Pemprov Kaltara Bangun Budaya Antikorupsi melalui Keluarga Berintegritas
TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Keluarga Berintegritas Tahun 2026 di Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (15/10).
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kaltara, H. Sapi’i, S.T., M.A.P., mengatakan pembangunan budaya antikorupsi perlu dimulai dari lingkungan keluarga. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin yang diterapkan dalam keluarga menjadi dasar pembentukan karakter seseorang, termasuk saat menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.
Menurutnya, tata kelola pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab tidak cukup hanya mengandalkan aturan dan sistem yang baik, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki integritas.
“Orang yang memiliki integritas akan selalu berusaha menjalankan kewenangannya dengan benar, bahkan ketika tidak ada yang mengawasi,” ujar Sapi’i.
Ia menjelaskan, integritas bukan hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga mencerminkan karakter dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, keteladanan perlu diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan keluarga maupun tempat kerja.
Sapi’i mengingatkan pentingnya empat hal dalam membangun integritas. Pertama, menjadi teladan bagi keluarga, bukan hanya bagi bawahan di tempat kerja. Kedua, menunjukkan kejujuran melalui tindakan nyata. Ketiga, menjalankan tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan, dan amanah yang diberikan. Keempat, menerapkan disiplin sebelum menuntut orang lain untuk disiplin.
“Karena pada akhirnya, keteladanan adalah bentuk kepemimpinan yang paling nyata. Kita semua tentu memahami bahwa jabatan adalah amanah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar jabatan tidak dipandang sebagai hak atau kewenangan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Sebaliknya, jabatan harus dijalankan sebagai tanggung jawab untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Kita sedang membangun Kaltara, daerah ini tumbuh dan berkembang, pelayanan pemerintah semakin dekat dengan masyarakat, dan masyarakat mendapatkan manfaat nyata dari setiap kebijakan dan program yang kita jalankan,” jelasnya.
Sapi’i mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen antikorupsi, dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan kerja. Nilai-nilai integritas tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Penyuluh Antikorupsi (IPAK) Borneo Kaltara yang aktif mendukung kegiatan pendidikan antikorupsi di lingkungan Provinsi Kaltara.
Apresiasi turut diberikan kepada para pejabat administrator yang hadir bersama pasangan masing-masing untuk mewakili perangkat daerah dalam kegiatan Bimtek Keluarga Berintegritas tersebut.
Melalui kegiatan ini, Pemprov Kaltara berharap nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keteladanan semakin kuat di lingkungan keluarga maupun pemerintahan, sehingga dapat mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan dipercaya masyarakat.
(dkisp)
