Pemprov Perkuat Literasi Digital Pelajar, Dorong Gen Z Bijak Bermedia

74B18485-0496-448A-ACD2-D2C140F6B97B-1024x683

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat literasi digital pelajar melalui Sosialisasi Literasi Digital bagi Pelajar se-Kabupaten Bulungan yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Kaltara di Gedung Gubernur Lantai 1, Selasa (15/9).

Kegiatan yang mengusung tema “Gen Z Cerdas Digital: Bijak Bermedia, Aman Berinternet, Produktif Berkarya” tersebut dibuka Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kaltara, H. Sapi’i, S.T., M.A.P.

Dalam sambutannya, Sapi’i mengatakan generasi Z merupakan generasi yang sejak kecil telah akrab dengan internet dan perangkat digital. Kemudahan mengakses informasi memberikan banyak manfaat, terutama untuk belajar, berkomunikasi, mengembangkan kreativitas, hingga membuka peluang usaha.

Namun, menurutnya, ruang digital juga memiliki berbagai risiko jika tidak digunakan secara bijak. Pelajar perlu mewaspadai penyebaran berita bohong atau hoaks, penipuan digital, perundungan siber, hingga judi online.

“Gunakan media sosial dengan bijak. Saring informasi sebelum membagikannya dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya,” kata Sapi’i.

Ia juga mengingatkan pelajar untuk menjaga etika ketika berkomunikasi di media sosial. Setiap aktivitas di ruang digital meninggalkan rekam jejak sehingga penggunaan teknologi perlu dilakukan secara bertanggung jawab.

Selain etika bermedia, Sapi’i menekankan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Pelajar diminta tidak sembarangan membagikan informasi sensitif, seperti kata sandi, nomor identitas, maupun lokasi secara langsung kepada orang yang tidak dikenal.

Di sisi lain, ia juga mendorong pelajar memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang produktif. Teknologi dapat digunakan untuk mempelajari keterampilan baru, mengembangkan bakat, membangun usaha digital, hingga memperkenalkan potensi budaya dan pariwisata Bulungan ke tingkat nasional maupun internasional.

“Saya ingin anak-anak kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang positif dan inovatif,” ujarnya.

Sapi’i menilai Tanjung Selor sebagai ibu kota Provinsi Kaltara membutuhkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, kreatif dan memiliki daya saing. Karena itu, literasi digital menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat.

Kepada para guru pendamping, ia meminta agar terus membimbing pelajar dalam menghadapi perkembangan teknologi. Guru diharapkan menjadi fasilitator yang membantu siswa memanfaatkan teknologi secara positif sekaligus mengenali berbagai risiko di ruang digital.

Sapi’i berharap kegiatan ini berlangsung interaktif dan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda di Kabupaten Bulungan.

“Mari jadikan teknologi sebagai sarana untuk belajar, berkarya, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

(dkisp)