Seorang warga Cungkil biji hitam Anaknya,Tokoh Agama Makassar tanggapi Begini

Oleh: *Dr. H. Abdul Wahid, MA*
(Muballigh & Akademisi Makassar)

Bagaikan disambar petir di siang bolong setelah mendengar informasi bahwa ada oknum orangtua di Kab. Gowa Sulawesi Selatan yang telah tega mencungkil mata hitam anak kandungnya sendiri, dengan tujuan untuk pesugihan atau memperoleh kekayaan.

Hal ini tentu salah satu bentuk perbuatan sadis, kejam dan termasuk mencerminkan mundurnya peradaban di tengah masyarakat.

Sejarah mencatat kejadian yang hampir serupa pernah terjadi pada masyarakat Arab Jahiliyah empat belas abad silam ketika awal Islam hadir di Mekah, di mana masyarakat Arab Jahiliyah membunuh dan mengubur hidup-hidup anak perempuan yang baru lahir karena dianggap anak perempuan sebagai pembawa sial dan masalah di masa mendatang.

Konteks itulah kemudian Allah mengutus Nabi Muhammad saw. mengajarkan nilai-nilai spiritual yang berbasis tauhid, ditopang oleh akhlak yang luhur serta mengangkat harkat martabat kaum perempuan sejajar dengan kaum pria khususnya dalam hal interaksi sosial, belajar, ibadah dan lain sebagainya (QS an-Nisa’: 97).

Untuk itu, apa yang dilakukan oleh oknum orangtua di Kab. Gowa Sulawesi Selatan tersebut termasuk suatu tindakan kejam, sadis dan tergolong terkutuk karena bertentangan dengan nilai-nilai budaya dan agama.

Keberadaan anak seharusnya dipahami sebagai titipan dan amanah dari Allah yang wajib dijaga dan didik dengan sebaik-baiknya agar ke depan dapat menjadi  pelanjut keluarga  dan kepemimpinan bangsa.

Perbuatan oknum orangtua yang telah mencungkil mata anaknya sendiri sungguh di luar nalar dan akal sehat, terlebih lagi diduga motiv sementara dari pelaku karena takut jatuh miskin, sehingga ia mencari jalan pintas untuk memperoleh kekayaan yang bertentangan dengan ajaran agama.

Dalam hal ini berikut pesan al-Qur’an; *“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami-lah yang akan memberi rezqi kepada mereka dan juga mengganti. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar”. (QS. al-Isra’:31).*

Dengan demikian, perbuatan orangtua di Kab. Gowa ini termasuk suatu tindakan dosa besar dan secara tidak langsung telah membunuh anak dan masa depannya yang sudah selayaknya diberi hukuman yang setimpal oleh negara sesuai hukum yang berlaku.

Terkait dengan kejadian tersebut Kombes Pol E Zulpan selaku Kabid Humas  Polda Sulsel mengatakan, insiden ini termasuk sadis karena didorong oleh halusinasi yang diduga mereka lakukan karena untuk pesugihan, karena itu pihaknya akan melakukan penegakan hukum sesuai aturan hukum yang berlaku, dan hingga saat ini telah diamankan empat orang pelaku.

Lebih jauh menurut Kombes Zulpan, sebagai upaya melakukan tindakan pencegahan (preventif), maka pihaknya akan melakukan komunikasi dan menggandeng berbagai pihak yang terkait terutama tokoh agama, tokoh masyarakat dan lainnya, untuk bersama-sama memberi pencerahan dan edukasi kepada masyarakat di Gowa, Sulawesi Selatan, agar ke depan kejadian serupa tidak terulang lagi.

Apa yang dilakukan oleh jajaran Polda Sulsel sangat tepat karena dapat memadukan antara penegakan hukum dan membangun pola komunikasi dengan berbagai pihak yang diharapkan dapat membantu Polri dalam memberi edukasi dan seruan moral kepada masyarakat, sehingga situasi kamtibmas dan kejadian serupa tidak terjadi lagi baik di Sulawesi Selatan maupun daerah lainnya di Indonesia.

Karena itu sebagai bagian dari masyarakat dan kalangan Muballigh di Sulawesi Selatan yang sehari-hari terus memberi pencerahan dan edukasi kepada umat akan pentingnya menjaga persatuan, kamtibmas dan lain sebagainya mengapresiasi dan mendukung penuh apa yang dilakukan oleh jajaran Polda Sulsel dalam penanganan kasus kekerasan anak di Kab. Gowa Sulawesi Selatan.

Tidak lupa menghimbau dan mengajak para orangtua dan tokoh agama untuk terus proaktif dan kontinu dalam memberi perhatian terhadap pendidikan dan pergaulan anak remaja kita dengan sebaik-baiknya, sehingga ke depan hal-hal yang negatif dan pelanggaran hukum yang selama ini kerap dilakukan oleh anak usia remaja bisa diminimalisir secara bertahap.(*)

Cegah penyebaran Covid-19, dan beri Rasa Aman warga masyarakat saat berlibur,Brimob Bone lakukan Ini Secara intensif


Bone, Sulsel-Berandankrinews.com. Waktu liburan merupakan waktu yang paling ditunggu oleh masyarakat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun perlu diingat berlibur di masa pandemi Covid 19 memiliki resiko tertular virus korona apabila abai dalam penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid 19.

Oleh karena itu demi menghindari penyebaran Covid 19 akibat abainya masyarakat dalam penerapan Prokes saat menikmati libur akhir pekan di tempat wisata, personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel secara rutin menggelar patroli pemantauan situasi pada beberapa objek wisata yang ada di sekitar Kota Watampone.

Dalam kegiatan ini, selain memantau situasi keamanan pada objek wisata yang disambangi, personel Brimob Bone juga senantiasa mengingatkan kepada pengunjung tempat wisata untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19, sehingga masyarakat tetap aman dan terlindungi dari paparan virus korona.

” Di masa pandemi Covid 19 saat ini, kita memang lebih dianjurkan untuk tetap di rumah saja, tapi bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu liburan bersama keluarga di tempat wisata, kami sangat menyarankan untuk selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari paparan Covid 19,” sebut Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan,S.Sos (Minggu ,05/09/21 ).

Danyon Ichsan juga menambahkan bahwa personel Batalyon C Pelopor akan siap membantu masyarakat yang membutuhkan saat berada di tempat wisata

” Sebagai wujud dari Bhakti Brimob Untuk Masyarakat, selain mengimbau kepada masyarakat untuk taat menerapkan prokes dan menjaga kondusifitas keamanan, kami juga akan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan saat berada ditempat wisata. Jadi kami berharap kepada masyarakat agar tidak ragu dan takut untuk meminta bantuan / pertolongan kepada kami ketika mendapat kesulitan,” tambahnya

Selain memantau beberapa objek wisata, patroli tim SAR Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel juga melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah rawan banjir yang ada di Kabupaten Bone. Hal tersebut dilakukan akibat derasnya curah hujan yang melanda Kabupaten Bone sejak tadi malam.

” Selain menyambangi lokasi wisata, tim SAR kami juga memantau wilayah rawan banjir mengantisipasi apabila terjadi kenaikan debit air sehingga apabila ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan untuk evakuasi kami bisa segera membantu,” tutur Kompol Nur Ichsan.

Sementara itu di tempat terpisah Komandan Satuan ( Dansat ) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis,P.S.,S.I.K.,M.Si. menyebutkan bahwa Satbrimob Polda Sulsel terus berupaya melaksanakan kegiatan-kegiatan pemantauan kondusifitas keamanan dan keselamatan masyarakat.

” Sebagai satuan yang memegang teguh motto pengabdian Jiwa Raga ku Demi Kemanusiaan , kami akan terus berupaya melakukan kegiatan-kegiatan pelayanan masyarakat seperti patroli imbauan keselamatan di objek wisata dan patroli pemantauan wilayah-wilayah rawan bencana seperti banjir. Patroli ini kami laksanakan sebagai implementasi Bhakti Brimob Untuk Indonesia,” pungkas Muhammad Anis.

Ril MIH

Baksos dalam Rangka Hari Lahir kerukunan keluarga Luwu Raya kabupaten Asmat

Berandankrinews.com | ASMAT
Dalam Menyambut Hari Lahir Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Kabupaten Asmat 4 September 2021, melaksanakan kegiatan bakti sosial di Kampung Pelangi Kaye, Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Sabtu (4/9).

Dengan semangat gotong royong, Ketua KKLR Kabupaten Asmat, H. Arham menyampaikan, dalam memeriahkan HUT KKLR pihaknya tidak hanya menanam pohon tetapi membagikan sejumlah sembako dan juga masker kepada masyarakat di Kampung Pelangi.

“Bakti sosial ini sebagai bentuk kepedulian antar sesama di Asmat,” ujar Arham.

Sementara itu, dalam kegiatan menanam pohon juga diikuti oleh Asisten III Sekda Asmat, perwakilan Polres Asmat, Kodim Persiapan Asmat, Dinas Lingkungan Hidup Asmat dan IKA SKMA Pencap Wil.V Papua di Asmat, serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Untuk itu, warga juga diminta menjaga dan merawat lingkungan sehingga bebas dari penyakit yang timbul akibat lingkungan yang tidak bersih.

“Lingkungan kita harus sehat. Dengan menanam pohon dan menjaga kebersihan, maka Asmat tetap asri dan sejuk,” ucap Syamsul kepada masyarakat saat memberikan sambutan.

Syamsul memberikan apresiasi kepada KKLR Asmat yang telah membantu Pemkab Asmat dalam melaksanakan kegiatan sosial kepada masyarakat.

Laporan : Arjuna Wiwaha

Gubernur Erzaldi Paparkan Skema Pembiayaan untuk Pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif

BERANDANKRINEWS.COM, PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman memaparkan skema pembiayaan atau permodalan bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Ekonomi Kreatif dalam Virtual Business Gathering OK OCE melalui Aplikasi Zoom, Sabtu (4/9/21).

Kegiatan Virtual Bussines Gathering yang ikut dihadiri oleh  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno ini merupakan agenda Direktorat Kerjasama OK OCE Indonesia. Kegiatan hari ini merupakan puncak kegiatan yang telah diadakan tiap hari Sabtu dari bulan Agustus hingga September 2021 dengan konsep kurikulum 7 TOP OK OCE, untuk membantu pengembangan usaha para mitranya yang merupakan pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif.

Dalam paparannya Gubernur Erzaldi menyampaikan bahwa sebagaimana diketahui, permodalan adalah salah satu hal yang sangat penting sekali untuk menunjang kegiatan usaha, khususnya bagi para pelaku UMKM dan gerakan ekonomi kreatif. Pelaku UMKM dapat mengakses permodalan baik dari lembaga bank maupun non bank.

“Saat ini di Bangka Belitung, Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu skema permodalan yang mudah diakses oleh para pelaku ekonomi, selain lembaga bank ataupun perusahaan BUMN yang ikut membantu mengembangkan dan memudahkan akses permodalan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif,” jelasnya.

Realisasi KUR di Bangka Belitung khusus untuk UMKM sampai dengan akhir Agustus ini dimanfaatkan oleh hampir 20.000 pelaku UMKM. Capaian ini merupakan komitmen dan semangat lembaga perbankan dan perusahaan dalam hal ini BUMN, yang membantu fasilitas akses permodalan.

“Kami yakin dan percaya, kemitraan seperti ini terus dapat ditumbuhkembangkan kepada masyarakat kita, dan yang paling utama adalah bagaimana ketika akses permodalan ini sudah bisa sangat lancar diberikan kepada para pelaku usaha,” ungkapnya.

Selain itu menurut gubernur, yang harus diperhatikan adalah bagaimana upaya untuk mendampingi atau membina para pelaku UMKM agar dapat melaksanakan usahanya dengan baik. Dengan pendampingan terus- menerus akan memberikan semangat kepada para pelaku UMKM.

Untuk mendukung hal tersebut, bersama pihak perbankan dan BUMN selain memberikan bantuan akses permodalan, pihaknya juga memberikan pendampingan dan pembinaan, termasuk memberikan bantuan akses pasar bagi produk-produk pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Seperti yang dilakukan Provinsi Babel salah satunya adalah memberikan bantuan pengemasan.
Pengemasan menjadi modal yang tidak bisa diabaikan oleh para pelaku UMKM.

Gubernur pun menyampaikan pesan kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif (ekraf) untuk terus bersemangat.

“Tentunya tantangan pasar yang kita hadapi di era pandemi ini sangat ketat, namun jangan kita terima begitu saja. Tetapi sebaliknya jadikan tantangan itu sebagai peluang. Membalik tantangan menjadi peluang bukanlah tugas yang ringan, tetapi semakin kita kreatif, semakin kita berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai stakeholder dan mitra, saya yakin peluang lainnya akan lebih terbuka,” yakinnya.

Gubernur mengingatkan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga dapat lebih mudah dalam mengakses pasar ataupun informasi termasuk memperluas akses pasar produk.

“Semoga dengan kehadiran OK OCE dalam kegiatan ini akan memberikan solusi khususnya masalah permodalan bagi para pelaku UMKM dan ekraf,” pungkasnya

Senada dengan Gubernur, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang juga sekaligus Koordinator Wilayah(Korwil) ICSB, dan Ketua Dewan Pembina Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) Bangka Belitung, Melati Erzaldi dalam kesempatan itu memaparkan tentang Peranan Dekranasda dan pemerintah dalam membangkitkan UMKM melalui akses permodalan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Dekranasda Babel yang berdiri sejak tahun 2008 disebutkannya adalah sebagai wadah pelestarian dan pengembangan produk kerajinan yang berkualitas dan berdaya saing sebagai ikon Bangka Belitung.

Dekranasda Bangka Belitung mencatat saat ini memiliki karya seni yang tinggi di bidang kerajinan/kriya, serta memiliki cita rasa yang khas dan enak untuk produk kuliner atau makanan.

Pihaknya juga telah melakukan pemetaan terhadap permasalahan yang ditemui oleh para pelaku UMKM dan ekraf dalam usahanya, yang salahsatunya adalah keterbatasan dan akses permodalan.

Oleh sebab itu Dekranasda bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dengan didukung oleh gubernur membantu para pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif untuk memajukan usahanya melalui berbagai program bantuan pendampingan dan pembinaan seperti kemasan, perizinan, pembukuan, pemasaran, peningkatan pengetahuan dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) serta transfer teknologi serta akses permodalan.

Program itu menurut Ketua Dekranasda Babel merupakan program sinergi dengan OK OCE untuk membantu pertumbuhan UMKM untuk terus maju.

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dalam kesempatan itu memaparkan Akses Permodalan untuk UMKM dan Ekonomi Kreatif dampingan OK OCE.

Menparekraf menjelaskan di masa pandemi Covid-19 ini menurut data dan angka terjadi kontraksi di berbagai lini di sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang cenderung stabil namun tetap mengalami kontraksi. Justru di subsektor ekonomi kreatif seperti tv, radio serta aplikasi dan pengembang permainan  mengalami peningkatan.

“Jika kriya dan kuliner yang merupakan 70 persen dari sub sektor ekonomi kreatif dapat bertranformasi maka dapat membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi masyarakat,” ungkapnya

Terkait tantangan akses perbankan pihaknya berterimakasih kepada perbankan yang lebih agresif dengan berbagai produk. Selain modal sebagi pilar utama, para pelaku UMKM dan Ekonomi Kreatif melalui OK OCE harus memanfaatkan teknologi.

Dari Menparekraf sendiri ada beberapa program akses pembiayaan seperti hibah yang didorong melalui Bantuan Intensif Pemerintah (BIP), _Match Making_ atau Temu Bisnis serta Peningkatan Kapasitas yang akan disinergikan dengan oleh OK OCE melalui 7 langkah TOP.

Pihaknya juga menggunakan tiga pilar yaitu Inovasi, Adaptasi dan Kolaborasi, serta program unggulan seperti Bangga Buatan Indonesia yang diharapkan bisa memberikan fasilitas _on boarding_ bagi 30 juta UMKM di Indonesia.

“Seperti program yang akan diluncurkan di Bangka Belitung, untuk mendorong lebih banyak masyarakat terutama para anak-anak muda yang bisa bergabung di Beli Kreatif Lokal, Beli Kreatif Bangka Belitung,” ungkapnya.

Pewarta : YP
Sumber: Diskominfo

Danrem 141/Tp,Brigjen TNI Djashar Djamil Hadiri pemakaman Pratu Zul Ansyari Anwar Korban Penyerangan Kelompok Separatis Papua

Barru -Sulsel-Berandankrinews.com. Danrem 141/Toddopuli. Brigjen TNI Djashar Djamil S.E M.M hadir dan sebagai Irup dalam Upacara Pemakaman Jenazah korban penyerangan oleh Kelompok separatis diwilayah maybrat, Papua Barat. Almarhum Pratu Zul Ansyari Anwar, Jabatan Tamudi Siwat Kima Denma Brigif 22/OM Kodam XIII/MDK. Bertempat di Dusun Botto Lampe. Desa Lompo Tengah. Kec. Tanete Riaja Kab. Barru. Jumat 03/09/2021.

Paur Prod penrem 141/Tp. Letda Inf Syaharuddin mengatakan. “Setelah Upacara Persemayaman Jenazah selesai dilanjutkan Pemberangkatan Jenazah menuju ke TPU Dusun Botto Lampe Desa Lompo Tengah Kec. Tanete Riaja Kab. Barru untuk dimakamkan secara Militer.

Rangkaian Upacara Pemakaman yakni,
Sebagai Irup Danrem 141/Toddopuli. Brigjen TNI Djashar Djamil, S.E. M.M, Komandan Upacara.Mayor Inf Oberan Tandirerung (Kasdim 1405/Parepare) dan Perwira Upacara. Kapten Inf Basri (Danramil 1405-06/Barru), kemudian Peserta Upacara Terdiri Dari, 1 SST Kodim 1405/Parepare, 1 SST Brigif 11/BS, “Pungkasnya.

Sambutan Danrem 141/Tp. “menegaskan bahwa, kegiatan upacara secara Militer ini, merupakan rangkaian dari kegiatan upacara penghormatan terakhir dalam mengantarkan kepergian jenazah Almarhum Pratu Zul Ansyari Anwar, yang selama ini sudah mendharma baktikan jiwa dan raganya untuk bangsa dan negara, maka hal inilah sebagai perwujudan TNI AD dalam memberikan penghormatan dan penghargaan terakhir kepada almarhum. “Ungkapnya.

Bahwa pada hari Kamis tanggal 02 September 2021,Almarhum Pratu Zul Ansyari Anwar,telah dipanggil menghadap kepada sang pencipta.Tentunya kepergian almarhum ini membuat sedih yang mendalam bagi kita semua,terlebih bagi keluarganya. Hendaknya kesedihan itu janganlah sampai berlarut – larut, marilah kita semua mendoakan semoga almarhum diampuni segala dosa-dosanya. “Ucapnya.

Saya atas nama keluarga besar Korem 141/Tp dan satuan TNI AD, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak, yang ikhlas membantu keluarga almarhum atas tenaga, pikiran dan lain-lain hingga saat ini.

Semoga amal ibadah bapak/ibu mendapat balasan dari Tuhan YME, dan diterima semua amal ibadahnya, serta almarhum semoga diampuni segala dosa-dosanya dan mendapatkan tempat disisi Tuhan Yang Maha Kuasa. “Tambahnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ir. H. Suardi Saleh, M.Si (Bupati Barru), Letkol Czi Arianto Wibowo (Dandim 1405/Parepare), AKBP Liliek Tribhawono Iryanto, S.IK., MM (Kapolres Barru), Letkol Inf. Basri Nur (Pabandya Komsos Kodam XIV/Hsn), Mayor Inf. Alfred Tona (Pasi Pers Korem 141/Tp),

Mayor Inf. Halik (Pabung Kodim 1405/Parepare), Mayor Inf. Supriadi (Topdam XIII/MDK), Para Danramil Jajaran Kodim 1405/Parepare, Lettu inf Mirza (Kalandam XVIII/Ksr), Letda Inf. Sudarmin (Danunit Inteldim 1405/Parepare), Letda Inf J. Roda (Wadantim Intel Korem 181/Sorong), serta Para Forkopimda Kab. Barru. Penerangan Korem 141/Toddopuli.

Penrem 141 /tp