DPRD Nunukan Setuju RAPBD Perubahan 2022 Ditetapkan Menjadi Perda.

NUNUKAN, – DPRD Kabupaten Nunukan menyetujui Raperda APBD Perubahan 2022 ditetapkan menjadi Peraturan Daerah.

Hal ini sampaikan Anggota DPRD Nunukan saat Ketua DPRD Hj Leppa memimpin jalannya Rapat Paripurna Ke 13 tentang Pengambilan Keputusan DPRD Nunukan terhadap APBD Perubahan 2022.

Sekretaris DPRD Nunukan

Sekretaris DPRD Nunukan, Muhammad Efendi menyampaikan Surat Keputusan DPRD tentang Persetujuan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun 2022.

Persetujuan tersebut juga di tandai dengan pembacaan Surat Keputusan DPRD Nunukan Nomor 7 Tahun 2022 tentang Persetujuan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun 2022 yang disampaikan oleh Sekretaris DPRD Nunukan, Muhammad Efendi.

Usai Pembacaan SK DPRD Nunukan, selanjutnya digelar penandatangan Berita Acara Persetujuan APBD Perubahan 2022 oleh Ketua DPRD Hj Leppa, Wakil Ketua DPRD, Saleh SE dan Burhanuddin, S.HI, MM serta Bupati Kabupaten Nunukan, Hj Asmin Laura Hafid, SE, MM, Ph.D.

Meski APBD Perubahan 2022 tersebut di setujui, sejumlah catatan dari Badan Anggaran DPRD Nunukan perlu menjadi perhatian Pemkab Nunukan.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Nunukan

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Nunukan, Ahmad Triady.

Catatan Banggar DPRD Atas RAPBD Perubahan 2022.

Juru Bicara Badan Anggaran DPRD Nunukan, Ahmad Triady mengatakan, delapan tahapan telah dilalui dalam pembahasan RAPBD Perubahan 2022.

Badan Anggaran memberikan masukan kepada Pemkab Nunukan meliputi :

  1. Sehubungan dengan tahun anggaran berjalan telah memasuki bulan Agustus artinya efektifitas kegiatan tersisa 3 bulan maka diharapkan progres realisasi fisik dan keuangan diselesaikan tepat waktu.
  2. DPRD Nunukan mengharapkan pemerintah daerah menyelesaikan tanggungjawabnya kepada pihak ketiga untuk kegiatan yang telah terealisasi.
  3. Aset Kabupaten Nunukan khususnya aset tetap agar tercatat dalam laporan keuangan lebih realistis dan rasional sesuai nilai ekonomisnya dan diharapkan adanya pemeliharaan serta rehabilitasi.
  4. Dinas Pendapatan Daerah dalam pencapaian target Pemdapatan Asli Daerah lebih intensif melakukan kegiatab penarikan pajak maupun retribusi yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan.
  5. Dalam peningkatan investasi DPRD Nunukan mengharapkan Pemkab Nunukan lebih intensif melaksanakan sosialisasi untuk mempermudah perijinan melalui Aplikasi OSS.

Beberapa saran dan masukan tersebut, Badan Anggaran berharap agar eksekutif melakukan penyesuaian dan perbaikan terhadap Raperda Perubahan APBD 2022.

” Dengan berbagai pertimbangan ditinjau dari aspek yuridis formal disimpulkan bahwa RAPBD Perubahan 2022 ini telah memenuhi amanah Perundang undangan yang berlaku,” kata Ahmad Triady.

Karena itu terhadap tugas Badan Anggaran melalui rapat paripurna tersebut, DPRD Kabupaten Nunukan memuetujui RAPBD Perubahan 2022 dan selanjutnya disampaikan ke Gubernur Kaltara untuk dievaluasi.

(pubdokdprdnnk)

Pandangan Umum Fraksi DPRD Nunukan Terkait Nota Pengantar APBD-P Tahun 2022.

NUNUKAN – Fraksi-fraksi DPRD Nunukan menyampaikan pandangan umum terhadap nota pengantar APBD – Perubahan tahun 2022. Senin (15/8) di ruang rapat paripurna Kantor DPRD Nunukan.

Dalam pemandangan umum tersebut sebanyak lima fraksi DPRD Nunukan meminta kepada pemerintah daerah untuk anggaran perubahan tahun berikutnya, diharapkan lebih focus dan memaksimalkan pemulihan ekonomi pasca pandemik covid 19 dan memperioritaskan pembayaraan Pihak ketiga terhadap proyek yang belum terbayarkan hingga saat ini.

Rapat Paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Nunukan, Hj Leppa didampingi Wakil Ketua DPRD Nunukan, Saleh SE, dan Burhanuddin, S.HI, MM dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Serfianus. S.IP, M.Si serta anggota dewan dan OPD Nunukan.

Juru Bicara Fraksi Partai Hanura, Zainuddin, SE

Mengawali pandangan umum Fraksi, Fraksi Partai Hanura berpendapat bahwa APBD – Perubahan 2022 selain focus menangani pemulihan ekonomi pasca pandemik Covid 19, pemerintah daerah juga perlu memperhatikan tempat pelayanan umum, mengutamakan program prioritas dan perencanaan APBD – P dapat tercapai hingga 100 persen.

“ Dari sisi pendapatan mengalami kenaikan semula diproyeksikan Rp 1.229 Triliyun meningkat menjadi Rp. 1.371 atau 11.57 persen diaharapkan setiap tahunnya meningkat dan tetap mengalami kenaikan pendapatan,” kata Juru Bicara Fraksi Partai Hanura, Zainuddin, SE.

Pandangan Umum Fraksi partai Demokrat, yang di sampaikan Juru Bicara Fraksi, Robinson Totong menjelaskan bahwa dalam APBD – P 2022 diharapkan menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi akibat pandemic covid 19 baik secara makro maupun ondisi fiskal daerah.

“ Kita pahami bersama sekarang ini menjadi sangat penting dalam upaya pemulihan ekonomi, bagaimana pemerintah mengupayakan penguatan UMKM dan usaha lain berbasi pada sector primer dalam menunjang ekonomi kerakyatan,” kata Robinson Totong.

Beragam catatan strategis yang sampaikan Fraksi-fraksi DPRD Nunukan sebagai landasan pembangunan dalam APBD-Perubahan 2022. Hal ini dimaksdkan agar pemerintah daerah dapat lebih maksimal meningkatkan kinerja baik melalui anggaran perubahan maupun anggaran murni pada tahun berikutnya.

Juru Bicara Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Andre Pratama.

Seperti yang disampaikan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, bahwa pemerintah perlu mempersiapkan anggaran seleksi penerimaan PPPK pada OPD BKPSDM Nunukan.

Selain itu pemerintah daerah juga diharapkan memperhatikan OPD teknis seerti Dinas PU, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan agar menyeleksi rekanan konsultan yang mampu memahami perencanaan kegiatan konstruksi.

“ Terkait Potensi SDA Nunukan seperti GAS Bumi perlu adanya kajian awal rencana pembangunan jaringan gas ke setiap rumah tangga, buka peluang investor atau BUMN untuk berinvestasi di Kabupaten Nunukan,” kata Andre Pratama, juru bicara Fraksi PKS.

Dikesempatan yang sama, Fraksi Perjuangan Persatuan Nasional juga menyampaikan pandangan umum bahwa dalam rancangan APBD – Perubahan 2022hnedaknya dilakukan prinsip money follows program dalam perencanaan dan penganggaran.

Menurutnya Fraksi PPN, Program yang dialokasikan adalah program yang bermanfaat artinya dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

“ Begitu juga dengan pembangunan Infrastrukturdi fokuskan pada daerah yang terisolasi yang hingga saat ini kondisi jalan banyak yang rusak bahkan tidak bisa dilalui kendaraan seperti di jalan Butas Bagu menuju desa pagar yang merupakan akses utama masyarakat,” kata Lewi S.sos juru bicara Fraksi Perjuangan Persatuan Nasional.

Disektor Pariwisata diharapkan agar Pemkab Nunukan lebih proaktif dalam program tersebut karna dapat memberikan dampak ekonomi dan peningkatan PAD diantaranya Pengembangan Seni dan Budaya, Tempat wisata dan pemberdayaan budaya lokal.

Penyumbang CSR terbesar diwilayah Kabupaten Nunukan adalah wilayah tiga maka sudah seharusnya anggaran lebih diutamakan untuk program pembangunan.

Terkait perubahan APBD 2022, Fraksi Gerakan karya Pembangunan mendukung pemerintah daerah agar tetap mengedepankan skala prioritas setiap program kerjanya dan tidak melakukan rasionalisasi anggran pada sector krusial.

“ Sektro yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti kesehatan, Pendidikan dan Pelayanan Publik,” kata Welson, Juru Bicara Fraksi GKP.

Disektor perekonomian Fraksi GKP menambahkan, pemerintah daerah mempunyai peran strategis dalam mendorong percepatan dan efektifitas pemulihan ekonomi di daerah, terutama dalam kebijakan APBD dapat disinergiskan bagi pelaku UMKM demi mepercepat pemulihan ekonomi di Kabupaten Nununkan.

(Humas DPRD Kab.Nnk)

Tahun ini, UBT Terima 2.137 Mahasiswa Baru

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs H Zainal Arifin Paliwang SH, M.Hum., yang juga sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Universitas Borneo Tarakan (UBT) menghadiri sekaligus mengikuti prosesi Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Borneo Tarakan Tahun Akademik 2022/2023. Acara berlangsung di Gedung Olah Raga (GOR) Tipe B Kampung 4, Outdoor Sport Centre, Tarakan, Senin (15/8).

Sebanyak 2.137 mahasiswa baru UBT dikukuhkan. Hal itu ditandai dengan penyematan Jas Almamater oleh Gubernur Kaltara, Rektor UBT, Prof. Dr. Adri Patton, M.Si, Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes, dan Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., kepada perwakilan mahasiswa baru.

Gubernur menyampaikan ucapan selamat datang kepada ribuan mahasiswa baru UBT Tarakan. Ia mengatakan bahwa mahasiswa baru UBT ini merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat berkontribusi untuk bangsa, khususnya Provinsi Kaltara.

“Saya ucapkan selamat, belajar dengan sungguh-sungguh selama menempuh pendidikan. Jadilah generasi hebat, yang bisa melanjutkan pembangunan di daerah, khususnya di Provinsi Kaltara,” pesan Zainal A Paliwang.

Sementara Rektor UBT Prof. Dr. Adri Patton mengatakan, kuota Mahasiswa Baru tahun 2022 di UBT khusus S1 dan D3 sebanyak 2230 mahasiswa.

Kuota tersebut di bagi menjadi 3 jalur penerimaan, yakni SNMPTN 30 persen, SBMPTN 40 persen, dan Mandiri 30 persen.

Dimana total peminat untuk jalur Nasional yaitu SNMPTN dan SBMPTN sebanyak 5267 calon mahasiswa, sedangkan yang di terima sebanyak 1.314 Calon Mahasiswa.

Sementara untuk peminat jalur Mandiri sejumlah 3.221 calon mahasiswa, yang diterima sesuai kuota 817 calon mahasiswa. Ditambah dengan 6 orang program ADIK.

“Jika dilihat dari jumlah Mahasiswa Baru atau MABA berdasarkan jenis kelamin, laki-lak sebanyak 732 orang, dan perempuan sebanyak 1.405 orang,” ujarnya. (dkisp)

Danrem 141/Toddopuli Mengecek Secara Langsung Tes Penerimaan Bintara TNI AD Sub Panda Bone.





Watampone -Berandankrinews.com. Tes Kesegaran Jasmani Caba Pk TNI AD Ta. 2022 Sumber Reguler Pria Sub Panda Bone yang diikuti Sebanyak 157 peserta bertempat di Stadion Lapatau Kab.Bone yang dipantau langsung Danrem 141/Toddopuli. Brigjen TNI Djashar Djamil, S.E., M.M. Senin 15/08/2022

Kapenrem 141/Tp. mayor Arm Arfan Towasi, menjelaskan, “Sebelum pelaksanaan Garjas, terlebih dahulu dilaksanakan pengecekan Tensi oleh tim kesehatan Denkesyah 14.04.01 Bone guna menghindari hal yang tidak di inginkan selama melaksanakan Kegiatan.

Adapun Garjas yang dilaksanakan meliputi Tes kesegaran Jasmani A dan B. Untuk Garjas A melaksanakan lari selama 12 menit mengelilingi seputaran Lapangan sepak bola, sedangkan Garjas B meliputi Pull Up, Postur Serta ketangkasan Renang. “Ucap Kapen.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kasi Pers Kasrem 141/Tp Letkol Arh Sabariyandu K. Saragih, Panwas Werving dari Itdam XIV/Hasanuddin Letkol Inf Antero Ruas, S.Sos, Kaajenrem tipe “A” 141/Tp Letkol Caj Hari Sakti Achwan, S.Sos, Dandenkesyah Bone Letkol Ckm H. Syamsuddin, Pasibinpers Korem 141/Tp Mayor Inf Sapto Budi Setianto, S.E, Kajasrem 141/Tp Kapten Inf Eko Sulistiyono.

(Penrem 141/Tp)

Kuliah Tamu FUD Hadirkan Pemateri dari Diktis Kemenag RI





Bone-Berandankrinews.com
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FUD) IAIN Bone menggelar kuliah tamu dengan tema “Penyuluhan Moderasi Beragama di Lingkungan Kampus”, di Aula FUD kampus 2 IAIN Bone, Sabtu (13/8/2022)

Sebagai Narasumber Bapak Dr. H. Abd. Basir Laupe, M.Pd.I kasubdit Pengabdian pada Masyarakat direktorat Pendidikan Islam Kemenag RI.

Dalam materinya Dr. Abd. Basir, M.Pd.I menjelaskan bahwa Moderasi Beragama adalah tanggung jawab kolektif dan negara harus hadir mengawal program ini dengan melibatkan semua unsur, termasuk dosen dan mahasiswa di Perguruan tinggi.

Moderasi beragama adalah tanggungjawab bersama, Negara, Pemerintah, dosen,dan mahasiswa semua harus terlibat, karena mereka diharapkan memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang prinsip dan indikator moderasi beragama lewat berbagai kegiatan penyuluhan di masyarakat, ” Jelasnya.

Lebih lanjut beliau memaparkan bahwa moderasi beragama bukan berarti memperbaharui ajaran agama akan tetapi mungubah cara pandang, penafsiran dan pemahaman kita terhadap ajaran agama agar tidak terjebak dalam extrimisme radikal maupun liberal, melainkan mengkolaborasikan antara teks dan konteks dengan mempertimbangkan historical konteks, asbabun Nuzul ayat, asbab Al wurud hadis, agar ajaran agama dipahami dalam koridor pertengahan, dan tidak ekstrim.

“Moderasi beragama itu menjunjung tinggi perilaku tawassuth (Pertengahan), tawazun (seimbang), ta”addul (adil), dan tasamuh (toleransi). ” tegasnya.

Dekan FUD Dr. Sarifah Suhra, S.Ag, M.Pd.I menyampaikan bahwa penyuluhan moderasi beragama sangat penting digiatkan agar tidak berkembang paham yang menjustifikasi kebenaran hanya milik kelompok tertentu dan menyalahkan paham kelompok lain.

“Diharapkan dengan adanya penyuluhan moderasi beragama pada dosen dan mahasiswa di lingkungan kampus FUD diharapkan paham radikal dan liberal akan terkikis lalu muncul paham moderat yang menghargai perbedaan pendapat dan kedamaian pun dapat disemai bersama, ” Harap wanita kelahiran wajo ini.

Kegiatan ini dihadiri sejumlah pejabat FUD IAIN Bone diantaranya : Dekan FUD, Wadek I, Kasubag, para Kaprodi, para staf fakultas dan prodi, dosen dan juga mahasiswa.