Gubernur Paparkan Hasil Pembangunan Secara Makro

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A Paliwang menyampaikan nota pengantar dan menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemerintah provinsi (Pemprov) Kaltara ke legislatif pada Senin (24/3/2025).

Dalam penyampaian melalui rapat paripurna ke-8 masa persidangan II tahun 2025 itu, Gubernur menuturkan bahwa LKPj itu merupakan kewajiban konstitusional yang diamanatkan dalam Pasal 69 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

LKPj ini merupakan kewajiban bagi setiap kepala daerah untuk disampaikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam rapat paripurna DPRD yang dilakukan satu kali dalam satu tahun, dengan ketentuan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

“LKPj Gubernur ini memuat hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah Provinsi Kalimantan Utara dan hasil pelaksanaan tugas perbantuan serta penugasan kepada kabupaten/kota di Kalimantan Utara,” ujarnya.

Dalam LKPj ini, Gubernur menyampaikan gambaran hasil pembangunan secara makro pada 2024. Pertama terkait dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang pada tahun 2024 tercatat 73,41 atau naik 0,73 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023 yang tercatat hanya 72,88.

Dari tahun 2020-2024, status pembangunan manusia di Kaltara selalu meningkat sehingga Kaltara berada pada level tinggi, dimana IPM Kaltara rata-rata meningkat 0,84 persen per tahun, dari 71,00 pada tahun 2020 menjadi 73,41 pada tahun 2024.

“Kemudian, angka kemiskinan pada tahun 2024 tercatat sebesar 6,325. Angka ini turun 0,94 persen jika dibandingkan dengan kondisi tahun 2023 yang berada pada angka 6,45 atau berkurang sekitar 6,72 ribu jiwa,” tuturnya.

Pada angka pengangguran tahun 2024 terjadi penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari tahun sebelumnya. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, TPT Agustus 2024 sebesar 3,90 persen atau turun 0,11 persen dibandingkan dengan Agustus 2023.

Sedangkan angkatan kerja pada Agustus 2024 sebanyak 393.704 orang, naik 5.881 orang dibanding Agustus 2023.

Sedangkan untuk laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 tercatat 4,57 persen. Pertumbuhan ini terjadi pada seluruh lapangan usaha.

Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah konstruksi dengan nilai 11.95 persen, kemudian diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum 11,87 persen, serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor 9,80 persen.

Untuk pendapatan per kapita pada tahun 2024 tercatat Rp 198,43 juta atau terjadi penurunan -3,32 jika dibandingkan dengan pendapatan perkapita pada tahun 2023 yang berada pada angka 201,75 juta.

Kondisi ini terjadi diakibatkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2024.

“Terakhir soal ketimpangan pendapatan pada tahun 2024 yang tercatat 0,264 poin. Terjadi penurunan angka gini ratio sebesar 0,277 poin atau 4,69 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023,” tuntasnya.

(dkisp)

Gubernur Pastikan Tahapan Pembangunan Islamic Center di Bulungan Berjalan Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menginstruksikan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Kaltara untuk segera memulai pembangunan Islamic Center di Kabupaten Bulungan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat memimpin rapat koordinasi (rakor) lanjutan terkait kesiapan Rencana Pembangunan Islamic Center di Kabupaten Bulungan tepatnya di Tanjung Buyu, Kecamatan Tanjung Palas. Rakor tersebut berlangsung di Ruang Rapat Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltara, Senin (24/3).

Menurutnya, pembangunan Islamic Center tersebut harus melalui mekanisme perencanaan yang matang.

“Saya berharap pembangunan Islamic Center ini dapat segera terwujud, sebab selain menjadi pusat keagamaan saja, tapi kedepannya dapat menjadi ikon baru di Provinsi Kaltara,” kata Gubernur Zainal.

Orang nomor satu di Kaltara ini menjelaskan, bahwa pembangunan Islamic Center ini kedepannya akan melahirkan peradaban baru, karena lokasi Tanjung Buyu sangat strategis diapit sungai Kayan, dua kecamatan Tanjung Selor dan Tanjung Palas.

“Saya ingin Tanjung Buyu ini tidak terisolir lagi, kedepannya bisa lebih hidup dan bisa punya nilai ekonomi, karena Tanjung Buyu memiliki potensi dibidang pertanian dan peternakan yang pasti akan terbuka peluang jika ada akses,” jelasnya.

Gubernur Zainal meminta OPD terkait harus segera membentuk tim percepatan pembangunan Islamic Center ini, karena masa pembangunan yang tidak sebentar dan perlunya menjalin komunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan.

Dia kembali mengingatkan juga terkait dokumen dan pembebasan lahan harus diselesaikan, dan kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Islamic Center dapat terlaksana di tahun 2025 ini.

“Saya request nanti menaranya dua saja, pertama tingginya 25 meter dan yang kedua tingginya 10 meter, ini merupakan simbol terbentuknya provinsi Kaltara yaitu pada tanggal 25 Oktober yang selalu kita rayakan setiap tahunnya,” pungkasnya.

Turut hadir dalam Rakor Plh. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Dr. Buatan, S.E., M.Si., Asisten bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Datu Iqro Ramadhan, S.SOS., M.Si., Kepala DPUPR-Perkim Kaltara Ir. Helmi, Kepala Bappeda-Litbang Kaltara Bertius, S.Hut., Kepala Dishub Kaltara Idham Chalid, S.Pt., M.P., Kepala Biro Pemerintahan Taufik Hidayat, S.TP, M.Si, dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sapi’i, S.T., M.AP.

(dkisp)

Forum Lintas Perangkat Daerah, Proses Penting Integrasi RPJMD Kaltara 2025-2029

TANJUNG SELOR – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 akan menjadi bagian dari substansi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltara periode Tahun 2025 – 2029.

Hal ini disampaikan Gubernur Kaltara Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum yang diwakili Pelaksana Harian (Plh). Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Dr. Bustan S.E, M.Si, saat membuka resmi Forum Lintas Perangkat Daerah RKPD Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026, di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Senin (24/3).

Bustan menyampaikan dalam tahapan penyusunan RKPD yang disusun setiap tahun, maka wajib dilakukan forum lintas perangkat daerah, untuk memastikan rencana kerja perangkat telah memuat program kerja pemerintah secara terintegrasi.

“Forum Lintas Perangkat Daerah bertujuan melakukan penajaman target kinerja sasaran, program, kegiatan dan sub kegiatan, lokasi dan kelompok sasaran dalam rancangan renja perangkat daerah,” kata Bustan.

“Kegiatan hari ini sangat penting bagi kita semua, guna merumuskan dan memastikan rencana kerja masing – masing perangkat daerah terintegrasi dan saling mendukung dalam pencapaian kinerja pemerintah daerah, serta sesuai kebutuhan masyarakat,” sambungnya.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengusung visi “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045”. Visi ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, mandiri dan sejahtera, serta memastikan pembangunan yang berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Pemerintah menetapkan 8 (delapan) misi prioritas yang disebut Asta Cita, menjadi pedoman setiap kebijakan pembangunan nasional. Terang Bustan, pada forum ini akan ada 8 (delapan) perangkat daerah yang akan memaparkan RKPD nya Tahun 2026.

“Saya mengharapkan keaktifan semua peserta dalam memberikan informasi dan data bagi proses integrasi program oleh setiap perangkat daerah untuk pencapaian visi dan misi dalam RPJMD 2025 – 2029,” pungkasnya.

Dalam forum ini turut hadir Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara, Mas’ud Rifai, SST., M.M., dan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) beserta jajaran di lingkup Pemerintah Provinsi Kaltara.

(dkisp)

Wagub Ingkong Dorong Percepatan Pemanfaatan Gedung Toko Indonesia Bagi Masyarakat Krayan

NUNUKAN – Memasuki hari kedua di Krayan, Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si melanjutkan kunjungan kerjanya dengan melakukan peninjauan ke lokasi bangunan Toko Indonesia yang terletak di Kecamatan Krayan, Sabtu (22/3/25).

Hadir langsung mendampingi Wagub Ingkong, Kepala Dinas Sosial Obed Daniel LT, S.Hut., MM dan Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Kaltara Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., anggota DPRD Nunukan Ryan Antoni, Camat Krayan Induk Rony Firdaus, S.E., M.Si, Camat Krayan Barat Dawat Udan S.Sos, Direktur Rumah Sakit Pratama dr. Apriyanto.

Wagub Ingkong berserta rombongan menyusuri gedung yang telah rampung dikerjakan sejak tahun 2019 lalu, akan tetapi hingga kini belum berfungsi efektif.

Dalam pertemuan ini, Wagub Ingkong mendengarkan penjelasan dan masukan langsung terkait kondisi dan mengenai rencana pemanfaatan Toko Indonesia dari Camat Krayan Induk Rony Firdaus beserta Kepala BPPD Kaltara, Ferdy Manurun Tanduklangi.

Ia meminta agar OPD terkait untuk segera mengamankan aset provinsi yang ada di daerah, serta meminta agar para pelaku ekonomi dan pemangku kepentingan dapat diundang dalam pembahasan keberlangsungan Toko Indonesia.

“Untuk sementara ini tidak bisa kita biarkan, karena ini aset pemerintah provinsi sehingga tetap menjadi perhatian untuk pemeliharaannya,” ujarnya.

“Karena ini nanti pusatnya, barang – barang masuk ke sini dan dari sini akan disuplai ke bumdes yang ada di 5 kecamatan,” sambungnya.

Kemudian, Wagub menjelaskan, pada pendistribusian tersebut akan ada bantuan pembiayaan transportasi untuk pendistribusian ke desa yang paling jauh. Langkah ini bertujuan agar terjadi pemerataan distribusi di daerah sekitar.

“Nanti konsepnya, teknis OPD akan membahas itu. Saya harap juga tokoh masyarakat, muspika, kecamatan, dan Polsek untuk melakukan pengawasan kedepannya,” pungkasnya.

Selepas mengunjungi Toko Indonesia, Wagub Ingkong bersama rombongan kembali melanjutkan perjalanannya ke jembatan penghubung berada di Lokasi Kurid Kecamatan Krayan Barat dan jalan yang menghubungkan Krayan Barat – Krayan Timur.

Baginya, daerah – daerah yang termasuk dalam wilayah Kaltara wajib menjadi perhatian bersama pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi.

(dkisp)

Bupati Nunukan Menerima Kunjungan Kyudenko Corporation,

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE selaku Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan beserta jajaran terkait menerima kembali kunjungan Kyudenko Corporation, perusahaan Jepang yang bergerak di bidang Konstruksi, Desain, dan Instalasi Infrastruktur Tenaga Listrik.

Pertemuan yang berlangsung di Cafe Sayn Alun – Alun Nunukan, pada Senin 24 Maret 2025 malam ini berbincang terkait dengan Update Detail Study Proyek Proposal Hibrid PLTS dan PLTBm di Nunukan dan Sebatik oleh Kyudenko Corporation (UNDER NEDO)

Pada tahun 2020 Kyudenko melakukan Survei Lapangan berdasarkan informasi PLN Pusat Regional Kalimantan terkait dengan proyek Untuk menstabilkan jaringan menggunakan hybrid, lokasi awal adalah Kelurahan Mansapa Tanjung Harapan.

Setelah semua dipersiapkan dengan matang oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan, Kyudenko Corporation kembali melakukan kunjungan ke Kabupaten Nunukan untuk membahas beberapa hal terkait dengan pendistribusian bahan baku yang dianggap sangat tinggi.

Berdasarkan hasil study, diskusi serta negosiasi sepanjang 2023-2024 dengan ESDM dan pihak- pihak terkait lainnya, termasuk kunjungan lapangan ditemukan kendala terkait biaya transport bahan baku biomassa yang tinggi dan harus ditekan secara drastis, maka pihak Kyudenko Corporation mengatakan perlunya relokasi calon lokasi proyek untuk mengurangi biaya transportasi bahan baku Biomassa yang sangat tinggi dimana Sebatik dan Sembakung dipertimbangkan sebagai opsi potensial.

Menyikapi hal tersebut Bupati Nunukan H. Irwan Sabri melalui jajaran terkait mempertimbangkan persoalan yang akan dihadapi jika Sebatik dan Sembakung sebagai calon relokasi proyek.

“Ada beberapa Pertimbangan relokasi didasarkan pada beberapa kondisi, jika kita memilih Sebatik sebagai lokasi proyek kita dihadapkan dengan disana tidak ada PKS (Pabrik Kelapa Sawit) yang aktif, Satu-satunya PKS yang ada (PT Sempurna Sejahtera) tidak aktif sejak beberapa tahun lalu dan tidak beroperasi hingga sekarang, dan hanya dihubungkan dengan 1 line kabel bawah laut PLN untuk mengirim listrik ke Sebatik, tidak cukup untuk mengirim listrik antara Nunukan dan Sebatik bila Pembangkit Listrik dibangun di Sebatik,”ujarnya .

Untuk wilayah Sembakung sendiri, Sembakung memiliki dua PKS yang teridentifikasi diperkirakan cukup untuk keperluan feedstock Biomassa pembangkit dari 2 PKS tersebut Nunukan dan Sembakung dihubungkan dengan dua line kabel bawah laut PLN. Diperkirakan cukup untuk mengirimkan daya antara Nunukan dan Sembakung namun calon lahan yang baru di dua lokasi tersebut dimiliki oleh PERTAMINA atau PT PSL (Palem Segar Lestari).

“Menjadi tantangan tersendiri untuk bernegosiasi dengan pihak-pihak pemilik lahan. Jelasnya

Maka diakhir diskusi Bupati Irwan menyimpulkan untuk sementara relokasi lahan proyek yang baru belum dapat dipastikan dengan melihat kondisi yang ada.

Sebagai Kesimpulan sementara ini, relokasi calon lahan proyek sangat esensial diperlukan untuk mencapai kelayakan ekonomi proyek sebagai syarat utama penilaian NEDO sebagai Pendana Proyek ini.

(PROKOMPIM)