusat Memberikan Perlakuan Khusus

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan, Hermanus S.Sos, menghadiri seminar Nasional bertajuk :”Peluang dan Tantangan DOB dalam Mempercepat Akselerasi Pembangunan dan Kesejahteraan di Perbatasan Sebagai Wilayah Ring Of Defence Ibu Kota Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045″. Kegiatam ini digelar di Hotel Luminor, Tanjung Selor, Selasa 25 November 2025.

Seminar diselenggarakan oleh Aliansi Masyarakat Perbatasan Kalimantan Utara dan dihadiri kurang lebih 119 kepala desa, seluruh kepala adat, serta ketua-ketua Paguyuban Lintas Etnis.

Dalam sambutannya, Wabup Hermanus meminta kepada Pemerintah Pusat agar dapat memberikan perlakuan khusus atau diskresi terkait pembentukan tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) di wilayahnya, mengingat posisi strategis Nunukan sebagai pagar kedaulatan Negara sekaligus Ring of Defence (sabuk pertahanan) bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami berharap pintu masuknya di Pasal 49 UU Nomor 23 Tahun 2014. Kami meminta diskresi kebijakan nasional seperti yang terjadi di Papua. Ini bukan usulan normal, tetapi dalam konteks kepentingan strategis nasional,” tegasnya.

Hermanus mengatakan bahwa dari 21 kecamatan di Kabupaten Nunukan, sebanyak 17 di antaranya merupakan kawasan strategis nasional yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Sabah dan Sarawak, Malaysia. Kondisi ini menjadikan Nunukan memiliki beban ganda sebagai administrator Pemerintahan Daerah sekaligus penjaga kedaulatan.

“Kabudaya dan wilayah perbatasan lainnya adalah entitas kebangsaan yang memperkuat Ring of Defence IKN menuju Indonesia Emas 2045. Tanpa penguatan struktur pemerintahan, pengawasan akan lemah,” ujarnya.

Wabup Hermanus juga menyoroti ketimpangan antara ruang fiskal daerah dengan beban masalah yang harus ditanggung. Rentang kendali yang terlalu jauh dari Ibu kota Kabupaten membuat pelayanan publik menjadi tidak efektif dan efisien.

“Seperti maraknya kasus kejahatan lintas Negara seperti Perdagangan Narkoba, Perdagangan Manusia, hingga TKI Ilegal. Masalah ini secara regulasi adalah kewenangan Pemerintah Pusat, namun dampak sosialnya dirasakan langsung oleh Pemerintah Daerah yang memiliki keterbatasan wewenang,” jelasnya

Menuritnya, dampak sosial, keamanan, dan ketertiban menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, sementara kewenangan terbatas. Terjadi kekosongan hukum dan stagnasi pelayanan di wilayah perbatasan karena rentang kendali yang jauh.

Hermanus juga menjelaskan bahwa secara administratif proses pemekaran untuk Kabudaya, Krayan, dan Sebatik sudah tuntas di tingkat Daerah. Ketiganya telah melalui tahapan kajian kelayakan dan mengantongi Surat Keputusan Persetujuan, baik dari Kepala Daerah maupun DPRD Kabupaten Nunukan. Ia berharap penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penataan Daerah di tingkat Pemerintah Pusat dapat mengakomodasi aspirasi ini melalui jalur diskresi, bukan jalur reguler.

(PROKOMPIM)

Tingkatkan Digitalisasi Marketing Bagi Usaha Mikro Gen-Z dan Milenial Pemkab Nunukan Adakan Pelatihan

NUNUKAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan Melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan mengadakan Pelatihan DIgitalisasi Marketing Bagi Usaha Mikro Gen-Z dan Milenial. Selasa (25/11/2025).

Sebelum membuka acara, Asisten Administrasi Umum Sirajudin mewakili Bupati Nunukan menyampaikan bahwa generasi Gen-Z dan MIlenial adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi, generasi yang kreatif, adaptif, dan penuh gagasan segar.

“Oleh karena itu, Pemerintah Daerah memandang penting untuk menyediakan ruang, fasilitas, dan pelatihan seperti ini agar potensi besar para pemuda dapat berkembang dan memberi dampak langsung bagi kemajuan daerah,”ungkapnya.

Sirajudin juga mengatakan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah, dengan jumlah yang besar dan potensi yang luar biasa, UMKM memiliki peran syrategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan roda ekonomi lokal.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan Andi Annisa Muthia Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada DKUMPP Kabupaten Nunukan, yang terus berupaya memberikan fasilitas peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha mikro dengan menggandeng Bank Indonesia, dan Pusat Layanan Usaha Terpadu Bulungan, serta TP PKK sebagai usaha pendampingan bagi pelaku usaha muda di Kabupaten Nunukan.

“Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan demi mewujudkan masyarakat Nunukan yang produktif dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujarnya.

(PROKOMPIM)

Kontingen Parade Musik Gerejawi Tingkat Provinsi Kalimantan Utara sebagai persiapan menuju Pesparawi Nasional ke XIV tahun 2026 di Papua Barat Resmi Dilepas

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, Asisten Administrasi Umum Sirajudin melepas secara resmi keberangkatan kontingen paduan suara dari Kabupaten Nunukan untuk mengikuti Parade Musik Gerejawi Tingkat Provinsi Kalimantan Utara sebagai persiapan menuju Pesparawi Nasional ke XIV tahun 2026 di Papua Barat.

Pelepasan itu dilaksanakan di PLBL Liem Hie Djung, Selasa (25/11/2025).

Asisten Administrasi Umum dalam kesempatan membacakan sambutan Bupati Nunukan menyampaikan apresiasi, penghargaan dan ucapan terima kasih atas usaha yang telah dilakukan sehingga bisa terpilih mewakili daerah dalam Pesparawi kali ini.
 
Ia mengajak agar parade musik yang akan diikuti di kota Tarakan dijadikan sebuah pengalaman yang berharga, lebih mengenal anggota kontingen dari lain daerah di Kalimantan Utara, menyambung komunikasi dan saling mendukung satu dengan yang lain sehingga nantinya saat tiba waktu pelaksanaan Pesparawi ke XIV di propinsi Papua Barat pada tahun 2026 lebih kompak dan bersatu.

“Saya berharap dengan diikutinya parade musik di kota Tarakan ini kontingen dari Kabupaten Nunukan, baik peserta maupun pelatih, pendamping dan official bisa mengukur kekuatan serta memiliki gambaran tentang pelaksanaannya nanti di tahun 2026”, ucap Sirajudin.

Ia turut berpesan agar seluruh anggota kontingen bisa memanfaatkan kesempatan kali ini dengan sebaik baiknya, raih pengalaman berharga dan jadikan ini sebagai sebuah pembelajaran guna menghadapi perlombaan yang sebenarnya di Papua Barat.

(PROKOMPIM)

Lanal Nunukan Peringati Hari Armada Dengan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan

NUNUKAN – Dalam rangka memperingati Hari Armada Tahun 2025 Lanal Nunukan mengadakan kegiatan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan dalam rangka hari Armada RI tahun 2025 yang ditempatkan di Mes Yos Sudarso Lanal Nunukan, Pangkalan TNI Angkatan Laut Nunukan, Selasa, 25 November 2025.

Komandan Lanal Nunukan Kolonel Laut (P) Primayantha Maulana Malik S T. M Tr OPSLA dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Bakti Sosial ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen dari Lanal Nunukan untuk memberikan layanan kesehatan yang baik dan prima untuk masyarakat Nunukan dan lanjut sambutannya Lanal Nunukan menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pendonor darah dan kepada tenaga medis serta kepada semua pihak yang telah memberikan tenaganya dan bantuannya untuk menolong dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Bupati Nunukan yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Daerah kabupaten Nunukan dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hari Armada RI harus dapat dimaknai sebagai penghargaan kita atas dedikasi seluruh prajurit Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan laut,

“Terutama kita yang tinggal di wilayah perbatasan harus menjaga kedaulatan bangsa di depan bangsa lain dan memperkuat kesadaran maritim bangsa Indonesia sebagai negara. kepulauan”، Ujarnya.

Lenbih lanjut disampaikan pemerintah kabupaten Nunukan mengapresiasi Lanal Nunukan yang mengadakan Bakti Sosial dan Bakti Kesehatan Donor Darah serta pemerikasaan kesehatan secara gratis.

” Ini membuktikan kehadiran negara melalui Angkatan Laut untuk mensejahterakan seluruh masyarakat Indonesia”, tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Danlanal Nunukan, Forkopimda Nunukan, perwakilan beberapa instansi vertikal, perwakilan beberapa BUMN dan beberapa pejabat tinggi dari TNI Polri.
Dalam kegiatan ini juga secara simbolis menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang kurang mampu.

(PROKOMPIM)

DPRD Kaltara Minta Pemprov Tingkatkan PAD

TANJUNG SELOR – Terpotongnya dana Transfer Ke Daerah (TKD) terus menjadi pembahasan di ranah Legislatif.

Hal ini disampaikan oleh Wakil II DPRD Kaltara, Muddain, Senin (24/11/2025).

Menurutnya selain mengencangkan ikat pinggang atau efisiensi terdapat program-program yang kurang menyentuh masyarakat, peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi titik tekan utama terhadap permasalahn fiska di Kaltara saat ini.

Muddain mengatakan sejumlah fraksi mendorong Pemprov menaikkan belanja modal sekaligus memaksimalkan PAD untuk mengurangi ketergantungan pada pusat.

“Nilai nominal PAD kita masih jauh lebih kecil dibandingkan TKD. Ini harus jadi perhatian serius,” katanya.

Hal ini lancaran menjadi catatan rutin di DPRD setiap tahunnya.

“Kita terlalu bergantung pada pusat soal fiskal. Jadi jalan satu-satunya adalah meningkatkan PAD saat ini,” lanjutnya.

Optimalisasi PAD disebut masih bisa digenjot melalui digitalisasi keuangan daerah dan penajaman program prioritas.

Meski demikian dalam Ranperda APBD 2026, wilayah perbatasan akan tetap menjadi prioritas oleh DPRD Kaltara.

Muddain memastikan DPRD akan mendorong agar pembangunan di wilayah perbatasan tetap berjalan meski anggaran menurun.

“Masyarakat menunggu sinergi DPRD dan Pemerintah. Terutama masyarakat perbatasan, pembangunan jangan sampai melambat hanya karena dana terbatas,” pungkasnya.

(Humas DPRD Kaltara)