Masyarakat Kecamatan Pangkalanbaru Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Rumah Pendopo Rosman Djohan

PANGKALANBARU, BerandaNKRInews.com–Pemerintah kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Kesehatan kabupaten Bangka Tengah menggelar Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Kecamatan Pangkalanbaru tepatnya di Desa Beluluk,Senin (09/08/2021).

“Vaksinasi ini di gelar guna menambah daya tahan tubuh masyarakat di wilayah kecamatan pangkalanbaru yang saat ini menjadi kecamatan tertinggi penularan Covid-19,”Ungkap Kades terpilih Beluluk.

Atjek Fatoni juga menambahkan kalau kegiatan vaksinasi ini akan di gelar selama dua hari berturut turut.

“Vaksinasi hari ini begitu banyak antusias dari masyarakat, yang tadinya kita menargetkan sebanyak 200 orang tapi sampai dengan siang ini sudah lebih,”Ujarnya.

“Dan besok kita akan melanjutkan kembali vaksinasi ini, tetapi besok untuk pelajar dan komunitas gereja,”Tambahnya.

Sementara itu Venita Warga Desa Beluluk (21) juga mengatakan kalau vaksin pertama  ini sedikit merasa ketakutan dan deg-degan.

“Awalnya agak deg-degan sih,tapi setelah di suntik baru merasa lega, dan setelah 30 menit sampai dengan saat ini tidak ada kendala apapun yang di rasakan”,ungkap Venita.

(Renaldi)

Kebijakan Pemerintah Yang Tidak Solutif Justru Telah Memperparah Pademi

Anggota DPRD Kalimantan Utara, Supaad Hadianto (istimewa)

Tarakan – Sejak Pemerintahan mengkonfirmasi kasus Covid – 19 pada 2 Maret 2020, hingga sampai saat ini pandemi Covid-19 belum juga dapat dapat diatasi. Berbagai upaya penanggulangan telah dilakukan oleh pemerintah untuk meredam dampak dari pandemi Covid-19 di berbagai sektor.

Dampak dari Covid-19 tak hanya merugikan satu atau dua pihak saja, tapi hampir semua sektor merasakan imbasnya. Mereka yang terjangkit dan berstatus sebagai pasien covid selain mengalami kerugian waktu, tenaga, dan bahkan nyawa sebagai akibat imbas dari menyebarnya virus corona tersebut, juga telah membuat terpuruknya perkonomian

Sebagaimana diketahui, akibat pademi covid – 19, ekonomi Indonesia terus-terusan berada di zona negatif. Di kuartal II -2020, ekonomi RI langsung jeblok hingga -5,32%, di kuartal III -2020 mulai terjadi perbaikan menjadi -3,49% tapi masih berada di zona negatif, di kuartal IV -2020 pun demikian meski membaik menjadi -2,19% tapi tetap saja belum berhasil mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Hampir di semua daerah di Indonesia mengalami keterpurukan. Anggota DPRD Kalimantan Utara ( Kaltara) Supaad Hadianto menilai, Indonesia belum dapat keluar dari Pademi Covid – 19 karena beberapa faktor.

“Sejak awal pandemi sampai hari ini, terlihat jelas bahwa narasi yang didengungkan pemerintah, khususnya pesan-pesan publik yang disampaikan tdak mengutamakan perlindungan kesehatan masyarakat dan tidak menciptakan rasa aman sesuai yang diamanatkan konstitusi,” tuturnya, Minggu (8/8)

Sebaliknya, narasi yang ada melulu mendahulukan aspek ekonomi dan menjadikan kesehatan sebagai pertimbangan komplementer, bukan yang utama atau mendesak. Narasi ini juga telah menciptakan dikotomi semu antara ekonomi dan kesehatan masyarakat yang turut membuat publik terbelah dan bingung.

Kedua, ungkap Supaad, hampir setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat hingga ke daerah terkait pandemi tidak dibarengi dengan solusi.

Contohnya di Kaltara, ketika pemerintah mengeluarkan larangan mengadakan aktivitas yang dapat menimbulkan kerumuman, di sisi lain Pemerintah tetap memperbolehkan keluar masuknya warga ke Kaltara

“Apa ada jaminan bahwa akfittas selama di Kapal atau kendaraan lain selama dalam perjalanan itu tidak terjadi kerumunan? Apa ada jaminan surat Swab yang dibawa oleh pihak yang datang ke Kaltara itu asli?,” tukasnya.

Sekalipun membawa surat Swab, seharusnya Pemerintah dengan Tim Gugus tidak gegabah dengan membiarkan yang bersangkutan langsung bebas begitu saja beraktivitas di Kaltara tapa Swab ulang kedatangan dan tanpa menjalani Karantina.

Lebih lanjut, ungkap Supaad, pademi covid – 19 turut melahirkan pengangguran. Akibat kebijakan Pemerintah dalam pembatasan beraktivitas, tidak sedikit para pengusaha UMKM yang memberhentikan karyawannya lantaran sepinya pengunjung atau menurunnya permintaan konsumen.

Pemerintah ketika akan mengeluarkan kebijakan seharusnya dibarengi dengan solusi. Masyarakat sebagai warga negara memang wajib dan mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh negara . Namun Supaad mengingatkan bahwa masyarakat juga punya hak untuk mendapatkan kesejahteraan.

“Dan itu diatur oleh UUD 1945 Pasal 28 H ayat 1 , ingat itu,” tegas Supaad.

Sebagaimana diketahui, ada 4 ayat dalam Pasal 28 UUD 1945 dan menyatakan sebagai berikut:

(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan

(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan

(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang bermartabat

(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang – wenang oleh siapapun.

Pewarta : Eddy Santry

APKLI Babel Berharap Pasar Malam Dibuka Kembali

PANGKALPINANG, BerandaNKRInews.com –PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4 di Provinsi Kep. Bangka Belitung akan berakhir pada 8 Agustus 2021, mengacu pada SK Gubernur Babel No. 188.44/697/BPBD/Babel/2021.

Merespon hal tersebut Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Babel, Mangimpal Lumbantoruan meminta pihak Pemerintah Provinsi Kep. Bangka Belitung memberikan kelonggaran kepada pedagang pasar malam untuk bisa kembali berjualan.

“Selama penerapan PPKM level 3 dan 4, rekan-rekan pedagang pasar malam kan tutup. Harapan kita (APKLI, red) pedagang pasar malam bisa kembali berjualan supaya ada pemasukan,” pinta Mangimpal Lumbantoruan.

Masih menurut Mangimpal Lumbantoruan, penutupan pasar malam sejak 26 Juli – 8 Agustus, sangat memberatkan bagi pedagang pasar malam.

“Kalau tidak ada pemasukan, mereka makan apa? Bayar kredit motor atau mobil darimana? Ya, kami memohon pengertian dari Bapak Gubernur,” ungkap Mangimpal Lumbantoruan.

Sebagai bentuk tanggungjawab dari APKLI, Mangimpal telah menekankan kepada anggotanya supaya taat Protokol Kesehatan (Prokes) yakni menyediakan cuci tangan, menjaga jarak dan memastikan semua pedagang mengenakan masker selama berjualan.

“Mengenai Prokes, saya sudah minta koordinator pasar malam, Sarna Winata alias Mas Ben untuk menjaga betul Prokes dan mereka sudah menyanggupinya,” beber Mangimpal.

Untuk diketahui sejak PPKM level 3 dan 4 diterapkan pasar malam ditutup. Dampaknya sekitar 800-an pedagang pasar malam yang menggantungkan hidupnya dari pasar malam tidak ada pemasukan. (*)

Wartawan: Agus Muslim, SH
Editor: Yogi Pranata








Gandeng Ormas SKS, PPWI Lebak Gelar Aksi Sosial Bagi-bagi Nasi Kotak

Lebak – Berandankrinews.com. Dewan Pengurus Cabang Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPC PPWI) Kabupaten Lebak menggelar aksi sosial membagikan makanan berupa nasi kotak kepada sejumlah pedagang asongan dan pengayuh becak di Kawasan Perkantoran Pemerintahan Kabupaten Lebak dan Alun-alun Kota Rangkasbitung, Jumat, 06 Agustus 2021.

Kegiatan tersebut terselenggara melalui kerjasama PPWI Lebak dengan dengan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Sejatinya Kita Saudara (SKS).

Kegiatan bakti sosial tersebut merupakan agenda mingguan DPC PPWI Kabupaten Lebak dan SKS Lebak, yang dilaksanakan setiap hari Jumat usai melaksanakan ibadah shalat Jumat di sekitar Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. “Jum’at berkah ini adalah agenda mingguan kami,

sesuai visi misi dan AD/ART organisasi yang salah satunya adalah melaksanakan kegiatan sosial kepada masyarakat, maka PPWI Lebak berinisiatif akan terus melaksanakan kegiatan ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Hari Jumat ini

kami mengadakannya di depan Masjid Agung Al- A’raf Kabupaten Lebak. Semoga ke depan akan lebih banyak lagi yang bisa kami lakukan untuk masyarakat Lebak,” kata Abdul Kabir, Ketua PPWI Kabupaten Lebak saat ditemui awak media ini di sela-sela kegiatan.

Selain itu, lanjut Abdul Kabir, PPWI Kabupaten Lebak yang baru seumur jagung berharap, hadirnya organisasi PPWI bisa bermanfaat dan bisa melakukan sesuatu yang dapat dirasakan oleh masyarakat di tengah-tengah masa sulit seperti ini. Abdul Kabir juga mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para pihak yang telah membantu terlaksanannya kegiatan ini.

“Meski yang kami lakukan hanya bernilai sedikit, tetapi setidaknya kami berupaya melakukan sesuatu untuk dapat membantu mereka yang terhimpit secara ekonomi di masa sulit ini.

Tidak lupa saya juga selaku Ketua PPWI Kabupaten Lebak mengucapakan banyak terima kasih kepada para pihak yang sudah membantu kegiatan ini,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Ketua SKS, Agus Kuncir. Ia mengaku sangat mendukung kegiatan ini karena ada persamaan visi misi organisasi PPWI dengan Ormas SKS. Agus berharap, sinergitas yang sudah terjalin antara kedua organisasi ini dapat terus ditingkatkan, terutama dalam hal kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Saya berharap, sinergitas antara PPWI dan SKS dapat terus ditingkatkan. Semoga saja apa yang kami lakukan ini dapat bermanfaat dan membantu mereka yang membutuhkan,” pungkas Agus. (KBR/Red)

SMK Negeri 1 Sebatik Barat, Sekolah Berbasis Ketahanan Pangan

Nunukan – “Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara(Kaltara), Berdiri di atas kurang lebih 35,5 hektar.

Hal ini disampaikan oleh Kepala sekolah (Kepsek) SMK Negeri 1 Sebatik Barat “Sujud Santoso, S.Pd” kepada wartawan, Senin (03/08/2021).

Kata Sujud, semenjak saya diangkat menjadi kepala sekolah pada tahun 2018, saya membuka lahan seluas 4 hektar, kami tanami pisang jenis kepok pada tahun 2020. Setelah saya membuka lagi lahan 5 hektar kami tanami durian, dan membuka jalan 4 ribu meter untuk menuju ketambak.

Selanjutnya pada tahun 2021 ini, kami bukak lahan seluas 10 hektar kami tanami Buah manggis, kelengkeng, Alpokad, dan durian Akolasi rencana penanaman bulan agustus 2021.

Sujud akui, selaku kepala sekolah sekaligus penanggung jawab maju mundurnya SMK Negeri Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan, Kalimantan utara (Kaltara).

Dikatakan pula bahwa, “Tana dan Lokasi yang Kami Kelolah adalah Hibah dari pemerintah Daerah (Pemda) Nunukan, hingga sekarang sudah sertifikat atas nama SMK Negeri 1 Sebatik Barat”.

“Saya membangun ini tujuannya supaya Siswa mempunyai keahlian dalam mengekulasi bibit buah buahan, kelak Lulusan bisa diandalkan menjadi tenaga ahli bidang pertanian khususnya Tanaman Buah- buahan, dan nantinya SMK Negeri 1 sebatik Barat sebagai pusat bibit Buah – buahan se-Kaltara
bahkan se-indonesia”,ujar Sujud.

Saat ini kata Sujud, “Kami terus berinovasi dan berusaha membangun bagaimana SMK ini bisa menjadi contoh kepada seluruh SMK se-Indonesia bahkan satu- satunya sekolah SMK yang memiliki Kawasan cukup luas dan Strategis”.

“Kami terus membangun dan bekerjasama dengan Masyarakat yang mengerjakannya adalah warga masyarakat sering dibantu
siswa, manakalah Siswa waktu Libur diluar jam belajar mereka datang bergotong royong sekaligus Refresing”, ungkap Suyud.

Lebih lanjut Sujud menyampaikan bahwa, Sekolah SMK sebatik Barat belum memiliki alat berat SMK masih nyewa alat berat untuk membuka lahan.

Konsep kami adalah sebagai sekolah berbasis ketahanan pangan, itu satu- satunya di indonesia dan menuju sekolah agrowisata.

Peningkatan kompetensi perkebunan, perikanan dan akutansi menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (Bosnas) Nasional tahun 2020, per siswa mendapatkan Rp1.600.000, dengan jumlah 500 orang murid.

Pengelolaan lahan SMKN 1 Sebatik Barat untuk perkebuhan bertujuan melatih para siswa terampil dan aktif dalam bidangnya.
Agar sekolah di perbatasan Indonesia-Malaysia ini menjadi sekolah ketahanan pangan”, Jelasnya.

Mengelola kebun seluas 5 Hektar, menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (Bosnas) Nasional tahun 2021 karena membuat danau kurang lebih 2 hektar Luasnya”, ungkap Sujud.

Yuspal/Yutdalin