Dua TKW Korban Human Trafficking Dipulangkan KJRI

Nunukan, Berandankrinews.com–Dua Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dipulangkan khusus konsulat Jenderal Republik Indonesia merupakan korban perdagangan orang (Human Trafficking) dan Tindak kekerasan Pengurus di Kota Kinabalu, Malaysia, Kamis (17/1/19).

Kedua TKW tersebut berinisial LN (36) dan WA (23) dijanjikan bekerja di malaysia oleh pria berinisial WN. Kedua wanita ini dibawa melalui perbatasan Mansalong menuju Keningau, Sabah Malaysia.

Ketika Awak media saat ingin mewawancarai kedua TKW tersebut, Staf IOM mengatakan jangan dulu diwawancara pak, ini mau didata dulu.

Namun usai dilakukan pendataan oleh petugas Imigrasi, kedua TKW itu digiring ke ruang polisi untuk dimintai keterangan.

Sehingga Awak media menunggu lama, namun setelah keluar untuk dibawa ke Rusunawa awak media tidak mendapatkan keterangan dari kedua TKW tersebut.

Namun menurut pendamping deportan dan Staf Admin Konsulat Jendral kota Kinabalu, Kuswari mengatakan, tidak mengetahui kronolisnya, namun dia menjelaskan bahwa kedua TKW tersebut pekerja asal sebuku.

“Mereka dijanjikan oleh orang Malaysia yang ingin mempekerjakan mereka disabah,” Jelas Kuswari.

Disebutkan Kuswari, kedua tkw tersebut melaporkan diri ke polis malaysia dan dibawa ke konsulat Jendral RI.

Hal serupa juga disebutkan Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Nunukan Arbain mengatakan, Kedua TKW bekerja disebuku, kemudian bertemu dengan orang malaysia disebuku dan dijanjikan kerja rumah tangga.

“Keduanya dibawa oleh orang malaysia, dijanjikan untuk kerja namun hanya dirumah saja tidak bekerja,” Jelas Arbain

Dikatakan Arbain, Kedua TKW itu dipukul, namun belum kita dalami.

“Untuk selanjutnya nanti kita dalami, kemudian kita akan pulangkan nanti kedua TKW ini ke kampung halamannya,” Ujar Arbain.

Milenial’s Road Safety Festival, Polres Nunukan Akan Merangkul Kelompok Milenial

Nunukan, Berandankrinews.com– Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Nunukan Kampanyekan Milineal’s Road Safety Festival (MRSF) di Kabupaten Nunukan, Kamis (17/1/19).

Kegiatan MRSF ini merupakan program Unggulan Korlantas Polri yang di turunkan ke jajaran Polda Se-Indonesia.

Adapun tujuan di laksanakan MRSF diantaranya untuk mewujudkan Generasi Milineal’s yang cinta Lalulintas menuju Indonesia Gemilang. Rencananya MRSF akan di laksanakan mulai tanggal 2 Februari hingga 23 Maret 2019.

Dengan tertib berlalu Lintas di jalan Raya merupakan hal yang penting bagi kaum Milenial”s.

Bagi penguna jalan raya apabila berkendara tidak dikelola kelompok milenial”s dengan baik maka dapat menimbulkan pelanggaran lalu lintas sehingga berdampak negatif bagi kepolisian satlantas selaku pengemban tertib berlalu lintas.

Gerakan Kampanye MRSF ini disosialisasikan melalui media online, media sosial, Televisi dan radio, dengan menggandeng kaum milenial sebanyak-banyaknya. Harapannya dapat menjadi pelopor keselamatan berlalulintas dan cinta lalu lintas.

Puncak kegiatan MRSF di Polda kaltara dan Polres se Kaltara akan di laksanakan pada 21 Maret 2019 dengan mengumpulkan kaum Milineal’s untuk di ajak bersama satuan lalulintas menjadi kelompok Milenial yang cinta terhadap lalu lintas.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwanto SIK, MH mengatakan, Melenial’s Road Safety Festival yang menjadi program Kors lantas polri, Polres Nunukan akan mendukung dan mengkampanyekan serta mensosialisasikan.

“Kita Polres Nunukan mendukung dan mengkampanyekan melalui media online, media sosial dan Radio, ini untuk mengedepankan fungsi lalu lintas dan fungsi humas,” Terang AKBP Teguh.(**)

Sering Kehilangan Tali Rumput Laut, Ternyata Ini Pelakunya

Nunukan, Berandankrinews.com–Jajaran Subsektor Polsek Lancang, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan, Kaltara berhasil mengamankan empat orang pelaku pencurian tali rumput laut milik warga lancang, pada Selasa (15/1/19) lalu.

Empat pelaku yakni Juliadi (18), Malik (22), Rusman (15) dan Padli (12) diamankan dirumahnya di Jl. Dewi Sartika kelurahan Tanjung Harapan.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro,SIK, MH melalui Kasubag Humas Iptu Muhammad Karyadi membenarkan adanya pencurian tali rumput laut milik warga Lancang, Kelurahan Tanjung Harapan.

“Memang benar ada empat orang pelaku melakukan pencurian tali bentangan rumput laut milik Andi Uki dan warga lainnya,”Jelas Karyadi, Kamis (17/1/19).

Dijelaskan Iptu Karyadi, Pada hari selasa (15/1/19) lalu, keempat pelaku diamankan dikediamannya di Jl. Dewi Sartika kelurahan Tanjung Harapan.

“Pelaku sudah diamankan dengan Barang Bukti 30 Tali rumput laut bentang,” Tutur Iptu Karyadi.

Dia menuturkan, Untuk sementara hasil komunikasi personil Subsektor antara korban tidak keberatan.

“Rencana siang ini diadakan pertemuan antara korban dan pelaku di kantor subsektor Tanjung Harapan, selanjutnya pihak korban akan dibuatkan surat penyataan apabila tidak keberatan,”Ujar Karyadi. (**)

Pesta Demokrasi Kampung Di RT. 05 Digelar Ala Pemilihan Presiden

Nunukan, Berandankrinews.com–Ratusan warga Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, menggunakan hak pilihnya untuk menentukan Ketua Rukun Tentangga (RT) baru di RT. 05, Rabu (16/1/19) Kemarin.

Pemilihan Ketua RT berlangsung secara demokratis dan kondusif, dengan bantuan pengamanan aparat kepolisian. Pemilihan dilakukan untuk menggantikan Ketua RT yang sebelumnya, karena telah meninggal dunia.

Tiga Calon Ketua RT

Kegiatan yang dilaksanakan di Warung Kamtibmas Jl. Dewi Sartika RT.05 Lancang, Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan, berlangsung meriah.

Lurah Tanjung Harapan, Andi Maskur Badawi mengatakan, pemilihan ketua RT. 05 ini dilakukan untuk mengantikan ketua RT yang lama, karena sudah meninggal dunia, Kamis (17/1/19)

Dia menuturkan, pemilihan RT ini berdasarkan persyaratan yang ditetapkan kelurahan.

“Persyaratan calon RT nya orang berdomisili di RT 05, dikenal warga dan mengenal warganya, orangnya beragama serta berpendidikan minimal SD,” Jelas Andi Maskur.

Andi Maskur menjelaskan, Pelaksanaan nya dengan membentuk panitia dari pemuda Kelurahan Tanjung Harapan bekerjasama dengan mahasiswa STIT Nunukan.

“Setelah dibentuk, panitia ini lah yang mendata warga yang berdomisili di RT. 05 yang memiliki hak pilih,” Jelasnya

Disebutkan Andi, ada Tiga calon ketua RT yang mendaftar dalam pesta demokrasi kampung tersebut.

Setelah sudah ada calon terpilih kita akan proses pelantikannya dan penyerahan SK dari kelurahan.

Andi Maskur berharap, setelah terpilihnya calon RT dilingkungan RT 05 bisa melayani masyarakat.

“Kiranya RT terpilih ini bisa membantu kami melayani masyarakat karena mereka perangkat kami,” Terang Andi Maskur.

Hari Kedua, Gubernur Kunjungi Desa Balansiku Dan Desa Setabu

Nunukan, Berandankrinews.com–Gubernur Kaltara mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Nunukan, utamanya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang telah merealisasikan program pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) dengan baik.

Sesuai laporannya, realisasi pembuatan KIA di Nunukan, sudah mencapai 97 persen.

Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie secara simbolis mewakili pemerintah melakukan penyerahan KIA kepada anak-anak SD Negeri 002 Sebatik yang terletak di Dusun 01 Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Induk, Selasa (14/1/19) Kemarin.

Selain itu, Irianto juga menyerahkan hadiah kepada sekolah yang menjuarai Lomba PHBS. Di mana, juara pertama diraih SD Negeri 002 Sebatik.

Irianto mengatakan, KIA penting, sebagai bukti dan hak konstitusional anak. Selama Indonesia merdeka, baru di masa kepemimpinan Presiden Indonesia, Jokowi, ini bisa menjalankan KIA secara elektronik.

“Ini juga bukti bahwa kita adalah negara maju, sekaligus sebagai pendataan penduduk dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil,” Tuturnya

Selanjutnya Gubernur melakukan peletakan batu pertama, pembangunan Tugu Kampung KB di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat. Melalui anggaran Dana Desa Balansiku, sekaligus pencanangan Kampung KB Emas di Desa Balansiku.

Serangkaian dengan kegiatan itu, dilakukan pula pencanangan kegiatan serupa di ruang pertemuan Kantor Desa Balansiku.

Dikatakan Irianto, Kampung KB ada di setiap kabupaten/kota, yang direncanakan oleh BKKBN. Pencanangan ini untuk memberikan motivasi masyarakat untuk makin paham akan KB, dan yang belum dapat mengikuti program ini.

KB penting untuk pengendalian penduduk. Penduduk apabila jumlahnya terkendali akan menjadi motor pembangunan, namun apabila tak terkendali maka akan menjadi permasalahan. Ini juga agar keluarga Indonesia makin berkualitas intelektual dan fisiknya.

Selain itu, Irianto juga menyerahkan bantuan Obgyn Bed dan APE BKB Kit dari BKKBN kepada kader PKK dan Posyandu setempat.

Irianto juga menyempatkan diri meninjau rumah warga penerima bantuan rehab rumah oleh pemerintah.

“Pada 2018, 56 unit rumah di Desa Balansiku menerima bantuan ini. Semoga program ini dapat membantu warga untuk semakin percaya diri dan giat berusaha,” Kata Irianto

Tambahnya, Rata-rata bantuan yang diberikan Rp 7,5 hingga 15 juta per rumah. Dari titik itu.

Dia juga meresmikan tambatan perahu Desa Balansiku. Tambatan tersebut merupakan bantuan dari DKP Kaltara.

Usai dari Desa Balansiku, Gubernur melanjutkan kunjungannya menuju Desa Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, untuk meninjau IPA (Instalasi Pengelolaan Air) Desa Setabu yang mengandalkan intake dari Segi Binasalam.

Irianto mengatakan, IPA tersebut memiliki kapasitas 20 liter perdetik untuk menyuplai ke reservoir 500 meter kubik. IPA ini sudah melayani 913 jiwa atau 152 SR di Desa Setabu (bagian barat) serta 2.167 jiwa (361 SR) di Desa Binalawan.

Kemudian Irianto juga meresmikan Rice Milling Unit (RMU) atau tempat penggilingan padi di Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat. Dengan kapasitas mesin yang merpakan bantuan pemerintah, dengan total mencapai 10 ton (hasil produksi 3 ton per jam).

Sebelum kembali ke Tanjung Selor, dalam perjalanan Irianto bersama rombongan menyempatkan untuk meninjau lokasi jalan longsor di Jalan Lingkar Pulau Sebatik. Tepatnya di Gunung Menangis, Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat.

Disampaikan Irianto, Di lokasi longsor, sudah mendapatkan penanganan sementara dari Satker terkait. Berupa penimbunan dan gorong-gorong. Saat ini sudah bisa dilewati mobil, meski hanya satu unit kendaraan, secara bergantian.

“Insya Allah, dalam 3 minggu ke depan jalan ini sudah dapat dilalui dengan baik, meski juga masih bersifat sementara,” Katanya

Lanjutnya, Penanganan lebih lanjut, bakal dilakukan oleh BPJN XII Balikpapan pada tahun ini untuk mencegah terjadinya longsoran.

BPJN mendapatkan anggaran Rp 12 miliar dari APBN. Ini untuk menangani longsor di 2 titik Jalan Lingkar Pulau Sebatik yang dinilai prioritas karena merupakan jalan bagi usaha perkebunan juga masyarakat. (**/Humas Pemprov Kaltara)