Dorong UKM PKL Naik Kelas: Komitmen APKLI Merah Putih di Era Digital

IMG_20261016_071445

JAKARTA – Asosiasi Usaha Kecil, Mikro, dan Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Merah Putih menegaskan komitmennya untuk mendorong pelaku UKM dan pedagang kaki lima (PKL) naik kelas melalui transformasi digital.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum DPP APKLI Merah Putih, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed., saat menjadi narasumber dalam program Podcast Indonesia Produktif yang digelar Direktorat Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI di Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).

Podcast yang dipandu secara interaktif oleh Rivai dari Kemnaker RI itu mengangkat tema tantangan dan peluang sektor informal di era digital, mulai dari hulu seperti petani, nelayan, home industry hingga pedagang kecil.

Turut hadir mendampingi di studio, Ketua Bidang Media Sosial dan Konten Digital DPP APKLI Merah Putih, Aan Dwi Puantoro, bersama Yanti dari Departemen Media Sosial.

Dalam dialog tersebut, dr. Ali Mahsun menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi UKM PKL untuk bertahan, meningkatkan efisiensi, dan memperluas pasar.

Menurutnya, APKLI Merah Putih fokus dan yakin mampu mendampingi UKM PKL agar tidak tertinggal arus modernisasi, sehingga mampu maju, berkembang, unggul, dan naik kelas.

“Digitalisasi adalah kunci pembuka pintu kesejahteraan yang lebih luas bagi UKM PKL di tanah air. Kita ingin memastikan ekonomi rakyat kecil tidak hanya mampu bertahan, tetapi memiliki daya saing tinggi di pasar digital,” ungkap Ali Mahsun.

Dokter ahli kekebalan tubuh yang telah 15 tahun sejak 2011 konsisten memperjuangkan ekonomi rakyat kecil ini menilai, penguatan UKM PKL menjadi determinan penting bagi Indonesia dalam menjemput puncak bonus demografi 2030 dan mewujudkan Indonesia Maju 2045.

Ali Mahsun menambahkan, kehadiran tim media sosial APKLI Merah Putih dalam podcast tersebut menjadi bukti keseriusan organisasi dalam membangun ekosistem konten digital yang konkret dan adaptif bagi pelaku usaha kecil.

Kolaborasi antara APKLI Merah Putih dan Kemnaker RI melalui ruang dialog ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru bagi pelaku usaha kecil sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup pekerja sektor informal.

Sebagaimana diketahui, sektor UMKM di Indonesia telah menciptakan 97 persen lapangan kerja atau sekitar 117 juta lapangan kerja di Tanah Air.

“Transformasi ini bukan sekedar tentang mengadopsi teknologi, melainkan meleverage pencitraan martabat dan mewakili asa ekonomi rakyat agar terus bertumbuh, berdaya, dan berdaulat di tanah airnya sendiri,” pungkas Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998 dan Sekretaris Lembaga Sosial Mabarot PBNU 2000-2005 itu.
(*)