Bupati Landak Buka Turnamen Futsal Kota Intan Cup 2019

LANDAK – Bupati Landak Karolin Margret Natasa secara resmi membuka turnamen futsal Kota Intan Cup 2019. Acara pembukaan sendiri digelar dilapangan futsal Pal 3 Ngabang pada jumat (20/9/2019) malam.

Hadir dalam acara pembukaan ini yaitu Sekda Landak, Camat Ngabang, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Landak, Perwakilan Bank Kalbar, dan masyarakat yang antusias ingin menyaksikan pertandingan futsal tersebut.

Turnamen Futsal Kota Intan Cup yang diselenggarakan dalam rangka untuk memeriahkan hari ulang tahun pemerintah Kabupaten Landak ke-20 ini diikuti sebanyak 27 tim yang yang berasal dari dalam maupun luar Kabupaten Landak seperti dari kabupaten Sanggau.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa sangat mengapresiasi kegiatan ini guna menyalurkan kegiatan positif.

“Kami mengapresiasi panitia yang telah menginisiasi kegiatan ini, karena hal ini kita laksanakan untuk menyalurkan kegiatan yang positif,” kata Karolin.

Selain untuk memeriahkan hari ulang tahun kabupaten Landak ke-20, menurut Bupati Landak melalui turnamen futsal ini manfaat yang dapat diperoleh juga terutama untuk kesehatan.

“Selain untuk memeriahkan hari ulang tahun yang ke-20 pemda kabupaten Landak , melalui turnamen ini kita berolah raga sangat baik bagi kesehatan mental, fisik dan sebagainya dan yang terpenting membudidayakan olahraga didalam kehidupan,” ujar Karolin.

Karolin juga mengatakan melalui kegiatan positif ini tali persaudaraan akan semakin terjalin. Oleh karena itu Ia berpesan kepada para peserta dan panitia pelaksana agar bersama-sama menjaga sportifitas.

“Kemudian ini bertujuan untuk meningkatkan persaudaraan diantara kita, saya berpesan agar selalu menjunjung tinggi sportifitas dan bertandinglah seca fair agar pertandingan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua,” ujar Karolin.

Sementara itu ketua panitia pelaksana Muhamad Rio Candra Lim mengatakan tujuan diadakannya turnamen futsal Kota Intan Cup ini adalah untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta cinta terhadap kabupaten Landak.

“Tujuannya selain memeriahkan HUT Pemkab Landak ke 20 yang paling penting diadakan turnamen ini adalah untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta rasa cinta dan bangga terhadap kabupaten Landak,” ujar Rio.

Lebih lanjut Rio berharap turnamen Futsal Intan Cup ini bisa menjadi agenda tahunan yang digelar di kabupaten Landak, selain agar bisa memberi hiburan kepada masyarakat juga untuk mengembangkan bakad muda dibidang olah raga futsal.

“Harapan kami agar turnamen futsal kota intan cup ini bisa menjadi agenda tahunan, untuk mengembangkan bibit muda potensial khususnya dibidang olahraga futsal dan memberikan hiburan bagi masyarakat kabupaten Landak,” tukas Rio.

Koresponden : Eddy

Editor : Eddy,S

Rerda 2020 Disetujui, Karolin Janjikan Pembangunan Landak Jauh Lebih Baik

LANDAK – Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten secara umum menyatakan setuju atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Landak untuk tahun anggaran 2020 untuk ditetapkan menjadi Perda. Hal itu disampaikan oleh 7 fraksi di DPRD Kabupaten Landak dalam rapat paripurna ke-30 masa sidang III tahun 2019 DPRD Kabupaten Landak tentang penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD Kabupaten Landak terhadap nota keuangan dan Raperda tentang RAPBD kabupaten Landak tahun anggaran 2020 yang digelar di gedung DPRD kabupaten Landak, Kamis (19/9/2019).

Penyampaian pandangan akhir fraksi-fraksi DPRD ini dilakukan didepan Bupati dan Wakil Bupati Landak, Sekda Landak, Staf Ahli, dan Para Asisten, Kepala OPD, Ketua dan wakil Ketua DPRD serta seluruh anggota DPRD kabupaten Landak.

Ketujuh fraksi-fraksi DPRD yang menyampaikan pandangan akhirnya yaitu Fraksi partai PDIP, Fraksi Landak Barobah dari partai PKPI dan PKB, fraksi Anugrah, fraksi partai Golongan Karya, Fraksi Gerindra, Fraksi partai Nasdem,dan Fraksi partai Demokrat.

Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengapresiasi seluruh fraksi DPRD yang telah bersama-sama melakukan pembahasan tentang Raperda kabupaten Landak untuk tahun 2020 sehingga pada akhirnya menyetujui dan menyepakati Raperda untuk pembangunan kabupaten Landak di tahun 2020 mendatang.

“Pada hari ini kita bersama menyepakati pembahasan APBD 2020, kami atas nama pemerintah daerah mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada DPRD kabupaten Landak yang telah melakukan pembahasan bersama dengan pemda Landak untuk perencanaan pembangunan ditahun 2020 yang akan datang,” ujar Karolin.

“Kita sudah menyepakati hal-hal prinsip berkaitan dengan pendapatan, pengeluaran dan tadi dibacakan sudah berimbang anggarannya, itu yg paling penting,” tambahnya.

Walaupun ada beberapa masukan yang diberikan oleh beberapa fraksi DPRD untuk Pemda Landak baik terkait tentang perbaikan ekonomi, sosial masyarakat maupun aspek-aspek pembangunan lainnya, Bupati Landak berjanji akan menjadikan itu sebagai masukan agar pembangunan kabupaten Landak kedepan menjadi lebih baik.

“Catatan-catatan itu akan menjadi masukan bagi kami dan akan ditindaklanjuti demi kepentingan masyarakat kabupaten Landak,” kata Karolin.

Setelah disetujuinya Raperda ini Karolin berharap untuk tahun 2020 mendatang pembangunan di kabupaten Landak semakin maju.

“Harapan kami agar tahun 2020 kita semakin maju dan bisa memperbaiki hal-hal yang sudah disampaikan oleh fraksi-fraksi DPRD,” pungkas Karolin.

Koresponden : Eddy

Editor : Santry/Nirwan

Api di Wilayah Kuala Sampas berhasil dipadamkan

LANDAK – Kebakaran yang terjadi di Kuala Sampas Rt. Kuala Sampas Dusun Semayam Desa Sebatih Kecamatan Sengah Temila akhirnya berhasil dipadamkan. Diketahui mulai Rabu 19 September 2019, hanya tinggal asap yang mulai menipis sisa pembakaran.

Pihak BPBD, Damkar Satpol-PP serta Damkar Kamuda 137 dan pihak perusahaan berjibaku bergandengan tangan memadamkan api yang hampir saja masuk ke pemukiman masyarakat Kuala Sampas. Kebakaran yang terjadi dua hari lalu, sudah dapat dipadamkan sehingga BPBD serta Team Damkar dari Kamuda 137 sudah meninggalkan lokasi kebakaran.

Gregorius Uus menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan tim pemadam kebakaran yang diturunkan pemerintah yakni BPBD, Damkar Satpol-PP, Kamuda 137, TNI dan Polri.

“Tentunya kita sangat mengapresiasi kepada pemerintah yang sudah banyak membantu dalam menurunkan tim pemadam kebakaran yang terjadi di wilayah Kuala Sampas. Reaksi cepat yang dilaksanakan sangat membantu kita dalam kejadian ini terutama respon Bupati Landak dalam mengatasi karhutla,” ujar Uus.

Lebih lanjut Uus mengatakan bahwa api yang begitu cepat membesar karena tiupan angin, namun sangat disesalkan karena akibat kebakaran hutan ini sempat merembet ke perusahaan.

“Api ini awalnya tidak berada di blok milik perusahaan, tetapi kondisi musim kemarau ditambah tiupan angin kemudian dengan struktur tanah lahan gambut akhirnya api dengan mudahnya menghanguskan areal disekitar perusahaan dan kita sangat dirugikan atas kejadian ini tetapi semoga tanaman sawit yang terbakar ini tidak mati semua” jelasnya.

Selain itu, lanjut Uus saat ini belum bisa memastikan berapa total lahan yang terbakar di Kuala Sengah (Sampas) dikarenakan pihak perusahaan masih memeriksa lahan.

“Total lahan yang terbakar masih belum bisa kita pastikan berapa ratus pokok yang terbakar tetapi pihak perusahaan untuk saat ini masih memeriksa secara mendalam untuk mengelompokkan kategori hutan dan pokok sawit yang terbakar dengan tingkatnya masing-masing,” terangnya.

Ditempat terpisah Bupati Landak Karolin Margret Natasa mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan semua pihak yang turut membantu menangani karhutla di Kabupaten Landak.

“Kita bersyukur akhirnya karhutla disana (Kuala Sampas) sudah padam berkat kerjasama perusahaan, masyarakat, TNI, Polri bersama pemerintah. Dan Saya mengingatkan kepada semua pihak untuk tetap waspada akan terjadinya kebakaran di Kabupaten Landak,” jelas Bupati Landak.

Koresponden : Eddy

Editor : Eddy/Nirwan

Misi Khilafah Dibalik Kampanye Menentang Film The Santri

NUNUKAN – Film The Santri saat mungkin masuk jajaran film-film fenomenal. Bagaimana tidak, belum diputar Film nya, sudah menimbulkan pro dan kontra terutama di kalangan netizen. Semakin bertambah kontroversial ketika muncul opini dari Maher Thuwalibi bahwa The Santri adalah Film yang menyesatkan.

Mungkin benar kata para leluhur bangsa bahwa apabila sebagian hanya melihat cover dan kemasan tanpa melihat isinya, kita akan terjebak pada opini ketidakbenaran. Salah satunya adalah dengan Film The Santri ini, ketika mengetahui bahwa yang memfatwakan ‘sesat’ itu adalah Maher at Thuawalibi salah seorang yang dalam beberapa videonya menjadi viral karena ‘menyerang’ Jokowi, maka mereka yang antipati terhadap Jokowi akan terpancing mengikuti ucapan Maher tanpa mau melihat, menyelami apalagi memahami Film The Santri yang menjadi substansi dari opini Maher.

Apalagi setelah publik mengetahui bahwa Film The Santri digawangi oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), maka pihak yang selama ini mempunyai kebencian terhadap Nahdlatul Ulama akan menjadikan apapun kebijakan dan karya PBNU sebagai bahan penyalur dendam dan hasutan. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya akun-akun anonim di media sosial yang secara serempak melakukan retwwit, relike atau recoment yang kesemuanya menghakimi Film The Santri adalah sesat. Bahkan tak sedikit para pengguna media sosial melakukan kampaye menentang film tersebut namun ketika diminta menjawab isi The Santri, merela malah kebingungan karena tak mampu menjawab. Mereka hanya mengisyaratkan, apapun yang keluar dari PBNU adalah kesesatan dan wajib ditentang.

Siapa mereka? Jika kita amati dan telusuri baik-baik, hampir semua akun di media sosial yang mengkapanyekan kesesatan The Santri adalah orang-orang yang selama ini berseberangan dengan Pemerintahan Jokowi. Dan ketika Film The Santri menjadi obyek ‘serangan’ mereka, kita akan segera mengetahui bahwa yang sedang mereka target sebenarnya bukan filmnya tapi pihak dibelakang film tersebut yakni PBNU.

Suka atau tidak, PBNU merupakan kepengurusan dari sebuah Ormas Islam terbesar bukan hanya di Indonesia namun juga di dunia. Dan selama ini Nahdlatul Ulama menyatakan sikap tegasnya menjadi salah satu pihak yang akan menjaga konsensus nasional ( Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945). PBNU pula yang keras menolak adanya sistem pemerintahan selain dari 4 pilar kebangsaan di bumi Nusantara apapun bentuknya tak terkecuali Komunisme, Kapitalisme dan Kekhalifahan versi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

Sebagaimana kita tahu, HTI telah dibubarkan oleh Pemerintah dan salah satu pihak yang mendukung pembubaran HTI adalah PBNU. Maka dengan adanya kampanye menentang Film The Santri, kita akan dapat mengetahui bahwa sebagian dari pihak-pihak tersebut adalah simpatian HTI.

Kampanye mereka pun kita akui terbilang cerdik namun apabila kita jeli mengamatinya, maka mereka tak sekedar cerdik tapi juga licik. Dan salah satu ciri khas yang tak bisa mereka tingalkan adalah menciptakan opini berkemasan hoax seperti melaui capture tlailer Film The Santri sebagai picture opini dari Maher Thuwalibi yang dimuat salah satu media nasional.

Tak hanya opini sepihak yang terkesan ‘ngawur’ namun pada capturenya pun menyertakan hoax yang walau sekilas bukan apa-apa tapi imbasnya sangat luar biasa. Foto dalam opini Maher tersebut adalah capture salah satu adegan trailer The Santri yakni seorang gadis menyerahkan sebuah buku dan tasbih kepada seorang lelaki (kekasihnya).

Jika kita perhatikan mulai menit ke 1:10 sampai ke 1:15, adegan penyerahan berlangsung, terdapat dialog singkat yang disampaikan oleh pemeran pria, yaitu ;

“Ku titipkan tasbih dan tulisan ini untukmu, agar kamu selalu ingat Tuhan dan diriku”

Namun dalam opini Maher adegan tersebut mengalami pengeditan dengan menambah tulisan dalam bahasa Arab seolah-olah buku tersebut adalah Kitab Quurotul U’yun. Bagi yang awam, mungkin hal itu tak punya makna. Tapi bagi siapapun yang pernah mengaji terutama di Pesantren, Kitab Quurotul U’yun adalah kitab-kitab yang menjadi pelajaran ahir ketika si Santri sudah akan memasuki bahrera rumah tangga, karena Quurotul U’yun adalah kitab yang berisikan pelajaran tentang hubungan seks antara suami istri.

Melakukan editing tanpa izin saja sudah dipertanyakan maksud dan tujuanya, apalagi menjadi foto yang diterbitkan sebuah media nasional. Walaupun saat ini media yang bersangkutan telah merevisi foto tersebut, namun sudah beredar opini publik bahwa Film The Santri mengajarkan generasi muda untuk melakukan hubungan seks diluar pernikahan. Terbukti, karena foto yang mengalami editing tersebut, hingga saat ini ribuan komentar netizen yang menyiratkan kegeraman pada film The Santri.

Dari hal tersebut kita bisa melihat bahwa begitu masifnya upaya medegradasi PBNU dan betapa sistematisnya cara mereka. Tujuanya sangat jelas, yakni menghilangkan simpati publik terhadap Nahdlatul Ulama. Karena bagi simpatisan HTI dan para pengusung ideologi khilafah (versi hizbut tahrir), NU adalah batu lawan terberat dalam menyebarkan fahammya.

Dari hal ini pula, sebenarnya HTI hanya bubar secara nama. Eksistensi mereka semakin rapi dan sangat sulit diamati karena organisisi mereka tak berbentuk lagi. Dan ini akan semakin menjadi apabila media-media yang seharusnya menjadi corong kebenaran dan sarana edukasi bagi putra-putri Ibu Pertiwi, justru mendukung kampanye terselubung yang salah satunya kita bisa lihat pada pemuatan opini Maher At Tuwalibi atas Film The Santri.

(Eddy Santry : Jurnalis, Aktivis Perbatasan dan Wakil Ketua PC GP Ansor Nunukan)

Tahun Depan, Korem Kaltara Dibangun

NUNUKAN – Tak hanya di Tanjung Selor, rombongan Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman juga mengujungi wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan, pada Jumat (20/9).

Dalam kunjungan ini, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto didampingi perwira tinggi serta beberapa pejabat penting lainnya. Yakni, Asredam VI Mulawarman, Asintel Kasdam VI Mulawarmab Kazidam VI Mulawarman dan Asops Kasdam VI Mulawarman.

Mereka meninjau beberapa titik pembangunan pos perbatasan di Kabupaten Nunukan seperti mendatangi Patok 3 di Desa Aji Kuning, Sebatik, lalu dilanjutkan dengan meninjau pembangunan Pos Pamtas di bukit keramat dan juga meninjau pembangunan Kotis Satgas Pamtas yang ada di Nunukan.

“Alhamdulillah, pembangunan pos-pos yang bangun oleh Mabes TNI Angkatan Darat di wilayah perbatasan termasuk juga pembangunan di wilayah Sei Menggaris semua dalam tahap fhinising. Insya Allah, nanti akan dilengkapi dengan sarana prasarana penunjang,” terangnya kepada Berandankrinews.com, Jumat (20/9).

Selain itu, Subiyanto juga memberikan bocoran mengenai pembangunan Korem di wilayah Kaltara. Sehingga Kaltara nantinya akan memiliki kantor Korem sendiri dan tidak lagi bergabung dengan Korem Kaltim. “Dalam waktu dekat ini Kaltara akan memiliki Korem sendiri. Ini dilakukan agar lebih memudahkan pengawasan di wilayah terirorial,” tambahnya.

Nantinya, kata Subiyanto, Korem Kaltara akan diberi nama 092 Maharajalelah. Nama ini diambil sesuai dengan kesultanan Bulungan Raja Ke 14. “Sama halnya Korem Kaltim di Samarinda. Diberi nama Korem 091 Ajisuryanata. Untuk sementara, saat ini Korem Kaltara masih menumpang kantor di lapangan Indoor Tanjung Selor. Insya Allah, tahun depan pembangunan kantornya sudah dilakukan.” tambahnya.

Selain itu, Mayjen TNI Subiyanto juga menyoroti kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). “Kita sudah bahas mengenai Karhuta bersama dengan Gubernur Kaltara dan Kapolda Kaltara. Kita mencari penanganan cepat dan cermat jika ada dugan di bakar maka pelaku harus segera ditemukan,” terangnya.

Terakhir, Subiyanto mengaku bangga lantaran hampir semua Satgas yang bertugas selalu mencetak prestasi. Seperti hal Satgas Pamtas Modang 600 yang berhasil mengamankan puluhan ribu lembar cakar yang diseludupkan dari Malaysia. “Begitu juga Satgas Pamtas Yonif Rider 613 Raja Alam yang sebelumnya. Mereka beberapa kali menangkap warga asing yang mencoba menyelundupkan narkoba. Kemudian menggagakan peredaran miras ilegal,” ungkapnya.

Koresponden : Yusuf P

Editor : Nirwan Hasan