BNNK Nunukan Bentuk Pengiat Anti Narkoba di Desa Maspul

Nunukan (Kaltara)-Penyalahgunaan narkoba masih menjadi masalah kronis yang menimpa Indonesia, karena narkoba masih menjadi ancaman nyata bagi bangsa indonesia, secara perlahan.

Narkoba membunuh generasi muda yang notabenenya sebagai bibit-bibit unggul bangsa. Kini hampir 3.3 juta orang di negeri ini terkontaminasi narkoba.

Sehingga BNNK Nunukan terus berupaya memutus mata rantai peredaran gelap narkoba melalui pemberantasan narkoba, BNNK Nunukan juga terus memberikan sosialisasi bahaya narkoba maupun pelaksanaan uji narkoba.

Tak hanya itu, BNNK Nunukan pun mendayagunakan peran serta masyarakat guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba dengan Pembentukan Relawan Anti Narkoba (RAN) sekaligus penandatanganan fakta integritas kepada seluruh Kepala keluarga di Desa Maspul Kecamatam Sebatik Tengah yang dilaksanakan di Desa Maspul, Sebatik Tengah, Rabu (24/7/19) pagi tadi.

Kepala BNNK Nunukan, Kompol Lamuati, SH menuturkan, terkait dengan pembentukan relawan anti narkoba dikandung maksud bahwa desa bersinar di pulau Sebatik yaitu Desa Maspul, maka perlu dibentuk pengiat anti narkoba, agar desa Maspul yang telah mendeklarasikan diri desa bersih narkoba, tetap melakukan pengawasan terus menerus supaya pengiat-pengiat yang baru di bentuk ini diberikan wawasan dan pengetahuan.

“Ini bertujuan agar setiap saat relawan ini memberikan sosialisasi atau pengetahuan penyuluhan kepada seluruh Masyarakat khususnya di Desa Maspul tentang bahaya narkoba,” jelas Lamuati.

Dikatakan Kompol Lamuati, Bahaya narkoba yang perlu dipahami masyarakat ini sangat penting bahwa, bagi orang yang mengunakan Narkotik itu menjadi kecanduan atau ketergantungan, kalau sudah ketergantungan maka akan merusak sistem otak dan tubuh yang mengakibatkan kematian.

Kepala BNNK Nunukan berharap kepada pengiat anti narkoba yang dibentuk agar bisa bekerja secara ikhlas dan profesional bekerja keras, karena tanpa itu tidak akan maksimal untuk melakukan upaya-upaya pencegahan di Desa Maspul.

Sementara saat ini hanya desa Maspul yang mendeklarasikan diri untuk Desa bersih Narkoba, namun kedepannya dua desa akan menyusul mendeklarasikan diri sebagai desa bersih Narkoba.

“Untuk sementara saat ini yang mendeklarasikan diri Desa Maspul, kedepan ada dua desa akan menyusul untuk melakukan hal yang sama yaitu desa Tanjung Aru dan Desa Balansiku, mudah-mudahan desa lainnya juga menyusul,” jelas Kompol Lamuati.

Rencananya pengiat anti narkoba yang dibentuk BNNK Nunukan akan diberikan bimbingan teknis (Bimtek) agar relawan berkompeten dan berkemampuan untuk mensosialisasikan bahaya narkoba.

“Setelah pembentukan pengiat anti narkoba ini, nantinya akan kita lanjutkan dengan bimtek agar pengiat ini berkompeten dan berkemampuan untuk mensosialisikan kepada masyarakat dampak buruk narkotika dan dampak hukum yang akan dialami pengedar maupun bandar,” ungkap Lamuati.

Lanjutnya, saya juga tadi berpesan bahwa jangan sampai Desa Bersinar ini malah nanti dimanfaatkan jaringan sindikat narkotika untuk menyembunyikan narkotika. Karena seperti halnya dilapas, lapas inikan mestinya menjadi warga binaan tetapi beberapa jaringan sindikat jaringan narkotika yang besar malah di dalam lapas. Ini jangan sampai Desa Bersinar nanti dimanfaatkan oleh para sindikat jaringan internasional, ini yang perlu difahami masyarakat jangan sampai hal itu terjadi.

Kepala BNNK Nunukan juga berharap kepada seluruh Instansi Pemerintah dan Masyarakat untuk terus bersinergi untuk mewujudkan Kabupaten Nunukan yang bersih dari Narkoba untuk Indonesia emas 2045.

“Mari kita bersinergi bagi seluruh instansi pemerintah dan elemen Masyarakat, mari kita wujudkan Kabupaten Nunukan yang sehat, bersih dan bebas narkoba untuk Indonesia emas tahun 2045,” Ujarnya. (Red).

25 Personil Polres Nunukan Tes Urine Dadakan, Hasilnya Negatif

Nunukan (kaltara)-Tim Subbid Propam Polda Kaltara bersama personil Dokes Polda Kaltara pagi tadi secara mendadak melakukan Tes urine terhadap 25 personil Polres Nunukan di Mapolsek Nunukan Utara ( 24/6/2019), pada pukul 08.30 wita.

Tim Penegak disiplin profesi dan keamanan Polda Kaltara sebanyak 6 personil yang di pimpin Kasubdit Propam Kompol Nomensen Damanik dan anggota Ipda Ozi Susanto, Bripka Handoko, Brigpol Hotman, Briptu Supriyanto serta Briptu Mustaqim (Dokkes).

Tes urine yang dilakukan kepada 25 personil dengan pengambilan urine di lakukan pengawasan oleh anggota Provost Polda secara bergantian di Toilet Polsek Nunukan.

Hasilnya, 25 personil Polres dinyatakan negatif.

Kegiatan penegakan disiplin yang dilakukan Subdit Propam Polda kaltara sebelumnya dilakukan Gaktibplin kepada personil Polres Nunukan dan Polsek sebanyak 80 personil.

Penertiban sikap tampang dari mulai penampilan seragam, kerapian rambut termasuk pemerikasaan kelengkapan perorangan seperti SIM, KTP, KTA, dll.

Dalam arahan dan App Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro,SIK, MH kepada Jajarannya selalu mengingatkan dengan peringatan tegas, bagi anggota yang menyalahgunakan Narkoba baik pemakai maupun menjadi backing dan lainya.

“Saya tidak segan-segan untuk menindak tegas dari mulai tindakan disiplin sampai dengan sidang kode etik dan pengusulan untuk di berhentikan dengan tidak hormat ( PTDH),”Tegas Kapolres Nunukan.

Tim Propam Polda Kaltara melakukan Gaktibplin dan Tes urine bertujuan melindungi paranoid polri untuk tidak menyalah gunakan wewenang sebagai anggota polri yang bersih dari penyalahgunaan Narkoba. (Humas/Red)

Nurlaela Bahagia Bisa Kembali Bersekolah

Nunukan (Kaltara)-Akhirnya Nurlaela cucu Nenek Saleha bisa kembali bersekolah, berkat bantuan dari Patroli peduli yang diprogramkan Kapolres Nunukan, AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH.

Pagi tadi, Selasa (23/7/19) personil Polsek KSKP kembali mengunjungi rumah Nenek Saleha di Jalan Pesantren RT. 14 kelurahan Nunukan Timur untuk mengantar Nurlaela ke Sekolah SMP Al Ikhlas.

“Terima kasih sebesar-besarnya atas kemurahan hati bapak Kapolres Nunukan, sehingga cucu saya Nurlaela bisa bersekolah lagi, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan keselamatan dan kemudahan dalam melaksanakan tugas diperbatasan Kabupaten Nunukan,” ujar Nenek Saleha. (Humas/Red)

7 TPS di Padati Masyarakat Binusan

Nunukan (Kaltara)-Beberapa desa di Kabupaten Nunukaj menggelar Pilkades serentak hari ini. Seperti yang digelar di Desa Binusan Pilkades yang diikuti 5 calon ini memiliki jumlah pemilih yang terdaftar mencapai 2.970 jiwa.

Pilkades Binusan yang diikuti oleh 5 calon kepala desa tersebut mendapat pengawalan petugas keamanan gabungan dari Polres Nunukan dan TNI.

Antusiasme para pemilih terasa sejak pagi tadi terlihat masyarakat berbondong-bondong ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di tujuh titik di Desa Binusan.

Ketua Panitia, Wahid, Selasa (23/7) menuturkan, pilkades desa Binusan berjalan dengan aman dan lancar, di 7 tps yang ada ini di jaga pihak Kepolisian dan TNI.

Wahid menyebutkan, 7 tps yang tersebar, tps 1 berada di rt. 02, tps 2 di Sei Fatimah rt. 03, tps 3 di rt. 06, tps 4 di rt. 08, tps 5 di rt 09, tps 6 di Sei Banjar rt. 07, sementara tps 7 di rt. 15 dengan masing-masing memiliki 4 petugas KPPS yang direkrut dari Masyarakat.

Dia juga mengatakan bahwa pemilihan dilangsungkan sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 12.00 siang bagi pemilih yang terdaftar di DPT, sementara bagi yang tidak terdaftar di DPT atau mengunakan e-KTP dilayani pukul 12.00 hingga pukul 13.00.

5 calon Kades Binusan yang bertarung di Pilkades Binusan tahun ini,

  1. Muhammad Untung
  2. Asnawi, A. Md
  3. Fitri
  4. Rudy Hartono
  5. Suardi Muhammad.

Setelah pemilihan ini berakhir, kata Wahid, pihak panitia memberikan waktu lima hari terhitung sejak hari ini, Selasa 23-27 juli 2019, untuk menentukan calon yang terpilih.

“Kita memberikan tenggang waktu 5 hari, ini untuk memberikan ruang kepada para calon jika ada yang keberatan atau keganjalan pilkades ini, terhitung hari ini hingga tanggal 27 juli 2019. Jikalau tidak ada yang keberatan, maka DPD akan menentukan,” kata Wahid. (Red).

Kebut Pengerjaan Badan Jalan, Anggota Satgas Optimis Selesaikan Tepat Waktu

NUNUKAN – Satgas TMMD Ke 105 Kodim 0911 Nunukan terus melakukan proses pengerjaan terhadap badan jalan sepanjang 1.300 meter di Desa Seberang menuju Desa Lapri Kecamatan Sebatik Utara, Selasa, (23/7).

Dalam kegiatan tersebut terlihat kebersamaan Satgas TMMD bersama Warga saat pengerjaan badan jalan.

Kapten Inf Eko Daryanto selaku Dan SSK yang berada dilokasi tersebut menyampaikan bahwa badan jalan yang sudah ditimbun tinggal diratakan oleh anggota satgas dan warga dibantu Alat berat.

“Alhamdulillah kita selalu semangat, selalu kompak dalam menjalankan tugas untuk mengabdi kepada Mayarakat, sehingga pekerjaan ini kita nikmati dengan senang hati, dan kita optimistis seluruh pekerjaan baik fisik maupun non fisik akan selesai dalam 30 hari sesuai dengan rencana,” kata Kapten (Inf) Eko. (Pendim 0911 NNK/Red)