Lomba Mabbettang, Tradisi Penuh Semangat di Tengah Kemeriahan Paras Fest 2026

IMG-20261015-WA0047

NUNUKAN — Sebagai bagian dari deretan acara memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, Lomba Mabbettang menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian warga selama penyelenggaraan Paras Fest 2026, yang berlangsung dari 2 hingga 17 Oktober.

Dari total 50 tim yang mendaftar, sebanyak 46 tim akhirnya tampil bertanding. Hal yang paling istimewa, justru kelompok perempuan mendominasi ajang ini — tercatat 34 tim perempuan berpartisipasi, sedangkan 12 tim lainnya adalah peserta laki-laki.

Dalam perlombaan ini, setiap tim ditantang untuk menata dan mengikat bibit rumput laut pada tali sepanjang sekitar 16 meter dengan secepat mungkin, namun tetap rapi dan tepat. Penilaian dilakukan berdasarkan kecepatan pengerjaan, kerapian hasil ikatan, serta kekompakan antaranggota tim.

Rizki (25), seorang petani rumput laut asal Lampung yang telah lama menetap di Nunukan, turut berlomba bersama timnya yang beranggotakan Saddang, Cote, dan Iwan. Ia mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan terletak pada kerja sama yang solid.

“Tiga orang bertugas memotong bibit sebanyak mungkin, sementara satu orang memasang dan mengikatnya pada tali cincin,” jelasnya, Kamis (15/10).

Tim Rizki mampu menyelesaikan satu bentangan dalam waktu 5 menit, namun harus puas berada di posisi keempat. Meski begitu, mereka berbangga karena berhasil mempertahankan prestasi sekaligus meraih gelar Juara Favorit beserta hadiah uang pembinaan senilai Rp1 juta.

Sementara itu, rekor waktu tercepat berhasil dicatat oleh Tim Tamalanrea dari kawasan Mamolo, Nunukan Selatan, yang menyelesaikan tantangan tersebut dalam waktu kurang dari 5 menit dan meraih Juara 1 kategori Putra. Adapun Juara 1 kategori Putri diraih oleh tim Burgundy.

Padli/admin