Bantuan Dana PSK Belum Ada di Dinas Sosial Nunukan

Nunukan, Berandankrinews.com–Sebanyak 27 Mantan pekerja seks komersial (PSK) masih berada di lokalisasi Wanita Harapan Sadar yang berada dijalan Persemaian Kelurahan Nunukan Tengah, sejak ditutupnya lokalisasi tersebut oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan pada 10 Januari 2019 lalu. para psk belum menerima bantuan dana jaminan hidup yang dijanjikan Sebesar Rp. 5.500.000, terpaksa Para PSK tetap tinggal dilokalisasi tersebut.

Salah satu PSK yang ditemui awak media berinisial YI menuturkan, Bantuan dana yang di janjikan tidak tahu, belum ada sampai saat ini. Lagipun dana sebesar 5,5 juta itu tidak cukup untuk biaya makan, orang tua, dan anak sekolah.

“Uang 5,5 juta itu paling tok habis hanya perjalanan pulang, kalau untuk modal usaha itu tidak cukup. Sepuluh juta saja tidak cukup belum tempatnya lagi, ya kalau uang segitu mana cukup,”Jelas YI, Jumat (15/3/19).

hingga saat ini kita tidak pernah lagi didatangi Dinas terkait, semenjak ditutupnya tempat ini, hanya saja waktu ditutup, sementara pelatihan keterampilan hanya sekali saja belajar buat kue, ujar YI sambil tertawa

Namun karena bantuan dana yang dijanjikan tidak ada, YI menuturkan tetap menjalani aktivitas seperti biasanya, bahkan sebagian temannya telah kembali ke kampung halaman dengan uang sendiri.

“Kalau ada pelanggan ya, kalau tidak kerja bagaimana, Mau makan apa kalau tidak ada uang, Daun Nangka. Seandainya bukan pemerintah yang mau nutup, maunya kita tidak mau ditutup karena masih mau mencari uang untuk sehari-hari, bahkan sebagian sudah pulang dengan dana sendiri. Dulukan kita disini sekitar 30 lebih, setelah ditutup ya tinggal beberapa saja ini,” jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Nunukan, Alis Sujono mengatakan, penyaluran dana rehabilitasi dari Kementerian Sosial (Kemensos) belum ada, itu dana harusnya segininya untuk persiapan disini, tapi tidak tahu bagian-bagian kemarin, terus ada bencana di Palu, batal karena dana yang seharusnya untuk ke Nunukan digeser Kemensos ke daerah Palu, Sulawesi Tengah.

Namun kata Alis, sementara masih diajukan proposal kembali ke kemensos.

“Kita disuruh lagi sama kementerian untuk ajukan proposal kembali ke sana, gitu,”ujar Alis.

Saat ditanyakan yang memberikan kebutuhan untuk makan sehari-sehari para PSK tersebut siapa setelah ditutupnya lokalisasi itu, Alis hanya menjawab kami hanya menyerahkan amanah itu, untuk penutupan itu.

“Kan kami rencananya secepatnya, tapi karena terkendala itu tadi, kami upayakan kami kordinasi terus ke Pemprov dan kementerian, proposalnya sedang kami godok secepatnya,”Kata Alis (**)