Pemprov Kaltara Tampung Aspirasi PGRI

TANJUNG SELOR-Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) dalam hal ini diwakilkan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si menerima audiensi Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Kaltara, Rabu (23/4/25).

Audiensi dilaksanakan di Gedung Gadis 2, turut dihadiri juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara, Syamsuddin Arfah beserta rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara.

Datu Iqro menyampaikan audiensi ini terkait rencana dihentikannya insentif bagi tenaga pengajar yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara kepada tenaga pendidik dan staf sekolah yang di bawah naungan kabupaten/kota.

“Pertemuan ini kita fasilitasi melalui Dinas Pendidikan tapi intinya kami ini akan mencatat masukan – masukan, dan memberikan masukan kepada pimpinan,” kata Datu Iqro ditemui selepas audiensi.

Datu Iqro menuturkan dalam diskusi tersebut berjalan cukup baik dan kondusif, sempat ada permintaan untuk  membuat keputusan. “Tapi kami selaku staf tidak mungkin membuat keputusan tersebut, kami hanya memberi masukan kepada pimpinan,” jelasnya.

Terangnya, pada penghentian insentif bukan berarti Pemprov Kaltara lepas tangan. Insentif tetap akan diberikan kepada guru SMA, SMK, dan SLB berdasarkan kewenangan provinsi yaitu Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2014.

Sedangkan pada pemerintah kabupaten / kota memiliki wewenang di TK, PAUD, SD dan SMP. Oleh karena itu, ia memastikan akan menampung seluruh masukan dari PGRI dan akan disampaikan kepada Gubernur Kaltara.

“Kita jalankan kewenangan itu sesuai aturan yang ada, selama ini kita pemerintah provinsi membantu kehidupan kesejahteraan guru ini, tapi di tahun ini anggaran kita terbatas juga.  Sesuai aturan dan Permendagri, kami pemerintah provinsi harus penuhin urusan wajib dulu baru bisa kita bantu di tingkat kabupaten / kota,” ujar Datu Iqro.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, Denny Harianto mengatakan terkait keputusan ini diambil, karena menyusul temuan berulang dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menilai pemberian insentif tersebut tidak sesuai kewenangan pemerintah provinsi.

“Sekali lagi karena efisiensi anggaran kita harus konsen dan fokus terhadap kewajiban menjadi Mandatory Spending, Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan kegiatan lainnya harus dipenuhi. Karena ada beberapa urusan wajib yang belum dipenuhi yaitu infrastruktur pelayanan publik, pengawasan dan sebagainya,” ucapnya.

Selanjutnya, Denny meminta para guru TK, PAUD, SD, dan SMP agar dapat memahami kondisi ini, karena sudah ada aturan yang mengatur secara jelas dan ada resiko beserta sanksinya.

(dkisp)

Kawal Pengelolaan APBD 2025, Pemprov Kaltara Gelar Rakor Bersama KPK

JAKARTA – Dalam rangka pelaksanaan program pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Diskusi Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Strategis Provinsi Kaltara, Selasa (22/4/25) pagi.

Gubernur Kaltara diwakili oleh Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si didampingi Pj. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si membuka resmi rapat dilaksanakan secara daring (zoom meeting).

Turut hadir dalam rapat virtual tersebut Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si, kepala OPD terkait, beserta Kasatgas Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Koorsup) KPK Wilayah IV, Tri Budi Rochmanto dan Direktorat Koorsup KPK Wilayah IV Basuki Haryono.

“Kami sangat mengapresiasi KPK atas komitmennya mendampingi Pemda dalam membangun sistem pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi pengelolaan APBD dan pengadaan barang dan jasa strategis di Bumi Benuanta,” puji Wagub Ingkong.

Wagub Ingkong mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan daerah dan PBJ adalah area rawan korupsi, menjadi perhatian khusus oleh Pemprov Kaltara. Sejumlah kegiatan supervisi dan pengawasan telah dilakukan KPK di Kaltara, yakni supervisi pemberantasan korupsi terintegrasi pada 8 fokus area seperti perencanaan anggaran, PBJ, pelayanan publik, dan pengawasan APIP.

“Dukungan dan pengawasan oleh KPK sangat kami harapkan agar proses pembangunan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas dan efisiensi sebagaimana amanat Presiden,” lanjutnya.

Pada rapat ini juga disampaikan informasi mengenai struktur dan postur APBD Kaltara tahun 2025, termasuk alokasi hibah dan pokok pikiran DPRD. Serta status PBJ strategis tahun 2024 dan rencana PBJ 2025 oleh perangkat daerah terkait.

Menutup sambutannya Wagub Ingkong berharap rapat ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mendukung pencegahan korupsi dengan memastikan sistem tata kelola keuangan daerah yang bersih dan konsisten.

“Harapan kami semoga KPK dopat terus memberikan saran dan rekomendasi untuk perbaikan tata kelola pemerintahan di Kaltara yang kami cintai ini,” pungkas Wagub dilanjutkan membuka rapat secara resmi.

(dkisp)

Pemprov Kaltara Sosialisasikan Perhitungan Kebutuhan Formasi Pekerja Sosial Dan Penyuluh Sosial

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) diwakili Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setdaprov Kaltara Robby Yuridi Hatman, S.Sos., M.T membuka acara Sosialisasi Dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perhitungan Kebutuhan Formasi Pekerja Sosial Dan Penyuluh Sosial di Hotel Luminor, Selasa (22/4/25).

Robby menyambut baik terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi Dinas Sosial (Dinsos) Kaltara. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai peraturan terbaru terkait jabatan fungsional di bidang kesejahteraan sosial.

Selain itu, peserta akan dibekali dengan keterampilan dalam melakukan perhitungan kebutuhan formasi pekerja sosial dan penyuluh sosial di wilayah kerja masing-masing.

“Dengan perhitungan yang akurat, kebijakan dan program kesejahteraan sosial dapat berjalan lebih efektif dan efisien serta mampu menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” kata Robby.

Robby menerangkan kegiatan ini adalah langkah penting guna memperkuat formasi pekerja sosial dan penyuluh sosial di Kaltara. Serta merupakan upaya bersama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial yang lebih baik dan merata di Kaltara.

Bebernya, jumlah dan susunan jabatan fungsional ini harus dihitung dengan cermat agar instansi pusat dan pemerintah daerah mampu menjalankan tugas pokoknya secara efektif dan efisien dalam jangka waktu lima tahun.

“Dengan perencanaan yang matang, kita dapat memastikan bahwa tenaga profesional yang dibutuhkan tersedia dalam jumlah yang memadai dan memiliki kompetensi yang sesuai,” terang Robby.

Di kesempatan ini, ia menjelaskan terdapat 4 indikator penting yang perlu diperhatikan dalam menentukan kebutuhan PNS untuk jabatan fungsional pekerja sosial dan penyuluh sosial.

Diantaranya jumlah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), ruang lingkup dan jangkauan program kesejahteraan sosial, jumlah organisasi atau lembaga pelayanan kesejahteraan sosial, serta tipe unit kerja organisasi pelaksana.

“Dengan mempertimbangkan indikator ini, kita dapat memastikan bahwa jumlah tenaga sosial yang tersedia dapat mengakomodasi kebutuhan pelayanan sosial di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, mewakili Kepala Dinsos Kaltara, Sekretaris Dinsos Drs. Saharuddin melalui laporannya mengatakan, sebanyak 42 orang dari provinsi maupun kabupaten/kota mengikuti sosialisasi dan bimtek ini.

Ia mengatakan sasaran kegiatan ini adalah adanya pemahaman yang lebih baik mengenai aturan dan perhitungan kebutuhan formasi kerja.

“Sasaran dari sosialisasi dan bimtek ini adalah adanya pemahaman yang lebih baik mengenai peraturan terbaru jabatan fungsional di bidang kesejahteraan sosial. Selain itu, membekali peserta dengan keterampilan dalam melakukan perhitungan kebutuhan formasi pekerja sosial dan penyuluh sosial di masing-masing daerah,” tutupnya.

Pada kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yakni Kokom Komalawati, M.Si dan Yulia Ningrum, M.Kesos.

(dkisp)

Gubernur Paparkan Prospek Pariwisata Kaltara di Kedubes Seychelles

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menawarkan prospek potensi pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi Kaltara yang dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat citra Bumi Benuanta sebagai destinasi wisata menarik.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Kaltara tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Kedutaan Besar (Kedubes) Seychelles untuk ASEAN di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/4).

Dalam pertemuan ini, Gubernur Zainal didampingi Pj. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., disambut langsung Duta Besar Seychelles Nico Barito.

“Secara gambaran umum sebaran objek wisata di Kaltara menurut data tahun 2021 total ada 338 objek wisata yang terdiri 184 wisata alam, 114 wisata budaya dan 40 wisata buatan,” ucap Gubernur Zainal.

Lain lagi dengan keanekaragaman budaya yang dimiliki Kaltara, Gubernur Zainal menjelaskan bahwa provinsi ke-34 ini memiliki suku asli yaitu Bulungan, Tidung dan Dayak. Serta memiliki corak beragam yang unik dan menjadi identitas yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan.

“Seperti adanya gelaran rutin event ataupun festival yang mengangkat tema tradisi, seni dan budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan berkunjung ke Kaltara,” imbuhnya.

Menjadi bagian dari masyarakat dunia, Kaltara menjalin hubungan kerjasama bilateral dan regional diantaranya bersama Sosek Malindo, BIMP-EAGA dan Heart of Borneo dibidang sosial – ekonomi, budaya hingga program konservasi untuk kawasan perbatasan Indonesia – Malaysia.

“Heart of Borneo atau Jantung Borneo merupakan program konservasi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan perbatasan Indonesia – Malaysia di Kalimantan dan juga mencakup sebagian wilayah Brunei Darussalam,” jelas Gubernur Zainal.

Untuk diketahui, Seychelles merupakan negara republik terkecil di Afrika yang terletak di Samudera Hindia bagian barat yang terdiri 115 pulau dengan vegetasi tropis yang rimbun, pantai yang indah dan beragam biota laut.

Diakhir pertemuan, Gubernur Zainal memberikan cendera mata yakni plakat dan aksesoris khas Kaltara berupa Singal kepada Dubes Seychelles Nico Barito.

(dkisp)

Pemprov Kaltara Siap Wujudkan Program Sekolah Rakyat Di Bumi Benuanta

JAKARTA – Langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Wakil Gubernur (Wagub) Ingkong Ala, S.E., M.Si., menunjukkan keseriusan untuk mewujudkan program Sekolah Rakyat (SR) di Bumi Benuanta.

Penjabat Sekretaris Provinsi (Pj. Sekprov) Kaltara Dr. Bustan, S.E., M.Si., beserta rombongan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara hadir dalam acara Desk Pembahasan dan Klarifikasi Usulan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (21/4).

Dalam kesempatannya, Pj Sekprov Bustan menyampaikan bahwa Pemprov Kaltara telah mengajukan proposal mengenai SR melalui Dinas Sosial Kaltara beberapa waktu lalu.

Program yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan untuk anak – anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah berkas yang kita bawa di verifikasi sudah selesai, tinggal nanti eksekusi di lapangan terkait prakonstruksi dan PKS-nya di bulan Mei lalu untuk prakonstruksinya diupayakan di bulan Juli,” ucap Bustan ketika ditemui selepas acara.

Ia menjelaskan, pada awalnya Pemprov Kaltara sudah mengusulkan satu lokasi dengan luas lahan 2 hektar di Kabupaten Bulungan, namun ditingkatkan lagi menjadi 5 hektar guna menyesuaikan dengan konsep SR sebagai sekolah terpadu.

“Awalnya kita mengusulkan di Desa Gunung Agung di Tanjung Palas tapi karena tidak memenuhi syarat kita beralih ke Gunung Sari, dan tetap di Kabupaten Bulungan dan alhamdulillah sesuai,” imbuhnya.

Terakhir, Bustan menyampaikan pesan Gubernur Zainal kepada masyarakat Kaltara khususnya bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem yang memiliki anak usia sekolah bisa memanfaatkan program pemerintah ini, bertujuan memberikan akses pendidikan gratis dan berkualitas dengan menerapkan sistem sekolah berasrama atau disebut juga Boarding School.

“Masyarakat jangan khawatir karena pemerintah provinsi dan pusat hadir memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat yang tidak mampu untuk bersekolah gratis dengan kualitas unggulan,” tutupnya.

Turut hadir mendampingi Pj Sekprov Kaltara, Kepala Dinas Sosial Obed Daniel LT, S.Hut., M.M., dan Kepala Bappeda – Litbang Bertius,S.Hut., beserta jajaran dari instansi terkait.

(dkisp)