Verifikasi Data & Kartu Disabilitas Mulai Digelar, Pemkab Nunukan: Jangan Sampai Ada yang Terlewat

IMG-20260924-WA0021

NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten Nunukan resmi membuka kegiatan verifikasi data sekaligus pembuatan kartu identitas bagi penyandang disabilitas yang dilaksanakan di Lapangan Olahraga (GOR) Nunukan, Kamis (24/9).
Kegiatan ini diharapkan menjadi jaminan agar setiap warga berkebutuhan khusus mendapatkan hak dan pelayanan yang layak, tanpa terkecuali.

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah penting perlindungan dan pemenuhan hak warga.

“Data adalah dasar setiap kebijakan. Jika datanya benar, kita tahu siapa yang butuh bantuan dan apa yang dibutuhkan. Jika tidak, bisa saja ada yang seharusnya terlayani justru terlewatkan,” tegas Muhammad Amin.

Kartu penyandang disabilitas yang dibuat tidak boleh dipandang sebagai tanda pengenal semata. Dokumen ini harus menjadi pintu pembuka akses pelayanan, sesuai ketentuan Kementerian Sosial Nomor 122/HUK/2026 tentang penetapan data nasional penyandang disabilitas. Pendataan ini juga didukung sistem informasi jaminan sosial Sijokku milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, guna memastikan data lebih akurat, seragam, dan terbarui.

Muhammad Amin menegaskan, urusan penyandang disabilitas bukan tanggung jawab Dinas Sosial saja, melainkan seluruh pihak: Dinas Kesehatan menjamin akses layanan kesehatan, Dinas Pendidikan membuka kesempatan pendidikan yang setara, pemerintah menyediakan fasilitas publik yang ramah disabilitas, dan pelaku usaha memberi ruang kerja.

“Penyandang disabilitas bukan sekadar penerima bantuan. Mereka adalah bagian masyarakat yang punya hak, kemampuan, dan potensi untuk berkontribusi,” ujarnya.

Kepada para penyandang disabilitas dan keluarga, beliau berpesan agar tidak merasa sendiri atau dilupakan. Pemerintah hadir dan terus berupaya memastikan kesempatan yang setara bagi semua warga.

“Kegiatan ini tidak berhenti saat kartu selesai dicetak. Data harus melahirkan pelayanan, kartu harus membuka akses. Tidak boleh ada satu pun yang terlewatkan,” pungkasnya seraya membuka resmi kegiatan pendataan.

Padli/admin