Catatan dr. Ali Mahsun ATMO: Dua Tahun Prabowo Berpihak dan Peduli ke UKM PKL Indonesia
JAKARTA – Ketua Umum Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia Merah Putih (APKLI MP), dr. Ali Mahsun ATMO, M.Biomed., menyampaikan tiga catatan penting terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden RI ke-8, Jenderal TNI (Purn) H. Prabowo Subianto, yang dilantik pada 20 Oktober 2024 di hadapan MPR RI.
Menurutnya, selama dua tahun memimpin, Presiden Prabowo sangat nyata menunjukkan keberpihakan dan kepedulian kepada pelaku Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima (UKM PKL) Indonesia.
Catatan pertama, sejak awal dilantik, Presiden Prabowo selalu mengumandangkan bahwa seluruh rakyat dan segenap tumpah darah Indonesia wajib dilindungi negara. Tidak boleh ada rakyat yang kelaparan, tidak boleh ada rakyat yang terus hidup dalam kemiskinan, dan tidak boleh bumi serta kekayaan Nusantara dijarah oleh siapapun, baik oleh koruptor, pemilik modal dari anak bangsa sendiri maupun asing.
Seluruh kekayaan alam harus dikelola secara mandiri, tegak lurus di atas kaki sendiri, dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
“Catatan pertama bagi UKM PKL Indonesia adalah Presiden senantiasa melindungi, bahkan memberikan pagar yang sangat rapat agar UKM PKL berkesempatan untuk maju, berkembang, dan unggul, serta tidak dikuasai pemilik modal,” ujar dr. Ali Mahsun.
Catatan kedua, keberpihakan Presiden Prabowo sangat nyata dirasakan petani, nelayan, home industry, ojek, pedagang kecil, dan UKM PKL.
Bukan hanya melalui PP 47/2024 yang menghapus 1 juta utang ekonomi rakyat kecil, tetapi juga melalui berbagai kebijakan permodalan dengan bunga sangat murah. Bahkan untuk usaha ultramikro melalui Kredit Mekaar, bunganya hanya 8 persen.
Lebih dari itu, kehadiran lima program unggulan Presiden Prabowo, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Sekolah Rakyat, dan 3 Juta Rumah Rakyat, merupakan penjelmaan perlindungan, keberpihakan, dan kehadiran negara untuk UKM PKL Indonesia.
“Ini adalah penjelmaan revolusi ekonomi rakyat Indonesia, dan Revolusi Sandang, Papan, dan Pangan Rakyat Indonesia. Ini sangat nyata,” tegasnya.
Menurut Ali Mahsun, ketika terjadi penyalahgunaan dan tindakan koruptif dalam realisasi lima program unggulan di lapangan, Presiden Prabowo tidak pernah memberikan toleransi, tidak pandang bulu, dan tidak memberikan perlindungan.
“Hal ini nyata dialami Kepala BGN RI, sosok yang diangkat, diberi penghormatan, dan diberi kesempatan oleh Presiden Prabowo, namun ketika bermasalah ditindak oleh Kejaksaan Agung. Demikian pula terhadap pejabat negara lain yang menyalahgunakan kewenangan dan korupsi,” jelasnya.
Catatan ketiga, di berbagai kesempatan dan kebijakan, Presiden Prabowo menginginkan rakyat, bangsa, dan negara tegak lurus di atas kaki sendiri dan berdaulat atas segala kekayaan sumber daya yang dimiliki negeri ini.
Presiden selalu menegaskan bahwa kedaulatan ekonomi rakyat harus diwujudkan dan tidak boleh diinfiltrasi, dijajah, maupun dikooptasi oleh siapapun, baik oleh anak bangsa sendiri maupun bangsa asing.
“Singkatnya, Presiden Prabowo sangat nyata berpihak dan peduli ke petani, nelayan, home industry, ojek, pedagang kecil, atau UKM PKL Indonesia. Apapun risikonya, Presiden Prabowo menegaskan dengan sekuat tenaga dan daya bertekad menjaga, mempertahankan, dan memperkokoh kedaulatan bangsa dan negara, kedaulatan ekonomi rakyat dan bangsa Indonesia,” pungkasnya.
(**)
