Tindaklanjuti Arahan Ditjenpas, Lapas Nunukan Perkuat Sinergi TNI, Polri dan BNN melalui Razia Gabungan serta Tes Urine

IMG_20260921_231320

NUNUKAN – Dalam rangka menindaklanjuti arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) terkait penguatan keamanan dan ketertiban serta pencegahan penyalahgunaan barang barang terlarang di lingkungan pemasyarakatan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan melaksanakan razia gabungan bersama TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN), yang dirangkaikan dengan tes urine bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Senin, (21/09/2026).

Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif dan deteksi dini untuk memastikan kondisi keamanan dan ketertiban di dalam Lapas tetap terjaga sekaligus mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang serta penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas Nunukan.

Kegiatan diawali dengan apel bersama sebagai bentuk kesiapan seluruh personel yang terlibat. Selanjutnya, petugas gabungan melaksanakan pemeriksaan pada kamar hunian WBP dan sejumlah area di lingkungan Lapas. Pemeriksaan dilakukan secara acak dengan tetap mengedepankan ketelitian, ketertiban, serta sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Selain pelaksanaan razia, petugas juga melaksanakan tes urine terhadap WBP. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus langkah pencegahan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di dalam Lapas.

Kalapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan razia gabungan dan tes urine merupakan bentuk tindak lanjut terhadap arahan Ditjenpas sekaligus komitmen jajaran Lapas Nunukan dalam memperkuat pengawasan dan keamanan.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Ditjenpas dalam rangka memperkuat deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban serta mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas. Sinergi bersama TNI, Polri dan BNN sangat penting untuk memperkuat langkah pencegahan dan pengawasan secara bersama-sama,” ujar Donny.

Lebih lanjut, Donny menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan Lapas tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya aparat penegak hukum dan instansi terkait.

“Melalui sinergi ini, kami berharap Lapas Nunukan dapat terus menciptakan lingkungan yang aman, tertib dan kondusif, sehingga seluruh program pembinaan Warga Binaan dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Pelaksanaan razia gabungan dan tes urine berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Sejumlah barang hasil razia di antaranya, Sendok besi 9, Botol kaca 18, Gunting kuku &pinset 8, Kaca 4 buah, Paku 4, Gergaji besi 1, Silet 1, Cukuran jenggot 15. Barang hasil razia tersebut akan di musnahkan dengan memperhatikan aturan yang berlaku.

Lapas Nunukan berkomitmen untuk terus melaksanakan langkah-langkah deteksi dini, meningkatkan pengawasan, serta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, BNN dan instansi terkait sebagai bagian dari upaya mewujudkan Lapas yang aman dan kondusif.

(*)