Pemprov Perkuat Sinergi Lintas Sektor melalui Kegiatan Olahraga

99270967-4760-4284-876C-10F504954652-1024x683

Tanjung Selor – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong penguatan sinergi antar lembaga melalui kegiatan olahraga. Selain menjaga kebugaran, olahraga juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi dan memperkuat kerja sama dalam mendukung pembangunan daerah.

Hal ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, Drs. H. Sanusi, M.Si., saat mewakili Gubernur Kaltara menyaksikan pertandingan ekshibisi bulu tangkis antara jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melawan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia (RI) di Gedung Bekum Polda Kaltara, Jumat (6/11) malam.

Sanusi menyampaikan, olahraga tidak hanya bermanfaat untuk menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan, dan memperkuat kerja sama antar lembaga.

“Olahraga bukan hanya tentang kesehatan dan pertandingan. Kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan membangun koordinasi yang baik antarinstitusi,” katanya.

Salah satu pertandingan utama mempertemukan Kapolda Kaltara, Brigjen Pol. Andi Syahriful Taufik, S.I.K., M.Si., yang berpasangan dengan legenda bulu tangkis Indonesia, Tri Kusharjanto, melawan Wakapolda Kaltara, Brigjen Pol. Yusuf, S.I.K., M.Hum., yang berpasangan dengan mantan pemain bulu tangkis dunia, Joko Suprianto.

Dalam pertandingan tersebut, pasangan Kapolda Kaltara berhasil meraih kemenangan dua set langsung.

Kehadiran jajaran Kemenpora RI bersama sejumlah legenda bulu tangkis Indonesia di Kaltara juga menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap pengembangan olahraga dan kepemudaan, khususnya di wilayah perbatasan.

Sanusi menegaskan, hubungan yang baik antara pemerintah daerah, kepolisian dan kementerian menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus terjaga, tidak hanya di tingkat pimpinan, tetapi juga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dengan demikian, kolaborasi lintas institusi dapat berjalan semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan Kaltara.

(dkisp)