IMG_20260720_162620

NUNUKAN – Kabar gembira bagi seluruh siswa SMP Negeri 1 Nunukan. Tahun ini Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Pendidikan menyalurkan bantuan seragam sekolah tidak hanya untuk siswa baru, tetapi mencakup seluruh jenjang kelas 7, 8, dan 9.

Kepala SMP Negeri 1 Nunukan, Rustiningsih, menyebut program ini merupakan terobosan baru. Jika tahun sebelumnya bantuan hanya diberikan kepada siswa kelas 7 berupa seragam putih-biru dan Pramuka, maka tahun ini cakupannya jauh lebih luas.

“Kalau tahun lalu hanya kelas 7 yang mendapat bantuan dua jenis seragam, yaitu putih-biru dan Pramuka. Nah, tahun ini istimewa. Seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 berhak menerima seragam putih-biru, lengkap dengan kelengkapannya berupa topi, dasi, serta ikat pinggang,” ujar Rustiningsih usai kegiatan pembagian bantuan, Senin 20 Juli 2026.

Secara rinci, data penerima terdiri dari 288 siswa kelas 7, 81 siswa kelas 8, dan seluruh siswa kelas 9. Total ada 858 siswa di sekolah ini yang menerima bantuan.

Pengadaan disesuaikan dengan masa pertumbuhan anak. “Untuk kelas 8 dan 9 datanya sudah kami ajukan sejak mereka masih di kelas bawah, sehingga ukurannya sudah disesuaikan dengan tinggi badan saat ini. Sedangkan untuk kelas 7 baru kami serahkan minggu lalu, tepat setelah proses penerimaan siswa baru selesai,” jelasnya.

Penyaluran dilakukan bertahap. Begitu barang tiba dari Dinas Pendidikan, pihak sekolah langsung membagikannya dengan bantuan OSIS. Setiap siswa mencatat dan menandatangani berita acara penerimaan, serta didokumentasikan sebagai bukti pertanggungjawaban.

“Kebijakan ini sangat adil dan menyeluruh. Tidak ada yang terkecuali, semua siswa mendapatkan haknya. Ini tentu sangat meringankan beban orang tua, apalagi mengacu pada Permendikbud Nomor 10 yang mewajibkan penggunaan seragam putih-biru minimal dua kali seminggu, yaitu hari Senin dan Kamis,” katanya.

Ia menambahkan, bagi siswa yang sebelumnya sudah memiliki seragam sendiri, bantuan ini menjadi baju cadangan. Sementara seragam lain seperti batik khas sekolah dan baju olahraga tetap dikelola koperasi sekolah secara sukarela dan tidak wajib dibeli bagi penerima bantuan pemerintah.

Pada kesempatan yang sama, Rustiningsih juga menyampaikan kebanggaannya terhadap antusiasme siswa baru tahun ajaran ini. SMP Negeri 1 Nunukan menerima 288 siswa baru dengan rasio penerimaan yang sangat ketat, yaitu 1:1.

“Jumlah pendaftar sangat banyak, seleksinya pun sangat ketat, hampir satu lawan satu. Jalur domisili 147 siswa, jalur prestasi 77 siswa, dan jalur afirmasi 64 siswa, sehingga terbentuk 9 kelas baru,” ungkapnya.

Selama masa pengenalan lingkungan sekolah bernama PLSRAMA Respektif, Tertib, Mandiri, Aman, dan Harmonis, para siswa telah dibekali motivasi.

“Saya berpesan kepada mereka, masuk ke SMP Negeri 1 Nunukan ini hasil persaingan yang luar biasa. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Kembangkan potensi dan prestasi kalian, buktikan bahwa kalian layak menjadi bagian dari Sekolah Sang Juara,” pungkasnya.

Padli/admin