Pemprov Susun Rencana Aksi Pembangunan Kawasan Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T., secara resmi membuka kegiatan Penyusunan Rencana Aksi Pembangunan Kawasan Perbatasan APBDP Tahun Anggaran 2025 dan APBD Tahun Anggaran 2026, digelar di Hotel Royal Tarakan, Kamis (27/11).

Di kesempatan ini, Robby mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltara.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi acuan kinerja dan membangun fondasi yang kuat dalam upaya kita memperkuat koordinasi dan sinergi pembangunan kawasan perbatasan di Provinsi Kalimantan Utara,” ucapnya.

Robby mengatakan Kaltara sebagai kawasan perbatasan negara, tidak hanya dikaruniai letak geografis yang sangat strategis, juga memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang besar seperti minyak dan gas bumi, batu bara, perkebunan, pariwisata, hingga perikanan.

Ia menuturkan rapat penyusunan rencana aksi dalam pembangunan kawasan perbatasan bertujuan untuk menyatukan persepsi antara pemangku kebijakan dalam percepatan pembangunan di kawasan perbatasan.

“Dan mengakomodir usulan program dan kegiatan ke dalam dokumen perencanaan pengelolaan atau pembangunan kawasan perbatasan,” tambahnya.

Staf Ahli Gubernur menjelaskan bahwa tersusunnya rencana aksi pembangunan kawasan perbatasan tahun anggaran 2026 berdasarkan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah.

Untuk menuju tercapainya visi Provinsi Kaltara sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan, ia menekankan diperlukannya koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Kota, maupun koordinasi Pemerintah dengan jajaran instansi terkait lainnya.

Robby berharap dengan dilaksanakan kegiatan ini, sinergi dan koordinasi dapat terus terjalin, dan dapat lebih menyempurnakan rencana aksi pembangunan kawasan perbatasan.

“Sehingga pembangunan yang lebih merata dapat terlaksana dengan baik dan kawasan perbatasan negara dapat menjadi lebih optimal,” tutupnya.

(dkisp)

BKD Resmi Buka Profiling ASN di Lingkungan Pemprov Kaltara

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) resmi menyelenggarakan kegiatan Profiling ASN (ProASN), berlangsung di Laboratorium CAT BKD Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (27/11).

Dikonfirmasi langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BKD Kaltara Andi Amriampa, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Profiling ASN akan berlangsung selama 2 hari, dan terbagi dalam 2 sesi, dari 27-28 November 2025.

“Ada 400 peserta yang kita harapkan berpartisipasi. Memang tujuannya Profiling ASN ini untuk pejabat-pejabat struktural. Selebihnya itu nanti kegiatan-kegiatan untuk pejabat-pejabat yang fungsional,” kata Andi Amriampa.

Andi Amriampa mengatakan kegiatan Profiling ASN ini merupakan upaya penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), juga dalam rangka pemetaan terhadap potensi dan kompetensi ASN di lingkungan Pemprov Kaltara.

“Profiling ASN ini memang merupakan program dari BKN Pusat dalam rangka pelaksanaan manajemen talenta. Profiling ASN ini nantinya diharapkan masuk menjadi supporting data untuk pelaksanaan manajemen talenta ASN Nasional,” ucapnya.

Ia menyebutkan pihak BKD Kaltara sudah menargetkan 400 peserta Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengikuti Profiling ASN. Namun setelah melihat secara langsung jumlah kehadiran peserta di hari pertama belum terpenuhi.

Plt. Kepala BKD Kaltara itu menuturkan ada beberapa Pejabat yang berhalangan untuk hadir dan mengikuti kegiatan Profiling ASN, dikarenakan sudah mendapat penugasan khusus.

“Memang ada beberapa yang mengkonfirmasi, karena ada penugasan-penugasan khusus yang diberikan kepada pimpinan sehingga yang bersangkutan berhalangan untuk hari ini, tetapi ada juga yang meminta jadwal digeser ke besok,” jelasnya.

Terkait hal tersebut BKD Kaltara sudah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, dan mendapatkan arahan bagi Pejabat PNS yang berhalangan hadir bisa mengikuti kegiatan Profiling ASN yang akan dilaksanakan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKN Tarakan.

“Tadi sudah bicara dengan BKN, bahwa yang UPT di Kota Tarakan belum terlaksana, misalkan nanti ada kekurangan-kekurangan dari pelaksanaan dua hari ini selanjutnya Profiling ASN akan dilaksanakan di Kota Tarakan,” ungkapnya.

Andi Amriampa berharap dari Profiling ASN ini, seluruh PNS di lingkungan Pemprov Kaltara khususnya untuk Pejabat Struktural sudah memiliki data Profiling yang termuat dalam data potensi dan kompetensi ASN.

“Kedepan sebenarnya arah manajemen ASN ini ke manajamen talenta, sehingga Pemprov Kaltara ini itu sudah masuk di dalam pemetaan manajemen talenta nasional,” pungkasnya.

(dkisp)

Literasi Digital 2025, Wujudkan ASN Melek Teknologi

TANJUNG SELOR – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si menyebutkan, integritas ASN tidak hanya diukur dari kinerja fisik, tetapi juga dari kecakapan kita dalam berinteraksi di dunia digital.

Hal ini disampaikannya saat membuka Kegiatan Literasi Digital bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diselenggarakan oleh Pandu Literasi Digital Tahun 2025, bersama narasumber Machmudan, dan Tim Literasi Digital Segmen Pemerintahan, Kementerian Komunikasi dan Digital.

Kegiatan ini mengangkat tema, Peningkatan Kapasitas ASN dalam Pemanfaatan Teknologi Digital yang Produktif, Aman, dan Bertanggung Jawab.

Iskandar menyampaikan, ASN saat ini berada di tengah arus transformasi digital yang bergerak sangat cepat. Teknologi telah menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, sehingga peningkatan kapasitas ASN dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi kebutuhan mendesak.

Maka dari itu, Iskandar menegaskan pentingnya tiga pilar literasi digital bagi ASN, yaitu produktif, aman, dan bertanggung jawab.

“Produktif berarti kita mampu mengoptimalkan teknologi untuk inovasi dan efisiensi kerja. Aman berarti kita cakap dalam menjaga data dan sistem dari ancaman siber. Bertanggung jawab berarti kita menjunjung tinggi etika digital dan hukum dalam setiap interaksi di ruang siber,” terangnya.

Kegiatan Literasi Digital bagi ASN ini disebut sebagai langkah nyata menuju terwujudnya kompetensi digital di lingkungan pemerintahan.

Lebih lanjut, Iskandar mengapresiasi kepada Tim Literasi Digital Segmen Pemerintahan serta Pandu Literasi Digital Tahun 2025, Machmudan, atas dukungan dan kolaborasi dalam pelaksanaan kegiatan.

Iskandar juga berharap kepada seluruh peserta agar momentum ini dimanfaatkan dengan maksimal.

“Serap ilmu yang diberikan, terutama terkait keamanan data dan etika bermedia digital. Terapkan langsung pengetahuan yang didapat dalam tugas sehari-hari.
Jadilah agen perubahan dan duta literasi digital,” pungkasnya.

(dkisp)

Pemprov Kaltara Usulkan Pembangunan RS Tipe B Tanjung Selor ke DPR RI

JAKARTA – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., menyambangi Kompleks DPR RI di Senayan, Kamis (27/11/2025), untuk mengajukan usulan pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe B di Tanjung Selor.

Wagub hadir bersama jajaran Pemprov Kaltara, termasuk Kepala Bappeda Litbang, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Rombongan diterima anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani, yang membidangi sektor kesehatan, ketenagakerjaan dan kependudukan serta jaminan sosial.

Ingkong Ala menjelaskan bahwa Kaltara saat ini hanya memiliki satu RS Tipe B yang berada di Kota Tarakan.

Kondisi itu menyebabkan tingginya beban pelayanan karena rumah sakit tersebut menjadi rujukan bagi lima kabupaten/kota, bahkan hingga ke wilayah Kalimantan Timur.

Ia menegaskan RS Tipe B tambahan di ibu kota provinsi diperlukan untuk mengurai kepadatan layanan.

“Dengan penambahan satu RS Tipe B di ibu kota provinsi, kita bisa mengurai kepadatan pasien yang saat ini terjadi,” kata Wagub Ingkong Ala.

Pemprov Kaltara telah menyiapkan lahan seluas 11 hektar di Tanjung Selor, termasuk rencana pembangunan layanan kesehatan jiwa di dalam kompleks tersebut.

Menanggapi usulan itu, Irma Suryani menyatakan dukungan, namun mengingatkan adanya keterbatasan anggaran fisik pada 2026.

“Untuk 2026 tidak ada DAK pembangunan fisik. Anggaran difokuskan pada pemenuhan alat kesehatan bagi rumah sakit yang sudah ada. Tapi bukan berarti tidak mungkin diakomodir melalui APBN Perubahan,” ujar politikus NasDem itu.

Irma meminta Pemprov Kaltara tetap optimistis. Ia menilai kebutuhan RS Tipe B di Tanjung Selor mendesak dan berpotensi diprioritaskan dalam APBN Perubahan 2026 atau APBN 2027.

“Usulan Wagub ini saya terima dan akan terus saya kawal kepada mitra kerja Komisi IX, dalam hal ini Kementerian Kesehatan,” tuturnya.

Di akhir pertemuan, Wagub Ingkong Ala menyampaikan harapan agar pemerintah pusat dapat merealisasikan pembangunan RS Tipe B demi peningkatan layanan kesehatan masyarakat Kaltara.

(dkisp)

Bakesbangpol Provinsi Kaltara Gelar Sosialisasi Dan Dialog Tentang P4GN

NUNUKAN – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin membuka secara resmi acara Sosialisasi Dan Dialog Tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika.

Kegiatan itu diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kalimantan Utara dengan tema “Peran Serta dan Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di Wilayah Provinsi Kalimantan Utara,”. Bertempat di Balroom Laura Hotel, Kamis (27/11).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Provinsi Kalimantan Utara serta meningkatkan wawasan, kesadaran, dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Selanjutnya, dalam sambutan Gubernur Kaltara yang disampaikan oleh Asisten I menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini, khususnya kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Utara, BNN Provinsi Kalimantan Utara, dan Polda Kalimantan Utara, sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam memerangi bahaya narkoba yang semakin mengkhawatirkan.

Lanjut ia mengatakan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Dampaknya bukan hanya menyerang kesehatan individu, tetapi juga merusak tatanan sosial, menggerus nilai moral, memicu kriminalitas, serta mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan dialog ini, saya berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa memerangi narkoba adalah tanggung jawab bersama. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekolah, tempat kerja, hingga komunitas masyarakat”, ungkapnya.

Ia turut berharap masyarakat tidak hanya memperoleh informasi dan pemahaman yang benar mengenai bahaya narkotika, tetapi juga dapat menyampaikan aspirasi, pengalaman, serta kondisi nyata di lingkungan masing-masing sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

(PROKOMPIM)