Sebanyak 104 ASN di Kabupaten Nunukan Ikuti Ujian Dinas dan Penyesuaian Kenaikan Pangkat

NUNUKAN – Sebanyak 104 orang ASN dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan mengikuti kegiatan Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat T.A. 2025. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Nunukan, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.AP mewakili Bupati Nunukan, di Aula Diklat Kantor BKPSDM pada Jum’at 28 November 2025

Dalam sambutannya, Plt. Sekda Iwan mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah sampai pada tahapan ini. Menurutnya, kenaikan pangkat adalah bentuk penghargaan dari pejabat yang berwenang sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

Plt. Sekda kemudian mengingatkan bahwa Ujian Dinas dan Ujian Penyesuaian Kenaikan Pangkat ini merupakan momentum peningkatan karier bagi para ASN, sekaligus wujud dari komitmen Pemerintah dalam meningkatkan Profesionalisme, Kompetensi, dan Integritas dalam peneyelenggaraan pelayanan Publik.

“Saya ingin mengingatkan bahwa kenaikan pangkat bukan hanya sekedar penghargaan atas masa kerja bagi para ASN, namun lebih dari itu, kenaikan pangkat merupakan amanah dan tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas dirinya masing – masing,”ujarnya

Dalam momen itu, Iwan juga mendorong para ASN bisa menunjukkan kemampuan, pengetahuan, dan dedikasi yang dibutuhkan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang nanti akan diberikan.

“Saya percaya, jika bapak – ibu sudah melakukan persiapan dengan matang untuk menghadapi ujian ini, maka hasilnya juga akan memuaskan. mudah – mudahan, tingkat kelulusan dalam ujian kali ini bisa mencapai 100 persen,”jelas Iwan saat menghakhir sambutan Bupati Nunukan.

Sementara itu, tim penyelenggara dari kantor Regional VIII BKN Banjarmasin, Bagus Adi Noegroho, S.T., mengatakan bahwa pelaksanaan ujian ini merupakan proses wajib yang harus dilalui oleh ASN sebagai syarat kenaikan pangkat ke jenjang berikutnya.

“Harapan kami para peserta bisa mengikuti ujian dengan santai, apalagi sebelumnya sudah mendapatkan pembekalan. Semoga seluruh peserta dapat lulus dengan hasil terbaik,” ujar dia di hadapan para peserta.

Dalam laporan ketua panitia, Kaharuddin, S.S yang juga sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Nunukan mengatakan bahwa pelaksanaan Ujian Dinas dan Ujian
Penyesuaian Kenaikan Pangkat ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan setiap ASN yang akan naik pangkat/golongan yang lebih tinggi sebagaimana telah ditentukan oleh peraturan perundang undangan.

Ia juga melaporkan kegiatan ujian yang diselenggarakan bekerja sama
dengan kantor Regional VIII BKN Banjarmasin yang berlangsung selama 1 (satu) hari pada tanggal 28 November 2025, yang meliputi tes CAT (Computer
Assisted Test)

Untuk jenis ujian yang dilaksanakan meliput :
1. Ujian Dinas Tingkat I, ujian yang dilaksanakan bagi PNS yang berpangkat Pengatur TK.I golongan ruang II/d yang telah memenuhi persyaratan untuk naik ke pangkat Penata Muda Golongan Ruang III/a.
2. Ujian Dinas Tingkat II adalah ujian yang dilaksanakan bagi PNS yang berpangkat Penata TK.I golongan Ruang III/d yang telah memenuhi persyaratan untuk
naik ke pangkat Pembina Golongan Ruang IV/a.
3. Ujian penyesuian kenaikan pangkat (UPKP) adalah ujian yang dilaksanakan bagi PNS yang telah memperoleh ijazah yang lebih tinggi dari jenjang pangkat dan golongan ruang sesuai jenjang pendidikan yang dimiliki sebelumnya untuk dapat
disesuaikan pangkat dan golongan ruang dengan ijazah terakhir yang dimiliki.

Untuk Kelulusan peserta ditentukan
dari hasil beberapa aspek penilaian meliputi :

1. Nilai tes CAT bagi peserta ujian dinas tingkat I dan ujian penyesuaian kenaikan pangkat
2. Nilai CAT dan nilai makalah bagi peserta ujian dinas tingkat II.

Jumlah peserta yang mengikuti Ujian Dinas dan UjianPenyesuaian Kenaikan Pangkat sebanyak 104 PNS yang seluruhnya merupakan PNS di lingkungan Pemerintah Daerah Kab. Nunukan.

(PROKOMPIM)

Bakesbangpol Provinsi Kaltara Gelar Sosialisasi Dan Dialog Tentang P4GN

NUNUKAN – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin membuka secara resmi acara Sosialisasi Dan Dialog Tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekursor Narkotika.

Kegiatan itu diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kalimantan Utara dengan tema “Peran Serta dan Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika di Wilayah Provinsi Kalimantan Utara,”. Bertempat di Balroom Laura Hotel, Kamis (27/11).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Provinsi Kalimantan Utara serta meningkatkan wawasan, kesadaran, dan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Selanjutnya, dalam sambutan Gubernur Kaltara yang disampaikan oleh Asisten I menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini, khususnya kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalimantan Utara, BNN Provinsi Kalimantan Utara, dan Polda Kalimantan Utara, sebagai bentuk nyata komitmen bersama dalam memerangi bahaya narkoba yang semakin mengkhawatirkan.

Lanjut ia mengatakan bahwa penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika merupakan ancaman serius bagi masa depan bangsa. Dampaknya bukan hanya menyerang kesehatan individu, tetapi juga merusak tatanan sosial, menggerus nilai moral, memicu kriminalitas, serta mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan.

“Melalui kegiatan sosialisasi dan dialog ini, saya berharap tumbuh kesadaran kolektif bahwa memerangi narkoba adalah tanggung jawab bersama. Mari kita mulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekolah, tempat kerja, hingga komunitas masyarakat”, ungkapnya.

Ia turut berharap masyarakat tidak hanya memperoleh informasi dan pemahaman yang benar mengenai bahaya narkotika, tetapi juga dapat menyampaikan aspirasi, pengalaman, serta kondisi nyata di lingkungan masing-masing sebagai bahan evaluasi dan perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

(PROKOMPIM)

Program INOVASI Selenggarakan Gelar karya keberhasilan program Pemerintah dalam Peningkatan Literasi Kelas Awal di Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Plt. Sekretaris Daerah Nunukan Raden Iwan Kurniawan membuka secara resmi acara Gelar karya keberhasilan program Pemerintah dalam peningkatan literasi kelas awal di Kabupaten Nunukan serta peluncuran program peningkatan kompetensi guru berbasis KKG melalui program literasi kelas tinggi di Kabupaten Nunukan yang dilaksanakan di ruang pertemuan Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Kamis 27 November 2025.

Sebelum memulai acara terlebih dahulu Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Raden Iwan Kurniawan mengunjungi ruang kelas literasi, dan 3 booth aksi literasi yang menjadi contoh metode pembelajaran yaitu Booth perubahan cara mengajar guru dan belajar murid, booth Media Pembelajaran, serta Booth Dukungan Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah. Usai mengunjungi Plt. Sekda Nunukan R Iwan Kurniawan menitip pesan yang ditulis di kertas lalu ditempelkan di papan pesan dan kesan, yang mengatakan ‘Luar biasa, harapan besar anak anak ke depan akan mampu menggapai karakter mulia.’ Sebuah harapan yang titipkan bagi penurus bangsa untuk berakhlak mulia.

Kegiatan yang berlangsung 3 hari ini, meliputi kunjungan pengamatan pembelajaran di SDN 002 Nunukan Selatan dan MI As’adiyah Sungai Taiwan Sebatik, kunjungan ke Taman Bacaan Masyarakat Patok 2 Sebatik dan Tanjung Harapan Nunukan, pameran karya literasi, testimoni guru, gelar wicara bertema Literasi di perbatasan, serta peluncuran Paguyuban Fasilitator Literasi Kabupaten Nunukan sebagai upaya keberlanjutan program. Program tersebut nantinya menjadi ruang apresiasi sekaligus ajang berbagi praktik baik dari guru-guru SD dan MI dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik kelas awal di Kabupaten Nunukan.

Dalam sambutan tertulis Bupati Nunukan, yang dibacakan Plt Sekda R Iwan Kurniawan mengapreasi dukungan ekosistem pendidikan untuk membantu Nunukan meningkatkan mutu pendidikan dasar. Bupati Nunukan periode 2025-2030 berkomitmen penuh untuk memperkuat kemampuan literasi di kelas awal yang menjadi fondasi penting keberhasilan belajar anak. Ia mengatakan peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu prioritas program pembangunan untuk mewujudkan visi Kabupaten Nunukan yang Inovatif, Sejahtera, Adil, dan Mandiri.

“Peningkatan literasi kelas awal adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Nunukan. Saya sangat mengapresiasi kerja keras para guru, kepala sekolah, dan para fasilitator daerah yang terus berupaya memperbaiki kualitas pembelajaran di tengah berbagai tantangan wilayah perbatasan. Pemerintah Kabupaten Nunukan berkomitmen penuh untuk memperkuat ekosistem pembelajaran yang berdampak bagi anak-anak kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, dukungan ekosistem pendidikan telah membantu Nunukan meningkatkan capaian SPM pendidikan. Ia menegaskan bahwa kemajuan ini tidak hanya sekadar angka, tetapi juga menjadi pondasi bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Studi global yang dilakukan oleh Hanushek dan Woessmann (2012) menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan membaca berpengaruh langsung pada pertumbuhan ekonomi hingga 1,3% per tahun. Temuan di Indonesia berdasarkan studi Lee Crawfurd (2025) juga mengonfirmasi bahwa peningkatan literasi dan numerasi berkorelasi dengan peningkatan pendapatan di masa dewasa”, ungkap Iwan.

Lanjut dikatakan ini berarti investasi dalam pendidikan tidak hanya penting bagi masa depan anak-anak, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional yang berkelanjutan.

Hannah Derwent selaku Counsellor Human Development dalam rilisnya mengatakan bahwa dalam video zoom Pemerintah Australia melalui Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) telah mendampingi daerah-daerah di Indonesia untuk memperkuat kemampuan literasi anak khususnya di kelas awal. Dan Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia tentunya memiliki potensi yang unik dan tantangan dalam potensi peningkatan pendidikannya.

” Ini merupakan tantangan dalam pemerataan dan mutu pendidikan, hal ini menjadi bukti nyata komitmen dan semangat kolaborasi pemerintahan Kabupaten Nunukan dalam mendorong perubahan yang positif. Dan kami mengapresiasi langka yang strategis yang telah di lakukan yaitu perluasan akses digital untuk mendukung pembelajaran, potensi guru serta kerjasama yang erat antara pemerintah dan sekolah, pemerintah Australia melalui Program Inovasi tanda kerjasama. Fokus kemitraan kita adalah peningkatan kualitas guru, karena kami senang melihat kualitas serta berkelanjutan, terimakasih kepada Bupati Nunukan, dan mari kita rayakan capaian ini,” ungkap Hannah.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan berhasil meningkatkan capaian standar pelayanan minimum (SPM) pendidikan dari dari 62,83 pada 2024 menjadi 67,18 pada 2025. Peningkatan capaian SPM pendidikan ini merupakan hasil kolaborasi Pemkab Nunukan bersama ekosistem pendidikan daerah melalui peningkatan kapasitas guru melalui kelompok kerja guru (KGG) dan peningkatan peran serta masyarakat melalui pemanfaatan buku anak dari Badan Bahasa baik di sekolah maupun di Taman Baca Masyarakat (TBM).

Temuan ini sampaikan dalam kegiatan Gelar Karya Keberhasilan Program Literasi Dasar Kelas Awal yang berlangsung pada 25-27 November 2025. Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi sekaligus ajang berbagi praktik baik dari guru-guru SD dan MI dalam meningkatkan kemampuan literasi peserta didik kelas awal di Kabupaten Nunukan.

Kegiatan ini juga diisi talkshow dengan topik “Merayakan Dampak Kolaborasi Ekosistem Pendidikan dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Kabupaten Nunukan”.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan talkshow ini: Akhmad, S.IP, M.Si (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan); Dr. Arifin, S.Pd. M.Pd (Dekan FKIP Universitas Borneo Tarakan); Dr. Andi Mulyono, SH., MH., CLA., CM., CIAP (Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Nunukan); Surjaningsih, S.Pd (Guru SD 010 Nunukan); Haslinda, S.Pd (Guru MI Darul Furqan Sebatik Tengah): dan Amran (Pegiat TBM Patok Dua Sebatik Tengah).

(PROKOMPIM)

Semangat Besinergi dan Berkolaborasi Untuk Sang Juara, SMP Negeri 1 Nunukan Genap Berusia 46 Tahun

NUNUKAN – SMP Negeri 1 Nunukan memperingati Hari Ulang Tahunnya Ke 46 Tahun. Dengan mengusung Tema “Semangat Besinergi dan Berkolaborasi Untuk Sang Juara,” SMP Negeri 1 Nunukan telah melahirkan alumni-alumni yang luar biasa seperti dua orang pemimpin Kabupaten Nunukan, Bupati periode sebelumnya Hj. Asmin Laura Hafid dan Bupati Nunukan periode saat ini H. Irwan Sabri, serta salah satu Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Tamara Moriska.

Mewakili Bupati Nunukan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Masniadi yang juga merupakan Alumni dari SMP Negeri 1 Nunukan menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun kepada SMP Negeri 1 Nunukan saat menghadiri kegiatan yang diselenggarakam di SMPN 1 Nunukan, Kamis (27/11/25).

Lenoh lanjut Masniadi mengatakan, di usianya yang ke 46 ini, telah banyak prestasi yang ditorehkan oleh SMP Negeri 1 Nunukan, baik di level kabupaten, provinsi, maupun nasional.

“Prestasi itu merupakan buah dari kerjasama dan kerja keras dari banyak pihak, mulai kepala sekolah, para guru, tenaga kependidikan, para orang tua dan wali murid, dan yang paling penting adalah siswa-siswi yang tidak pernah lelah belajar untuk meraih cita-citany,a”ungkap Masniadi dalam sambutan Bupati yang dibacakannya.

Lebih lanjut, Masniadi mengatakan di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini kehadiran HP atau gadget membantu proses belajar dan mengajar. Namun, pada sisi yang lain, banyak hal -hal negatif yang ditimbulkan jika kita tidak mampu menyaringnya dengan baik.

“Saya berharap, para guru untuk terus memberikan pemahaman kepada para siswa agar bijak dalam menggunakan HP, ” ujarnya.

Persoalan lain yang perlu diperhatikan adalah saat ini banyak sekolah-sekolah yang mengalami permasalah perundungan atau bully. Tindakan bully tidak bisa dibenarkan, apapun bentuknya, karena bully sangat berbahaya dan berpotensi menghancurkan masa depan dari para korbannya.

“Pada kesempatan yang baik ini, Saya berharap SMP Negeri 1 Nunukan bisa menjadi pelopor bagi gerakan anti bully di sekolah,”ucapnya dengan tegas.

Selanjutnya, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Nunukan Hj. Rustiningsih menyampaikan pada tahun 2025 ini SMP Negeri 1 Nunukan telah melakukan Program Sister School bermitra dengan SMP Negeri 1 Balikpapan.

“Kita mengirim ada enam putri yang luar biasa sekolah di SMP Negeri 1 Balikpapan selama tiga minggu pada tanggal 3 sampai 21 Februari 2025 dan juga mengirimkan satu guru untuk mengajar di sana dan luar biasanya nilai dari siswi-siswi yang dikirmkan memiliki nilai yang luar biasa dari nilai 88 sampai 100 dari 10 Mata Pelajaran,”ungkapnya.

Rustiningsih juga mengatakan bahwa di Tahun 2026 nanti akan dilaksanakan lagi Program Sister School oleh Dinas Pendidikan berkolaborasi dengan DPRD Kabupaten Nunukan. Sehingga nantinya bisa melaksanakan lagi bersama sekolah-sekolah lain yang akan diseleksi dari SMP yang ada di Kabupaten Nunukan untuk melakukan Program Sister School kurang lebih sebanyak 20 murid berkolaborasi dengan sekolah mitra di Tarakan dan 2 guru yang akan mendampingi para siswa.

Sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Nunukan, Rustiningsih juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Dinas Kabupaten Nunukan melalui Dinas Pendidikan yang selama ini juga banyak membantu dan berkolaborasi dengan Sekolah SMP Negeri 1 Nunukan ini.

Diakhir acara, dilakukan pameran dan Lelang hasil karya lukisan dari siswa-siswi SMP Negeri 1 Nunukan.

(PROKOMPIM)

9 Pelajar di Nunukan Terlibat Penyalahgunaan Narkotika Jenis Baru melalui Vape, BNNK Lakukan Rehabilitasi

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Nunukan menerima pengaduan atas 9 orang pelajar yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika jenis baru menggunakan rokok elektrik (vape). Kejadian ini bermula ketika pihak sekolah melaporkan kepada BNNK Nunukan pada hari Senin 24/11/2025 tentang beberapa murid yang mengalami gejala mencurigakan seperti muntah-muntah dan pusing.

Setelah dilakukan pengumpulan data dan wawancara, ditemukan bahwa salah satu murid telah menggunakan liquid vape. Kemudian, dilakukan pemeriksaan urine terhadap 8 orang pelajar lainnya dan ditemukan hasil positif terhadap zat narkotika THC dan Benzo.

Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, S.H., M.H., menekankan bahwa prioritas utama adalah penyelamatan para pelajar yang berstatus sebagai korban penyalahgunaan narkotika.

“Kami sangat prihatin dengan modus peredaran narkotika yang semakin licik dan menyasar langsung anak-anak kita. Likuid vape ini dirancang menyerupai produk legal, sehingga sulit dideteksi. Zat Synthetic Cannabinoid yang mereka gunakan sangat adiktif dan mematikan,” ujar Anton pada Rabu (26/11/2025).

BNNK Nunukan akan mengutamakan upaya rehabilitasi terhadap para pelajar yang terlibat. Mereka akan menjalani asesmen lebih lanjut yang melibatkan dokter dan psikolog untuk menentukan tingkat kecanduan. Prioritas utama adalah rehabilitasi, baik rawat jalan maupun rawat inap, agar para pelajar dapat pulih sepenuhnya dan melanjutkan pendidikan.

“Saat ini, ke 9 (sembilan) pelajar tersebut akan menjalani asesmen lebih lanjut yang melibatkan dokter dan psikolog untuk menentukan tingkat kecanduan. Prioritas kami adalah rehabilitasi. Mereka akan diarahkan untuk menjalani program rehabilitasi, baik rawat jalan maupun rawat inap, agar dapat pulih sepenuhnya dan melanjutkan pendidikan,” jelas Anton.

BNNK Nunukan juga mengimbau kepada seluruh pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

“Periksa barang bawaan anak dan laporkan segera jika mencurigai adanya peredaran atau penggunaan narkotika,” himbau Anton.

Dengan komitmen penuh, BNNK Nunukan akan terus memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan dan lingkungan pendidikan. Mereka akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, tokoh masyarakat, dan aparat penegah hukum lainnya untuk memperkuat benteng pertahanan perbatasan dari bahaya narkotika.

BNNK Nunukan juga mengingatkan kepada para bandar dan pengedar bahwa wilayah Nunukan bukanlah tempat yang aman untuk melakukan transaksi narkotika. Siapapun yang terbukti menjadi pengedar akan diproses hukum secara tegas berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan upaya bersama, BNNK Nunukan berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkotika, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat Nunukan.

(Nn/Nn)