Ingin Desa Balansiku Senantiasa Bersih dan Bebas Kekerasan , Firman Luncurkan Beberapa Program Unggulan PKK

Nunukan (Kaltara)-Desa Balansiku Kecamatan Sebatik Barat kembali mencanangkan program baru yaitu Bersih Sabtu (Bersatu) setelah program Sejam bersama Buah Hati (Sehati) dan Pola Asu Anak dan Remaja (PAAR).

Kepala Desa Balansiku, H Firman saat dihubungi melalui Via telepon mengatakan, kegiatan PKK Desa Balansiku ada banyak, diantaranya Pola Asu Anak dan Remaja (PAAR), Dasawisma, dan program unggulan yang kita keluarkan melalui perdes PKK Sehati (Sejam bersama Buah Hati).

“Program Sehati ini dilaksanakan setiap malam, usai makan malam, pukul 19.00-20.00 itu tidak ada orang tua yang main hp atau menonton tv dan harus menemani anaknya belajar, ini perdes Balansiku yang baru kami sosialisasikan tadi,” Kata Kades Balansiku H Firman, Sabtu (3/8/19).

Lanjutnya, kegiatan ini bekerja sama dengan perlindungan anak berbasis Masyarakat (PATBM).

“Setiap malam ada satgas PATBM yang memantau setiap pukul 19.00-18.00,” jelas H Firman.

Jadi kegiatan PKK Desa Balansiku banyak sekali, di Bawa Desa. Sebagai kepala desa balansiku saya mengintruksikan pkk mengadakan pola asu anak dan remaja agar tidak ada lagi kekerasan, hal ini juga untuk memberikan pemahaman kepada kalangan orang tua yang tidak mengetahui tentang undang-undang perlindungan anak, yang kita takutkan nanti anaknya sendiri menjerumuskan orang tuannya ke hadapan hukum.

“Kita sudah menerapkan ini kepada Masyarakat Desa Balansiku, dari Rt ke Rt sebanyak 8 Rt itu kita kumpulkan warganya bersama PATBM dan pembinaan dari PKK Kecamatan dan Kabupaten untuk mensosialisasikan tentang UU perlindungan anak, sehingga tidak ada lagi kekerasan terhadap anak, ,” kata Firman.

Dia berharap kedepannya, Anak-Anak Desa Balansiku tidak terjerumus termasuk orang tua tidak melanggar aturan UU perlindungan anak.

“Harapannya, Anak-anak tidak terjerumus dalam segala macam konten yang ada di media sosial dan orang tua tidak melakukan kekerasan lagi terhadap anak-anak,” imbuhnya.

Tambahnya sedikit kegiatan yang baru dilakukan PKK mengecat pagar kebun PKK dan taman kelompok Dasawisma.

Kedepannya, Desa Balansiku juga akan menerapkan program baru yakni Bersatu (Sabtu Bersih), yang dimana baru luncurkan dan disosialisasikan.

“Ini baru disosialisasikan, kita akan terapkan karena akan kita perdeskan bahwa setiap hari Sabtu, masyarakat tidak ada yang langsung bekerja tanpa bergotong royong bersatu membersihkan pekarangan, jadi Desa Balansiku Sabtu bersih,” Tuturnya. (OV)

Sertifikat Tanah Gratis, Tapi Warga Tetap Bayar

Nunukan (Kaltara)- Program nasional Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang seharusnya ditujukan untuk memudahkan warga mengurus sertifikat tanah, justru menjadi lahan pungutan liar (pungli) segelintir oknum.

Salah satu warga Desa Bukit Harapan yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, jika dia membayar sertifikat tanah mencapai Rp 2 juta rupiah.

“Tanah saya tiga hektare, saya bayar 2 juta rupiah, kenapa mahal sekali sementara ini program pak Jokowi,” ujarnya, Kamis 3/8/19

Dia juga mengatakan jika pembayaran tersebut dibayar ke desa, sementara pemberitahuan dari pihak Desa untuk diadakan kesepakatan tidak ada.

Menanggapi hal itu, Kepala Desa Bukit Harapan, Cecep Supriadi menjelaskan bahwa sertifikat itu sertifikat perumahan dan perkebunan ada pada tahun 2018 dilaksanakan hasil kesepakatan masyarakat, jadi sudah dimusyarwarakan dan dibicarakan kepada masyarakat.

Untuk biaya perumahan sebesar Rp. 400 ribu, untuk biaya perkebunan sebesar Rp. 1,2 juta, dasarnya sudah ada.

Ketika disinggsung dengan aturan-aturan yang berlaku, cecep menuturkan, kalau ketentuan SKB 3 menteri memang tidak ada, karna sudah melewati batas aturan, cuma itu sudah hasil kesepakatan masyarakat, untuk biaya konsultan Rp. 800 ribu, untuk biaya patok, konsumsi dan akomodasi Rp.250 ribu untuk biaya materai Rp. 50 ribu untuk pengambilan sertifikat 100 ribu rupiah.

“itu untuk per 2,5 hektare Rp. 1.250 Ribu diatas daripada 2,5 hektare itu dibayar 2 kali lipat. itu yang lebih dari 2,3 hektare, ada yang 3 hektare 4 hektar itu pembayarannya dikenakan 2 kali dan itu sudah hasil kesepakatan,” ujar Cecep

Dikatakan Cecep, untuk pembayaran, kepala desa
desa sendiri tidak ada hubungannya dengan kepala badan pertanahan Nasional (BPN).

Terpisah, saat dikonfirmasi Mantan Kepala BPN Nunukan Sumaryo, SH yang menanda tangani Sertifikat Program PTSL tahun 2018 menerangkan, Soal pungutan dilingkungan Desa, kami sama sekali tidak tahu-menahu tapi yang jelas Program PTSL itu Gratis.

Menurutnya, mengenai biaya -biaya masalah Konsultan, berapapun biaya itu menjadi Tanggungjawab Kepala Desa Masyarakat dan biro jasa Konsultan Sulveyor Kadastral Berlisensi (SKB).

Saat ditanya keterlibatan BPN dalam pengurusan tersebut, Sumaryo menjelaskan, waktu itu Kepala Desa dan Dinas Pertanian provinsi mengusulkan kepada kami bahwa ada permintaan masyarakat agar kebunnya bisa disertifikatkan, jadi tim BPN menyarankan mungkin bisa, tetapi itu harus mengunakan alat ukur melalui konsultan pengukuran di samarinda dan memang BPN Nunukan belum punya alat ukur yang memadai waktu itu.

Sumaryo juga mengatakan, Kurang mengetahui pasti jumlahnya sertifikat yang telah diterbitkan di tahun 2018.
“Saya kurang pasti jumlahnya, yang jelas setelah sertifikat dibagikan kepada masyarakat melalui kantor desa tidak ada pungutan lagi, kalau pun ada itu inisiatif oknum Kepala Desa,” ungkap Sumaryo. (OV)

Komplotan Curat di Ringkus Satreskrim Polres Nunukan

Nunukan (Kaltara)-Jajaran Satreskrim Polres Nunukan berhasil amankan tiga orang pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat), ketiga pelaku tersebut Badril (24) dan Ardiansyah (33) keduanya merupakan warga Kelurahan Tanjung Harapan, sementara Harianto (26) warga Kelurahan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH mengatakan ketiga pelaku melakukan pencurian mesin tempel perahu 15 PK Merk Yamaha milik korban, dengan melepas klem atau kuda-kuda mesin yang melekat di perahu dengan tangan kosong.

Pelaku ini masing-masing, memiliki tugas yang berbeda, ada yang mengambil barang dan juga ada yang menyembunyikan barang buktihasil curiannya untuk menghilangkan jejak.

“Harianto merupakan otak komplotan ini bersama Ardiansyah sebagai eksekutor yang mengambil mesin tempel tersebut sementara Badril beperan menyembunyikan barang bukti,” ungkap Kapolres Nunukan.

Dijelaskan Teguh Triwantoro, pelaku Harianto dan Ardiansyah juga telah melakukan aksinya di tkp lainnya. Kedua pelaku ini melakukan pencurian memasuki rumah korban melalui jendela dan membawa kabur barang berharga milik korban.

“Harianto berhasil kita tangkap di rumahnya dan pelaku ini selalu mempersenjatai dirinya dengan sebuah pisau badik, sementara Badril dan Ardiansyah kita amankan di Kampung Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan yang kita kembangkan dari pelaku pertama,” tuturnya.

Dari ketiga pelaku, Polres Nunukan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya satu unit mesin tempel 15 PK, Dua buah handpone dan sebilah Pisau Badik. (OV)

Kepala Desa Seberang Apresiasi Kinerja Satgas TMMD Kodim 0911 Nunukan

Nunukan (Kaltara)-Kepala Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan, Hambali, S memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada program Tentara Manunggal Membangung Desa (TMMD) ke 105 Tahun 2019 yang ikut mempercepat pembangunan daerah terutama di desanya yaitu Desa Seberang.

Saya melihat dari tahun kemarin permasalahan jalan sangat relevan kemarin bahwa masyarakat pada tahun 2010 hingga tahun 2014.

“Alhamdulillah TMMD ini ada kegiatan di desa kami, Desa Seberang, kami sangat bersyukur dan bekerja sama antara Desa dengan TNI. Namun program ini sudah kami wacanakan bahwa titik pembangunan di perbatasan Indonesia Malaysia ini,” ujarnya, Kamis (1/8/19)

Hambali menuturkan, Masyarakat Desa Seberang juga telah lama menanti kapan akan dikerjakan jalan itu, alhamdulillah akhirnya dikerjakan juga oleh TNI dengan Program TMMD bersama masyarakat.

“Alhamdulillah, manfaatnya sangat baik dan bagus sudah dilewati dengan bagus , dengan masyarakat swadaya bergotong royong membantu TNI, kini melihat wajah warga Desa Seberang bisa tersenyum dan cerah dengan jalan yang sekarang bisa dilalui kendaraan roda empat memudahkan para petani mengangkut kelapa sawit hasi panennya,” ujar Hambali.

Jalan sepanjang 1,2 KM dengan lebar 6 Meter dari Desa Seberang ke Desa Lapri kini dapat dinikmati oleh masyarakat didua desa tersebut.

Namun karena beberapa kendala, Kata Hambali, pekerjaan jalan tersebut tidak rampung hingga 100 persen, hanya 90 persen.

Tak hanya jalan yang dikerjakan, namun beberapa kegiatan non fisik yang dilakukan kodim 0911 Nunukan, dikatakan Hambali yaitu, bantuan kursi roda, tongkat dan peralatan pertanian serta sunat massal bagi anak-anak desa Seberang dan Lapri.

“Harapan kami mudah-mudahan ada kegiatan selanjutnya, agar kami juga bisa bekerja sama dengan TNI untuk program TMMD,” ucap Hambali. (OV)

Tim Wasev Mabes TNI Kuker Ke Sebatik Lakukan Pengawasan dan Evaluasi TMMD 105

Nunukan (Kaltara) -Kunjungan kerja Wasev Letkol Inf Yudianto Putra Jaya (Paban 5 Ster Mabes TNI) Sebatik untuk meninjau TMMD ke-105 Tahun 2019 Kodim 0911 Nunukan di Desa Lapri dan Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, (1/8/2019).

Dalam Kunjungan kerjanya, diantaranya melaksanakan pemeriksaan administrasi, wawancara dengan Kadis PUPR dan Dansatgas SSK TMMD ke-105 Tahun 2019, serta melihat langsung kegiatan Non Fisik yang dilaksanakan Kodim 0911 Nunukan diantaranya, Sunatan Massal, Cek Kesehatan Lansia, Bazar Murah dilanjutkan dengan meninjau sasaran fisik dan juga patok 3 perbatasan.

Letkol Inf Yudianto Putra Jaya tiba di AMB Aiman di dampingi Pa Sahli Kodam VI/Mlw, Kolonel Inf Abu Bakar, Kasiter Korem 091/Asn, Kolonel Arh MJ. Malik, Dandim 0911/Nnk Letkol Czi Abdillah Arif S.I.P, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan Kabupaten Nunukan Drs. Taufiqurrahman, Kadis PUPR Kabupaten Nunukan Ir. Moh. Sofyan, Kepala Balai Pengobatan Lanal Nunukan, Letda Laut (K) Dr. Tino, Tim Kemenkes Ibu Supatmi, SKM, MM, Tim Kemenkes dr. Dedy Achmadi, MPH.Tim Kemenkes I.G.A.M. Bramantha, Tim Survey, Gatot Susilo dan Tim Survey, Andre Setiawan.

Tim Wasev disambut baik oleh Kasdim 0911/Nnk, Mayor Inf Biringalo, S.Sos, Dansatgas Pamtas Yonif 600 Raider/MDG, Mayor Inf. Ronald Wahyudi SE. M.Tr (Han), Kapolsek Sebatik Timur, AKP Susilo, Paspotmar Lanal Nunukan, Lettu Laut (KH) Prasetyo Permadi, Danposal Sei Pancang Lettu Laut Adi Suseno, Danposal Sei Nyamuk, Letda Laut Jauhari Isman, Camat Sebatik Utara, Zulkifli, S.Sos dan Kepala Desa Seberang, Hambali S.

Letkol Inf Yudianto Putra Jaya (Paban 5 Ster Mabes TNI) didampingi Dandim 0911 Nunukan Letkol Cqi Abdilah Arif, S. IP menjelaskan, kunjungan kami hari ini, saya sebagai kepala tim pengawasan dan evaluasi pelaksanaan TMMD Kodim 0911 Nunukan, pertama kali saya menginjakkan kaki di pulau Sebatik ini tujuannya untuk melihat langsung pelaksanaan TMMD yang dimulai pada tanggal 10 juli 2019 dan akan berakhir pada tanggal 8 Agustus 2019.

Selama 30 hari dan ada pranya kurang lebih satu bulan untuk mengenapkan kegiatan penyelesaian program TMMD ini, ungkap Yudianto.

“Harapan saya, pelaksanaan nantinya akan kita lihat dilapangan sama dengan perencanaan yang telah dilakukan oleh Kodim 0911 Nunukan,” kata Yudianto Putra Jaya.

Lanjutnya, kebetulan Letkol Arif ini punya korp seni yang memang membangun bidangnya dia, semoga apa yang ditargetkan sesuai rencana.

Kepada bupati mungkin nanti by step kedepan akan mengelorakan pembangunan terkait dengan TMMD ini, karena kita bekerja sama dengan kementerian sebagai lembaga pemerintah, non kementerian, mitra TNI untuk membantu percepatan pembangunan di wilayah.

Seperti yang kita lihat saat ini dari ibu-ibu warga sebatik ini, sedikitlah berbagi kasih dsri satgas, TNI, pemerintah daerah, kementerian sosial untuk bisa bersinergi dalam rangka menjaga kebersamaan antara bangsa.

Yudianto menuturkan, TMMD ini sudah sejak lama dilakukan mulai tahun 1980 hingga saat ini 105 dan nantinya akan berlanjut terus. Intinya membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan.

“Khususnya lagi di daerah 3T, apalagi daerah inu yang berbatasan dengan negara Malaysia, tentu betul-betul menjadi perhatian kita dalam meningkatkan rasa nasionalisme berbangsa dan bernegara, untuk tegaknya NKRI.

Lebih lanjut dia menyebutkan, kegiatan ini setiap tiga kali dalam setahun, dulunya dua kali tetapi sejak tahun 2015 sudah kita laporkan ke DPR RI untuk menjadi tiga kali dalam setahun.

“Jadi dalam setahun ini se Indonesia jumlahnya 150 titik kabupaten dan kota untuk bagian percepatan pembangunan di wilayah,” jelasnya.

Yudianto juga mengatakan Sebatik merupakan wilayah yang unik, dengan melihat anak-anak sekolah berpakaian seragam merah putih semangat dan riang.

“Saya titipkanlah mereka-mereka ini kedepan nantinya untuk menjaga kedaulatan negara kita,” ujarnya. (OV)