Satreskoba Polres Nunukan Aman Sabu Seberat 9 Kilogram

NUNUKAN- Satreskoba Polres Nunukan gagalkan Sembilan kilogram (kg) narkotika jenis sabu, Selasa (25/11/2019) lalu, di Sei Manurung Sebatik. Yang rencananya barang haram tersebut akan dibawa ke Pare-Pare, Sulawesi Selatan.

Dari hasil pengembangan tersebut pelaku lainnya yang diamankan di Jalan Pelabuhan Baru, di belakang kantor Imigrasi Lama Kelurahan Nunukan Timur dan Kota Makassar.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro didampingi Kasat Reskoba AKP I Eka Berlin dan Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M Karyadi dalam Pers rilisnya, Kamis (5/12/19) diruang pertemuan Endra Dharmalaksa mengatakan, pengungkapan di bulan november 2019, bermula dari laporan Masyarakat bahwa dua pria yang dicurigai membawa sabu-sabu dari Malaysia, keduanya bernama Samsul dan Rahman diamankan di Sei Manurung Sebatik.

Kapolres juga menyebutkan satu pelaku lainnya, Sudirman berhasil diamankan di salah satu hotel di Makassar.

“Pelaku ini masing-masing mempunyai peran, Samsul sebagai kurir dan merekrut Amiruddin yang dijanjikan upah Rp 45 juta,” katanya.

Pelaku lainnya Sudirman yang kita tangkap di Makassar, perannya sebagai pengendali kurir mulai dari Sebatik hingga Pare-Pare. Pelaku ini juga sebagai penjemput sabu di Pelabuhan Pare-Pare.

“Sudirman ini sudah tiga kali berhasil meloloskan barang haram ini, pertama 2 Kilogram, kedua 7 kilogram dan Ketiga 8 kilogram, dengan upah Rp 30 juta sekali bawa dan Sudirman memiliki aset satu kapling tanah di Nunukan yang dibelinya dari hasil sabu,” jelasnya Kapolres.

Modusnya pelaku membungkus sabu 9 kilogram tersebut dan memasukan ke dalam tiga ember cat.

” Pelaku dijerat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup,” ungkap Kapolres. (red)

Politisi NasDem Minta Pemerintah Berikan Insentif Kepada Para Pemuka Agama

NUNUKAN – Salah satu pilar dari terwujudnya negara yang kuat apabila bangsanya berkepribadian dalam tingkah lakunya. Dan untuk mewujudkan hal tersebut tak lepas dari peran serta pembimbing terutama dalam ilmu keagamaan.

“Bagaimanapun tak bisa dipungkiri bahwa peran para pemuka agama teramat besar dalam mewarnai kanvas pembangunan negeri ini,” ungkap Tokoh Muda Perbatasan, Hendrawan ketika ditemui Pewarta, Selasa ( 4/12/2019).

Namun menurut Pria yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Nunukan tersebut, peran besar para pemuka agama terutama diwilayah Perbatasan masih sering luput dari perhatian. Padahal menurut Hendra, seharusnya Pemerintah punya kewajiban dalam mensejahterakan semua warga negara terlebih para pemuka agama yang jelas – jelas sangat berjasa dalam mencetak generasi yang religius.

“Saya yakin bahwa niat para pemuka agama baik dari agama manapun adalah karena ibadah. Akan tetapi sebagai bangsa yang besar kita juga harus tahu berbalas budi walaupun sekali lagi saya yakin mereka tak mengharapkan itu,” tandas Politisi Partai NasDem tersebut.

Untuk itu Hendrawan melalui fraksinya di Parlemen Daerah akan menyurakan hal tersebut dan lewat internal organisasi maupun Partainya akan meminta Pemerintah melalui Kementerian Agama agar mengalokasikan anggaran supaya para pembing agama mendapatkan insentif.

Lebih lanjut terkait hal ini Hendra mengaku sangat memaklumi jika ada pihak – pihak yang kurang sepakat dengan alasan akan mengurangi keihlasan. Namun sekali lagi ia menegaskan bahwa perjuanganya agar para pembimbing ilmu keagamaan tersebut mendapatkan insentif adalah sebagai wujud dharma bakti kepada mereka yang telah berjasa bagi negara.

“Dari itu saya mohon maaf apabila perjuangan saya ini mungkin ada yang menganggap sebagai celah ketidak ikhlasan dalam ibadah.Dan tolong jangan dipelintir. Karena dalam pandangan saya, para Pembimbing Spirualitas dari agama manapun adalah orang – orang yang sangat berjasa terhadap negara,” papar Hendra.

Insentif tersebut menurut Hendra adalah spirit dari sarana agar para pemuka dan pembibing ilmu keagamaan tersebut semakin mudah dalam tugas keagamanya. Hendra mencontohkan, di wilayah tertentu yang domisilinya jauh dengan pemukiman Umat, akan lebih mudah dan cepat dalam mencapainya karena adanya insentif yang diberikan.

“Contohnya yang biasanya ditempuh dengan jalan kaki, kalau ada insentif kan mereka dapat membeli kendaraan. Nah dengan hal tersebut tentu para pemuka agama tersebut akan lebih cepat dalam menunaikan tugas keagamanya. Bukankah membantu kemudahan orang beribadah adalah salah satu bentuk dari ibadah juga?,” tandasnya.(***)

Ini Kata Politisisi NasDem Terkait Molornya Pengesahan APBD Nunukan 2020

NUNUKAN – Belum kunjungnya pengesahan Aggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nunukan hingga saat ini menjadi tanda tanya publik. Berbagai pihak saling berasumsi mengenai tarik ulurnya kesepakatan pendapat antara eksekutif dan legislatif apalagi usai Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid melempar wacana akan mengeluarkan Perkada.

Menanggapi asumsi publik tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan, Hendrawan mengungkapkan bahwa hal lumrah apabila masyarakat berasumsi karena dalam sistem demokrasi masyarakat mempunyai hak untuk mengawasi wakil – wakilnya tak terkecuali dengan pengesahan anggaran yang pada hakikatnya adalah milik masyarakat.

” Saya kira wajar lah kalau masyarakat mempunyai asumsi terkait hal ini. Nah disinilah tugas kita sebagai wakil mereka untuk memberi penjelasan agar tak terjadi multipersepsi,” tutur Hendrawan kepada Redaksi, Senin (3/12/2019).

Namun Politisi Partai NasDem tersebut juga meminta kepada masyarakat untuk dapat memahami bahwa tarik ulur dalam pengesahan APBD juga hal yang biasa sepanjang substansinya demi memperjuangkan aspirasi mereka.

“Apabila ada sedikit ketegangan dalam batas yang wajar dan sepanjang masih substansial, itu juga hal yang harus dimaklumi. Karena kita punya kewajiban memperjuangkan aspirasi merereka juga,” katanya

Hendra menegaskan bahwa anggota DPR maupun DPRD adalah orang – orang yang telah diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk memperjuangkan hak mereka dalam kesejahtaraan melalui pembangunan yang berkeadilan. Sehingga Hendra meyakini bahwa semua anggota DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Nunukan akan mengedepankan kepentingan mayoritas masyarakat diatas ego pribadi.

“Kendati terbilang sebagai orang baru di Parlemen Daerah, namun saya melihat kawan – kawan anggota DPRD tak kan melupakan diri, bahwa anggota DPRD adalah pengemban amanat rakyat. Sehingga yang sedang diperjuangkan pasti demi kepentingan masyarakat minimal aspirasi mayoritas konstituen,” tandasnya.

Hendra pun tak mau berandai – andai apabila Bupati Nunukan benar – benar akan mengeluaran Perkada. Sebagaimana diketahui konsekwensi dari keluarnya Perkada adalah anggota DPRD dan Bupati tak menerima gaji selama enam bulan kedepan dari tanggal ditetapkanya Perkada tersebut.

“Kita optimis saja lah bahwa APBD Nunukan pasti akan disahkan walau sedikit terlambat. Namun secara pribadi saya tegaskan bahwa sejak saya dilantik sebagai anggota DPRD, maka hidup saya selama lima tahun telah saya hibahkan untuk masyarakat. Untuk itu, konsekwensi apapun yang akan saya terima sepanjang demi kesejahteraan rakyat, pasti saya akan jalani,” pungkas Hendra.(Eddy)

DALAM RANGKA MEMERIAHKAN HUT TNI-AD KE 74 DI PULAU PERBATASAN INDONESIA – MALAYSIA.

NUNUKAN — Nunukan Kaltara 30/12/2019 Brigjen TNI Widi Prasetijono didampingi seluru Kodim sekaltim dan sekaltara menurut Danrem Bahw Kabupaten Nunukan yang diwakili oleh dan SKPD para tokoh masyarakat di antaranya adalah.

Jajaran Kodim 0912 bersama TNI dan Polri. Polri di antaranya adalah Satgas Yonif Raider 600, Modang juga dari Mairinur liter gas Marinir TNI AL yang tergabung kemudian Lantamal 13 termasuk diantaranya dengan kepolisian.

Hari ini merupakan hari kebahagian kira bersama yang hari ini bergembira sekali kita dapat berkumpul di tempat yang membanggakan ini kemudian, tentunya masyarakat sudah tidak sabar ingin melihat artis KDI yakni SELVI salah satu penyanyi terbaik.

Lanjud Danrem kita sampaikan beberapa hal untuk masyarakat tahu kenapa kita selenggarakan kegiatan ini,? Tidak lain adalah sebenarnya lebih kepada mengenalkan masyarakat sebatik Kepada seluruh masyarakat Indonesia termasuk di antaranya apa yang jadi seperti ini adalah patok batas negara kita dengan negara tetangga kita negara Malaysia sehingga ini yang kita kenal Kepada seluruh masyarakat.

“pada kesempatan hari ini kita laksanakan Lari lintas alam mulai dari 10 kilo 5 kilo dan lari hiburan 3 kilo Saya berharap seluruhnya bisa mendapatkan bagian dan bisa jual seluruhnya kemudian hari ini juga diikuti oleh rekan-rekan kita dari negara yang lain.”ucapnya

Diantaranya dari Malaysia dan dari Philifina yang ikut di dalamnya dan ada juga yang menjadi juara dari rekan-rekan kita ini kan soalnya kegiatan ini yang sebenarnya dirangkai dengan kegiatan yang lain dengan.

Untuk perjalanan kecap erat antara masyarakat Indonesia dengan Tentara Nasional Indonesia khususnya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Brigjen TNI Widi Prasetijono jabatan Damren 091/ASN dan pada hari ini Munggu kira memeriahkan Hari Juang dalam ke 74 Rangka Hari Ulang TNI saya membawa seluruh komandan Kodim jajaran Korem 091 Aji Surya natakesuma yang berada di wilayah Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara seluruhnya ada di sini Supaya apa supaya mengenal surat-surat kita yang berada di perbatasan terluar di Sebatik.(Admin)

Tagana Masuk Sekolah (TMS) Tanamkan Pengetahuan Tentang Bencana

NUNUKAN – Untuk Mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana sejak dini.  Dinas Sosial Kabupaten Nunukan melaksanakan kegiatan Tagana Masuk sekolah (TMS) yang dicanangkan Kementerian Sosial RI bekerjasama dengan Kementrian Pendidikan RI melalui surat edaran bersama  nomor 4 Tahun 2019 dan nomor 1 tahun 2019 tentang mitigasi kebencanaan pada satuan pendidikan melalui program tagana masuk sekolah. yang dilaksanakan di SMKN 1 Nunukan pada Sabtu (30/11).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nunukan Ir H Jabbar Msi menyampaikan penanganan bencana pada ssaat ini mengalami perubahan paradigma maupun tindakan, penanganan bencana kini menitikberatkan pada partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana. 

“Jadi masyarakat bukan hanya sebagai objek maupun korban dari bencana namun juga sebagai pelaku dari penanggulangan bencana,” ungkapnya.

Disampaikan, pelaksanaan TMS di wilayah perbatasan khususnya di tingkat pelajar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana yang lebih komprehensif, terpadu dan berkesinambungan di satuan pendidikan dengan melibatkan peran semua pihak pemangku kepentingan. diharapkan dengan pelaksanaan TMS para peserta didik, pendidik tenaga kependidikan dapat mengetahui tentang bencana, potensi dan upaya pengurangan resiko bencana pada tingkatan lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat yang paling sederhana mampu menyelamatkan diri sendiri dan evakuasi sederhana apabila terjadi bencana.

Ditambahkan lebih lanjut untuk sasaran  pelaksanaan TMS yakni peserta didik baik di tingkat taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar/ Madrasah, SLTP hingga  tingkat SLTA di Kabupaten Nunukan, untuk tahun 2019 program Tagana Masuk Sekolah (TMS) baru dilaksanakan di 5 Sekolah. Sehingga diharapkan pada tahun 2020 TMS dapat dilaksanakan di seluruh sekolah di semua tingkatan.

“TMS merupakan bagian dari upaya  Program Edukasi Kesiapsiagaan Masyarakat dalam penanggulangan bencana yang bertujuan mempercepat terbangunnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petugas penanggulangan bencana terhadap potensi dan kemungkinan terjadinya bencana,” ungkapnya.

Disampaikan, untuk kedepannya program kegiatan TMS yang akan dilaksanakan dengan memberikan materi terkait dengan pengenalan jenis bencana dan model pengurangan resiko bencana, strategi kesiapsiagaan dan mitigasi menghadapi bencana, pengorganisasian penanggulangan bencana di satuan pendidikan, menentukan tanda bahaya yang disepakati dan dipahami seluruh pemangku kepentingan di satuan pendidikan, menentukan dan memasang tanda petunjuk jalur evakuasi dan titik kumpul, penyampaian informasi dan laporan permohonan pertolongan, pelatihan teknis pertolongan pertama, pemberian layanan psikososial dan penyelenggaraan kegiatan simulasi kebencanaan secara rutin. (Humas)