Wakil Bupati Nunukan Menghadiri Acara Ramah Tamah dengan Rombongan Kantor Staf Kepresidenan RI, Hermanus : APBD Kabupaten Nunukan hanya 1,9 trilyun, jadi kami ingin sekali bagaimana pemerintah pusat menjadi bagian untuk menyelesaikan persoalan di kabupaten Nunukan.

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos menghadiri acara ramah tamah dengan rombongan Kantor Staf Presiden RI yang dihadiri oleh Plt. Deputi 1 Kepala staf kepresidenan Letjen TNI (Purn) Dr. Hilman Hadi. Acara ini dilaksanakan di cafe sayn Resto, Senin(26/05). 

Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan kunjungan kerja Kantor Staf Presiden RI ke wilayah Kalimantan Utara, khususnya di kab. Nunukan.

Dalam sambutannya, wakil bupati Nunukan Hermanus S Sos sangat mengharapkan pemerintah pusat dan daerah bisa duduk satu meja berdiskusi dan menyamakan visi misi dan harapan di masa depan dalam rangka mempercepat program infrastruktur dan aksesibilitas di wilayah perbatasan, serta memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan kawasan strategis negara.

“Kunjungan ini merupakan satu kehormatan bagi kami, karena kami selalu percaya bahwa dalam setiap pertemuan akan selalu menumbuhkan harapan dan kerjasama yang lebih baik di masa depan. Melalui momentum kunjungan kerja ini, dapat semakin mempererat tali silahturahmi dan memperkuat komunikasi serta koordinasi dalam meningkatkan sinergitas, kerjasama dan kekompakan antara pemerintah pusat bersama kami di daerah guna mendukung terwujudnya kabupaten Nunukan yang aman, maju dan sejahtera ” ujar wakil Bupati Nunukan.

Dalam sambutannya wakil bupati menyampaikan bahwa kab. Nunukan memilik luas wilayah 14. 247 km² dengan jumlah penduduk 223 ribu jiwa, memiliki 21 kecamatan dengan 17 diantaranya adalah kawasan perbatasan, hanya 4 yang tidak perbatasan langsung dengan negara Malaysia, Sabah dan Serawak.

“Kabupaten Nunukan memiliki 232 desa dan 8 kelurahan. Persoalan kita di kabupaten Nunukan perlu kami sampaikan kepada bapak, bahwa kabupaten Nunukan ini merupakan daerah perbatasan terdiri dari perbatasan laut dan darat dengan tingkat permasalahan yg berbeda”, tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan di Kabupaten Nunukan juga dihadapkan pada permasalahan yang sangat kompleks terutama terkait kelistrikan, air dan termasuk juga terkait garis batas dan permasalahan sosial.

Hermanus juga menjelaskan di wilayah daratan terdiri atas wilayah Krayan dan Kabudaya. Di Kabudaya terdiri atas Lumbis Pansiangan, Lumbis Hulu, Lumbis Ogong, dimana terdapat PLBN seperti di Sebatik. Untuk wilayah Krayan hanya bisa dijangkau dengan menggunakan transportasi udara.

” Daerah kami mungkin salah satu daerah perbatasan yang memiliki tingkat kerumitan permasalahan yang cukup tinggi se-Kalimantan Utara, baik perbatasan laut maupun darat yang memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi. Persoalan keamanan, sosial, infrastruktur jalan, jembatan, air bersih dan listik dengan APBD hanya 1,9 trilyun. Jadi kami ingin sekali bagaimana pemerintah pusat menjadi bagian untuk menyelesaikan persoalan kabupaten Nunukan”, harapnya.

Bagaimanapun juga, Hermanus mengatakan kabupaten Nunukan merupakan wilayah negara berdasarkan UU wilayah negara, bagaimana kawasan perbatasan dikelola dan dibangun sehingga ketahanan dan kedaulatan di daerah kabupaten Nunukan ini bisa lebih kuat ketahanannya agar bisa mencapai visi Indonesia ke depan.

” Oleh karena itu mohon dukungan dari pemerintah pusat dari seluruh kementrian dan lembaga agar memberikan support alokasi anggaran sehingga kami bisa terbantu terutama infrastruktur jalan, jembatan, pelabuhan, air bersih dan listrik ini yang membutuhkan anggaran yg besar. Untuk itu kami menerima secara terbuka bagaimana pemerintah pusat bisa menjawab dan membantu”, Ujarnya.

Pada kesempatan ini Letjen TNI (Purn) Dr. Hilman Hadi menyampaikan bahwa Kantor Staf Presiden ini memiliki tugas pokok dan instruksinya adalah mengawal dan mengendalikan program program prioritas dari pemerintah dalam hal ini yaitu bapak presiden Prabowo, mulai dari program Asta Cita dan semua program Quick Win yang ada disana.

“Selain itu tugas dari KSP adalah mengelola isu isu strategis, jadi salah satu tujuan kedatangan KSP ini karena mendapatkan informasi salah satunya adalah isu strategis yang kita kelola tentang PLBN. Sebelum ini kami sudah rapat dengan kementerian terkait untuk belajar dan melihat permasalahan sebelum kita datang ke sini”, ujarnya.

Mengapa PLBN menjadi isu strategis? Hilman Hadi menjelaskan karena di dalam PLBN itu ada 4 fungsi yang harus dikerjakan, yang pertama masalah kepabean (lintas barang), yang kedua keimigrasian (lintas manusia), yang ketiga karantina (barang yg boleh masuk dan tidak boleh masuk), dan yang keempat security (masalah pertahanan dan keamanan).

Menurutnya jika keempat fungsi ini tidak berjalan maka banyak masalah pertahanan dan keamanan yang berdampak untuk program – program pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat, terutama masyarakat di perbatasan.

” Intinya bagaimana kita mensinkronkan program – program pusat sampai ke daerah”, tambahnya.

Sebagai pesan penutup Dr. Hilman mengutip sebuah quotes dari Eleanor Roosevelt

” it’s better to light a candle than curse the darkness” (Lebih Baik Menyalakan Lilin Daripada Mengutuk Kegelapan). Jadi maksudnya kita berkotribusi sesuatu bersama sama, sehingga kita dapat membangun bangsa ini”, pungkasnya.

Setelah tiba di Kabupaten Nunuksn, Rombongan Kantor Staf Presiden dengan didampingi Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, Wakil Bupati Nunukan Hermanus, unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Utara, Forkopimda Kabupaten Nunukan hari ini, Selasa (26 Mei 2025) akan melanjutkan kunjungan kerjanya di Pulau Sebatik, meninjau PLBN Sebatik dan beberapa titik di wilayah perbatasan.

(PROKOMPIM)

Wabup Nunukan Hermanus Membuka Pelatihan PD Perpamsi Kaltara, Hermanus : Mengurus air minum bagi masyarakat, sama halnya dengan mengurus sumber kehidupan masyarakat.

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus menghadiri acara dalam rangka Pelatihan Perusahaan Daerah Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PD Perpamsi) Kalimantan Utara yang bertempat di Neo Fortuna Hotel, Senin (26/05/25).

‎Acara tersebut menyusun tema Penyajian dan Penyusunan Laporan Keuangan Sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Private (SAK-EP).

‎Dalam sambutan Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyampaikan air adalah sumber kehidupan, maka mengurus air minum bagi masyarakat, sama halnya dengan mengurus sumber kehidupan masyarakat.

‎Perusahaan air minum Se-kalimantan Utara berkumpul di Kabupaten Nunukan, selain untuk saling kenal dan bersilaturahmi juga akan diadakan pelatihan standar akuntansi keuangan untuk entitas privat bagi para staf dan pegawai yang menangani tata kelola keuangan di masing – masing perusahaan.

‎Atas nama pemerintah Wakil Bupati Nunukan Hermanus mengucapkan selamat datang di Kabupaten Nunukan.

‎”Melalui forum ini bapak – ibu nantinya bisa bertukar ide, gagasan,serta memberikan masukan satu sama lain, seluruh perusahaan air minum di provinsi Kalimantan Utara bisa sama – sama bergerak maju.” Ungkapnya.

‎Lanjut dikatakan perusahaan harus mampu memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat, dan dalam waktu yang bersamaan perusahaan juga harus tetap mendapatkan keuntungan wajar.

‎” Pengelolaan keuangan perusahaan menjadi sangat menentukan sistem tata cara kelola keuangan yang akuntabel, profesional, dan transparan akan memungkinkan perusahaan bisa melakukan inovasi dan terobosan – terobosan agar semakin banyak masyarakat yang bisa di layani”, tambahnya.

‎Harapannya seluruh perusahaan air minum di Kalimantan Utara bisa tumbuh dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat.

‎Di akhir sambutannya Wakil Bupati Nunukan Hermanus juga berpesan untuk bisa menjaga terus kualitas air, menjaga ketepatan pengukuran meteran air dan menjaga supaya air selalu ada setiap saat.

“Khusus untuk perusahaan air minum Tirta taka Nunukan agar mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi kelangkaan air bersih pada saat musim kemarau yang selalu terjadi pada setiap tahun”, Ungkapnya.

(PROKOMPIM)

Kapolsek Tempe Kordinasi Dengan Aparatur Pemerintah Kelurahan Dalam Rangka Mengikuti Penilaian Lomba HARKAMTIBMAS

WAJO _ Kepala Kepolisian Sektor Tempe AKP Candra Said Nur yang didampingi para Kanit Polsek Tempe melaksanakan kegiatan koordinasi Senin 26 Mei 2025, dengan aparat pemerintah Kelurahan Siengkang Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo, guna membahas mempersiapkan Pos Kamling untuk ikut dalam lomba HARKAMTIBMAS.

Hadir dalam kegiatan tersebut kasi trantib kelurahan Siengkang beserta staf, Kapolsek Tempe didampingi para Kanit Polsek Tempe.

Kapolsek Tempe AKP Candra mengatakan bahwa Poskamling merupakan keamanan lingkungan yang harus aktif guna menjaga keamanan dan ketertiban di lingkunganya. Kegiatan Pokamling sangatlah membantu tugas Polri terutama di wilayah Polsek Tempe dibidang keamanan swakarsa yang dibentuk dari tingkat yang paling bawah dengan tujuan untuk menjaga keaamanan lingkungan dan masyarakat disaat orang-orang sedang melaksanakan istirahat.

Dengan adanya kegiatan ini Kapolsek Tempe berharap agar Poskamling yang sudah berjalan tetap dilanjutkan atau terus diaktifkan, serta mengajak para remaja untuk ikut menyukseskan lomba Pos Kamling.

**Kasi Humas Polres Wajo**/Vetty Rilla

HARI KEDUA BINTARA ASAL PAPUA DI POLDA SULSEL MENERIMA 9 MATERI KEBANGSAAN

MAKASSAR – Sulsel, Hari Kedua pelaksanaan pembinaan dan latihan bagi Bintara asal pengiriman Polda Papua di wilayah Polda Sulsel dilaksanakan di Ballroom Hotel Harper Perintis Makassar, Minggu (25/5/2025)

Sebanyak 400 personel Bintara asal pengiriman Polda Paoua Barat dan Polda Papua Barat Daya dibagi menjadi 9 Kelas yang terdiri 44 orang tiap kelasnya.

Kabagbinkar Biro SDM Polda Sulsel AKBP Chandra Kurnia Setiawan, SIK saat dikonfirmasi menyatakan bahwa seluruh peserta pelatihan dari Bintara asal Papua akan menerima materi dari instruktur Mabes Polri dan dibagi menjadi 9 kelas

“Para peserta sejak hari pertama kemarin telah menerima materi kelas dan mereka akan mengikuti materi kelas selama 3 hari berakhir esok. Dari jumlah keseluruhan peserta sebanyak 400 orang kami bagi menjadi 9 kelas sehingga tiap kelasnya 44 sampai 45 orang”. Ucapnya

Para bintara tersebut akan menerima materi dari para instruktur dan pelatih yang didatangkan langsung dari Mabes Polri dan dibantu dari SPN, Biro SDM, Ditsamapta, Biddokkes dan Biro SDM Polda Sulsel. Lanjut Kabagbinkar

Adapun Materi yang diberikan kepada para peserta diantaranya :

1. Bhineka Tunggal Ika
2. Memfaktakan nilai nilai pancasila
3. Pembukaan UUD 1945
4. Proklamasi kemerdekaan bangsa indonesia
5. Penguatan karakter bhayangkara Indonesia melalui kompotensi etis dan leadhersip
6. Keimanan dankemanusiaan
7. Jiwa semangat nilai juang perjuangan bangsa indonesia
8. Maping psikologi
9. Simulasi percaya diri dan bisa dipercaya

Bintara Asal Papua akan melaksanakan pembinaan dan latihan selama 5 hari di Polda Sulsel dimulai 24 sampai dengan 28 Mei 2025 dengan jam pelajaran dipadatkan sebelum para peserta dikembalikan ke Polda Asal pengiriman yakni Polda Papua Barat dan Polda Papua Barat Daya.

Kita berharap para peserta dapat menyerap seluruh materi yang diberikan selama proses pelatihan dan dapat menjadi Polisi yang dicintai masyarakat saat bertugas di tanah papua nantinya. Tutup AKBP Chandra.

*Putra Daeng*

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri Resmi Membuka Kontes Burung Berkicau “Bupati Cup I” 

NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, secara resmi membuka Kontes Burung Berkicau “Bupati Cup I” yang digelar pada Minggu, 25 Mei 2025, di GOR Dwikora, Nunukan. Kegiatan ini menjadi ajang perdana yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Serta Kepemudaan untuk mewadahi minat para pecinta burung berkicau, sekaligus sebagai hiburan masyarakat dan pemicu pertumbuhan ekonomi kreatif lokal.

Dalam sambutannya, Bupati H. Irwan Sabri menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia pelaksana, peserta, serta komunitas kicau mania yang turut menyukseskan acara ini. Ia berharap kontes ini dapat menjadi agenda rutin tahunan yang mempererat kebersamaan dan mendukung kegiatan positif di tengah masyarakat.

“Kontes ini bukan hanya ajang perlombaan, tapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan menunjukkan bahwa hobi dapat menjadi kegiatan yang membangun, bahkan berdampak ekonomi,” ujar H. Irwan Sabri.

Acara ini diikuti oleh ratusan peserta Se- Provinsi Kaltara dan juga dihadiri peserta dari Kabupaten Berau, yang bertanding dalam berbagai kelas lomba seperti Murai Borneo, Kacer, Cucak Ijo, Serindit, Konin, Kenari, Lovebird, dan Kapas Tembak.

Penilaian dilakukan oleh juri profesional yang menilai dari segi irama, volume, serta gaya berkicau.

“Tentunya ini saya anggap pertandingan atau lomba besar ya karena tadi disampaikan oleh mc-nya diikuti oleh peserta dari Kabupaten/Kota Se- Kaltara, maka saya minta kepada para juri dan panitia jangan sampai ada hal-hal yang saya dengar nanti tidak memuaskan” harap Bupati H. Irwan.

Yang menarik, panitia menyediakan hadiah utama berupa 3 unit sepeda motor Yamaha Aerox, yang menjadi daya tarik utama peserta dan penonton. Selain itu, berbagai doorprize dan hadiah menarik lainnya turut dibagikan kepada para pemenang.

“Baru kali ini pertandingan burung yang kita anggap lumayan besar hadiahnya jadi para pencinta burung di Kabupaten Nunukan mudah-mudahan kalau tidak ada halangan tahun depan lagi kita akan laksanakan kegiatan serupa” ungkap Bupati.

Suasana di GOR Dwikora berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari masyarakat yang turut menyaksikan jalannya lomba. Beragam stan UMKM dan kuliner lokal juga hadir untuk menambah semarak kegiatan.

Terakhir Bupati Nunukan berharap agar sarana prasarana pertandingan lebih baik lagi

“Untuk perbaikan ke depan, para panitia ya ini kan lomba besar ya tentunya gantangannya nanti diperbarui, diperbaiki dan dipercantik lagi ya, kita mengadakan lomba burung yang begitu besar total hadiahnya, tapi kalau sarana prasarananya kurang ya nanti kayaknya kurang mewah, evaluasi kita kedepannya hanya itu” jelas H. Irwan

(PROKOMPIM)