Dukung Kebaya Masuk Warisan Tak Benda UNESCO

TANJUNG SELOR – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kalimantan Utara menginisiasi Parade Perempuan Berkebaya dan Batik Kaltara. Agenda ini dihelat dalam rangka peringatan Hari Ibu yang jatuh tiap tanggal 22 Desember.

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pun diminta untuk memeriahkan agenda ini dengan turut berpartisipasi. Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Setprov Kaltara, Datu Iqro Ramadhan mengungkapkan, parade nantinya menampilkan ciri khas kebaya dan batik Benuanta.

Ini juga sekaligus wujud nyata Pemprov Kaltara dalam mendukung kebaya menjadi warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (Unesco).

“Kita mau menampilkan ciri khas Kaltara. Kebaya juga kita dukung agar masuk ke unesco sebagai warisan dunia sekaligus mempromosikan batik khas Kaltara,” ungkapnya.

Hal ini juga salah satu bentuk edukasi agar masyarakat dapat mencintai batik khas Kaltara. Karena itu, ia meminta seluruh dukungan agar acara ini dapat berjalan sukses.

“Dengan berkembangnya batik Kaltara maka akan mengembangkan UMKM dan pembatik kita. InsyaAllah itu juga akan meningkatkan ekonomi kita di Kaltara,” tambahnya.

(dkisp)

IPLM Kaltara 2026 Ditargetkan Meningkat Capai 22

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) provinsi ini bisa mencapai angka 22 pada 2026 mendatang. Target ini meningkat tinggi dibandingkan dengan IPLM tahun 2021 lalu. Yaitu, 16,71. Dengan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) 56,12 persen. Sementara target TGM tahun 2026 mencapai 62 persen.

Demikian disampaikan Gubernur Kaltara H Zainal Arifin Paliwang dalam sambutannya saat membuka Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan dan Bimtek angka Kredit Jabatan Pustakawan di Tanjung Selor, Selasa (13/12/2022).

Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Gubernur yang dalam kesempatan itu diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara Suriansyah, salah satunya diperlukan pejabat fungsional Pustakawan yang kreatif dan inovatif, serta menjiwai pengembangan Perpustakaan.

Gubernur mengatakan, atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengapresiasi dan menyambut kegiatan ini. Dengan harapan, kegiatan sosialisasi dan bimtek tersebut, dapat meningkatkan pengetahuan, serta melakukan penyebarluasan informasi tentang kebijakan nasional dan kebijakan Pemerintah Daerah terkait dengan pengembangan tenaga Pustakawan, analisis beban kerja Pustakawan dan pengusulan formasi jabatan fungsional Pustakawan. Sehingga semakin meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya pejabat fungsional Pustakawan di Kaltara.

Dikatakan, terdapat beberapa tantangan terkait dengan fungsi Perpustakaan. Meliputi, peningkatan minat baca, peningkatan koleksi perpustakaan, serta peningkatan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Ini merupakan tantangan besar bagi kita. Terutama di saat kita tengah berupaya meningkatkan IPLM,” ujarnya. Untuk diketahui, IPLM tahun 2021 lalu di angka 16,71. Dengan Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) 56,12 persen. Sementara pada 2026, pemerintah daerah menargetkan IPLM 22 dan TGM 62 persen.

“Perpustakaan yang baik adalah Perpustakaan yang dikelola secara baik dan profesional. Di antaranya ditandai dengan jumlah tenaga perpustakaan yang cukup, kredibel dan tersertifikasi,” ungkapnya.

Gubernur mengatakan, penyusunan formasi pustakawan pada instansi pemerintah sangat penting, guna mendukung pelaksanaan peran perpustakaan.

Sebagai provinsi baru, kata Zainal, jumlah formasi Pustakawan masih sangat perlu ditingkatkan. Hal ini dikarenakan belum tersedianya pemetaan pustakawan yang relevan dengan kondisi di lapangan.

Sejauh ini, lanjut dia, jabatan fungsional pustakawan hanya tersedia di lingkup OPD perpustakaan daerah dan belum merata pada perguruan tinggi maupun sekolah.

“Oleh karena itu, saya berharap kita dapat
melakukan penambahan jumlah Pustakawan dengan keahlian dasar kepustakawanan. Sehingga akan meningkatkan mutu pelayanan Perpustakaan. Salah satunya, kegiatan sosialisasi seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Beberapa materi disampaikan daam sosialisasi tersebut. Di antaranya, mengenai kebijakan nasional terkait pengembangan tenaga perpustakaan, kebijakan Pemeri Daerah dalam pengembangan potensi tenaga perpustakaan, reformasi birokrasi, serta formasi jabatan fungsional pustakawan.

(*)

Rp 2,7 Triliun, Ini ringkasan APBD Kaltara 2023

TANJUNG SELOR – Alokasi belanja pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) Tahun 2023, disahkan sebesar Rp 2.997.361.701.915 (2 Triliun 998 Miliar 361 Juta 701 Rupiah).

Dengan komposisi, yakni belanja operasi sebesar Rp 1.825.060.645.021, belanja modal sebesar Rp 702.545.231.110, belanja tidak terduga sebesar Rp 10.000.000.000, dan belanja transfer sebesar Rp 459.755.825.784.

Sementara untuk pendapatan daerah Kaltara pada APBD TA 2023 di target sebesar Rp 2.762.361.701.915 (2 Triliun 762 Miliar 361 Juta 701 Rupiah). Terdiri dari PAD sebesar Rp 791.574.904.915, pendapatan transfer sebesar Rp 1.970.436.797.000, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 350.000.000.

Adapun APBD Kaltara 2023, disahkan melalui Rapat Paripurna DPRD ke-31 Masa Persidangan III, tentang Persetujuan Bersama terhadap Raperda APBD TA 2023, Rabu 30 November 2022 lalu.

“Secara garis besar, jumlah pendapatan daerah Kaltara pada APBD TA 2023 di target sebesar Rp 2,7 Triliun. Sedangkan untuk Anggaran Belanja dalam APBD TA 2023 sebesar RP 2,9 Triliun,” kata Guberur Kaltara, Zainal Paliwang. Angka ini, katanya, mengalami peningkatan dari tahun 2022, yakni sebesar Rp 2,4 Triliun.

Gubernur berharap, penggunaan APBD 2023 nantinya dapat disesuaikan dengan program-program prioritas, program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

(dkisp)

Bersama Dandim 0911 Nunukan, Wabup H. Hanafiah Saksikan Peresmian Bedah Rumah Bantuan KASAD TNI AD

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah hadir bersama Dandim 0911 Nunukan Letkol Inf Albert Frantesca Hutagalungmenyaksikan langsung peresmian dan penyerahan kunci bedah rumah bantuan KASAD (Kepala Staf Angkatan Darat) TNI AD Jenderal TNI Dr. Dudung Abdurachman. Peresmian tersebut digelar di rumah warga RT. 12, Kelurahan Selisun, Selasa (13/12).

Dandim Albert pada saat itu mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan dari Bapak KASAD untuk rakyat yang rumahnya tidak layak huni dengan luas rumah 6 m x10 m. 1 Kodim mendapat 2 unit rumah yang diberikan oleh KASAD, 1 di Nunukan dan 1 di Lumbis.

Selain itu, bantuan tersebut adalah program dari KASAD yaitu “Babinsa Masuk Dapur” dimana mereka mengecek rumah-rumah masyarakat yang tidak layak huni.

“Jadi murni dibantu oleh KASAD untuk rumah-rumah yang masih sangat membutuhkan atau dibawah garis kemiskinan dan program tersebut akan terus berjalan”, ungkap Albert.

Disamping itu, Albert mengatakan bahwa program tersebut juga dapat mengatasi permasalahan stunting.

“Makanya saya mengkolaborasikan program tersebut dengan program stunting yang dapat memberantas kemiskinan juga, kalau anaknya gizi buruk sedangkan mandinya aja susah, air dari sungai, buang air juga disungai begitu juga ketika memasak akan semakin susah. Dengan adanya program seperti ini sangat bagus buat masyarakat”, ujarnya.

Dengan terwujudnya program tersebut, masyarakat dapat terbantu karena TNI hadir ditengah-tengah kesulitan rakyat.

“Memang tidak bisa mengakomodir semua, tetapi sedikit demi sedikit bisa kita bantu masyarakat”, tambahnya.

Selanjutnya penyerahan bantuan sosial dari Bapak KASAD dibagikan ke masyarakat yang kurang mampu berupa sembako sebanyak 25 orang.

(PROKOMPIM/Nam)

Penghargaan IPK 2021, Kaltara Raih Terbaik Pertama Untuk Urusan Pemda Bidang Ketenagakerjaan Kategori Kecil

JAKARTA – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menerima penghargaan peringkat terbaik pertama untuk urusan pemerintah daerah (Pemda) ketenagakerjaan tingkat provinsi kategori kecil dalam agenda Penghargaan Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan 2021 yang digelar Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Selasa (13/12/2022).

 

Terdapat 3 kategori penghargaan yang diberikan untuk urusan pemerintah daerah ketenagakerjaan tingkat provinsi yakni kategori kecil, sedang dan besar.

Selaku Gubernur Kaltara, Drs H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum menerima penghargaan yang diberikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Dr. Dra Hj. Ida Fauziyah, M.Si dalam gelaran penghargaan IPK 2021.

Provinsi Kaltara meraih posisi terbaik pertama dalam urusan ketenagakerjaan kategori kecil, dimana berhasil mengungguli provinsi Bangka Belitung (Babel) di posisi kedua dan provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di posisi ketiga.

Selamat untuk provinsi Kalimantan Utara, dan semoga semakin maju dalam membangun Kalimantan Utara menjadi yang terdepan dan terbaik untuk masyarakat Kaltara dan juga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(tim liputan berandankri)