Indonesia tetap Fokus lawan Covid-19 , don’t be confused

Social share

Oleh
Ahmad Razak
Dosen Psikologi UNM
(Dai IMMIM-Ketua Asosiasi Psikologi Islam Sulsel)

Makassar-Sulsel-berandankrinews.com
Begitu banyak spekulasi bermunculan disaat kondisi kritis berjuang melawan covid-19. Oleh banyak media memberitakan diantaranya disebutkan bahwa covid-19 adalah produksi laboratorium rekayasa Amerika-Israel.Ada pula yang menyebutkan bahwa covid-19 adalah kecelakaan tak disengaja dalam suatu riset penelitian senjata biologi china

Bahkan covid-19 diberitakan sebagai suatu rencana komersial vaksin yang sengaja dibuat oleh Amerika dan Inggris. Sekalipun pada kenyataannya covid-19 telah menjadi epidemi global yang sudah menyerang banyak negara di berbagai belahan dunia (dikonfirmasi kini sudah 198 negara terserang covid-19) tak terkecuali Cina, Amerika, dan Inggris sendiri.

Terlepas dari polemic covid-19 sebagai sebuah konspirasi, Indonesia harus tetap fokus melawan virus ini dengan segala upaya. Data terupdate menunjukkan bahwa covid-19 telah mencapai angka 1.046 kasus positif yang tersebar pada 28 provinsi dengan perincian terdapat 87 kasus meninggal, 46 berhasil disembuhkan sementara dalam perawatan berjumlah 913. Data ini pasti akan terus meningkat dan semakin bertambah jumlahnya.

Bangsa Indonesia tidak boleh lengah, seluruh komponen bangsa harus membangun tekad secara bersama-sama dalam melawan covid-19. Berbagai spekulasi, konspirasi, hoax atau apapun namanya seyogyanya dikesampingkan, biarlah sejarah yang akan berbicara untuk mengungkapkan fakta dan peristiwa itu sendiri.

Sejauh ini oleh banyak unsur seperti pemerintah, Kepolisian, MUI, para muballigh, dokter/tim medis dan psikolog serta organisasi social lainnya telah menunjukkan kebersamaan yang cukup baik untuk bersama-sama dalam melawan covid-19.Pemerintah misalnya, telah berusaha seoptimal mungkin mencari langkah-langkah startegis penanganan covid-19 sekaligus menjaga stabilitas ekonomi bangsa.

Sementara Para dokter tenaga medis dan relawan kesehatan dengan gigih berjuang dan tanpa kenal lelah dalam membantu korban corona untuk meminimalisasi korban lebih banyak lagi. Sementara itu pula personil kepolisian terus melakukan operasi/patroli memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk tetap melakukan lock down sampai batas waktu yang ditentukan. Bahkan sejauh ini polisi juga telah mengamankan berita hoax sebanyak 51 kasus.

Kapolda Sulawesi-selatan Bapak Irjen Pol. Mas Guntur Laupe sendiri menuturkan bahwa ia akan terus menelusuri penyebar hoax dan bertekad menindak tegas pelakunya. Sementara Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dengan kondisi ini.

Tidak ketinggalan pula para psikolog dan konselor yang bergabung pada organisasi HIMPSI dan Asosiasi Psikologi Islam (API) ikut berpartisipasi dengan membentuk tim relawan corona untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya psikologis dalam pencegahan corona,memberikan layanan psikologi konseling kepada masyarakat yang mengalami stress dan depresi karena situasi corona.

Seluruh lembaga pendidikan hingga ke Perguruan Tinggi, lembaga dakwah seperti IMMIM, para dai, dan muballigh bekerja sama dengan pengurus masjid ikut pula membantu mensosialisasikan seruan pemerintah dan MUI untuk penutupan sementara sekolah/campus dan tempat ibadah demi menghentikan penyebaran virus yang mematikan ini.
Beberapa waktu lalu tuulisan Prof. Dr. Hamdan Juhannis (rektor UIN Alauddin Makassar) secara optimis memberikan harapan yang baik bahwa “Kita akan menang” dalam melawan covid-19. Tentu saja harapan ini adalah sesuatu yang sangat beralasan.

Beliau mengutip pendapat Michael Levitt seorang ahli Biofisika ahli biofisika dan profesor di Stanford University bahwa kekompakan dan keteraturan seluruh lapisan masyarakat dalam menekan pergerakan penyebaran virus menjadi kunci utama dari keberhasilan itu.
Sekarang ini hal yang sangat diharapkan adalah kesadaran dan partisipasi seluruh masyarakat agar tetap lockdown, social/fisical distancing,tidak melakukan keramaian ataupun berkumpul hanya sekedar ngopi dan bersenang-senang semata.

Patut direnungkan satu nasihat nabi bahwa “menyelamatkan satu nyawa sama dengan menyelamatkan seluruh ummat manusia”.Ini berarti bahwa jika sekiranya menahan diri dari membuat keramaian dan tetap lock down sampai batas waktu yang ditentukan maka kita telah berkontribusi dalam menyelamatkan nyawa ummat manusia karena telah ikut memutuskan mata rantai penyebaran covid-19.

Humas Polda Sulsel