Acara Pelepasan 201 Siswa Siswi PAUD Se-Kecamatan Nunukan Selatan di Kantor Bupati Nunukan

NUNUKAN – Gebyar suasana gembira bercampur haru terpancar dari pentas seni dan pelepasan gabungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Se-kecamatan Nunukan Selatan yang berlangsung dengan hikmat dan penuh keceriaan dari para anak anak PAUD dan orang tua dan para guru, serta undangan yang datang, di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Selasa 10 Juni 2025.

Berbagai tampilan tari dan lagu pun disuguhkan dari anak anak PAUD seperti Tari Dayak Kreasi yang di bawakan PAUD Tunas Pertiwi, Tari Nirmala dari PAUD Al Farizih, Tari Zapin oleh PAUD Nur Kasih, Tari Menanam Jagung dari TK Baitul Izza, nyanyian lagu Guruku Tersayang di bawakan PAUD Mutiara Insani, lagu Terimakasih Guru oleh PAUD Tunas Pertiwi.

Adapun jumlah anak-anak PAUD yang diwisuda yaitu PAUD Wisma Ceria berjumlah 96 peserta didik, 43 Laki-laki dan 53 Perempuan, PAUD Al Farizih II 17 Peserta Didik, Tk Baitul Izza dengan 6 peserta didik, PAUD Nur Kasih berjumlah 25 peserta didik, PAUD Al Farizih 1 sebanyak 18 peserta didik, PAUD Tunas Pertiwi sebanyak 17 peserta didik, PAUD Mutiara Insani 4 peserta didik, PAUD Al Hidayah 12 peserta didik.

Kabid PAUD dan dan Non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan Marlia membacakan sambutan tertulis Bupati Nunukan, mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh anak anak PAUD dan TK yang telah diwisuda dan akan melanjutkan pendidikan ke bangku Sekolah Dasar (SD).

PAUD adalah jenjang pendidikan pertama yang telah mereka lalui, sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. kemampuan baca tulis dan berhitung bukan sesuatu yang wajib diajarkan di bangku paud, karena yang paling penting untuk ditanamkan kepada mereka adalah kemampuan untuk bekerja sama, mengendalikan emosi, kemampuan motorik, dan interaksi sosial, termasuk bahasa dan seni.

“Saya yakin akan tertanam kuat di dalam hati dan pikiran mereka, sehingga mereka akan lebih mudah beradaptasi dan menerima pelajaran ketika mereka sudah menempuh jenjang pendidikan di sekolah dasar.” Tuturnya.

Lanjut Marlia mengajak para orang tua dan para guru mewarnai anak anak didiknya dengan sesuatu hal yang positif, karena menurutnya ibarat kertas putih yang masih bersih.

” Ajari mereka dengan ilmu dan adab, dan tumbuhkan di dalam hati mereka rasa percaya diri yang tinggi, supaya kelak mereka bisa menjadi generasi yang kuat, tangguh, dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa.”Lanjutnya.

Karena anak–anak adalah aset paling berharga bagi bangsa dan negara, Kabid PAUD Marlia meminta agar orang tua dalam memasukkan anak anak di paud dan nantinya yang melanjutkan ke sekolah dasar yang telah di akreditasi, karena di pundak merekalah nantinya akan dipercayakan masa depan bangsa dan negara.

(PROKOMPIM)