Tiba di Kecamatan Krayan Barat, Wabup Hermanus Disambut Antusias Masyarakat Desa Tanjung Karya  

NUNUKAN – Wakil Bupati Hermanus menghadiri kegiatan Peringatan Hari Pertanian Organik yang dilaksanakan di desa Tanjung Karya kecamatan Krayan Barat, Rabu (11/06/2025).

Setelah melakukan perjalanan udara kurang lebih 50 menit dari Bandara Nunukan pesawat yang ditumpangi Wabup Hermanus mendarat di bandara Yuvai Semaring Long Bawan Kecamatan Krayan.

Setelah dijamu makan siang di Long Bawan, rombongan bergeser ke kecamatan Krayan Barat, tempat pelaksanaan kegiatan.

Dengan antusias masyarakat yang berada di Desa Tanjung Karya menyambut kehadiran wakil bupati ke desa mereka.

Hermanus disambut dengan beberapa rangkaian acara seperti mengenakan pakaian adat (talun) dan disambut dengan tarian selamat datang dari pemudi desa Tanjung Karya, bahkan dengan rasa hormat dan menghargai yang tinggi masyarakat Desa Tanjung Karya melakukan prosesi mengantar Wabup menuju ke podium dengan ditandu.

Dalam sambutan, Hermanus,S.Sos sangat bersyukur bisa hadir dan bertemu dengan masyarakat Krayan. Dirinya menyampaikan terimakasih atas penyambutan dan pelayanan yang sangat luar biasa oleh masyarakat setempat.

Hari Pertanian Organik sendiri diperingati secara rutin sejak beberapa tahun terakhir oleh masyarakat di dataran tinggi Krayan. Daerah dataran tinggi Krayan yang terdiri dari 5 kecamatan di wilayah Kabupaten Nunukan ini memang terkenal dengan hasil pertanian organiknya, dan salah satu komoditi pertaniannya yang terkenal adalah beras adan.

(PROKOMPIM)

Bupati Buka Muskablub KORMI Nunukan, Bupati H. Irwan: “Saya Berharap, Musyawarah Ini Menjadi Momentum Evaluasi Menyeluruh”

NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE secara resmi membuka Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Nunukan, Rabu (11/06/2025). 

Kegiatan ini mengusung tema “Bersama KORMI, Olahraga Masyarakat Hadirkan Energi Baru untuk Panggung Nasional.”

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menekankan pentingnya fleksibilitas dan responsifitas organisasi dalam menyikapi dinamika serta perubahan yang terjadi.

“Musyawarah Kabupaten Luar Biasa ini menunjukkan bahwa KORMI Nunukan tanggap dan lentur dalam menghadapi tantangan serta perubahan. Sikap adaptif seperti ini sangat penting untuk memastikan seluruh program dan agenda kerja KORMI sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Daerah,” ungkapnya.

Ia berharap Muskablub ini mampu melahirkan keputusan strategis bagi kemajuan olahraga rekreasi di Kabupaten Nunukan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, saya mengucapkan selamat melaksanakan Musyawarah Kabupaten Luar Biasa. Semoga forum ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan penting demi kemajuan olahraga rekreasi masyarakat,” lanjutnya.

Bupati Irwan juga menggarisbawahi pentingnya Muskablub sebagai ajang evaluasi menyeluruh, baik dari segi kepengurusan maupun pelaksanaan program kerja yang telah berjalan.

“Saya berharap para pengurus memanfaatkan forum ini untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Lakukan evaluasi dengan jujur dan adil. Jika ada hal baik, lanjutkan dan tingkatkan. Jika ada yang belum baik, jangan ragu untuk melakukan perubahan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irwan menyinggung peran strategis KORMI dalam menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Kalimantan Utara yang akan datang.

“Segera setelah Muskablub ini, saya minta jajaran pengurus bergerak cepat. Inventarisir potensi cabang olahraga yang berpeluang menyumbang medali. Lakukan pembinaan intensif dan bangun komunikasi yang baik dengan KORMI Provinsi” ujar Irwan.

Namun, Irwan juga mengingatkan untuk tetap bersikap realistis, mengingat persaingan berasal dari atlet-atlet unggulan dari seluruh Indonesia.

Apapun hasilnya nanti, semua akan sangat tergantung pada sejauh mana kita siap. Semakin matang persiapan kita, maka insyaallah hasilnya juga tidak mengecewakan,” tutupnya.

(PROKOMPIM)

Kapolres Wajo Gelar Sertijab, Waka,Kabag,Tiga Kapolsek,Kasat Lantas dan Kasi Humas Resmi Berganti

WAJO,SULSEL— Kepolisian Resor (Polres) Wajo Jajaran Polda Sulawesi Selatan menggelar upacara serah terima jabatan (sertijab) di Lapangan Apel dan dilanjutkan pisah sambut di aula Sandi Polres Wajo Rabu, 11 Juni 2025/08.00 WITA. 

Upacara serah terima jabatan dan Pelantikan Jabatan Di Lingkungan Polres Wajo berdasarkan surat telegram Kapolda Sulsel dengan Nomor : STR/347/V/KEP. /2025 tanggal 27 Mei 2025 tentang pemberhentian dari jabatan lama dan pengangkatan dalam jabatan baru di lingkungan Polres Wajo Polda Sulawesi Selatan.

Bertindak Selaku Inspektur Upacara Kapolres Wajo AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K dan di hadiri Wakapolres Wajo KOMPOL H.Andi Syamsulipu , S.Sos, M.H, Waka Polres Pelabuhan KOMPOL Hardjoko, SH, M.H, Para Kabag, Para Kasat, Perwira, dan Bhayangkari Cabang Wajo serta Personil Polres Wajo dan berlangsung khidmat.

Dalam sambutannya, Kapolres Wajo menyampaikan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka penyegaran dan pengembangan karier anggota.

“Mutasi dan rotasi ini adalah hal yang biasa dalam tubuh Polri. Kami harap pejabat yang baru dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan tugasnya dan meneruskan kinerja yang telah ditorehkan oleh pejabat sebelumnya,” ujar Rosid Ridho.

Adapun Nama – Nama Pejabat yang Akan Melaksanakan serah terima Jabatan di Lingkup Polres Wajo :

1. KOMPOL HARDJOKO ( JABATAN LAMA WAKA POLRES WAJO ) ( JABATAN BARU WAKA POLRES PELABUHAN POLDA SULSEL )

2. KOMPOL H. ANDI SYAMSULIPU, S.Sos, M.H (JABATAN LAMA KABAG SDM POLRES WAJO) (JABATAN BARU WAKA POLRES WAJO)

3. AKP AGUSSALIM SH, (JABATAN LAMA KASAT LANTAS POLRES BANTAENG) (JABATAN BARU KABAG SDM POLRES WAJO)

4. AKP DESI AYU DWI PUTRI S.I.K M.SI (JABATAN LAMA KASAT LANTAS POLRES WAJO) (JABATAN BARU KASI DIKMAS SUBDID KAMSEL DITLANTAS POLDA SULSEL)

5 AKP RYANDA PUTRA, S.Tr.K, S.IK (JABATAN LAMA KANIT SIJEMENOPSREK SUBDITKAMSEL DIT LANTAS POLDA SULSEL) (JABATAN BARU KASAT LANTAS POLRES WAJO)

6. AKP WELFRICK KRISYANA AMBARITA, S.TrK. S.I.K, MH (JABATAN LAMA KAPOLSEK TANASITOLO POLRES WAJO) (JABATAN BARU PANIT 2 UNIT 1 SUBDIT 4 DIT RESKRIMSUS POLDA SULSEL )

7. AKP WAHYUDI, SH (JABATAN LAMA KASUBBAG BIN OPS BAG OPS POLRES WAJO) ( JABATAN BARU KAPOLSEK TANASITOLO POLRES WAJO )

8. IPTU ALFIAN MUHAJIR ( JABATAN LAMA KAPOLSEK SABBANGPARU POLRES WAJO ) ( JABATAN BARU KASUBBAG BIN OPS POLRES WAJO )

9. AKP RESKI G, SH (JABATAN LAMA KAPOLSEK GILIRENG POLRES WAJO ) (JABATAN BARU KAPOLSEK SABBANGPARU POLRES WAJO)

10. IPTU ANTONIUS PASAKKE (JABATAN LAMA KAPOLSEK MARITENGGAE POLRES SIDRAP) ( JABATAN BARU KAPOLSEK GILIRENG POLRES WAJO )

11. IPTU KAOMI, SH (JABATAN LAMA PS KASUBAG DAL OPS BAG OPS POLRES WAJO) (JABATAN BARU KASI HUMAS POLRES WAJO)

Pejabat lama yang dilepas dalam sertijab ini mendapatkan apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polres Wajo. Mereka selanjutnya akan menempati posisi baru di lingkungan Polda maupun Polres lainnya.

Upacara ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh Kapolres dan seluruh peserta kepada pejabat baru dan lama.

Kegiatan berakhir Pukul 11.30 WITA dengan Situasi aman dan Kondusif.

Humaspolreswajo/Vetty Rilla

Bupati H. Irwan Sabri Paparkan Capaian 17 Arah Baru Menuju Perubahan

NUNUKAN – Setelah melaksanakan Rapat Tertutup Bersama Kepala OPD di lingkungan pemerintah Kabupaten Nunukan, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE melaksanakan Press Conference bersama media yang ada di kabupaten Nunukan. Kegiatan ini digelar di Ruang Forkopimda lantai 1 Kantor Bupati Nunukan, Selasa (10/6/2025).

Dalam pertemuan ini Bupati menyampaikan hasil program 100 hari kerja dan Implementasi 17 arah baru menuju perubahan.

Di awal penyampaiannya, Bupati H. Irwan Sabri Irwan menyampaikan pentingnya sinkronisasi kebijakan dalam percepatan pelayanan bagi masyarakat.

Hal itu disebabkan pelaksanaan program 100 hari kerja ini dimulai dalam keadaan yang unik. Dimana, RKPD dan APBD Tahun Anggaran 2025 telah lebih dulu disahkan sebelum pelantikan dirinya.

“Hal inilah yang menimbulkan sejumlah tantangan, karena program arah perubahan yang kita susun belum sejalan dengan arahan terbaru dari pemerintah pusat, seperti Permendagri Nomor 12 dan 15 Tahun 2024,” terangnya.

Saat ini, kata Irwan, program yang dijalankan masih mengacu pada RPJMD 2021–2026. Sebab, dinamika regulasi nasional juga turut memengaruhi proses perencanaan dan penganggaran daerah.

Beberapa regulasi tersebut menurut Irwan diantaranya Permendagri No.12/2024 dan No.15/2024 yang diterbitkan setelah RKPD disahkan, serta Instruksi Presiden No.1/2025 yang menekankan efisiensi belanja.

Tidak hanya itu, berbagai surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan, seperti Surat Edaran Bersama tanggal 11 Desember 2024 dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No.29/2025, juga mengharuskan penyesuaian pendapatan dan belanja daerah, termasuk pergeseran alokasi DAU, DAK, dan DBH.

“Ada instruksi yang sangat jelas untuk mengalihkan hasil efisiensi ke sektor prioritas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan sanitasi,” ungkapnya.

Selain itu, H. Irwan juga menyinggung Instruksi Presiden No.9/2025 terkait percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih, serta Rakor Percepatan Realisasi APBD 2025 dari Kemendagri pada 8 Mei 2025 yang mendorong daerah untuk mendukung program strategis nasional seperti Sekolah Rakyat, MBG, Bumdes, dan pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

Namun demikian, setelah melakukan Efisiensi kini pemerintah daerah telah siap untuk melaksanakan 17 Arah Baru Pembagunan.

Bupati juga menyampaikan dalam rapat yang telah dilaksanakan bersama kepala OPD dirinya meminta agar segera menjalankan program – program yang sudah ditetapkan bersama.

“Yang jelas anggarannya sudah ada, tinggal action”, tegas Bupati.

Bupati menjabarkan terkait dengan 17 Arah Baru Menuju Perubahan, antara kondisi dahulu dan capaian yang sudah dilakukan serta yang masih dalam perencanaan.

17 Arah Baru Menuju Perubahan tersebut dipaparkan oleh H. Irwan Sabri, yaitu :

1. Memastikan ketersediaan air bersih di seluruh wilayah. Akses bersih ini sudah dianggarkan Rp 32,2 miliar.Diantaranya, jaringan perpipaan sebesar kurang lebih Rp6,6 miliar dengan kapasitas 2 liter per detik, optimalisasi SPAM di desa-desa kurang lebih Rp1 miliar dengan volume 5 unit dan anggaran untuk pembebasan embung Lapri di Sebatik.

2. Memastikan Kebutuhan Energi Listrik terpenuhi. Disini listrik masuk desa sudah mencapai 129 rumah warga di Desa Tagul dan Desa Lingsayung dengan pembangunan solar home system (SHS) PLTS Nunukan. Total anggaranya Rp2,3 miliar.Begitu juga rencana revitalisasi PLTS Komunal dalam Road Map PLN 2025, khususnya di desa Tepian, Sembakung.

Lalu, ada usulan pembangunan PLTS Sebakis ke APBN melalui Dinas ESDM Provinsi Kaltara senilai kurang lebih Rp9,5 milair. Usulan ini telah memiliki dokumen FS dan DED melalui APBD Kaltara tahun 2024.

3. Seratus kilometer jalan tani per tahun. Ini terdiri dari pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan jalan tani. Dalam program ini terdiri dari 115 paket dengan nilai Rp20,115 miliar. Bahkan, saat ini sudah melampaui dari target.

4. Memastikan pembangunan jalan 50 km jalan penghubung kecamatan dan desa. Saat ini, pembangunan jalan sudah ada 5 km dengan anggaran Rp8,779 miliar yang terletak di Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik Barat, Sebatik Utara, Tulin Onsoi, Sebuku, Sei Menggaris, Sembakung Atulai, Krayan Barat dan Krayan Timur.

Kemudian rekontruksi Jalan sepanjang 17 km yang berada di Tulin Onsoi, Nunukan, Nunukan Selatan, Krayan Selatan, Sembakung Atulai, Sembakung, Krayan Timur, Sebatik Utara dan Sebatik Barat.

5. Alat Berat untuk Kecamatan. Saat ini, Bupati Nunukan telah menyalurkan lima unit alat berat di masing-masing kecamatan. Penggunaan alat berat ini, ditegaskan Irwan Sabri bisa digunakan untuk mempercepat pembukaan dan pemeliharaan jalan, secara gratis.

Bahkan, Irwan menarget per tahun pihaknya akan menyalurkan 5 alat berat, sehingga dalam lima tahun pihaknya menjabat sudah melebihi dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan.

6. Rumah Layak Huni. Target saat ini 200 unit pertahun. Hingga saat ini, sudah terealisasi 32 unit dan dipastikan progres selanjutnya akan terus dilakukan.

7. Seragam Gratis untuk Siswa SD dan SMP. Penyediaan seragam gratis ini tak hanya berlaku bagi SD maupun SMP status negeri, namun swasta juga diberikan.

Saat ini, anggaran seragam gratis sudah disiapkan dengan total Rp4,291 miliar. Pengadaan perlengkapan peserta didik SD senilai Rp 3.356.500.000,- Sementara, untuk perlengkapan peserta didik SMP Rp 1.565.932.500,- Dijelaskannya, nilai Rp 3,3 miliar seragam SD diperuntukkan untuk 4.795 set dengan seragam merah putih dan pramuka. Sedangkan seragam SMP sebanyak 3.762 set untuk pakaian biru putih. Jumlah ini berdasarkan perhitungan dari Dinas Pendidikan. Melihat jumlah anak sekolah SD yang lulus dan melanjutkan pendidikan ke SMP. Ia menegaskan, program ini statusnya sedang berjalan. Sebab, saat ini masih dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB). Namun, yang pasti setelah memasuki tahun ajaran baru para siswa siswi di Nunukan akan mendapatkan seragam gratis.

8. Beasiswa Pelajar dan Mahasiswa. Di program ini, pihaknya akan memberikan 1.024 penerima manfaat terdata, mulai dari SD, SMP hingga perguruan tinggi. Dengan anggaran Rp7,146 miliar.

9. Satu sekolah satu Starlink yang tidak terjangkau jaringan internet. Hingga saat ini sudah mencapai 90 persen sekolah yang blank spot area yang dipasangi Starlink. Totalnya sudah ada 72 SD di 17 kecamatan dengan anggaran Rp 3,6 milair. Untuk tingkat SMP, sudah ada 13 SMPN di 9 lokasi dengan anggaran Rp195 juta.

10. Penguatan Layanan RSUD dan RS Pratama. Diantaranya, meningkatkan pengawasan secara menyeluruh terhadap layanan utama dan penunjang.

Kemudian upaya pemerintah meningkatkan status RS Pratama Sebuku dan Sebatik menjadi tipe D.

11. Memastikan pemenuhan tenaga medis dan dokter spesialis. Saat ini, Pemkab Nunukan sudah mengusulkan untuk pemenuhan dokter program pendayagunaan dokter spesialis (PGDS) ke Kementerian Kesehatan. Diantaranya, dokter spesialis di RS Pratama Sebuku sebanyak 5 orang. Dokter spesialis di RS Pratama Sebatik 4 orang. Selain itu, pihaknya juga menginisiasi MoU dengan perguruan tinggi terkait pemenuhan tenaga medis untuk rumah sakit rujukan. Di program ini, anggaran yang disiapkan Rp1,929 miliar.

12. Bantuan Pertanian: Termasuk bibit, pupuk, dan alat pertanian gratis bagi petani kecil. Untuk pengadaan alsintan untuk kelapa sawit, berupa Dodos, gancu, gerobak dorong, handspray, parang, pisau sawit, tojok, dianggarkan senilai Rp1,5 miliar.

Dimana, untuk Lumbis 100 buah dan Sembakung Atulai 175 buah. Sedangkan untuk pupuk NPK Sawit, dianggarkan Rp600,3 juta untuk Lumbis dan Sebuku. Bibit Kakao dan NPK Kakao senilai Rp 342 juta untuk 10 hektar di Sebatik Tengah. Alsintan jenis Combine Harvester satu unit, hand traktor satu unit, mesin cultivator 8 unit, pompa air 3 set yang senilai Rp1,327 miliar di Sebatik Barat dan Nunukan.

13. Kampung Pertanian Hortikultura: Desa-desa disiapkan menjadi pusat produksi sayur dan buah. Seperti pisang, durian, aneka jeruk, sayuran daun dan buah musiman. Begitu juga pengembangan cabe yang dianggarkan lebih dari Rp83 juta.

14. Menjaga stabilitas rumput laut melalui perda. Saat ini, sudah ada dilakukan ekspor rumput laut ke Korea Selatan. Hal ini tentunya dapat stabilisasi harga dan ekspor rumput laut lewat kerja sama dengan perusahaan swasta.

15. Dukungan Nelayan seperti Alat tangkap dan program kampung budidaya saat ini terus digenjot. Bahkan, pengadaan alat tangkap perikanan ramah lingkungan sudah dianggarkan senilai Rp400 juta dengan jenis gill net dan tramel net sebanyak 40 paket.Pengadaan sarana budidaya rumput laut berupa trail, terpal dan waring senilai Rp800 juta.

16. Pemberian bantuan modal dan peningkatan keterampilan pelaku UMKM. Dimana, Pemkab sudah memberikan subsidi bantuan KUR 0 persen dengan target 54 usaha mikro. Untuk plafon Rp10 juta sebanyak 35 orang, plafon Rp20 juta sebanyak 14 orang dan plafon Rp25 juta sebanyak 5 orang. Dengan nilai anggaran Rp50 juta.

17. Program Unggulan Desa: Tiap desa diminta merancang satu program unggulan berbasis potensi lokal. Dimana, BUMDES nantinya akan diperkuat.

(PROKOMPIM)

Bupati H. Irwan Sabri Paparkan Implementasi 17 Program Arah Baru Menuju Perubahan di TA 2025

NUNUKAN – Usai Memimpin Rapar koordinasi percepatan pelaksanaan dan pengawasan APBD TA 2025 yang digelar, Selasa, (10/06/2025) di Ruang Pertemuan Lantai IV Kantor Bupati Nunukan. 

Selanjutnya Bupati Nunukan H.Irwan Sabri. SE lakukan konfrensi Pers sekaligus memaparkan Implementasi 17 Program Arah Baru Menuju Perubahan sebagaimana Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Nunukan 2025-2030.

Di hadapan sejumlah awak media, Bupati tegaskan bahwa penetapan APBD TA 2025 dilakukan sebelum pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Nunukan terpilih Priode 2025-2030 sehingga secara normatif 17 Program Arah Baru Menuju Perubahan mengacu pada RPJMD tahun 2021-2026, hal ini disebabkan karena RKPD Tahun 2025 belum sepenuhnya mengakomodir arah kebijakan pembangunan Nasional dan Kewilayahan sebagaimana diatur dalam Permendagri No 12 Tahun 2024 Tentang Pedoman Penyusunan RKPD Tahun 2025 mengingat RKPD tersebut baru diundangkan ditanggal 12 September 2024, setelah RKPD 2025 ditetapkan.

“Intinya Penyesuaian Pendapatan dan efisiensi belanja daerah TA 2025 harus sesuai dengan Inpres No 1 Tahun 2025,” Kata Irwan Sabri.

Mengingat arahan Mendagri dalam Rakor tanggal 8 Mei 2025, agar pemerintah daerah membelanjakan segera APBD TA 2025 sesuai program yang telah direncanakan agar pemerintah daerah mendukung Program Strategis Nasional. begitu juga Astacita Presiden yang juga harus diakomodir di Kabupaten Nunukan.

“Jadi 17 program kita ini secara luas akan dijabarkan dalam jangka waktu 5 tahun kedepan,” tambahnya.

Saat ini implementasi 17 Program Unggulan pasangan IRAMA Arah Baru Menuju Perubahan, baru saja dilaksanakan Rakor yang dihadiri seluruh OPD yang ada di Kabupaten Nunukan.

“Saya sudah perintahkan semua OPD agar menjalankan program-program yang sudah ditetapkan.Dan dalam waktu secepatnya akan dilaksanakan,” terangnya.

Adapun 17 program dimaksud adalah :

1. Memastikan ketersediaan air bersih di seluruh wilayah dengan Pagu Anggaran Rp 32.270.453.000.

2. Memastikan kebutuhan energi listrik terpenuhi dengan mendorong kebijakan Gubernur Kaltara.

3. Pembangunan 100 kilometer jalan usaha tani pertahun dan untuk TA 2025 dianggarkan Rp 20.115.000.000.

4. Pembangunan 50 kilometer jalan penghubung kecamatan dan desa dengan anggaran Rp 8.779.986.000.

5. Pembangunan rekonstruksi jalan 17 kilometer dengan Pagu Anggaran Rp 178.000.000.000.

6. Pengadaan 5 unit alat berat untuk TA 2025, dengan anggaran sebesar Rp 5.004.345.000..

7. 200 Rumah Layak Huni pertahun dengan Anggaran di TA 2025 Rp 5.000.000.000 atau Rp Rp 25.000.000 per unit. Dan saat ini sudah terealisasi sebanyak 32 unit rumah layak huni.

8. Seragam sekolah SD, Rp 3.356.500.000 untuk SMP di tahun pertama dengan anggaran Rp 1.500.000.000. sudah termasuk sekolah swasta.

9. Penyediaan 1000 paket beasiswa dengan pengalokasian Anggaran TA 2025, Rp 7.100.000.000. diperuntukkan bagi 1024 orang penerima.

10. 1 sekolah 1 starling bagi sekolah yang tidak terjangkau internet saat ini sudah diberikan ke 72 titik lokasi pada 17 kecamatan dengan anggaran TA 2025 Rp 3.600.000.000.

11. Mengusulkan Pengadaan dokter spesialis pada Kemenkes untuk 9 dokter spesialis dengan Anggaran Rp 1.900.000.000.

12. Bantuan Bibit dan pupuk serta alat pertanian kepada petani dengan anggaran Rp 1.500.000.000.

13. Membuat kampung pertanian hortikultura dan palawija berbasis pembudidayaan anggaran yang disiapkan Rp 83.475.000

14. Menjaga stabilitas harga rumput laut melalui Peraturan Daerah, Pemkab Nunukan
berencana melakukan MOU dengan Pemkab Pinrang kerjasama bidang pemerintahan
ekonomi pembangunan dan kemasyarakatan.

15. Pemberian mesin dan alat tangkap bagi nelayan dengan Anggaran Rp1.200.000.000.

16. Pemberian bantuan modal dan peningkatan keterampilan pelaku UMKM target tahun 2025 sebanyak 54 pelaku UMKM dengan pagu anggaran Rp 50.000.000.

17. 1 Desa 1 program unggulan berbasis potensi lokal melalui penguatan BUMDes
“Dari 17 program tersebut saat ini ada yang sedang berjalan dan ada pula yang masih berproses,” papar Irwan Sabri.

Menanggapi pertanyaan wartawan terkait pengoperasian Alat berat di masing-masing kecamatan, Bupati Irwan Sabri menjelaskan, alat berat tersebut nantinya di stanbykan di tiap-tiap kecamatan guna mengantisipasi perbaikan segera kerusakan jalan, ataupun jika ada bencana alam, tanpa harus
menunggu.

“Jadi nantinya alat berat ini tidak dikomersilkan alias dipakai secara gratis, dan untuk biaya operasionalnya sudah termasuk gaji operatornya melalui anggaran Dinas PUPR. Begitu juga dengan operator harus masyarakat yang berdomisili di masing-masing kecamatan yang nantinya akan dilatih dan telah mendapatkan sertifikat selaku operator alat berat,” pungkasnya.

Hadir mendampingi Bupati saat konfrensi Pers, Plt Sekda Nunukan Ir Jabbar MSI, Kepala Bappemda Raden Iwan Kurniawan, Plt Kepala Inspektorat, Firdaus, Plt Direktur RSUD , dr A. Tony, Kepala Diskominfotik Kaharuddin A.Tokkong, Kabag Prikompim Joned. (**)