NUNUKAN – Satgas Pamtas RI–Malaysia Sektor Timur Yonkav 13/SL kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah perbatasan. Personel Pos Bambangan
NUNUKAN – DanSatgas Pamtas RI–Malaysia Sektor Timur Yonkav 13/SL Letnan Kolonel Kav Ikhsan Maulana Pradana, S.I.P.,M.I.P. kembali menegaskan komitmennya dalam
WAJO – Relokasi pedagang yang menjadi korban kebakaran di Pasar Tempe, di Jalan WR Supratman Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), hingga kini tuai polemik. Pasalnya, banyak laporan masuk mengenai pembagian lapak sementara tersebut.
Hal inilah yang membuat Bupati Wajo, Dr H Amran Mahmud lansgsung memerintahkan dan mengintruksi kepada Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Wajo untuk turun langsung ke lapangan agar melakukan peninjauan langsung di Pasar Tempe, Kamis (26/9) pagi.
Kepala Disdag Kabupaten Wajo, Andi Sudirman mengatakan peninjuan ini sebagai tindaklanjut adanya sejumlah laporan yang masuk dari pedagang di Pasar Tempe tersebut. Salah satunya, kata dia, pedagang yang tidak kebagian lapak di pasar Tempe, sementara pedagang tersebut memiliki SK.
“Setelah dikonfimasi, diketahui fakta bahwa ada pedagang di Pasar Tempe yang memperlihatkan SK tapi tidak mempunyai lapak di Pasar Tempe. Bahkan, setelah ditelusuri lebih dalam, memang semuanya memiliki SK namun tempatnya sudah disewakan kepada orang lain,” terangnya.
Untuk diketahui, pembagian lapak sementara di Pasar Tempe ini diperuntukan bagi pedagang korban yang menjadi kebakaran. Baik pedagang yang ada SK maupun tidak ada SK. Pedagang yang memiliki SK ini adalah pedagang yang menjual. Sementara yang tidak ada SK namun menjual adalah pedagang yang menyewa. “Makanya yang punya SK yang sifatnya mempersewakan tidak di akomodir tetapi hak tempatnya tidak hilang. Karena bisa dipakai pada saat sudah ada pembagian tempat yang baru,” tambahnya.
WAJO – Rektor Universitas Muhammadiyah bersama rombongan berkunjung ke Wajo untuk menindaklanjuti MoU yang telah ditandatangani bersama Pemerintah Kabupaten Wajo beberapa waktu yang lalu, kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Wajo Kamis, 26 September 2019.
Sambutan penerimaan oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menjelaskan bahwa kunjungan kerja Rektor Unismuh Makassar terkait tindak lanjut dengan MoU Pemerintah Kabupaten Wajo dengan Unismuh yang sudah ditandatangani beberapa waktu lalu saat wisuda di Unismuh.
“Kita berharap nota kesepahaman ini ditindaklanjuti dengan berbagai perjanjian kerjasama lebih komplit, lebih bersinergi dengan melakukan percepatan pembangunan yang sekaligus tentunya Unismuh lebih mendorong program-program pengabdiannya kepada masyarakat,” kata Bupati Wajo.
“Alhamdulillah sudah banyak ide-ide yang ingin kita rumuskan, untuk bisa menjadi tindak lanjut dalam bentuk perjanjian kerjasama, dalam program enterpreneurship, dan kebetulan dari 25 program kami salah satunya adalah mencetak 10.000 enterpreneurship, yang sementara yang digaungkan ini, dan kemenpora Republik Indonesia sudah menjadikan Wajo sebagai Icon dan sebagai pilot project di Indonesia Timur dan dijadikan percontohan di Sulawesi,” tambah Bupati Wajo.
Dan dikatakan kalau ini juga Konek dengan program Kemenpora Republik Indonesia yang ingin mencetak sejuta interpreneurship dan ini bersambut dengan baik.
Lebih lanjut dikatakan kalau juga punya program Integratif Farming Sistem atau pertanian terpadu dengan 3 potensi utama diantaranya pertanian dimana ada tanaman pangan dan perkebunan, kedua Potensi perikanan dengan punya Danau Tempe dan 27 danau-danau kecil, punya laut sepanjang 103 km dan yang ketiga peternakan dengan ingin menjadikan Wajo sebagai salah satu solusi impor daging bangsa dengan kerjasama dengan Unismuh UGM dan ini akan dimassifkan.
“Ini akan menjadi pusat tempat pembelajaran para kelompok-kelompok tani kita, agar dirubah mindshetnya, sehingga ada tambahan pendapatan bisa menjadikan home industri, bisa menjadi pusat oleh-oleh di mana bumdes bumdes bisa juga diberdayakan,” terang Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.
“Saya kira semua ini bisa di backup oleh Perguruan tinggi, saya yakin bisa terdorong dengan cepat, di mana pilar pilar pembangunan ini bisa berkolaborasi dengan baik semua bersinergi antara masyarakat, Pemerintah, Perguruan tinggi dan Dunia usaha yang ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat Wajo,” Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. menambahkan.
Dan dikatakan kalau atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesungguhan keseriusan Bapak Rektor Unismuh Makassar yang menindaklanjuti dalam bentuk kunjungan kerja dan sekaligus akan mendiskusikan apa yang bisa diwujudkan beberapa waktu yang lalu dengan berkunjung ke pabrik pengolahan jagung di Limbung Unismuh Makassar.
“Kita ingin melindungi petani petani kita di Wajo dari mafia-mafia atau spekulan yang bisa merusak harga, makanya kami programkan program Resi gudang, tujuannya untuk melindungi harga-harga produk dari petani petani kita, dimana ketika tiba panen raya akan ada permainan harga kalau Pemerintah hadir dengan Resi gudangnya sehingga ini bisa melindungi harga dari petani-petani kita nantinya,” tegas Bupati Wajo.
Sementara itu pemaparan dan sekaligus sambutan dari Rektor Unismuh Makassar Prof. Dr. H. Rahman Rahim, SE., M.M. yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Wajo atas kesempatan untuk memaparkan kali ini, berkaitan dengan posisi Unismuh Makasaar terkait kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Wajo.
“Wajo dikenal sebagai pengusaha dan rata-rata sukses di kampung orang dan kami apresiasi Kepada Bupati wajo yang kemarin mengadakan tudang sipulung dengan mengajak orang Wajo kembali ke kampung halaman untuk membangun Wajo,” ungkap Rektor Unismuh Makaasar.
Bupati Wajo dengan gagasannya yang begitu banyak untuk membangun daerahnya, membangun masyarakatnya, sehingga kita terpanggil semua untuk ikut bersama dalam proses ini,” Rektor Unismuh Makassar menambahkan.
Juga lebih lanjut digambarkan selayang pandang mengenai Unismuh atau Universitas Muhammadiyah Makassar bahwa Unismuh disamping sebagai gedung untuk pembelajaran juga sebagai program enterpreneurship kepada anak anak disana, karena sudah diterapkan kepada anak-anak mahasiswa di sana mulai dari perputaran ekonomi dan lainnya.
“Di Unismuh bukan hanya tatataran teori saja, tapi langsung juga terapan, bagaimana mengajarkan berbisnis kepada anak kita, mulai dari peternakan ayam, penanaman jagung rebus pengolahannya, juga dengan penjualan di kios kios,” ungkap Prof. Dr. H. Rahman Rahim, SE., M.M.
“Ini kenapa kami buka semua, agar ini konek dengan apa yang diprogramkan oleh Bupati Wajo, terkait programnya dengan akan mencetak 10.000 enterpreneurship di Wajo, sehingga kami sampaikan kalau di Unismuh bukan hanya tatanan teori tapi sekaligus juga terapan melatih Mahasiswa, melatih masyarakat demikian juga institusinya sehingga hari ini kami bawa semua praktisi bisnis kami ke Kabupaten Wajo untuk bagaimana kita mendukung program Bupati Wajo,” Rektor Unismuh menambahkan.
Dan dijelaskan kalau Program 10.000 Enterpreneurship bukan hanya sebagai tataran teori dan berita saja, tetapi betul-betul nantinya diterapkan dan diaplikasikan supaya nantinya Bupati Wajo bisa membuktikan semua gagasannya Insya Allah, kata dia.
“Kami kemarin juga sudah kerjasama dengan Hamburg Jerman terkait pelatihan entrepreneurship dan itu selama 5 tahun dalam Alhamdulillah, sekarang telah berhasil,” jelas Prof. Dr. H. Rahman Rahim, SE., M.M.
Dan disampaikan kalau kelebihan ketika Bupati kita ini memiliki jiwa entrepreneurship maka juga akan menciptakan enterprenueship baru yang merupakan jiwa penuh kreativitas dan tak Kenal lelah, ungkap dia.
Dalam pemaparan ini juga dijelaskan program program studi yang ada di Unismuh utamanya program pertanian yang akan terkoneksi langsung dengan program pemerintah Kabupaten Wajo.
Kemudian lanjut dengan pemaparan dari Idham Halid yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Muhammadiyah yang memaparkan tindak lanjut antara Unismuh dengan Pemerintah Kabupaten Wajo dengan menampilkan program enterpreneurship enterpreneurship di Kabupaten Wajo.
Juga dijelaskan sampai ke kegiatan ekonomi, bagaimana kegiatan ekonomi bisa sampai ke desa-desa dengan memberdayakan Bumdes yang nantinya bisa tercipta entrepreneurship handal di Kabupaten Wajo.
“Bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi di Wajo sampai dengan 7% dan pernah kita tahu kalau Wajo pernah mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 9% , sehingga juga perputaran ekonomi jangan hanya bergerak di kota tetapi juga di pedesaan,” jelasnya.
Kemudian dari Kepala Bappeda Kabupaten Wajo A.P. Rukka, S.IP., M.Si sebagai moderator dalam acara tanya jawab interkatif yang merupakan tindak lanjut Kerjasama Pemerintah Kabupaten Wajo dengan Unismuh Makassar.
“Kita sudah menangkap bagaimana kemampuan Unismuh Makassar dalam mengelola potensi-potensi daerah yang ada di Kabupaten Wajo nantinya, tentu juga ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang sangat penting,” terangnya.
“Kita di Wajo bagaimana untuk menangkap peluang ini, memanfaatkan kesempatan ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” Kepala Bappeda Wajo menambahkan.
Diakhir acara memberikan kesempatan kepada OPD dan peserta yang hadir untuk adakan acara tanya jawab secara interaktif dengan Universitas Muhammadiyah Makassar.
Jakarta- Pemerintah melalui Kementerian Keuangan menyiapkan dana cadangan fiskal (fiscal buffer) senilai Rp10 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020. Diketahui, Anggaran tersebut meningkat dari tahun ini sekitar Rp7 triliun sampai Rp8 triliun dalam APBN 2019.
Askolani menjelaskan peningkatan dana cadangan fiskal sengaja dilakukan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang mungkin terjadi pada tahun depan. Misalnya, ketika asumsi makro ekonomi pemerintah yang sudah dirumuskan meleset dari target di APBN 2020.
“Tiap taun, APBN dimungkinkan menghadapi risiko dan kita harus siap menghadapi itu,” ujarnya dalam konferensi pers di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (26/9).
Secara umum, Askolani menambahkan, dana cadangan dapat memiliki dua fungsi dalam pelaksanaannya. Pertama, untuk ‘menambal’ potensi pengurangan penerimaan. Kedua, dapat digunakan sebagai penyangga apabila terjadi kemungkinan tambahan belanja.
Askolani mengatakan, fungsi pertama dapat terjadi apabila outlook pertumbuhan ekonomi meleset dari target awal yang tertuang. Kondisi ini tengah terjadi pada ekonomi domestik sekarang, ketika proyeksi pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun hanya tumbuh 5,1 persen. Prediksi ini di bawah target dalam UU APBN 2019, yaitu 5,3 persen.
Selain itu, dana cadangan fiskal juga bisa digunakan untuk mengantisipasi pembengkakan kebutuhan anggaran di berbagai kebijakan pemerintah di kementerian/lembaga. Misalnya, ketika ada peningkatan kebutuhan anggaran subsidi energi.
“Misalnya subsidi naik, kompensasi subsidi naik jadi kami hemat buffer stock kami. Dia bisa untuk absorb belanja atau tahan, sehingga bisa tetap jaga defisit,” terangnya.
Sementara Askolani mengklaim bahwa pemerintah belum menggunakan dana cadangan fiskal tahun ini. “Belum dipakai, bisa saja di penghujung tahun baru kami pakai. Jadi dipakainya tidak seperti pakai anggaran untuk spending yang sejak awal tahun,” pungkasnya. (eddysantry)
Jakarta – Pemerintah menaikkan dana bantuan sosial (bansos) kepada 15,6 juta masyarakat miskin dari semula Rp110 ribu menjadi Rp150 ribu per bulan per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sebagaimana dilansir dari CNN Indonesia, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan peningkatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk membantu masyarakat miskin.
” Tujuan lain, agar angka kemiskinan dan ketimpangan alias gini ratio menurun sesuai target yang telah ditetapkan,” tutur Askolani, Kamis (26/9/2019)
Nantinya, pemberian bansos akan berubah dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi Kartu Sembako Murah. Program kartu merupakan janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.
Dalam asumsi makro Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020, pemerintah menargetkan angka kemiskinan bisa turun ke kisaran 8,5 persen sampai 9 persen pada tahun depan. Sedangkan tingkat kesenjangan atau gini ratio sebesar 0,375-0,38.
“Kami juga menambah bahan pangannya. Dulu hanya beras, sekarang
diperbanyak oleh Kementerian Sosial apakah minyak atau yang lain,” ucap
Askolani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/9).
Secara
keseluruhan, anggaran Kartu Sembako Murah akan mencapai Rp28,1 triliun
pada tahun depan. Sedangkan anggaran program kesejahteraan masyarakat
secara menyeluruh mencapai Rp372,5 triliun dalam APBN 2020.
Selain
melalui bansos, pemerintah memberikan bantuan kesejahteraan masyarakat
melalui program sosial lain, misalnya pendidikan dan kesehatan. Mulai
dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bidik misi, hingga
kepesertaan BPJS Kesehatan.
Askolani mengatakan pemerintah berharap pemberian berbagai program bansos bisa meningkatkan daya beli masyarakat miskin. “Sehingga konsumsi rumah tangga tetap mendukung ekonomi ke depan,” pungkasnya. (eddysantry)
BONE – Untuk mendukung program luas tambah tanam (LTT), Dinas Pertanian Kabupaten Bone terus melakukan perluasan cetak sawah baru. Salah satunya melalui Danrem 141/Tp Kolonel Inf Suwarno, S.AP yang melakukan penanaman perdana cetak sawah baru Tahun Anggaran (TA) 2019 di Kelurahan Ceppaga, Kecamatan Libureng, Bone, Kamis (26/09).
Kepala Dinas Pertanian, Kabupaten Bone Ir. H Sunardi Nurdin, MSi mengatakan ada beberapa program strategis yang dilakukan untuk peningkatan produksi dan produktivitas padi di Kabupaten Bone.
Di antaranya kegiatan perluasan sawah (cetak sawah) sejak tahun 2014 lalu. Dimana TA 2014 dan TA 2016 telah berhasil mencetak sawah baru seluas 1. 400 HA di 17 Kecamatan dan 86 kelompok tani penerima manfaat. “Selanjutnya TA 2017 kemarin, kita berhasil mencetak sawah baru lagi dengan luas 1.000 HA yang tersebar di 11 Kecamatan, 31 desa dan 52 kelompok tani penerima manfaat,” terangnya.
Sementara tahun 2018 ini, pihaknya kembali berhasil mencetak sawah baru seluas 550 HA, yang tersebar di 6 Kecamatan dan 25 kelompok tani menerima manfaat. “Alhamdulillah, tahun 2019 ini Kabupaten Bone menargetkan kegiatan yang sama dengan volume fisik seluas 700 HA, yang tersebar di 6 Kecamatan dan 29 kelompok tani menerima manfaat,” tuturnya.
Selanjutnya, kata dia, ada cadangan pencetakan sawah baru 2.112 HA yang sudah melaksanakan tahap survei investigasi dan desain (SID) dan menunggu hasil verifikasi kelayakan dari Menteri pertanian.