Politeknik Negeri Nunukan Buka Prodi S1 Bahasa Inggris, Bisa Dijalani Tanpa Harus Tinggalkan Tugas
NUNUKAN – Politeknik Negeri Nunukan PNN semakin kokoh sebagai pusat pendidikan tinggi di wilayah perbatasan. Kampus ini resmi membuka program studi baru jenjang Sarjana S1 Bahasa Inggris.
Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, saat kegiatan sosialisasi di Lembaga Pemasyarakatan Lapas Nunukan, Senin 20 Juli 2026.
Andi Fajrul mengajak seluruh staf, pegawai, maupun warga binaan yang berijazah SMA untuk memanfaatkan kesempatan ini.
“Kehadiran prodi S1 Bahasa Inggris ini sangat penting bagi daerah perbatasan, agar kita tidak hanya bisa menjawab ‘yes’ atau ‘no’, namun benar-benar memahami bahasa asing,” ujarnya.
Selain S1 Bahasa Inggris, PNN juga tetap membuka program D3, salah satunya bidang Perikanan yang sejalan dengan program ketahanan pangan nasional.
Kelebihan utama program ini adalah fleksibilitas waktu. Perkuliahan dapat diikuti secara daring, atau dosen yang akan datang langsung ke lokasi, sehingga tidak mengganggu tugas harian.
Wakil Direktur I PNN, Andi Syarifuddin, menambahkan bahwa biaya kuliah sangat terjangkau. Pembayaran dapat dilakukan dengan sistem cicilan selama satu semester dan tidak harus dibayar sekaligus.
“Jangan takut berhadapan dengan dosen asing. Justru mereka senang mengajari yang belum paham, karena tugasnya memang membimbing sampai bisa,” jelasnya.
Kepala Lapas Nunukan, Donny Setiawan, sangat mendukung langkah ini. Ia berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa hukuman, tetapi juga meningkatkan kualitas diri.
“Kita tidak batasi pendidikan hanya untuk orang di luar. Di dalam sini pun kalian bisa belajar, mulai Paket A, B, C hingga jenjang perguruan tinggi. Kami ingin Lapas Nunukan menjadi pelopor di Indonesia yang melahirkan lulusan sarjana dari kalangan warga binaan,” tegasnya.
Untuk program D3 Perikanan, Donny menambahkan peserta nantinya akan dibekali kemampuan mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tinggi seperti abon, olahan beku, dan lainnya guna mendukung kemandirian ekonomi.
Padli/Nn
