NUNUKAN – Dalam upaya memperkuat komitmen pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan
JAKARTA – Peringatan World Press Freedom Day 2026 menjadi momentum penting bagi dunia pers untuk menegaskan kembali perannya dalam menjaga demokrasi, perdamaian, dan
Sinjai – Bertempat dihalaman mapolres sinjai, Kapolres Sinjai yang diwakili oleh Kasat Binmas Ajun Komisaris Polisi (Akp) Bakhtiar, SH pimpin upacara pelepasan kontingen saka Bhayangkara untuk mengikuti Perkemahan Bhakti Saka Bhayangkara atau Pertikara Daerah VI tahun 2019 dilapangan tonasa park, kecamatan balocci, kabupaten pangkep. Sabtu (03/8/2019) sore.
Kegiatan yang dihadiri kapusdik kwarcap kabupaten sinjai Baharuddin M.Pd dan sekretaris kwarcap Ustadz Fadelullah Marzuki S.Ag dan peserta saka bhayangkara putra putri berjumlah 31 orang dan 6 orang Pendamping.
Kasat Binmas Polres Sinjai memberikan pembekalan Pramuka Saka Bhayangkara ini merupakan Mitra Polri yang ikut membantu dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga pembinaan terhadap pramuka Saka Bhayangkara harus selalu ditingkatkan. Sehingga ketika kembali ke sekolah dan lingkungan nanti bisa menjadi tauladan bagi siswa yang lainnya.
Mencetak generasi muda yang hebat memang banyak cara dengan salah satunya dengan kegiatan positif yang dilakukan oleh Polres Sinjai dalam kegiatan saka bhayangkara seperti ini dan Pesan Kasat Binmas kepada Anggota Pramuka untuk selama Kegiatan berlangsung agar diikuti dengan sebaik-baiknya serta hindari segala bentuk pelanggaran. harapnya.
Sinjai (Sulsel)-Untuk menjaga keseimbangan dan ekosistem, Satgas TMMD ke 105 Kodim 1424/Sinjai melaksanakan penghijauan di sepanjang lokasi sasaran fisik TMMD Sabtu (3/8/2019).
Aksi penghijauan ini dipimpin oleh Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, SH LLM bersama Ketua DPRD Sinjai Abd Haris umar didampingi Dandim 1424/Sinjai Letkol Inf Oo Sahrojat, S. Ag., M. Tr (Han) selaku Dansatgas TMMD Ke-105 Ta. 2019 Kodim 1424/Sinjai,Sabtu (3/8/2019)
“Dengan adanya penanaman pohon pada titik-titik lokasi yang tepat dapat mengurangi efek dari kerusakan alam sehingga kestabilan alam dapat terjaga,” ujar Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, SH LLM .
Selain itu Andi Seto menuturkan bahwa aksi penanaman pohon ini bertujuan agar udara menjadi segar, lahan kembali hijau juga.
“Masalah global warming harus kita sikapi bersama-sama dan melestarikan lingkungan hidup dari ancaman kerusakan dengan melakukan penghijauan,” sebutnya.(Irwan N Raju)
Sinjai (Sulsel)-Komandan Kodim 1424/Sinjai, Letnan Kolonel Inf Oo Sahrojat, S.Ag., M.Tr (Han) selaku Dansatgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), bersama Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, SH LLM dan Ketua DPRD Sinjai Abd Haris umar meninjau lokasi pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 Kodim 1424/Sinjai di Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Sabtu (3/8/2019).
Melalui program TMMD Kodim 1424/Sinjai bekerjasama dengan Pemda Kab. Sinjai membangun akses jalan untuk membuka keterisoliran masyarakat di Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo. Jalan yang dibangun tersebut telah menghubungkan Dusun Balle menuju Dusun Bulo Desa Tompobulu.
Saat meninjau, Dandim 1424/Sinjai, Kolonel Inf Oo Sahrojat, S.Ag., M.Tr (Han) mengatakan, panjang jalan yang dibangun tersebut sepanjang 3.800 meter dan lebar 6 meter yang saat ini sudah rampung tinggal pembenahan sedikit.
“Di sepanjang 3.800 meter jalan yang kita bangun itu, terdapat titik-titik atau garis air yang melintasi jalan, sehingga kita juga buat dekker di 3 titik, Jadi selain bangun jalan, total ada 3 dekker yang kita pasang agar air dapat mengalir,” jelas Dansatgas.
Sedangkan Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, SH LLM disela kegiatan peninjauan mengatakan, pada program TMMD ke-105, Pemerintah Kabupaten Sinjai berterima kasih kepada Satgas TMMD 105 Kodim 1424/Sinjai.
” Kita Berterima Kasih Karena TNI mau membuka jalan serta melakukan pemberdayaan kepada masyarakat,” ucap Bupati Sinjai Andi Seto Ghadista Asapa, SH LLM mengakhiri.
MANADO – Kapolri Jenderal Polisi Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D bersama Ibu Ketua Umum Bhayangkari selaku ketua Organisasi Wanita Selam Indonesia Ibu Tri Tito Karnavian, kembali memecahkan rekor dunia selam Guinness World Records Official Attempt.
Sebelumnya pada 1 Agustus telah dipecahkan rekor Rangkaian Penyelam Terpanjang di Bawah Air dan hari ini dua rekor dunia kembali dipecahkan yaitu rekor Penyelaman Massal Terbanyak dan Pembentangan Bendera Terbesar di Bawah Air. Kedua rekor tersebut telah disahkan oleh pihak Guinness World Records Official Attempt yang diwakili oleh Solvej Malouf, Guinness World Records Adjudicator.
Rekor Penyelaman Massal Terbanyak diikuti oleh 3,131 penyelam pria dan wanita yang berasal dari TNI-Polri dan juga masyarakat berbagai wilayah di Indonesia serta luar Indonesia seperti Malaysia, Australia, Amerika dan Mesir. Tidak hanya melakukan penyelaman, Kapolri juga memimpin upacara Bendera dibawah laut. Rekor ini memecahkan rekor sebelumnya yang pernah dipecahkan oleh Indonesia di Pantai Malalayang, Manado tahun 2009 dengan jumlah penyelam sebanyak 2,465 penyelam.
Rekor lainnya yang dipecahkan yaitu rekor Pembentangan Bendera Terbesar di Bawah Air dengan ukuran bendera 1,014 m2 yang dibentangkan langsung oleh Kapolri dan Ibu Ketua Umum Bhayangkari dan penyelam lainnya dari TNI-Polri. Rekor ini mengalahkan rekor sebelumnya yang dilakukan Australia tahun 2017 dengan ukuran bendera 166,62 m2.
Ibu Tri Tito Karnavian, Ketua Wanita Selam Indonesia (WASI) mengatakan, “Sebuah kebanggaan bagi Indonesia dan kita semua yang terlibat disini. Setelah kemarin kita berhasil memecahkan satu rekor dunia yaitu Rangkaian Penyelam Terpanjang di Bawah Air, hari ini kita kembali mengharumkan nama Indonesia dengan memecahkan dua rekor dunia.
Ketiga rekor ini merupakan hadiah ulang tahun ke 74 yang bisa kita persembahkan untuk Republika Indonesia yang kita cintai. Semoga tidak berakhir disini, tapi bisa menjadi motivasi kita untuk terus melakukan yang terbaik bagi negara dan bangsa.”
Dengan terlaksananya dua pemecahan rekor ini, maka seluruh rangkaian pemecahan rekor dunia selam Guinness World Records Official Attempt yang diadakan oleh Wanita Selam Indonesia (WASI) telah selesai. Total tiga rekor dunia dipecahkan sekaligus dan dipersembahkan untuk Indonesia.
Pemecahan rekor ini menguatkan posisi Indonesia sebagai negara maritim yang mampu melebihi rekor yang dilaksanakan oleh negara lain, khususnya yang berhubungan dengan laut. WASI secara khusus sebagai organisasi selam menginisiasi kegiatan ini sebagai wujud dukungan untuk memajukan pariwisata serta mendorong masyarakat untuk turut aktif menjaga kelestarian laut Indonesia.
Kapolri dalam sambutannya mengatakan, Indonesia merupakan surganya para divers (penyelam), karena keindahan bawah laut Indonesia sangat kaya. “Indonesia is Paradise of Underwater” sanjung Kapolri.
“Banyak pulau-pulau di Indonesia yang mempunyai kekayaan dan keindahan bawah laut yang sangat bagus, seperti Bunaken, Maratua, Raja Ampat, Wakatobi, Bali, dan masih banyak lainnya.”
Kapolri dan Ibu Tri Tito Karnavian memilih manado sebagai kota diselenggarakannya acara, Sebab dengan begitu kata Kapolri, nama Indonesia, nama Manado, dan nama Bunaken bisa semakin mendunia.
Sehingga, bisa lebih mendongkrak pariwisata dan menambah investasi di Indonesia.”Welcome to the Indonesia, welcome to the Manado, salah satu destinasi pariwisata yang berkelas internasional.”
“Mudah-mudahan upaya kita memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia bukan hanya di Sulawesi Utara dan Manado,” sebut Kapolri.
Kapolri juga mengucapkan terimakasihnya kepada Gubernur Sulawesi Utara beserta Forkopimda, yang telah menjadi tuan rumah yang sangat baik, dan memberikan fasilitas kepada para panitia, peserta, dan pendukungnya. Sehingga acara yang sangat besar tersebut bisa terselenggara dengan lancar dan baik.
Sebagai rangkaian dari kegiatan Pemecahan Rekor Dunia Selam Guinness World Records Official Attempt, WASI juga mengajak masyarakat setempat untuk turut membersihkan pantai dari sampah. Ibu Tri Tito Karnavian aktif mengadakan kegiatan penyisiran laut di Pantai Manado dan mengambil sampah yang dapat merusak biota dan makhluk hidup di laut. WASI juga menggandeng Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) dan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUP) dalam mengelola sampah berlebihan. WASI juga mendukung kegiatan Dive Against Debris, salah satunya yaitu bersih laut. Mengingatkan pada kita untuk mengurangi plastik bagi kebaikan di masa depan.
“Saya juga ingin menyampaikan agar kita semua bersama-sama tidak membuang sampah sembarangan hingga terbawa ke laut. Gunakanlah bahan plastik dengan bijaksana dan janganlah membuang sampah sembarangan. Karena laut harus kita cintai,” tutup Ibu Tito.
Sejak didirikan pada 2018, WASI telah melakukan berbagai kegiatan untuk mengedukasi masyarakat tentang kegiatan maritim dan mengampanyekan pelestarian kehidupan dan wisata laut Indonesia. Salah satunya adalah pemecahan rekor MURI pada 2018 untuk Penyelaman Massal Wanita terbanyak yang diikuti oleh 930 penyelam wanita dan Pembentangan Bendera Terpanjang Dalam Laut Indonesia sepanjang 500 meter. (bagus sk – LPPNRI)
TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto
Lambrie mengungkapkan, pelayanan perizinan erat kaitannya dengan investasi. Di
mana dengan kemudahan perizinan akan mendorong tumbuhnya investasi. Untuk itulah
gubernur meminta kepada seluruh kepala daerah untuk berkomitmen memberikan
kemudahan dalam hal perizinan kepada investor. Tentunya dengan catatan tidak
menyalahi aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, serta sesuai
dengan kewenangannya.
Demikian disampaikan Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi
(Rakor) Pimpinan Daerah dalam rangka pelaksanaan PTSP (pelayanan terpadu satu pintu)
di Kaltara yang berlangsung di Ruang Pertemuan Swiss belhotel Tarakan, Kamis
(1/8). “Investasi merupakan mesin utama pertumbuhan daerah. Investasi engine
of growth. Salah satu hal yang penting dalam investasi adalah perizinan. Jika perizinannya
rumit, sulit, investasi juga akan sulit untuk masuk,” kata Irianto.
Disebutkan, ada 4 hal yang perlu menjadi perhatian dalam
hal pemberian perizinan. Yaitu kemudahan, cepat dan tepat waktu, serta yang tak
kalah penting tidak ada KKN (korupsi kolusi dan nepotisme).
Pemberian kemudahan perizinan bagi investor, kata Gubernur,
juga merupakan arahan langsung dari Presiden Jokowi. Presiden menginginkan
proses perizinan tidak boleh berbelit-belit. Utamanya bagi investor yang
berorientasi ekspor, Presiden meminta, agar pemerintah daerah memberikan
kemudahan.
Melalui Rapat Koordinasi yang digelar kemarin, Pemperintah
Provinsi mengundang semua kepala daerah di Kaltara. Hal ini, menurut Gubernur penting,
karena berkaitan dengan komitmen kepala daerah terhadap perizinan ini. Kemudian
juga kaitannya dengan pendelegasian kewenangan dari kepala daerah.
“Saya berpesan, yang penting dari rapat koordinasi
ini adalah implementasinya. Bagaimana di lapangan. Jangan hanya sekedar
retorika saja. Saya menginginkan, semua PTSP, baik di provinsi maupun di
kabupaten/kota terus meningkatkan pelayanannya. Baik itu pelayanan perizinan, maupun
terhadap pelayanan publik. Ke depan, semua harus PTSP Prima,” kata Gubernur.
Rakor pimpinan daerah terhadap pelaksanaan PTSP kemarin
diikuti oleh para kepala daerah atau yang mewakili se Kaltara. Juga para kepala
OPD dan staf yang membidangi masalah PTSP. Tampak hadir di antaranya Bupati
Nunukan Hj Asmin Laura Hafid, Bupati Kabupaten Tana Tidung H Undunsyah, Wakil
Walikota Tarakan Effendi Djuprianto, Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah.
Sementara dari Bulungan, diwakili Asisten II bidang pembangunan, Hamdani.
Dalam kesempatan itu, juga hadir Dirjen Administrasi
Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Eko Subowo, yang sekaligus turut
memberikan arahan. Tak hanya mengenai PTSP, Eko Subowo yang mewakili Mendagri juga
memberikan pemaparan mengenai peran gubernur sebagai wakil pemerintah, penyerahan
PNS dari lulusan IPDN, serta tentang pembentukan
kecamatan.
Soal peran Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di
daerah, kata Eko Subowo, memang banyak yang perlu dievaluasi. Utamanya
berkaitan dengan penganggaran. Jika selama ini, tugas gubernur sebagai
perwakilan pusat tidak ditanggung pemerintah pusat, kini ditanggung pusat.
Lainnya disosialisasikan mengenai tugas gubernur, juga
soal pembentukan kecamatan. Eko menyampaikan, ada rencana pemerintah membentuk
kecamatan-kecamatan baru. Untuk itu pemerintah daerah diminta agar mempersiapkan
segala persyaratannya. Terutama berkaitan dengan batas wilayah, yang diharapkan
selesai sejak awal.
Soal kecamatan ini, gubernur menitip kepada Dirjen Administrasi
Kewilayahan terhadap pemekaran Kota Tanjung Selor, sebagai ibukota provinsi
yang sampai sekarang statusnya masih kecamatan. “Dengan terbukanya peluang
pembentukan kecamatan, harapan kita pemerintah juga membuka kran pemekaran
kabupaten/kota,” ujarnya. Selain itu, Gubernur juga meminta dukungan kepada
Kemendagri untuk penyelesaian batas wilayah di Kaltara. Termasuk batas antara
Kaltim – Kaltara. (humas)