25 OPD Meriahkan Pawai Budaya HUT ke-26 Nunukan, Bupati Turut Jalan Kaki Bersama Warga

Nunukan – Sebanyak 25 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan ambil bagian dalam Pawai Budaya yang digelar Sabtu (11/10/2025). 

Kegiatan yang merupakan rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Nunukan ini berlangsung meriah dan penuh semangat.

Sejak pagi, ratusan peserta dari 96 regu mulai berbaris di titik start. Tak hanya dari OPD, peserta juga datang dari berbagai elemen masyarakat, masyarakat pun memadati pinggir jalan sepanjang rute sejauh kurang lebih 3 kilometer, menyambut peserta dengan tepuk tangan dan sorakan semangat.

Pawai ini menjadi istimewa karena Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, ikut berjalan kaki bersama peserta dari start hingga finis. Ia didampingi istri, Andi Annisa Muthia, Istri Wakil Bupati Susanti Hermanus, serta Plt. Sekda Kabupaten Nunukan. Kehadiran mereka disambut hangat oleh warga yang menyaksikan di sepanjang jalan.

“Kita ingin ikut merasakan semangat masyarakat, menyatu dalam semarak budaya ini,” kata Bupati Irwan.

Di depan panggung kehormatan, berbagai penampilan menarik ditampilkan para peserta, khususnya dari OPD yang menampilkan kreativitasnya masing-masing, Dinas Kesehatan P2KB misalnya, mengajak warga untuk lebih peduli dengan posyandu, peserta dari OPD ini tampil sebagai balita minum susu dari botol dot, ibu hamil, hingga lansia.

“Posyandu itu untuk semua kalangan, bukan hanya balita. Kita ingin masyarakat lebih sadar akan pentingnya layanan kesehatan ini,” ujar Ketua TIM dari Dinkes P2KB.

Dinas Perikanan juga tak kalah kreatif, mereka mengampanyekan gemar makan ikan. 

Kepala Dinas Perikanan, Suhadi, bahkan menyerahkan langsung olahan ikan kepada Bupati. Tak hanya itu, para tamu di tenda kehormatan juga mendapat suguhan makanan berbahan dasar ikan dari peserta.

“Ikan itu bergizi dan sangat baik untuk kesehatan. Mari kita jadikan ikan sebagai makanan sehari-hari,” kata Suhadi.

Peserta dari OPD lain seperti DPMD, Bappeda, Disnakertrans, Diskominfo, Disdik dan PAUD, DPMPTSP, DLH, BKPSDM, dan lainnya, turut menunjukkan semangat kebersamaan dengan mengenakan pakaian adat, membawa properti budaya, hingga menampilkan atraksi di depan tenda kehormatan.

Setiap peserta memberikan salam hormat kepada para tamu undangan, sebagian juga menampilkan atraksi yang merepresentasikan layanan atau program kerja mereka.

Pawai Budaya ini digelar oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan dengan tema “Merajut Hubungan Harmoni melalui Interaksi Budaya untuk Energi Maju Nunukan Maju.”

Sebagai penutup, seluruh peserta bersama-sama menyampaikan ucapan ulang tahun kepada Kabupaten Nunukan. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kaharuddin, yang juga turut berjalan bersama rombongan, menyampaikan ucapan khusus.

“Selamat ulang tahun ke-26 untuk Kabupaten Nunukan. Diskominfo, Energi Baru, Nunukan Maju!” ucap Kaharuddin bersama rombongan dengan penuh semangat.

Pawai ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga simbol kebersamaan dan semangat membangun daerah melalui gotong royong antar instansi dan partisipasi masyarakat.

(Humas DPRD Nunukan)

Bocah “Pangeran Dangdut” Meriahkan Pawai Budaya Bersama Bekesbangpol, Bikin Penonton Terkesima dan Tertawa

Nunukan – “Akulah pangeran Dangdut Yang akan mengguncang dunia, lewat lagu yang ku nyanyikan, lewat musik yang ku mainkan, setelah aku besar nanti, akan jadi si raja dangdut, dangdut, dangdut, dangdut, dang, dang, dang, dangdut.”

Lirik itu meluncur lantang dari mulut seorang bocah dalam barisan peserta Pawai Budaya yang dibawakan oleh rombongan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Nunukan. 

Bukan hanya suaranya yang merdu dan melengking, ekspresi si bocah saat bernyanyi juga sukses menghibur penonton yang berjejer di sepanjang rute, termasuk dipanggung kehormatan.

Suasana jadi riuh penuh tawa dan tepuk tangan. Masyarakat yang menyaksikan pun seolah tak mau melewatkan momen langka tersebut. Semangat anak-anak dalam rombongan Kesbangpol menggambarkan bagaimana energi baru tumbuh di tengah semarak budaya yang digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-26 Kabupaten Nunukan.

Kepala Bekesbangpol, Hasan Basri, menjelaskan bahwa barisan mereka terdiri dari berbagai unsur. “Peserta kami dari barisan Nusantara, bersama kami ada KPU, Bawaslu, FKDM, FKUB, partai politik, tokoh masyarakat, dan tokoh agama,” kata Hasan di depan tenda kehormatan, Sabtu (11/10/2025).

Mereka sudah menempuh perjalanan sejauh kurang lebih tiga kilometer. Namun semangat tidak luntur, justru makin membara.

“Dengan energi baru, kami merasa belum lelah. Kami masih ingin berjalan lebih jauh lagi. Ini ulang tahun pertama yang diikuti langsung oleh Bupati. Mudah-mudahan bukan yang terakhir. Siapa tahu nanti bisa sampai 2036,” ujarnya sambil tersenyum lebar.

Tak hanya itu, Hasan juga sempat melontarkan ungkapan puitis untuk menggambarkan semangat rombongannya, Ia berkata, “Pak Bupati, jika pernah melihat indahnya pelangi, maka seperti itulah kami. Jika Pak Bupati pernah menikmati nikmatnya gado-gado, seperti itulah nikmatnya kami merajut di Kesbangpol.”

Ia meyakini, di bawah kepemimpinan Bupati Irwan Sabri, Kabupaten Nunukan akan semakin sejahtera. 

Sebagai bentuk keyakinan itu, Hasan mengajak anak-anak yang ikut dalam rombongannya untuk memberikan jawaban jujur.

“Kata orang, anak kecil tidak pernah bohong. Jadi saya tanya, adik-adik, yakin dengan energi baru?” tanya Hasan lantang.

“Yakin! Energi Baru, yeii!” teriak anak-anak serempak, disambut tepuk tangan dan gelak tawa penonton.

Meski tidak punya proyek-proyek fisik, Hasan mengatakan bahwa Kesbangpol tetap ingin memberikan sesuatu yang berharga.

“Izinkan kami menyampaikan untaian kata-kata sebagai ucapan selamat ulang tahun untuk Kabupaten Nunukan,” ucapnya sebelum membacakan pantun yang membuat suasana semakin semarak.

“Burung enggang terbang ke rimba, menyapa alam nan elok rupawan. Energi Baru Irwan Sabri menyala membara, Nunukan melaju menuju masa depan.”

Disambung dengan pantun kedua yang tak kalah puitis.

“Burung elang terbang di awan biru, hinggap di dahan sambil bernyanyi merdu. Selamat ulang tahun Kabupaten Nunukan ke-26, penuh energi baru, semoga jaya selalu, maju dan tak ragu.”

Pantun tersebut mendapat sambutan hangat dari para tamu dan penonton, yang memberi tepuk tangan meriah.

Sebagai bentuk apresiasi, Pdt. Mika dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mewakili peserta Bekesbangpol menyerahkan kue ulang tahun kepada Bupati Irwan Sabri, yang menerimanya dengan senyum lebar.

Menutup penampilannya, Hasan kembali mengundang tawa dengan menyampaikan bahwa mereka telah berhasil mengumpulkan banyak “pahlawan” sepanjang jalan.

“Kami berhasil kumpulkan macam-macam pahlawan, ada Tjut Meutiah, Frans Kaisiepo, Ratulangi, Djuanda Kartawidjaja, sampai Ir. Soekarno,” katanya sambil tertawa, menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah uang saweran dari warga yang diberikan kepada anak-anak yang bernyanyi.

“Ini menandakan bahwa masyarakat Nunukan mulai sejahtera,” ucap Hasan, disambut gelak tawa dan tepuk tangan hangat dari hadirin.

(Humas DPRD Nunukan)

Momentum 26 Tahun, Hj. Leppa Serukan Semangat Positif untuk Nunukan yang Lebih Baik

Nunukan– Kabupaten Nunukan genap berusia 26 tahun pada 12 Oktober 2025, Dalam momen peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan yang digelar melalui rapat paripurna di Kantor DPRD Nunukan, Minggu (12/10/2025), Ketua DPRD Hj. Leppa menyampaikan harapan dan ajakan yang penuh semangat untuk seluruh masyarakat.

Leppa mengajak semua pihak untuk menjaga semangat membangun dan terus bergerak maju demi Nunukan yang lebih baik.

“Selamat ulang tahun untuk Kabupaten Nunukan. Semoga dengan bertambahnya usia, semangat kita juga terus bertambah. Seperti air yang mengalir, tidak berhenti memberikan kehidupan dan membawa perubahan positif,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berjalan mundur, melainkan harus terus maju dan berkembang bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Harus maju. Harus bertambah. Seperti air yang terus mengalir membawa kebaikan,” tambahnya.

Menurut Leppa, usia ke-26 adalah momentum penting untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah dan DPRD, terutama dengan hadirnya pemimpin baru yang mengusung slogan Energi Baru Nunukan Maju.

“Pemerintahan harus berjalan seiring dengan DPR. Kita harus saling menguatkan demi masyarakat,” katanya.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa dalam penyelenggaraan pemerintahan, kritik tetap diperlukan jika ada hal-hal yang belum berjalan baik.

“Kalau tidak baik, tentu tidak bisa dibiarkan. Harus kita tegur, harus dikritisi. Tapi kalau sudah baik, berjalan sesuai harapan, ya harus kita dukung,” tegasnya.

Dalam beberapa kesempatan, Hj. Leppa menyampaikan perumpamaan “air yang mengalir” sebagai simbol semangat membangun yang tidak boleh terhenti.

“Seperti air, semuanya harus mengalir dengan baik. Tidak boleh ada hambatan. Semua harus berjalan lancar,” ujarnya penuh harap.

Hj. Leppa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan usia 26 tahun sebagai titik awal membangun masa depan Nunukan secara bersama-sama.

“Mari kita jaga semangat ini. Bangun bersama, awasi bersama, dan dukung yang baik bersama. Nunukan harus terus tumbuh dan memberi manfaat bagi semua warganya,” pungkasnya.

(Humas DPRD Nunukan)

Lomba Domino Meriahkan Hari Jadi ke-26 Kabupaten Nunukan, Dibuka Langsung oleh Bupati Irwan Sabri

Nunukan– Salah satu rangkaian acara dalam peringatan Hari Jadi ke-26 Kabupaten Nunukan adalah lomba domino yang digelar di Gedung Akbar, Jalan Fatahillah, Senin (13/10/2025) malam. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, S.E dan diikuti ratusan peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Nunukan.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Sabri menyapa langsung para peserta dengan penuh semangat. “Selamat malam pak, dari mana aja yang ikut? Sebatik ada, Kabudaya ada, Nunukan, Nunukan Selatan, oh ada semua perwakilannya,” ucapnya lantang disambut riuh tepuk tangan peserta.

Tak hanya peserta pria, Bupati Irwan juga menyapa para peserta wanita yang turut ambil bagian dalam lomba tersebut. “Eh ada ibu-ibu juga ikut?” tanya Irwan dengan senyum. “Ada, Pak!” jawab para ibu-ibu kompak. Mendengar itu, Irwan pun menimpali, “Ibu-ibu juga tidak mau kalah. Selamat bertanding, Bu. Semoga bisa juara.”

Bupati Irwan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, terutama kepada tim KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Nunukan serta sponsor utama, Bankaltimtara Cabang Nunukan.

Menurutnya, lomba domino ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Nunukan ke-26. Sebelumnya telah digelar berbagai kegiatan seperti pawai budaya dan rapat paripurna istimewa DPRD yang memaparkan capaian kinerja pemerintah daerah selama 10 bulan terakhir.

“Melalui momen ini, kami terus berupaya menjalankan program yang sejalan dengan visi misi 17 arah perubahan masa jabatan Irwan Sabri dan Hermanus,” ujar Bupati.

Irwan juga mengingatkan seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas. “Saya harap pertandingan berjalan tertib, lancar, dan tidak menimbulkan kericuhan. Ini ajang silaturahmi, bukan sekadar adu menang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KORMI Kabupaten Nunukan, H. Akbar Ali menyampaikan ucapan selamat bertanding kepada seluruh peserta. “Lomba ini menjadi salah satu wujud kebersamaan dan semangat masyarakat dalam memperingati ulang tahun Kabupaten Nunukan yang ke-26,” ujarnya.

Sejak pukul 19.00 WITA, Gedung Akbar telah dipadati peserta dan penonton. Area parkir penuh dengan kendaraan roda dua dan empat, menandakan antusiasme masyarakat yang tinggi. Sebelum pertandingan dimulai, panitia membacakan sejumlah peraturan, seperti peserta wajib mengenakan celana panjang dan sepatu, serta hanya boleh mengucapkan kata “lewat”, “pas”, atau “lanjut” selama permainan berlangsung.

Sebanyak 64 meja disiapkan di dalam gedung, dengan sistem permainan 2 lawan 2. Peserta yang kedapatan memberikan kode kepada rekan main akan langsung didiskualifikasi.

Sebagai tanda dimulainya lomba, Bupati Irwan Sabri bersama beberapa kepala OPD turut memainkan kartu domino secara simbolis. Berdasarkan data panitia, lomba domino ini diikuti sekitar 300 regu dengan total peserta hampir mencapai 700 orang, menjadikannya salah satu kegiatan dengan partisipasi terbesar dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Nunukan tahun ini.

(Humas DPRD Nunukan)

Rayakan HUT ke-26, Pemkab Nunukan Gelar Pasar Murah, Warga Senang Harga Lebih Terjangkau

Nunukan– Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan ke-26 tahun 2025, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Nunukan menggelar Operasi Pasar atau Pasar Murah, kegiatan ini berlangsung selama 2 hari 12 hingga 13 oktober 2025 dan terbuka untuk umum.

Pejabat Pengawas Perdagangan Ahli Muda pada DKUKMPP, Abdul Rahman, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi dinasnya untuk menyemarakkan ulang tahun kabupaten sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.

“Untuk Pasar Murah ini, sekarang hari kedua. Kami dari Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan ikut berpartisipasi dalam rangka merayakan ulang tahun Kabupaten Nunukan,” ujar Rahman saat ditemui di lokasi kegiatan.

Ia menjelaskan, barang-barang yang dijual dalam pasar murah cukup beragam dan menyasar kebutuhan sehari-hari warga. 

“Ada sirup, tepung, minyak goreng Kinci Mas, sabun, dan perlengkapan rumah tangga, khususnya alat dan bahan dapur,” tuturnya.

Menurutnya, respon masyarakat cukup positif meski pengunjung datang bergantian. “Alhamdulillah, dari kemarin omzet penjualan kita sudah di atas satu juta rupiah. Memang pengunjung datang satu-satu, tapi kami siap layani sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Rahman menyebut sabun cuci piring, tepung, dan susu menjadi produk yang paling banyak dicari warga. “Karena barang kita langsung dari distributor, jadi selisih harganya dibanding di pasar itu antara seribu sampai seribu lima ratus rupiah lebih murah,” katanya.

Sejumlah kebutuhan pokok yang dijual di antaranya Susu Kental Manis (SKM) seharga Rp12.000, teh Rp12.000, kopi Rp11.000, garam Rp4.000, ajinomoto Rp7.000, asam jawa Rp6.000, Blue Band Rp10.000, sirup DHT Rp26.000, kecap Rp21.000, sabun cuci piring Rp18.000, dan Sunlight Rp8.000.

Istina, salah satu pembeli yang ditemui di lokasi pasar murah, mengaku senang bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. “Murah, Bu, di sini. Selisihnya beda-beda, sekitar Rp2.000 lebih murah dari harga pasar,” kata Istina.

Ia menyebut membeli beberapa kebutuhan seperti gula, minyak, dan telur. “Barangnya lengkap, dan memang ini yang saya butuhkan,” ujarnya.

Ketika ditanya harapannya kepada pemerintah, Istina berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut. 

“Mudah-mudahan begini terus, supaya meringankan kami masyarakat kecil,” ucapnya.

Pasar murah ini menjadi salah satu cara pemerintah daerah membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, sekaligus menjaga kestabilan harga menjelang akhir tahun.

(Humas DPRD Nunukan)