Review RIPARKAP Nunukan, Dorong Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi Baru 15 Tahun ke Depan
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Disbudporapar menggelar Forum Group Discussion FGD untuk meninjau kembali Rencana Induk Pengembangan Kepariwisataan Kabupaten RIPARKAP Nunukan. Kegiatan berlangsung di Ballroom Hotel Neo Fortune, Rabu 22 Juli 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Tujuannya untuk menyamakan persepsi para pemangku kepentingan serta memastikan rencana pembangunan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Pembiayaan bersumber dari APBD Kabupaten Nunukan Tahun 2026.
Kepala Disbudporapar Nunukan, Iskandar, S.E., menjelaskan penyusunan dokumen ini dibantu oleh tim ahli dari Fakultas Pariwisata Universitas Udayana Bali yang dipimpin Ida Bagus Suryawan, S.T., M.Si.
“Kegiatan ini sangat penting agar arah kebijakan kita tepat sasaran. Kami berharap masukan dari seluruh peserta dapat memperkuat dokumen ini sebagai landasan pembangunan pariwisata daerah,” ujarnya.
Sambutan Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Alimuddin, S.T., M.T. Ia menegaskan RIPARKAP merupakan panduan strategis untuk 15 tahun ke depan, namun harus terus diperbarui agar selaras dengan perkembangan zaman. Termasuk keberadaan Ibu Kota Nusantara IKN, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs, serta rencana induk provinsi dan nasional.
“Ada tiga hal utama yang menjadi fokus kita. Pertama, potensi unggulan seperti wisata bahari, wisata perbatasan, dan budaya. Kedua, tantangan seperti aksesibilitas, peningkatan sumber daya manusia, standar CHSE Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan, digitalisasi, hingga kemitraan investasi. Ketiga, dampak nyata yang diharapkan berupa lapangan kerja baru, peningkatan Pendapatan Asli Daerah, dan kemajuan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi baru di Nunukan.
“Pariwisata Nunukan mari kita jaga bersama. Semoga semakin mendunia,” tutup Alimuddin.
Padli/admin
