Kemarau Panjang,,,ini Penjelasan BMKG Nunukan

Social share

NUNUKAN – Memasuki dasarian (10 hari) ke 3 di bulan februari  kab.nunukan diperkirakan masih akan mengalami fase kering namun meskipun demikian di akhir bulan februari diperkirakan akan turun hujan namun dengan intensitas yang rendah 10-20 mm atau 20-50 mm per hari.

BMKG sudah memberikan informasi baik berupa peringatan dini dan informasi lainnya terkait kondisi cuaca dan iklim di kab.nunukan melalui berbagai media kepada sektor terkait sejak akhir tahun kemarin 2019 bahwa pada periode (DJF) akhir desember januari dan februari 2020 waspada potensi kekeringan.

Sehingga potensi kekeringan terus terjadi di kab.nunukan. hal ini seharusnya perlu jadi perhatian khusus dimana jika tidak ada antisipasi dan respon sensitif dari semua pihak maka potensi kekeringan bisa menimbulkan dampak yang begitu luas.

Dan hal ini terjadi dan kita alami saat ini selain curah hujan yang minim serta berkurangnya cadangan air untuk kebutuhan masyarakat dalam hal ini krisis air bersih bahkan disaat bulan kering ini juga berpotensi terjadinya karhutla.

Berdasarkan data BMKG selama periode 20 tahun terakhir bahwa bulan kering di kabupaten nunukan itu sudah bisa dibedakan dengan bulan basah nya. jadi perlu diketahui bahwa kab.nunukan merupakan daerah non zom ( bukan zona musim) namun bisa dibedakan antara bulan basah dan bulan kering dan tipe hujan di nunukan adalah ekuatorial dimana sepanjang tahun itu terjadi hujan dan  ada 2 puncak hujan dan ada bulan kering di periode januari hingga awal maret.

Terkait  kekeringan yang terjadi saat ini selain dipengaruhi kondisi cuaca yang memasuki fase kering juga ada beberapa faktor dimana sudah berkurang sumber-sumber resapan air, pendangkalan daerah aliran sungai akibat kepadatan penduduk serta alih fungsi lahan serta pembukaan lahan yang tidak terkontrol sehingga hutan hutan yang ada sebagai sumber resapan air berkurang.

Fase bulan kering ini diperkirakan akan berlansung hingga awal dasarian 1 periode maret 2020 sehingga kami himbau kepada masyarakat untuk menghemat air mengingat cadangan air kabupaten nunukan saat ini cukup memprihatinkan dimana hampir sebagian besar embung embung yang dikelola PDAM sudah mulai mengering sehingga ketersediaan air baku dan air bersih  jadi terbatas.

Sumber : BMKG Nunukan