Kaltara Miliki Pemimpin Yang “Luar Biasa”

TANJUNG SELOR – Setelah masa pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid 19) yang melanda Indonesia, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum, telah melakukan banyak hal yang efektif dan luar biasa untuk Kaltara dari semua aspek khususnya untuk masyarakat Kaltara hanya dengan kurun waktu yang baru memasuki masa jabatan 1 setengah tahun.

Terutama inisiasi dan pergerakan yang dilakukan oleh gubernur kaltara dari sisi sosial, beliau banyak sekali membantu masyarakatnya melalui program pemerintah daerah maupun individu.

Selaku orang nomor 1 di Kaltara, Zainal A.Paliwang sangat peka akan kesejahteraan dan kenyamanan masyarakatnya, salah satu yang menyita perhatian yakni pemberian bantuan pembedahan rumah untuk Nenek Zaharah (70) yang tinggal di RT 05 Jalan Trans Kaltim Kecamatan Tanjung Palas Hulu, Kabupaten Bulungan tanggal 8 agustus 2021 silam.

Mendengar dan melihat rumah yang ditempati nenek Zaharah terbuat dari seng bekas sejak belasan tahun silam lalu atap rumahnya pun mulai berlubang dan dinding rumahnya pun sebagian besar hanya tambalan seng bekas dan kain, Gubernur bersama rombongan bergerak untuk membedah gubuk tua menjadi sebuah hunian yang layak tinggal.

Terlihat dari kesederhanaan dan perlakuan gubernur Kaltara terhadap salah satu masyarakatnya menjadi cerminan bahwa Zainal A. Paliwang merupakan sosok pemimpin yang amanah dan bisa dipercaya oleh masyarakat Kalimantan Utara.

(tim liputan berandankri)

Gelar Senam Massal dan Lomba SKJ Pelajar, Kemenpora – Pemkab Nunukan Tuai Pujian

NUNUKAN – Upaya memasyarakatkan kembali Senam Kebugaran Jasmani yang dilakukan oleh Kemenpora RI bersama Pemkab Nunukan dalam wujud Senam Massal dan Lomba SKJ Pelajar 2022 menuai apresiasi dan pujian dari berbagai pihak.

Pernyataan apresiasi itu disampaikan oleh Sekretaris IGORNAS (Ikatan Guru Olahraga Nasional) Provinsi Kalimantan Utara Asmar, M.Pd.

Menurut Asmar, Lomba Senam SKJ Pelajar dan senam bersama yang digagas oleh Kemenpora RI bersama Pemkab Nunukan ini perlu diberikan apresiasi karena bisa melibatkan lebih banyak siswa dan siswi pelajar.

” Senam SKJ ini merupakan program dari Kemenpora yang bertujuan agar siswa dan siswi Indonesia bisa lebih bugar lagi, dan alhamdulillah beberapa bulan yang lalu kita juga telah turut berpartisipasi dalam pecahan rekor MURI Senam SKJ tersebut”, ujar Asmar.

Lebih lanjut Asmar berharap dengan adanya kegiatan ini sekolah sekolah bisa menjadikan senam ini menjadi kebiasaan kembali untuk dilaksanakan di sekolah secara rutin.

” Apalagi senam ini merupakan program dari Kemenpora dimana akan dilombakan sampai ditingkat nasional. Kami berharap kedepannya perwakilan dari kab. Nunukan ada yang tampil di tingkat nasional. Tentu tidak lepas dari kerjasama kita semua agar siswa – siswi kita bisa tampil ditingkat nasional”, tambahnya.

Selain IGORNAS Provinsi Kaltara, apresiasi juga disampaikan oleh Guru Olahraga dari SMAN 1 Nunukan Selatan Latuo. Guru olahraga sekaligus penggiat Senam Kebugaran Jasmani ini merasa bangga bisa mengikut sertakan siswa-siswi dari SMAN 1 Nunukan Selatan dalam kegiatan lomba tersebut.

‘ Harapan saya selanjutnya untuk Disbudporapar dan Dinas Pendidikan Kab. Nunukan agar senam SKJ Pelajar ini dapat disosialisasikan pada guru guru olahraga serta siswa siswi dari SD sampai SMA agar dari senam yang dibuat oleh Kemenpora ini bisa mendapatkan talenta atlet yang diharapkan kedepannya mampu menciptakan prestasi untuk Kab Nunukan tercinta ini”, ujar Latuo.

Lomba SKJ Pelajar yang telah dibuka oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid pada Senin (12/12) kemarin terdiri dari 6 kategori yakni Kategori SD Putri, Kategori SD Putra, Kategori SMP Putri, KKategori SMP Putra, Kategori SMA Putri, dan Kategori SMA Putra dengan memperebutkan total hadiah sebesar 43 Juta rupiah.

Adapun peserta lomba ini berasal dari Pelajar yang ada di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. Menurut informasi dari Panitia Penyelenggara sebanyak 80 tim pelajar dari tingkatan SD, SMP, dan SMA telah mendaftar dan mengikuti lomba.

Pada puncak acara kegiatan ini, masyarakat diundang untuk mengikuti senam Massal yang direncanakan akan diselenggarakan di Alun Alun Nunukan pada Minggu (18/12/2022). Selain SKJ, masyarakat juga akan diajak senam bersama senam kreasi daerah yaitu senam Yameto, senam Lukiwol serta mengikuti pengundian aneka Door Prize.

(PROKOMPIM/Nam)

Upaya Masyarakatkan Kembali Senam Kebugaran Jasmani, Kemenpora – Pemkab Nunukan Akan Gelar Senam Massal dan Lomba SKJ Pelajar 2022

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid secara langsung membuka Kegiatan Lomba SKJ Pelajar 2022 dan Senam Massal dan serangkaian dengan pelepasan Kontingen Porprov ke I Kalimantan Utara di GOR Dwikora Nunukan, Senin (12/12/2022).

Dalam penjelasannya di sela sela kegiatan lomba dan persiapan senam massal tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga dan Pariwisata melalui Kepala Bidang Pemuda Olahraga Romy Rieska Setyadi mengatakan persiapan kegiatan Senam Massal sudah hampir mencapai seratus persen.

Menurut H. Romi, begitu panggilan akrabnya, kegiatan senam massal ini akan digelar di Alun alun Nunukan pada Minggu pagi (18/12/2022), sedangkan untuk lomba SKJ Pelajar sudah berlangsung dan dibuka oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid di GOR Dwikora, Senin (12/12/2022).

Lanjut keterangannya, H. Romi mengatakan kegiatan yang mengambil tema : “Senam Bersama Menuju Indonesia Bugar 2045” adalah upaya bersama dari Kemenpora dan pemkab Nunukan untuk memperkenalkan kembali Senam Kebugaran Jasmani kepada masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Nunukan sebagai daerah perbatasan.

” Target utama kegiatan ini adalah memperkenalkan kembali SKJ kepada masyarakat”, ujar H. Romi.

Selain memperkenalkan SKJ, dikatakan acara yang sedianya akan dihadiri oleh Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Dr. Raden Isnanta, M.Pd tersebut juga akan diisi dengan senam kreasi lokal yakni Senam Yameto dan Senam Lukiwol serta pengundian aneka doorprize bagi masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut.

(PROKOMPIM/Nam)

Wabup H. Hanafiah Hadiri Kick Off Inovasi dan Launching Kamus Bahasa Tidung

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah membuka Pelatihan serta Pendampingan Fasilitator Pemanfaatan Buku, sekaligus meluncurkan penggunaan Kamus Bahasa Tidung di Kabupaten Nunukan. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang VIP Lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Selasa (13/12).

Acara kali ini juga dihadiri Ketua Yayasan Litara Edi Wahyu Sri Mulyono, Perwakilan Tim Inovasi Kaltara Agus Prayitno, Kepala Dinas Pendidikan Kab. Nunukan Ahmad, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Nunukan M. Firnanda, Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalimantan Utara H. Surai, Perwakilan Kepala Sekolah dan Guru di Kab. Nunukan, serta Tokoh Adat Tidung Kab. Nunukan.

Buku adalah jendela dunia, semakin kita banyak membaca maka semakin banyak ilmu dan pengetahuan yang akan kita peroleh. Maka dari itu buku sangat berharga bagi kehidupan, namun kebiasaan membaca saat ini sudah mulai menurun, terutama dikalangan pelajar dan anak-anak. Maka dari itu Pemerintah Daerah Kab. Nunukan melalui Dinas Pendidikan Kab. Nunukan bekerjasama dengan Tim Inovasi Kaltara dan Yayasan Litara melakukan pelatihan dan pendampingan fasilitator pemanfaatan buku, sekaligus meluncurkan Kamus Bahasa Tidung.

Selain itu Tim Inovasi Kaltara juga memberikan bantuan berupa buku bacaan peserta didik kepada Pemerintah Daerah Kab. Nunukan melalui Dinas Pendidikan Kab. Nunukan dan akan didistribusikan kepada 70 Sekolah Dasar (SD) yang ada di Kab. Nunukan berjumlah 105.000 eksemplar.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah mengucapkan terima kasih dan menyambut baik kegiatan pelatihan kali ini.

“Tentu kegiatan ini sangat penting bagi kita di Kabupaten Nunukan, karena SDM di Kabupaten Nunukan masih banyak yang harus dibenahi. Salah satu faktor yang mempengaruhi SDM di Kab. Nunukan ini adalah kendala geografis dan transportasi sehingga ini yang juga menjadi penghambat meningkatkan SDM di Kab. Nunukan. Apalagi infrastuktur di wilayah perbatasan seperti Krayan masih sangat kurang sehingga buku yang datang ke kota nantinya masih perlu perjuangan untuk bisa sampai ke sekolah-sekolah yang ada di sana,” ungkap Hanafiah.

Wabup Hanafiah juga menghimbau kepada para kepala sekolah dan guru, kiranya bisa lebih aktif dan terus memotivasi anak-anak didiknya untuk mau membaca. Sehingga mereka tidak terbelenggu dengan hal-hal yang bersifat formal dengan gerak anak yang selalu dibatasi.

“Ini merupakan tanggungjawab kita bersama, bagaimana menyiapkan generasi muda kita di tahun 2045 Indonesia emas iti tercapai jika kita tidak memulainya. Apalagi saat ini kita menghadapi persoalan stunting, saya minta tolong kepada para guru untuk dapat memberikan edukasi kapada para orang tua agar anak-anak atau balita mereka di berikan perhatian yang serius,” ujarnya.

Hanafiah menyampaikan apabila anak-anak atau balita stunting maka sebagai orang tua kita telah gagal dalam hal mengatasinya dan ini akan menjadi kerugian serta akan menjadi beban orang tua dan kita semua. Jika anaknya memiliki IQ yang kurang bagus, maka nantinya dia tidak akan bisa ikut berkompetisi.

Selain permasalah di atas, Wabup Hanafiah juga sangat mengapresiasi dengan Peluncuran Kamus Bahasa Tidung di Kab. Nunukan. Hanafiah mengatakan bahwa saat ini banyak anak-anak muda yang berasal dari suku Tidung yang tidak bisa berbahasa Tidung sehingga jika hal tersebut diabaikan maka lama kelamaan akan hilang atau punah di kab. Nunukan.

“Dengan adanya Kamus Bahasa Tidung ini saya pikir merupakan budaya dan identitas diri kita. Peluncuran kamus bahasa tidung mungkin masih banyak butuh penyempurnaan dari sisi tulisan dan kosakata dan kata-katanya mungkin masih banyak yang kurang. sehingga masih butuh penyempurnaan lagi sehingga nantinya bisa menjadi khasanah budaya di Kab. Nunukan dan itu bisa masuk di kurikulum pelajaran nantinya.”ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Ahmad, juga menyampaikan bahwa dari Assesment Nasional di Kabupaten Nunukan masih rendah terutama di dalam hal Literasi dan Numerasi. Sehingga menjadi tantangan bagi dunia pendidikan bagaimana cara untuk meningkatkan literasi bagi peserta didik mulai dari tingkatan SD dan SMP.

Untuk meningkatkan ini semua bukan hanya dari Dinas Pendidikan saja melainkan melibatkan banyak pihak, salah satunya dari Tim Inovasi Kaltara, Yayasan Litara, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Nunukan.

“Jadi pada kesempatan kali ini juga kita melaunching Kamus Bahasa Tidung, maksud dan tujuan diterbitkannya atau disusunnya Kamus bmBahasa Tidung ini bahwa kita ketahui dalam kurun waktu 30 tahun terakhir ini, jika kita lihat di media bahwa ada 200 bahasa daerah di dunia yang punah. Sedangkan di Indonesia sendiri terdapat kurang lebih 718 bahasa daerah, namun banyak kondisinya terancam punah. Di kabupaten Nunukan sendiri memiliki berbagai macam suku dan etnis, salah satunya adalah Suku Tidung. Tentunya ini merupakan salah satu modal kita untuk bagaimana budaya ini dapat dilestarikan melalui bahasa yang ada khusunya di Kab. Nunukan,” ujarnya.

Ahmad juga berharap dengan adanya kamus bahas Tdung ini nantinya bisa menjadi salah satu materi dalam muatan lokal di sekolah-sekolah, sehingga sasaran pertama kamus bahasa Tidung ini ditujukan kepada para Kepala Sekolah, Guru Sekolah, serta para pengawas sekolah.

Ahmad juga mengucapkan terima kasih kepada para tin penyusun kamus bahasa Tidung ini, sehingga penyusunan kamus bahasa Tidung ini bisa selesai dengan baik.

(PROKOMPIM/Nam)

Enjoy Tiki Burn Online Pokie reel strike slot uk Totally free From the Aristocrat

Web based casinos are engaged in the new playing organization in the very managed Bien au locations. Our benefits give precisely the greatest on line pokies in australia. Very videos pokies has five reels that have 20 so you can 25 paylines. To possess people meaning a large number of successful combinations you to definitely can cause earnings. Modern application company make sure that even 20 paylines offer countless a means to win as a result of features and you can aspects. Read more