Bandar Udara Juwata Tarakan Resmi Berstatus Bandara Internasional

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah resmi menetapkan status Bandara Udara Internasional Juwata Tarakan.

Hal ini diutarakan Gubernur Zainal dalam Konferensi Pers yang berlangsung di kantor Gubernur Kaltara, Jumat (15/8) pagi.

“Alhamdulillah, berkat Kerjasama seluruh pihak, akhirnya pemerintah pusat telah mengembalikan status internasional Bandara Juwata Tarakan 36 bandara lainnya,”ujar Gubernur,” kata Gubernur Zainal dalam sambutannya.

Gubernur Zainal menuturkan bahwa keputusan status Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025 Tentang Penetapan Bandar Udara Internasional.

Ia mengungkapkan bahwa status Bandara Internasional Juawata Tarakan telah dimulai di tahun 2012, namun di bulan April tahun 2024 dilakukan pencabutan status Bandara Internasional oleh Kemenhub.

“Setelah terbitnya Keputusan Menteri Perhubungan mencabut status internasional itu, kami tidak diam, di bulan Mei 2024 lalu kami menghadap langsung ke Pak Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi,” ujarnya.

Merespon atas pencabutan status bandar udara internasional tersebut, Gubernur Zainal bergerak cepat segera menemui Menteri Perhubungan Budi Karya di Jakarta. Dan dalam perjalanannya sudah dilakukan pertemuan hingga dua kali kepada Menhub Budi Karya.

Sebutnya, dalam pertemuan menghadap menteri tersebut, ia telah memberikan berbagai data penunjang dan argumen penting untuk pengusulan kembali status Bandar Udara Internasional Juwata Tarakan.

“Tanggal 22 Juni 2025 saya langsung gerak. Saya sampaikan ke Kepala Dinas Perhubungan, untuk segera di buatkan surat ke Pak Menteri untuk memohon dibuka kembali status internasional Bandara Juwata Tarakan,” bebernya.

“Surat permohonan itu saya tandatangani di 23 Juni,” jelas Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal bersyukur hadirnya Kepmen KM 37 Tahun 2025 menjadi angin segar untuk kembali menggerakkan roda perekonomian Kaltara dan juga memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan penerbangan dunia.

Menurutnya, dengan status Bandara Internasional pada Bandara Udara Juwata Tarakan akan membawa tanggung jawab yang tidak ringan. Karena setiap Bandara Udara Internasional yang ditetapkan harus memastikan terpenuhinya standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan.

Tambahnya, pada Bandar Udara Internasional juga harus menyiapkan fasilitas imigrasi, bea cukai dan karantina sebelum dapat melayani penerbangan langsung dari dan ke luar negeri.

“Peningkatan akses ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, memperkuat arus perdagangan dan pariwisata, serta menegaskan peran sektor transportasi udara sebagai salah satu pilar pendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.

(dkisp)

Gubernur Kukuhkan 38 Petugas Paskibraka Provinsi Kaltara 2025

TANJUNG SELOR – Sebanyak 38 pemuda – pemudi terpilih dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) untuk melaksanakan Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

Pengukuhan Paskibraka Kaltara dipimpin oleh Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., berlangsung khidmat di Ruang Aula Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (15/8).

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal didampingi Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si menyampaikan ucapan selamat kepada para anggota Paskibraka yang telah dikukuhkan, sebagai putra-putri terbaik dari seluruh penjuru Kaltara.

“Ananda semua merupakan kader pemimpin bangsa masa depan. Kalian akan bertugas sebagai pasukan pengibar bendera Merah Putih pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 2025,” kata Gubernur Zainal

Gubernur Zainal menyebutkan keikutsertaan dalam Paskibraka bukan hanya sekadar menjalankan tugas pengibaran bendera, tetapi juga sebagai proses penanaman nilai-nilai kebangsaan, cinta tanah air, dan semangat rela berkorban.

Oleh karena itu, ia mengingatkan bahwa para anggota Paskibraka harus meneladani semangat para tokoh seperti Latief Hendradiningrat dan para pemuda yang pertama kali mengibarkan bendera Merah Putih pada 17 Agustus 1945.

“Menjadi anggota Paskibraka adalah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kalian telah melalui proses seleksi ketat dan pelatihan yang intensif, baik secara fisik maupun mental,” ucapnya.

Ini adalah bagian dari upaya membentuk generasi muda yang kuat, disiplin, dan berkarakter,” tegasnya.

Di kesempatan ini, Gubernur Zainal turut memberikan arahan kepada seluruh panitia dan pelatih agar memastikan kesiapan upacara peringatan HUT ke-80 RI berjalan dengan khidmat dan lancar.

Selain itu, ia berpesan kepada para anggota Paskibraka untuk selalu menjaga kesehatan, memperhatikan asupan makanan dan minuman, serta mempersiapkan diri secara maksimal.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Zainal berharap agar para anggota Paskibraka dapat melaksanakan tugas dengan penuh kesungguhan, kecermatan, dan tanggung jawab.

Ia juga mendoakan agar seluruh rangkaian persiapan dan pelaksanaan upacara kemerdekaan nantinya dapat berjalan sukses dan menjadi momen yang membanggakan bagi seluruh rakyat Kaltara.

“Jadikanlah tugas ini sebagai motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia. Jangan jadikan ini sebagai beban, tetapi sebagai kehormatan dan kebanggaan,” tutup Gubernur Zainal.

(dkisp)

Gubernur Ajak Masyarakat Jaga Kondusifitas Rayakan HUT RI ke-80

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum dan Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si mengikuti Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang tahunan MPR RI, secara daring di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kaltara, Jumat (15/8).

Dalam kesempatan ini, Gubernur Zainal menyampaikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara sudah melakukan persiapan yang matang dalam rangka menyambut peringatan HUT ke-80 di Kaltara.

“Rangkaian kegiatan yang dilakukan secara khusus, pertama dilaksanakan malam renungan suci dilaksanakan pada Sabtu, 16 Agustus malam sekiat pukul 23.00 wita, dilanjutkan parade pagi pada pengibaran bendera,” kata Gubernur Zainal.

Gubernur Zainal menuturkan pada peringatan HUT RI ini Provinsi Kaltara tidak memperingati detik – detik proklamasi tapi hanya upacara pengibaran sang merah putih, “Karena kita akan menyaksikan atau menonton detik – detik proklamasi di pemerintah pusat,” tambahnya.

Setelah dilaksanakan upacara bendera dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Telabang Bangsa, setelah itu menonton detik – detik proklamasi di Pemerintah Pusat, Upacara Aubade Penurunan Bendera Sang Saka Merah Putih.

“Terakhir malam penganugerahan atau resepsi, itu tahapan yang kita laksanakan,” ujarnya.

Gubernur Zainal mengaku sangat antusias atas penyampaian pidato kenegaraan oleh Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI 2025 di Jakarta. Menurutnya yang disampaikan oleh Presiden harus bisa dilaksanakan demi kemajuan bangsa Indonesia.

Ia berharap seperti yang disampaikan Presiden RI Prabowo dari awal terkait meningkatkan semangat nasionalisme masyarakat dalam wujud nyata, melalui pengibaran bendera dilakukan selama kurang lebih 1 bulan ini.

Kemudian berkaitan dengan HUT kemerdekaan RI, Gubernur Zainal mengajak masyarakat untuk selalu senantiasa menjaga kondusifitas dan stabilitas wilayah yang ada di Kaltara, dan secara khusus di lingkungan masing – masing.

“Jadi peran serta masyarakat sangat kita harapkan untuk mendukung terwujudnya stabilitas wilayah provinsi Kalimantan Utara,” pungkasnya.

(dkisp)

Robby Ajak Siswa Tingkatkan Kemampuan Jurnalistik dan Kepemimpinan

TANJUNG SELOR – Staf Ahli Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setdaprov Kaltara, Robby Yuridi Hatman, S.Sos., membuka kegiatan “Workshop Jurnalistik dan Materi Kepemimpinan Bagi Siswa-Siswi SMA/SMK/MAN Se-Kabupaten Bulungan”.

Mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Robby menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara dan PT Warta Borneo Kaltara dalam menyelenggarakan kegiatan Workshop yang digelar di Hotel Luminor, Rabu (13/8).

“Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk membekali generasi muda kita dengan keterampilan dan wawasan yang sangat dibutuhkan di era digital seperti saat ini,” kata Robby.

Dengan mengangkat tema “Membangun Generasi Melek Informasi dan Cakap Media”, Robby menjelaskan di tengah arus informasi yang mengalir deras, serta setiap detik jutaan data informasi hadir melalui media cetak, elektronik, dan digital.

Menurutnya, dalam upaya menghadapi kencangnya arus data informasi ini, ada dua kemampuan yang menjadi kunci utama dalam situasi tersebut yaitu melek informasi dan kecakapan media.

“Bagi para pelajar, keterampilan jurnalistik bukan hanya tentang menulis berita, tetapi juga bagian penting dari literasi digital,” ucapnya

“Namun kecakapan juga sangat penting untuk menangkal hoaks, menghindari polarisasi, dan membentuk generasi muda yang kritis namun tetap santun,” sambung Robby.

Sebutnya melalui kegiatan workshop ini para siswa tidak hanya belajar teknik penulisan berita dan pengelolaan media, tetapi juga memahami cara kerja media, bagaimana isu-isu lokal maupun nasional dibingkai.

Selain itu kegiatan ini akan menjadi bagian dari solusi yang dituangkan melalui konten yang positif, edukatif, dan membangun wawasan pemahaman akan informasi yang beredar.

Staf Ahli Gubernur, Robbyy ini menerangkan keterkaitan antara keterampilan jurnalistik dan pembentukan karakter kepemimpinan, dan di era digital saat ini definisi kepemimpinan telah bergeser.

Ia mengungkapkan kepemimpinan kini adalah tentang pengaruh, tentang keberanian menyuarakan gagasan melalui tulisan, gambar, atau video yang bertanggung jawab.
“Dalam konteks ini, literasi media dan keterampilan jurnalistik bukan sekadar pelengkap, tetapi modal utama untuk membentuk kepemimpinan siswa yang tangguh, cerdas, dan peka terhadap isu-isu di sekitarnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Robby berharap kegiatan workshop ini akan dapat mencetak para jurnalis-jurnalis muda di Kaltara yang cakap, jujur, berintegritas, dan memiliki semangat membangun daerah.

Terakhir, dia berpesan kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, dan para siswa bisa memanfaatkan momen ini untuk mengasah kemampuan, memperluas wawasan, serta membangun jejaring.

“Jadikan bekal ini untuk berkarya lebih jauh, baik di dalam maupun di luar sekolah,” ujar Robby.

“Selamat mengikuti workshop ini. Seraplah ilmu sebanyak-banyaknya, kembangkan kreativitas, dan jadilah generasi yang melek informasi, cakap media, dan siap memimpin masa depan Kaltara,” pungkasnya.

(dkisp)

Munas Aspeksindo Ke-3, Gubernur Tekankan Pengelolaan Hasil Laut Untuk Kesejahteraan Rakyat

JAKARTA – Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menghadiri acara pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) 2025 di Ballroom Birawa Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (12/8) malam.

“Selamat ulang tahun yang ke 8 untuk Aspeksindo. Semoga di usia yang semakin matang ini, Aspeksindo dapat terus berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah kepulauan dan pesisir di seluruh Indonesia,” buka Gubernur Zainal.

Sebagai Dewan Pembina Aspeksindo, Gubernur Zainal menyampaikan agenda utama kegiatan ini yaitu Pemilihan Ketua Umum Aspeksindo periode 2025-2029, dengan tema acara “Asta Cita Presiden Prabowo & Wapres Gibran dan Pembangunan Blue Economy”.

Dalam arahannya, Gubernur Zainal menjelaskan Aspeksindo hadir sebagai wadah strategis guna menyatukan visi dan langkah pemerintah daerah kepulauan dan pesisir dalam mengelola potensi kekayaan maritim di Indonesia.

Tambahnya, Aspeksindo juga tidak hanya berfokus pada pembangunan di daratan namun bisa melalui daerah pesisir, laut hingga kepulauan.

“Inilah semangat yang melandasi pembentukan Aspeksindo, yaitu mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia yang tangguh, makmur, dan berdaulat,” jelasnya.

Sebagai organisasi yang memperjuangkan daerah pesisir dan kepulauan, Gubernur Zainal berharap Aspeksindo tidak hanya berbicara tentang potensi sumber daya, tetapi juga masa depan bangsa.

Dia menegaskan bahwa laut merupakan penghubung, bukanlah sebagai pemisah akan tetapi laut adalah sumber kehidupan.

“Kita semuanya memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan bahwa kekayaan laut Indonesia dikelola secara berkelanjutan dan memberi kesejahteraan bagi rakyatnya,” tutupnya.

Dalam Munas ini Bupati Mempawah Hj. Erlina, S.H., M.H, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Aspeksindo periode 2025-2029, menggantikan Walikota Samarinda Dr. H. Andi Harun, S.T., S.H., M.Si., yang telah menjabat Ketua Umum Aspeksindo periode sebelumnya.

(dkisp)