Dua Masalah Warga Nunukan: Aliran Air Terhenti & Kebutuhan BBM yang Belum Penuh Terpenuhi
NUNUKAN – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, S.H., menyoroti dua persoalan utama yang saat ini dikeluhkan masyarakat, yakni terganggunya pasokan air bersih dan belum tercukupinya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM).
Terkait keluhan air bersih yang tidak mengalir ke rumah warga, Andi Fajrul menjelaskan bahwa penyebabnya adalah adanya kebocoran pada pipa distribusi milik PDAM.
Berdasarkan konfirmasi yang telah dilakukan, pihak PDAM Kabupaten Nunukan saat ini tengah berupaya keras melakukan penelusuran untuk mencari titik lokasi kebocoran tersebut.
“PDAM sudah kita konfirmasi, mereka sedang mencari titik kebocorannya, namun sampai sekarang belum ditemukan. Semoga dalam waktu dekat bisa segera ditemukan dan diperbaiki, sehingga air bisa kembali mengalir normal ke rumah-rumah warga,” ujar Andi Fajrul, Senin (19/10/2026).
Persoalan kedua adalah terkait ketersediaan BBM yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan riil masyarakat.
Menurut Andi Fajrul, kebutuhan BBM di Nunukan sangat tinggi mengingat daerah ini merupakan salah satu pusat perikanan dan penghasil rumput laut terbesar ketiga di Indonesia. Aktivitas melaut, budidaya, dan penangkapan ikan sangat bergantung pada pasokan bahan bakar yang stabil.
Untuk itu, Komisi II DPRD Nunukan telah menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada BPH Migas Pusat di Jakarta agar kuota BBM untuk Nunukan dapat ditingkatkan.
Saat ini, memang telah beroperasi satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di kawasan Pancang, Kelurahan Tanjung Harapan, yang khusus melayani nelayan. Namun, kuota yang ada masih dirasa belum mencukupi.
“Pemerintah daerah saat ini sedang mendorong penerbitan rekomendasi bagi masyarakat. Rekomendasi ini menjadi dasar penting bagi Pertamina dan BPH Migas untuk menambah alokasi kuota BBM ke Kabupaten Nunukan,” pungkasnya.
Padli/admin
