Satgas TMMD Ke 111: Bukan Sekedar Hafal,Generasi Muda Perbatasan Wajib Amalkan Nilai Pancasila

Nunukan – Sasaran fisik berjalan, sasaran non fisik mengikuti adalah kalimat yang pas untuk menggambarkan suasana di lokasi TMMD ke 111 wilayah perbatasan Kodim 0911/Nunukan. Perwira Seksi Teritorial Lettu Inf Muhajir mengatakan, dalam sasaran non fisik memang sudah direncanakan kegiatan penyuluhan wawasan kebangsaan dan sosialisasi diberbagai bidang yang berkaitan dengan kebutuhan dasar para warga Desa Binusan Dalam.

Akan tetapi menurutnya, apabila dilakukan dalam waktu TMMD ini secara berkelanjutan setiap harinya maka akan lebih optimal dalam penyampaian dan bukan hanya sekedar lewat ditelinga.

Kali ini para anak-anak Desa atau generasi penerus Bangsa yang menjadi sasaran non fisik Satgas TMMD Ke 111.

Wilayah perbatasan merupakan wilayah yang amat strategis dan memiliki pengaruh paling besar terhadap kedaulatan NKRI. Sama halnya dengan ungkapan makna tapal batas dan beranda terdepan NKRI yang selalu digadang-gadang menjadi pagar terdepan dalam menghadapi segala ancaman.

Atas hal tersebut Satgas TMMD ingin anak-anak Desa Binusan Dalam ini mengetahui betul apa makna dalam Pancasila beserta nilai-nilainya.

Bukan sekedar dihafal melainkan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jiwa nasionalisme harus tumbuh kuat sebagai modal generasi muda dalam menggapai tujuannya kelak.

“Setiap disela istirahat dalam mengerjakan sasaran, Personel Satgas meluangkan waktu untuk belajar bersama anak-anak Desa Binusan Dalam”, Peltu Chandra.

Besar harapan Satgas TMMD pada kesempatan kali ini, bukan hanya sekedar membangun sarana infrastruktur Desa saja. Melainkan adanya peningkatan kualitas SDM juga sangat penting guna mencapai kesejahteraan disetiap keluarga dan perorangannya.

(Pendim 0911/Nunukan)

Puluhan Tahun Tak Tersentuh TMMD 111 Hadir Sulap Desa Selama 30 Hari

Nunukan – Desa Binusan Dalam merupakan salah satu Desa persiapan di Kabupaten Nunukan yang kini tengah menjadi sasaran kegiatan program TMMD ke 111 di wilayah perbatasan, provinsi Kalimantan Utara.

Selama puluhan tahun, Warga Desa Binusan Dalam harus bisa menerima kenyataan secara lapang dada menelan pil pahit terkait kondisi tempat tinggalnya dengan segala macam kekurangan di RT 11.

Kondisi warganya saat ini masih banyak mengeluh dan kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Mengandalkan sumur gali bukan jaminan itupun kadang kering karena musim kemarau.

“Air rawa kita coba pompa, mau tidak mau kita pakai mandi air yang warnanya kemerahan itu,” ungkapnya.

Segala keluhan masyarakat kini mulai terjawab dengan adanya kegiatan TMMD yang masuk ke Desanya, khususnya RT 11.

TMMD berjalan selama 30 hari dengan sasaran pembukaan badan jalan, pembuatan plat duiker, rehab rumah tidak layak huni sebanyak 5 unit, pembuatan MCK dan pembuatan tempat penampungan air bersih.

Sebelumnya Satgas TMMD Kodim 0911/Nunukan telah melakukan kegiatan Pra TMMD sejak tanggal 1 Juni 2021 lalu. Dengan harapan bisa meminimalisir kendala-kendala yang tidak terduga seperti faktor cuaca.

“Sasaran tahun ini di Desa Binusan Dalam Kecamatan Nunukan, memang jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Nunukan namun perlu kita ketahui bersama bahwa di Desa Binusan dalam khususnya di RT 11 ini masih terisolir. Jadi belum ada akses jalan, yang dapat digunakan oleh sebanyak 55 KK.”

(Pendim 0911/Nunukan)

Terapkan Pola Hidup Sehat Warga Desa Binusan Dalam Dibuatkan MCK Dan Penampungan Air Bersih

NUNUKAN – Sasaran utama pembangunan TMMD ke 111 yang terdiri dari Pembukaan badan jalan yaitu sepanjang 1.850 Meter dengan lebar 6 Meter dan pembuatan 4 unit Plat Duicker serta adanya sasaran tambahan seperti MCK, Penampungan Air Bersih dan rehab rumah tidak layak huni.

Pembukaan badan jalan bagi warga Desa Binusan Dalam sangatlah penting untuk saat ini melihat kondisi RT 11 sebelumnya hanya memiliki akses jalan setapak dengan medan yang cukup menantang.

Selain akses jalan ada satu hal yang tidak kalah pentig, yakni masalah kesehatan warga Desa. Sebelumnya seperti kebutuhan kebersihan diri, mandi, hamper seluruh warga menggunakan air hasil tadah hujan bahkan yang paling parah ada yang menggunakan air rawa.

Dengan warga air yang keruh agak kemerahan itu mau tidak mau harus digunakan warga lantaran tidak memiliki air bersih.

“Bisa dikatakan hampir 90 persen warga disini masih mandi menggunakan air yang tidak bersih sepeeti air rawa dan tadah hujan bisanya untuk kebutuhan dapur”, ungkap Pak RT 11 Sappe.

Masuknya TMMD ke 111 Kodim 0911/Nunukan perlahan mengubah perilaku warga Desa, mulai dengan rencana dibangunnya MCK dan sarana penampungan air bersih diharapkan warga bisa mengubah pola hidup yang jauh lebih bersih dan sehat.

(Pendim 0911/Nunukan)

TMMD RESMI DIBUKA, KODIM 0911/NUNUKAN SIAP BUKA AKSES JALAN DAN BANGUN SARANA DESA

NUNUKAN – Resmi dibuka oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, TMMD wilayah Perbatasan ke 111 Tahun 2021 siap membangun Desa Binusan Dalam, tepatnya di RT 11.

TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) merupakan program terpadu lintas sektoral untuk meningkatkan akselerasi pembangunan khususnya di pedesaan yang tertinggal dan terisolir.

Dalam kegiatan TMMD, Kodim 0911/Nunukan telah merencanakan pembangunan yang terbagi menjadi dua sasaran yakni sasaran fisik dan sasaran non fisik. Untuk sasaran fisik yaitu, Pembukaan Badan Jalan 1.000 Meter x 6 Meter, Pembangunan 4 Buah Plat Duicker dengan ukuran 1,5 Meter x 6 Meter serta sasaran tambahan seperti pembuatan MCK 1 unit dan rehab RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sebanyak 5 unit.

Untuk sasaran non fisik meliputi Penyuluhan Wawasan Nusantara, Penyuluhan Bela Negara, Pelayanan Kesehatan (Bahaya Narkoba & HIV /Aids), Penyuluhan Hukum dan Kamtibmas, Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Peternakan, Sosialisasi Covid 19, Penyuluhan perekrutan menjadi anggota TNI, Sosialisasi Stunting, Kegiatan Posyandu dan Posbindu PTM.

Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Czi Eko Pur Indriyanto, selaku Dansatgas TMMD ke 111 menyampaikan kondisi Desa tersebut masih harus banyak mendapatkan perhatian.

“Seperti kita ketahui bersama, di Desa Binusan Dalam masih banyak yang harus dibangun. Seperti akses jalan yang sangat penting bagi warga Desa tersebut. Didalam juga warganya bermata pencaharian sebagai petani dan pekebun. Untuk membawa hasil panen, tentu menjadi hambatan yang berarti untuk warga tersebut”.

“Bahkan, saat meninjau lokasi kemarin banyak warga yang membeberkan keluhan dan keresahan masyarakat. Tidak hanya soal listrik, tapi juga soal kebutuhan sembako karena sulitnya transportasi dari kota Nunukan ke desanya itu.”

(Pendim 0911/Nunukan)

Polres Nunukan Gelar Pelatihan Publik Speaking Menuju Transformasi Polri Yang Presisi

NUNUKAN – Bertempat di Ruang Aula Sebatik Polres Nunukan,pada hari kamis pukul 08.30 wita telah dilaksanakan Pembukaan Pelatihan Publik Speaking (10/6/2021)

Kegiatan pelatihan Publik Speaking yang di buka oleh Kapolres Nunukan AKBP.Syaiful Anwar,S,ik di tandai dengan penyematan tanda peserta latihan yang di sematkan oleh Kapolres Nunukan.

Acara pembukaan di ikuti oleh Kapolres Nunukan ,Para Kabag, Kasat dan Perwira serta Personil Jajaran Polres Nunukan sebanyak 27 ( Dua puluh tujuh) personil.

Adapun Rincian personil yang mengikuti kegiatan berjumlah 12 (Dua Belas) personil dan perwakilan dari masing- masing satuan serta perwakilan masing- masing Polsek di jajaran Polres Nunukan.

Pelatihan Publik Speaking di laksanakan selama 2 (Dua) hari yang dimulai dari tanggal 10 Juni – 11 Juni 2021.

Adapun narasumber dalam pelatihan Publik Speaking ini berasal dari Dinas Kominfo dan Statistik ,Humas dan Protokol Pemkab Nunukan serta lembaga penyiaran RRI Nunukan.

Adapun susunan acara pembukaan Pelatihan Publik Speaking,pembukaan oleh MC yang di bacakan oleh Brigadir Fitri di lanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang di pimpin Briptu Citra Situmorang

Di lanjutkan laporan oleh perwira yang ditunjuk IPDA.Didik Triastoro,kemudian laporan ketua panitia pelatihan yang di bacakan oleh AKP.M.Karyadi,SH, selanjutnya laporan perwakilan peserta dan penyematan tanda peserta latihan Publik Speaking

Dalam Sambutannya Kapolres Nunukan AKBP.Syaiful Anwar,S,ik mengatakan,”bahwa Polres Nunukan dalam membangun zona integritas menuju WBK (Wilayah Bebas Korupsi) maka kemampuan SDM dibidang Publik Speaking sangat mendukung dalam pelaksanaan tugas dilapangkan khususnya dalam memberikan pelayanan masyarakat perlu sosok personil yang cakap berkomunikasi dengan baik

Lanjut kata Kapolres “Pelayanan SIM, pelayanan SKCK dan pelayanan pengaduan dan Lainnya ,ini harus disampeikan dengan humanis ,ramah dan simpatik,” tutur Kapolres.

Humas Res Nnk