Dandim Berikan Motivasi Tim Hidayatul Insan FC Yang Bertanding di Tingkat Pusat Pada Liga Santri Piala Kasad

JABAR – Komandan Kodim 1016 Palangka Raya Kolonel Inf Frans Kishin Panjaitan, S.A.P., M.P.M., M.Han melaksanakan kunjungan dan memberi dukungan kepada Tim Sepak Bola Ponpes Hidayatul Insan FC yang merupakan perwakilan Kalteng di Piala KASAD Tahun 2022 di lapangan Djarot Soeparno, Pusdik Armed, Kabupaten Cimahi, Jawa Barat. Dandim 1016/Plk Kolonel Inf Frans Kishin Panjaitan, S.A.P., M.P.M., M.Han mengatakan, “Kedatangan kami di Pusdik Armed ini, tidak lain dan tidak bukan untuk memberikan spirit serta motivasi kepada anak-anak Santri kebanggaan Kalteng untuk melakukan yang terbaik.

Diketahui terdapat 40 Tim dari seluruh Indonesia siap bersaing untuk merebut Piala KASAD tahun 2022. Turnamen tersebut Tim Santri dari Kalteng diposisi grup 2 yang bersamaan dengan Santri dari Jateng, Sumut, Maluku, dan Sulteng.

“Salah satu tujuan digelarnya Liga Santri Piala KASAD adalah mencari bibit pemain muda berbakat yang bisa menjadi salah satu punggawa Timnas Indonesia nantinya”, tutur Dandim, Kamis 13 Oktober 2022.

“Semangat dan kehormatan bagi kita semua dalam sebuah event kompetisi yang insya Allah akan memberikan kebanggaan tidak hanya Pesantren Hidayatul Insan Kota Palangka Raya dan pada akhirnya akan memberikan kebanggaan bagi kita semua yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah khususnya Kodim 1016 Palangka Raya,” sambungnya.

Dirinya berharap, Tim Hidayatul Insan Football Club yang merupakan perwakilan dari Kodim 1016 Palangka Raya tersebut dapat meraih hasil yang maksimal dan bisa membawa nama baik Kodim 1016 Palangka Raya dan Pondok Pesantren Hidayatul Insan Kota Palangka Raya.

“Tentunya kita berharap yang terbaik, namun apapun hasilnya itu lah kerja keras mereka yang patut diapresiasi, yang jelas kita berharap yang terbaik,” tutupnya.

(***ren)

BEM PN Nunukan Urungkan Aksi Unjuk Rasa Dan Berencana Ajukan Hearing Ke DPRD

Nunukan – Setelah menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Polres Nunukan, Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Nunukan (BEM PNN) terkait tuntutan perbaikan manajemen Kampus sepakat tidak akan melakukan unjuk rasa lagi.

Namun, mereka akan menempuh musyawarah untuk mencapai mufakat dengan mengajukan Rapat Dengar Pendapat dengan DPRD Kabupaten Nunukan.

“Setelah melalui berbagai pertimbangan dan atas masukan dari beberapa pihak termasuk setelah berdiskusi dengan Polres Nunukan, kami sepakat tidak akan melakukan aksi unjuk rasa lagi tapi akan menempuh lewat jalan musyawarah melalui RDP di DPRD,” jelas Ketua BEM Poltek Andi Basso , Rabu (12 /10/2022)

Sebagaimana diketahui, Puluhan Mahasiswa di bawah komando Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dibawah koordinator Andi Basso menggelar aksi di Kampus Politeknik Negeri Nunukan (PNN) untuk menyampaikan aspirasi berkaitan dengan Kebijakan-kebijakan Birokrasi Kampus yang diambil tidak sejalan dengan harapan mahasiswa.

Aksi yang digelar pada Senin (3/10) tersebut merupakan tindak lanjut dari tidak diindahkanya Surat Permohonan Hearing yang diajukan oleh BEM pada Jumad, 30 September 2022 kepada Direktur kampus PNN untuk mengadakan Dialog Langsung bersama mahasiswa yang diagendakan pada Senin (3/10Ketua BEM Poltek,

Kala itu, Andi Baso mengungkapkan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk tindak lanjut dari pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) kepada BEM untuk mendesak agar segera diadakan Hearing bersama direktur PNN guna berdialog langsung dengan mahasiswa sehingga keresahan yang mahasiswa rasakan dari setiap kebijakan dapat diperbaharui.

Bahkan Mahasiswa Politeknik Negeri Nunukan (PNN) melakukan aksi Boikot Kampus pada Rabu 5 Oktober 2022.
Hal tersebut lantaran mereka kecewa dengan jawaban Direktur PNN saat hearing yang digelar pada Selasa 4 Oktober 2022  dianggap tidak memuaskan Mahasiswa.

Beberapa Tuntutan Mahasiswa terkait layanan proses pembelajaran. Beberapa Dosen mengajar mereka anggap tidak sesuai dengan Kompetensinya,

Selain itu Mahasiswa mengeluhkan layanan Akademik Kemahasiswaan proyektivitas 60%, praktek dan 40%, teori. Fasilitas Kampus yang tidak memadai, serta transparansi alokasi anggaran dan kebijakan birokrasi juga dianggap merugikan Mahasiswa

Pewarta : Edy Santry

 

Polres Nunukan Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Kepolisian Resor (Polres) Nunukan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444H/2022M di Aula Sebatik Polres Nunukan, Senin (10/10/2022).

Kegiatan kali ini mengusung tema “Dengan Aktualisasi Keteladanan Akhlak Kepemiminan Nabi Besar Muhammad SAW kita wujudkan Polri yang Presisi”.

Hadir dalam acara itu Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto, S.H., S.I.K., M.H, para Pejabat Utama (PJU), jajaran Polsek Nunukan, Kompi III Batalyon A Kasat Brimob, Perwira, Bintara, dan ASN Polres Nunukan, serta sebagai penceramah Ustadz Ridwan.

Selaku Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto, S.H., S.I.K., M.H menyampaikan “Dengan tema yang kita angkat kita menerapkan dalam pelaksaan tugas atau meneladani dari Nabi Muhammad SAW, tidak hanya sesuai ketentuan, diluar dari pada itu etika – etikanya juga kita menyesuaikan dengan baginda Rasulullah” ungkapnya.

“Kegiatan keagamaan seperti ini rutin kita kerjakan di hari kamis selain perayaan hari besar, untuk pola pembinaan mental personil dalam pelaksanaan tugas agar tetap menyesuaikan apa yang menjadi aturan aturan secara Undang – Undang dan secara keagamaan, disitu juga mental terbentuk dalam menghadapi permasalahan yang ditemui dalam pelaksanaan tugas” sambungnya.

Dalam ceramahnya, Ustadz Ridwan menyampaikan sejarah kelahiran dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, kemuliaan baginda Rasulullah SAW, dan juga akhlakul karimah beliau yang patut diteladani.

Pewarta : Indah

Editor : Indah

Tim Medis Satgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung Ikut Berpartisipasi Dalam Kegiatan Khitanan Massal

NUNUKAN – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Nunukan melalui Program Nunukan Peduli melaksanakan kegiatan Khitanan massal 2022 di Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimenggaris, bekerja sama dengan Tim Medis dari Satgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung dan Lanal Nunukan, Minggu (09/10/2022).

Dalam kegiatan ini Baznas Kabupaten Nunukan melaksanakan Khitanan Massal 2022 yang dilaksanakan di Balai Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimenggaris, selanjutnya anak-anak yang sudah di Khitan juga mendapat Paket Khitanan Massal berupa Sarung, Kopiah dan uang Tunai Rp.50.000,-.

Adapun Peserta Khitanan Massal 2022 di Desan Sekaduyan Taka ini berjumlah 33 Orang, Ketua Panitia H. M. Sulaiman dalam sambutannya mengatakan sangat berterimakasih kepada seluruh tim Medis yang bekerjasama dengan Baznas dalam kegiatan khitanan massal ini, serta seluruh masyarakat yang mempercayakan Zakat nya disalurkan melalui Baznas Kabupaten Nunukan, karena dengan itu juga kita dapat melaksanakan kegiatan sosial seperti ini.

Sambutan sekaligus membuka kegiatan Khitanan Massal dalam hal ini Kepala Desa Sekaduyan Taka yang diwakilkan oleh Pak H. Pattaruddin dalam sambutannya pada prinsipnya sangat menyambut baik kegiatan kegiatan di masyarakat seperti ini, kita tahu persis Baznas Kabupaten Nunukan sudah banyak melaksanakan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat seperti yang kita ketahui Baznas Nunukan telah membentuk dua UPZ yaitu UPZ Sei Kapal dan UPZ Sekaduyan dengan ini kita lebih mudah untuk menunaikan kewajiban Zakat, mewakili Masyarakat desa Sekaduyan Taka kami mengucapkan Terimakasih kepada Baznas Kabupaten Nunukan, Tim Medis Satgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung dari dan Lanal Nunukan beserta seluruh pihak yang membantu menyukseskan kegiatan ini.

Ketua Baznas Ust. Zahri Fadli, M.Pd.I dalam sambutannya mengatakan Kegiatan Khitanan Massal ini sebagai wujud pengabdian Baznas kepada Masyarakat, tentu dengan adanya kegiatan Khitanan Massal ini dapat membantu Masyarakat. Tidak lupa pula kami Baznas Nunukan mengucapkan Terimakasih kepada para sponsor dari BPD, BPD Syariah, & Bank Syari’ah Indonesia (BSI) yang turut membantu menyukseskan kegiatan ini.

Dokter Satgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung dr. I Komang Gede Triana Adiputra mengatakan dengan adanya kegiatan khitanan massal ini, kami berharap Satgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung dapat memberikan kontribusi dan sumbangsih bagi masyarakat perbatasan utamanya dalam bidang kesehatan.

(Penyon621/Mtg/Nam)

Masyarakat Perbatasan Dengan Sukarela Serahkan Senjata Kepada Satgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung

NUNUKAN – Bertempat Di Pos Kanduangan Desa Sekaduyan Taka, Kecamatan Seimanggaris, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, masyarakat Perbatasan Dengan Sukarela Menyerahkan Senjata Jenis Penabur Kepada Danpos Kanduangan Satgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, Minggu (09/10/2022)

Dansatgas Pamtas Darat RI-MLY Yonif 621/MTG, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M.Han, mengatakan semua berawal dari kedekatan personel Satagas dengan warga stemapat sebagai warga binaan dari pos satgas pamtas yonif 621/Mtg, dan dengan pembinaan serta pemberian pemahaman tentang wawasan kebangsaan juga ketertiban dan keamanan kepada masyarakat di perbatasan dan juga pemahaman mengenai bahayanya kepemilikan senjata api jenis penabur oleh Danpos Kanduangan Letda Inf Dedik Iswahyudi.

Dengan keberadaan Satgas pamtas Yonif 621/Mtg, yang sudah memasuki masa penugasan lebih kurang 2 bulan berjalan, dengan kurun waktu tersebut seorang masyarakat dengan beretikad baik dan dengan kesadaran pribadi menyerahkan kepemilikan senjata api jenis penaburnya diserahkan kepada Pos Kanduangan, dengan alasan bahwa kepemilikan senjata jenis penabur sangat berbahaya dan sangat beresiko tinggi bagi keluaraga dan masyarakat secara umum.

Warga masyarakat perbatasan yang berinisial AK usia 40 tahun yang beralamatkan di desa Sekaduyan Taka Seimanggaris dengan etikad baik atas kesadaran pribadi dan tanpa paksaan dari manapun untuk menyerahkan senjata api jenis penabur dan satu butir munisi aktif jenis Winchester 12 Ca, dan senjata tersebut merupakan peninggalan dari mendiang orang tuanya.

Saya sangat mengapresiasi akan kesadaran dan kepercayaan masyarakat kepada TNI dalam hal ini Satgas Pamtas Darat RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung,” Ujar Dansatgas.

Semoga dengan ini dapat menumbuhkan rasa kesadaran masyarakat perbatasan lainnya dalam kepemilikan senjata api tanpa izin apapun jenisnya adalah pelanggaran hukum dan berbahaya bagi lingkungan bermasyarakat,” Harap Dansatgas.

(Penyon621/Mtg/Nam)