Sekertaris BPD Desa Sungai Nyamuk Sebatik Timur Memberikan Bimbingan Praktek Tayammun dan Sholat Bagi Pasien Rawat Inap Puskesmas Sungai Nyamuk.

SEBATIK – Sebagai seorang sekertaris bpd desa sungai nyamuk tentunya tdk hanya memberikan materi maupun teori di kelembagaan desa sungai nyamuk namun ibu salmiah juga aktif dalam keagamaan baik majelis taklim dan kegiatan ibu pkk,penyuluh agama kecamatan sebatik timur, Senin (11/11/2019).

Ibu salmiah lagi praktek tayyamun ke pasien yang dirawat nginap

Dari hasil pantau media ibu salmiah selaku sekertaris bpd berkunjung ke puskesmas sungai nyamuk menberikan praktek tayyamun dan men ingat kan bahwa walaupun dalam keadaan sakit kita masih bisa shalat.

Ini yang di lakukan oleh ibu Salmiah salah seorang sekertaris bpd desa sungai nyamuk dan juga merupakan toko perempuan yang aktif di Kecamatan Sebatik Timur.

Melakukan bimbingan dan konseling dengan pasien Puskesmas Sungai Nyamuk Kecamatan Sebatik Timur.

“Ketika kita menjenguk orang yang sedang sakit, kita harus mendoakan dan memberi semangat motivasi untuk kesembuhannya, mengingatkan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Untuk tidak meninggalkn shalat walau pun dalam kondisi sedang sakit. Jadi saya melakukan penyuluhan di Puskesmas Sungai Nyamuk yaitu bimbingan tayamum kepada pasien” imbuhnya

Dengan sinergitas antar Lintas sektoral, Kepala Puskesmas Sungai Nyamuk ibu Mardawiah,S.Si,Apt sangat mendukung dengan program penyuluh Agama Islam non Pns kec Sebatik tersebut”kata salmiah.

“Alhamdulillh,saya sangat mendukung ada nya kegiatan penyuluhan buat pasien,apa lagi baru pertama ini ada yg mau menyempatkann diri untuk berbagi ilmu terutama
Yang rawat inap,karna terkadang memang masih ada sebagian masyarakat mengganggap bahwa kalau sedang sakit gak apa apa tidak sholat” kata Mardawiyah.

“Lanjut Harapannya smoga kedepannya bisa di ajak kerjasamanya dan ibu salmiah ada waktu lagi untuk memberikan BK kpd pasien di Puskesmas sungai nyamuk.

Udhin/Dian

Robby Nahak Tegaskan DOB Adalah Solusi Tepat Memangkas Kesenjangan di Pedalaman

Nunukan – Deru pembangunan sejak Indonesia merdeka memang telah banyak merubah wajah negara dari ketertinggalan menjadi salah satu negara paling pesat dalam perkembangan. Namun ternyata, hingar bingar modernisasi dan kemajuan zaman belum sepenuhnya dinikmati semua masyarakat di Indonesia.

Salah satunya adalah yang dialami warga Lumbis Ogong di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Alih – alih dapat menikmati fasilitas pekayanan publik yang memadai, ketika masyarakat di wilayah lainya dapat menikmati mulusnya jalan tol, masyarakat yang bermukim di wilayah Lumbis Ogong dan sekitarnya hanya mampu mengandalkan sungai sebagai akses trasnportasi dalam beraktifitasnya.

” Sebuah ironi, bahwa perbatasan yang seharusnya menjadi salah satu bentuk marwah negara justru terpinggirkan dari sentuhan pembangunan,” ujar Tokoh Masyarakat Perbatasan, Robby Nahak Serang usai dirinya melakukan kunjungan ke wilayah Lumbis Ogong, Senin (11/11/2019).

Masyarakat Lumbis Ogong, ungkap Robby benar – benar berada dalam posisi dilematis. Disatu sisi harus memegang teguh nasionalismenya, namun disisi lain, sejak Indonesia Merdeka hingga saat ini mereka tak pernah merasakan dengan yang selama ini dinikmati saudara – saudaranya diwilayah lain.

“Dan disisi lain, rangsangan untuk bergantung terhadap Malaysia ibarat terus menggoda. Bagaimana tidak, fasilitas primer yang mereka butuhkan justru terpampang nyata di depan mata. Namun sayangnya itu berada di kota – kota Malaysia,” paparnya.

Diketahui, wilayah Lumbis Ogong memang berbatasan langsung dengan Sabah, Malaysia. Ketika warga yang bermukim diwilayah itu harus menempuh waktu tak kurang dari 12 jam apabila ingin berobat ke Ibu Kota Kapaten Nunukan, mereka justru hanya memerlukan waktu tak lebih dari 3 jam untuk mencapai kota kota di Malaysia seperti Nabawan, Keningau maupun Kota Kinabalu.

“Seharusnya ketika kita Pemerintah Pusat menyeru kepada warga Lumbis Ogog untuk memperkokoh sikap nasionalisme, kita juga harus bertanya, apa yang sudah kita berikan kepada warga disana? Sudahkah warga disana mendapatkan hak nya untuk menikmati pembangunan yang berkeadilan?. Jangankan sarana pendidikan dan kesehatan yang layak, akses jalan darat ke pemukiman mereka saja tak pernah mereka nikmati,” tandas Robby.

Padahal, ungkap Robby, akses insfratruktur adalah sarana paling penting dalam membangkitkan roda perekonomian sebuah kawasan. Karena ketika insfratruktur mampu tersambung, otomatis akan menarik pihak – pihak lain untuk berinfestasi di daerah tersebut.

Apalagi, lanjut Robby, wilayah Lumbis Ogong dan sekitarnya adalah daerah yang sangat kaya akan sumber daya alam yang apabila dikelola dengan baik, sudah pasti akan berimbas positif bagi masyarakatnya. Namun yang lebih penting menurutnya adalah sumber daya manusianya yang mesti mendapatkan hak setara dengan masyarakat lainya.

“Dan menurut saya, satu – satunya cara untuk mewujudkan kesemua itu adalah dengan mendekatkan sarana pelayanan publik melalui pembentukan Daerah Otonomi Baru,” tutupnya. (es)

PDIP Nunukan Gunakan Momentum Hari Pahlawan Untuk Sambangi Bayi Mizyan

NUNUKAN – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nunukan memanfaatkan momentum peringatan Hari Pahlawan 10 November untuk berbagi kasih dengan mengunjungi Balita penderita penderita Dermatitis Seboroi (peyakit kulit yang sempat viral) di Ruang Mawar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan.

Ketua DPC PDIP Nunukan Lewi menuturkan bahwa meneladani semangat para pahlawan bukan mesti harus dengan turun langsung ke medan perang. Akan tetapi, merasakan penderitaan sesama lantas tumbuh reaksi dalam sebuah tindakan, menurutnya juga bentuk dari mewujudkan misi kemerdekaan.

“Kalau dulu para pahlawan bersatu memperjuangkan kemerdekaan, maka kini kita harus bergotong royong mengisi kemerdekaan. Salah satunya adalah dengan berbagi kasih pada sesama,” ujar Lewi di RSUD Nunukan, Minggu (10/11/2019).

Lebih lanjut Lewi mengungkapkan bahwa yang pihaknya lakukan adalah murni atas dasar solidaritas yang muncul dari para kader partainya. Selain itu, ia berharap bahwa yang dilakukannya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tetang pentingnya saling mengasihi dan menyayangi.

” Semoga apa yang kami lakukan dapat mengdukassi masyarakat terutama generasi muda unruk lebih peka terhadap penderitaan org lain,” paparnya sambil menyerahkan bingkisan kepada Nurul Qomar yang merupakan Ayahanda dari bayi Mizyan tersebut.

Lewi juga mengungkapkan apresisinya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan yang telah menyatakan diri akan menanggung pengobatan Miyzan hingga sembuh. Selain telah membuktikan dalam sisi kemanusian, menurut Lewi, Pemkab Nunukan juga telah menjalankan amanat UU 1945

“Dalam UUD 45 kan jelas bahwa negara wajib hadir apabila ada rakyatnya yang menderita atau sakit. Dan Pemkab Nunukan sudah membuktikan hal itu,” tandas Lewi.

Sememtara dalam kesempatan yang sama, ayah dari balita Miyzan, Nurul Qomar tak dapat menyembunyikan keharuanya atas kunjungan para Kader partai besutan Megawati Sukarno Putri tersebut. Ia menuturkan, tak pernah terpikirkan bahwa putranya akan mendapat perhatian berbagai pihak termasuk pengurus DPC PDI P.

“Saya sangat terharu, semoga apa yang telah bapak – bapak dan ibu dari PDIP berikan pada putra saya akan mendapat balasan dari Allah,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sejak menjadi viral, perhatian dan simpati atas bayi Miyzan terus mengalir berdatangan. Beberapa warga masyarakat datang memberi dukungan dan doanya, demikian juga Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid yang sedang di luar daerah juga memberikan perhatiannya dengan mengirimkan bantuannya dan menghubungi Direktur RSUD agar dapat memberikan bantuannya dengan maksimal.

Dalam rangka untuk mengintensifkan perawatan, Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman dari pihak RSUD Nunukan lantas membentuk tim Dokter. Tim ini terdiri atas Dr. Erlin Ari Windyareski (Dokter Spesialis Kulit), dr. Jindi Octora (Dokter Spesialis Anak), dr. Laksito Wening (Dokter Spesialis THT), dan Dr. Irnawati (Dokter Spesialis Mata).

Dari pantauan, Miyzan yang tergolek diatas temapat tidur nampak telah mengalami perkembangan dari pertama kali ia dibawa ke RSUD Nunukan.

(edy santry / Charles)

Derita Bayi Miyzan, Dari Asa Sang Ayah dan Upaya RSUD Nunukan Menyembuhkan

WARTA HUMAS – Bayi mungil itu tampak tidur pulas tidur didampingi ibunya, di pergelangan tangan kirinya tampak melekat selang infus yang terhubung ke kantong cairan infus yang tergantung. Bila diperhatikan hampir sekujur tubuh terlihat kulitnya mengelupas, ada yang sudah mengering ada pula yang masih basah, Sabtu (09/11/2019)

Di belakang sang ibu, terlihat berdiri lelaki bercelana pendek, kelopak matanya sayu seperti kurang istirahat, namun pandangannya tampak penuh harap.

” Sekarang sudah lebih baik, dibanding beberapa hari yang lalu, semua kulit badan mengelupas kemerahan dan kalau sudah kering pecah pecah, kalau dilepas kulit yang mengelupas menjadi berdarah”, tutur Nurul Qomar, lelaki yang kemudian diketahui sebagai ayah dari bayi Mizyan ini.

Menurut Nurul Qomar, awalnya Bayi Mizyan lahir dengan normal, namun setelah usia 3 bulan tanda tanda bercak bercak merah sudah mulai muncul. Nurul Qomar yang warga Desa Makmur Kecamatan Tulin Onsoi inipun sudah pernah membawa Miyzan ke RSUD Tarakan dan Malinau, dalam perawatan tersebut kondisinya sudah sempat membaik dan namun karena keterbatasan biaya maka mereka pulang ke Tulin Onsoi dan tidak melakukan kontrol secara intensif, saat sakitnya kembali kambuh.

Nurul Qomar yang berprofesi sebagai pekerja serabutan ini hanya bisa memberikan pemgobatan dengan mengoleskan obat obatan herbal namun hasilnya tidak juga menyembuhkan.

Dan kali ini Miyzan kembali dirawat di RSUD Nunukan, yang sebelumnya pada bulan Agustus juga sudah pernah dilakukan perawatan.

Ditempatkan di Ruang Mawar, Bayi Mizyan penderita Dermatitis Seboroik yang sempat viral ini dipantau intensif Paramedis RSUD Nunukan, mereka melakukan perawatan dan pengobatan.

Dalam rangka untuk mengintensifkan perawatan, menurut Direktur RSUD Nunukan dr. Dulman, SPOG pihak RSUD Nunukan membentuk tim Dokter. Tim ini terdiri atas Dr. Erlin Ari Windyareski SP. KK (Dokter Spesialis Kulit), dr. Jindi Octora (Dokter Spesialis Anak), dr. Laksito Wening Sp.THT. KL (Dokter Spesialis THT), dan Dr. Irnawati. Sp.M (Dokter Spesialis Mata).

” Saat ini kondisinya sudah lebih baik dari saat pertama kali datang, dan akan terus kita lakukan perawatan hingga sembuh, untuk penanganannya kita (RSUD) bentuk tim dokter spesialis, kita libatkan juga dalam tim Spesialis THT dan Spesialis Mata karena dampaknya sudah mulai ke kelopak mata dan telinga “, tutur dr. Dulman.

Ketua Tim Penanganan Pasien Bayi Mizyan dr. Erlin Ari Windyareski SP. KK membenarkan apa yang disampaikan oleh dr Dulman, menurutnya upaya dilakukan saat ini dengan melakukan perawatan pada permukaan kulit dengan mengupayakan kelembaban kulitnya dan memberikan melakukan treatment untuk dehidrasinya.

Perhatian dan simpati atas bayi Miyzan terus mengalir berdatangan, beberapa warga masyarakat datang memberi dukungan dan doanya, demikian juga Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid yang sedang di luar daerah juga memberikan perhatiannya dengan mengirimkan bantuannya dan menghubungi Direktur RSUD agar dapat memberikan bantuannya dengan maksimal, disamping itu Bupati juga meminta Kabag Humas dan Protokol dan Kabag Kesra Setda untuk datang memantau keadaan bayi dan orang tua yang mendampinginya.

” Bupati memang sudah arahkan untuk dapat membantu pasien ini, segala fasilitas pemerintah yang ada coba kita gunakan untuk membantu sehingga orangtua pasien tidak terbeban dengan pembiayaan dan diupayakan selama proses kesembuhan untuk tetap di Nunukan, karena mungkin akan butuh waktu yang lama untuk proses kontrol maka kita upayakan nanti supaya pasien dan orangtua tidak pulang ke Tulin Onsoi, ada rumah singgah RSUD atau Rusunawa yang bisa digunakan”, tutur Hasan Basri.

(Humas)

Unit Pidum Sat Reskrim Polres Nunukan Amankan Satu Orang Pelaku Pencurian Denagan Kekerasan

NUNUKAN – Pelaku yang bernama Samsul Bahri Als Ancu, (39) menarik paksa tas wanita milik korban yang di selempang kan pada bagian tubuhnya saat korban dibonceng sepeda motor oleh suaminya.

Awalmulanya pada tanggal 21 Oktober 2019 sekira pkl 19.30 wite korban dengan anak laki laki (2th) dibonceng oleh suaminya dengan mengendarai sepeda motor, Saat melintas di jalab tvri gang Delima , tiba tiba datang dari arah kiri seorang laki laki yang mengendarai sepeda motor matic menarik paksa tas yang di bawa oleh korban hingga putus terlepas.

Akibat tarikan tersebut korban dan anaknya hampir terjatuh namun suami korban segera menghentikan laju sepeda motor dan menurunkan korban dan anak nya.

Menyadari akan kejadian tersebut suami korban berinisiatif melakukan pengejaran kepada pelaku dengan menggunakan sepeda motor yang dikendarainya sedangkan pelaku masih terlihat.

Namun naas teriakan jambret dan kejaran suami korban mengakibatkan ybs out of control masuk ke dalam parit dan mengalami luka robek yang cukup dalam pada bagian kepala kanan atas serta dahi kiri atas (-+12 jahitan). Atas kejadian ini korban melaporkan kejadian tersebut di Polsek kota Nunukan.

Laporan tersebut kami tindaklanjuti dengan analisa perkara serta Lidik intensif sehingga mengerucut ke arah dugaan pelaku. Pada hari Selasa 05 Oktober 2019 terhadap dugaan pelaku berhasil kami amankan.

Usai menjambret pelaku mengendapkan terlebih dahulu barang bukti kemudian menjualnya kepada pelaku penadah, Sementara tas milik korban pelaku membuangnya.

Uang hasil kejahatannya oleh pelaku habis dipergunakan untuk mengkonsumsi narkoba.

Selain melakukan jambret pelaku juga diketahui melakukan Curat pada sebuah rumah di jalan gajah Mada / jl rimba Nunukan tengah. (LAPDU POLSEK KOTA tgl 02 November 2019). LP/177/XI/2019/kaltara/Res Nunukan tgl 5 November 2019.

Pelapor Risna, perempuan (18) swasta, Islam, Bugis, jl. Gajahmada / jl rimba Nunukan tengah, kerugian korban ke dua pelaku diperkirakan mencapai (sepuluh juta rupuah) Rp. 10.000.000 Rumah korban yang berada di jalan Gajahmada / jalan rimba pada hari Sabtu 02 November 2019 sekira pkl. 05.00 wite.

Pelaku Samsul Bahri Als Ancu, (39) tidak bekerja, Islam, Bugis, jl. Jamaker Nunukan barat. (Residivis kss ANIRAT). Barang bukti berupa, 1 unit hp Vivo, 1 unit hp iPhone 6, 1 buah kotak hp Vivo, 1 buah kotak hp iPhone 6.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro S.I.K, MH, mengtakan melalui humasnya IPTU M.Kariyadi Pelaku masuk ke dalam rumah korban yang pada saat itu tertutup namun tidak terkunci, saat itu korban terlihat dalam keadaan tidur di ruang tamu.Korban menyimpan 2 unit hp milik nya di samping tempat korban tertidur.

“Pelaku mengambil hp tersebut lalu melarikan diri hp tersebut pelaku meng install ulang agar bisa dipergunakan sendiri oleh nya dan saat ini pelaku dan BB kami amankan di Mako Res Nunukan guna proses sidik selanjutnya”. Jelas M.Kariyadi.(Anto/Charles)