NUNUKAN – Dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan masyarakat kita harus selalu menjaga Kerukunan antar umat beragama, walaupun berbeda Agama tetap sama mempunyai Keyakinan bahwa Tuhan itu Esa sehingga saling menghormati dan menghargai antar Agama.
Koramil 0911-06/Krayan yang dipimpin Danramil Lettu Inf Joan Agus Bersama dengan masyarakat baik yang beragama Islam dan Kristen bergotong royong bahu-membahu saling membantu menyelesaikan pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rock yang berada di jalan Simamora Desa Liang Butan Kecamatan Krayan dengan melakukan pengecoran atap teras Gereja.
Kegiatan Karya Bhakti yang dilakukan Koramil 0911-06/Krayan dengan Gotong royong yang melibatkan antar umat beragama tersebut mencerminkan kepribadian bahwa di daerah Perbatasan RI-Malaysia khususnya wilayah Krayan tetap terjaga Kerukunan antar umat beragama.
Pendeta Jimilo sebagai Pengembala Jemaat Gereja GBI Rock merasa bangga dan bahagia dengan kerukunan antar umat beragama di wilayah Krayan.
Pendeta Jimilo juga bersyukur pengecoran atap teras Gereja dapat terselesaikan dengan cepat dan lancar berkat Gotong royong antara Koramil 0911-06/Krayan dengan masyarakat yang berbeda-beda Agama tetapi tetap menjaga Kerukunan dalam berkehidupan.(Pendim 0911/Nunukan)
NUNUKAN – Hutan lindung perlu dilestarikan, karena hutan merupakan alam yang harus dijaga jangan sampai rusak dan gundul dimana bisa mengakibatkan bencana alam jika tidak diperhatikan.
Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Tahun 2019 Koramil 0911-06/Krayan menyiapkan bibit dan melakukan penanaman pohon buah Lengkeng di area hutan lindung milik desa Kampung baru Kec. Krayan Timur Kab. Nunukan Prov. Kaltara yang rencana merupakan kebun buah Nenas, sehingga dapat diselingi dengan menanam bibit pohon buah Lengkeng sebagai pengimbang.
Kegiatan Penanaman pohon yang dilakukan oleh Personel Koramil 0911-06/Krayan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Desa Kampung Baru bapak Robetson, Penyuluh Pertanian Krayan bapak Wahyudi Serta Anggota Satgas Pamtas Yonif Raider 600/Mdg dan Masyarakat Kampung Baru.
Menanggapi tentang pelestarian Hutan di wilayah Krayan, Danramil 0911-06/Krayan Lettu Inf Joan Agus mengatakan Untuk menjaga dan merawat hutan kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi.
“Sehingga Penanaman pohon tersebut dalam dilakukan dengan lancar dan aman.”katanya
(Pendim 0911/Nunukan/Anto)
NUNUKAN–Senin (09/12/ 2019) sekitar pukul 05.40 wita telah terjadi kebakaran di Rumah milik Bpk Ahmady (56) di desa Mansalong RT. 01 Desa Mansalon Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan.
Sumber api di duga berasal dari meledaknya kompor minyak tanah pada saat ibu rumah tangga sedang memasak.
Sekitar pukul 06.00 wita tim Damkar tiba untuk memadamkan api, namun kondisi rumah sudah hangus terbakar. Dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa namun kerugian mencapai sekitar Rp. 500.000.000 ( lima ratus juta rupiah ).
Untuk saat ini Tim masi memadamkan sisa api yg menyala agar tidak melebar karena lokasi kejadian berada di pemukiman padat penduduk, saat ini api sudah berhasil di padamkan, dan rumah yang terbakar hanya satu rumah Milik Bapak Ahmadi ( Kepala UPTD Kecamatan Lumbis )
Kerugian ditapsir mencapai sekitar Rp. 500.000.000 dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.(Admin)
Nunukan-Pemerintah Desa Sungai Nyamuk dan Kecamatan Sebatik Timur bekerja sama dengan Rumah Sakit Pratama Sebatik mengelar Aksi Sosial Peduli Kabut Asap dengan pembagian masker kepada masyarakat Sebatik.
Pantauan Berandankrinews.com, di lokasi Kebalen Jaya, Sungai Nyamuk, Tim gabungan Aksi Sosial Peduli Kabut Asap memberikan dan memasangkan masker kepada masyarakat yang berjalan kaki maupun berkendara, Minggu (15/9/19).
Terhitung sebanyak 1.500 Masker yang telah diberikan (30 kotak ) untuk Masyarakat.
Direktur Rumah Sakit Pratama Sebatik, Dr Kanda menuturkan, Sesuai instruksi bupati, nomor surat 93/338/setda-humpro/IX,2019 tentang kabut asap, kita harus mewaspadai dampak kiriman polusi kabut asap, karna ada kondisi dimana berdampak terhadap kesehatan masyarakat terutama Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA),
“Kepada nelayan dan pengendara harus berhati-hati karena jarak pandang bisa menyebabkan kecelakaan dan hilang arah, selain itu sebagai manusia kita harus mendoakan semoga bencana kabut asap ini bisa segera teratas,” kata Dr. Kanda.
Camat Sebatik Timur, Wahyudin mengatakan, kepada warga sebatik timur agar kiranya Waspada, potensi ancaman penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
Dia menuturkan, yang kita lakukan bekerja sama dengan pemerintah Desa Sungai Nyamuk dan Rumah Sakit Pratama mengajak masyarakat untuk melindungi diri dari dampak buruk asap yang saat ini menganggu lingkungan dan ganguan pernapasan.
Berikut langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari gangguan, 1.pernapasan,Kurangi aktivitas luar rumah yang tidak perlu.
2.Gunakan masker saat berada d luar rumah.
3. Selalu menjaga asupan cairan dalamm tubuh.
4.Budayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)
5.Pastikan makanan di cuci bersih untuk mencegah terkontaminasi asap kabut. (Dhian).
Nunukan- Aspan (54) warga Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara selama ini tinggal di sebuah gubuk yang berukuran 1,5 meter di ujung jembatan, gubuk kecil berdinding terpal bekas dengan dinding kayu beralas kardus yang dibangun diantara rumah warga ini kini mendapatkan bantuan dari dari Baitul Maal, Kecamatan Sebatik Tengah dan Desa.
Aspan yang akrab disapa warga setempat Seppang hanya hidup sebatang kara dengan mata pencaharian memulung botol bekas. Selama 23 tahun Aspan merantau meninggalkan kampung halamannya, Desa Mappadeceng, Kecamatan Masamba, Sulawesi Selatan.
“13 tahun di negara tetangga yaitu Malaysia dari tahun 1983 sampai tahun 1996, waktu itu saya umur 18 tahun meninggalkan tanah kelahiran untuk merantau di Malaysia ikut sama pengurus tanpa mengeluarkan biaya,” jelasnya.
Karena tanpa biaya saat masuk Malaysia, Aspan harus membayar utang untuk mengantikan biaya masuk ke Malaysia, setelah melunasi utangnya dia pun pindah kerja di Blumas, Batu Ampat Tawau.
Merasa tidak aman lagi tinggal di Malaysia, Aspan pun hijrah ke pulau Sebatik, di Aji kuning. “Dulu saya ikut pak Dulle, untuk makan saya berburu Payau di Pulau Sebatik, kurang lebih 5 bulan. Kemudian saya pulang pergi Sebatik Tawau karena bekerja di Tawau, setelah 3 tahun, saya kembali dan menetap di Aji kuning pada tahun 1999 dan ikut berkebun dengan pak Dulle,” kata Aspan.
Dia mengatakan, setelah beberapa tahun kemudian dulle meninggal, saya hanya di Aji Kuning tanpa tempat tinggal, kadang tinggal di pos kamling, tidur di teras rumah orang, di perahu sampai akhirnya tinggal di sebuah tempat yang dulunya tempat pukatnya seorang nelayan dan kini menjadi tempat tinggal saya.
Menurut warga disekitarnya, Aspan orangnya baik tidak suka menganggu atau berbuat onar pada orang lain, bahkan jika dipanggil makan, menolak.
“Da lebih suka memungut botol plastik atau kadang menjadi buruh di juragan perahu di wilayah perbatasan tempat tinggalnya,” ungkap seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.
Aspan mendapatkan bantuan dari Kecamatan dan Desa ketika Plt Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, S.STP melakukan blusukan di lapangan memantau keadaan warga yang tertimpa banjir pada (20/8/19).
Mengetahui adanya warga Desa Aji Kuning yang hidup sebatang kara dan tidak mempunyai tempat tinggal yang layak dan terkena banjir. Camat pun langsung kordinasikan kepada Kades Aji Kuning, Syarifuddin dan Penyuluh Agama serta Baitul Maal Desa Aji Kuning (BM DAK) untuk dilakukan Bedah Rumah.
“Karena saya baru seminggu ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Camat, semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk tetap bisa selalu hadir dan memberi manfaat untuk masyarakat.
Selain Baitul Mal yang dikelola oleh desa aji kuning, Kecamatan Sebatik Tengah juga memiliki Dana Amanah Umat yakni Zakat Infak dan Sedekah yang berasal dari PNS dan Honorer Kecamatan, Dana inilah yang kami gunakan dalam program-program pemberian bantuan untuk warga. Saya juga telah meminta kepada Pengurus mesjid dan tokoh agama di tiga desa lainnya untuk segera membentuk baitul mal dimasing masing desa,” kata Aris Nur.
Sementara itu, Ketua BM DAK, Rusli mengatakan, kami selaku pengurus Baitul Mall DAK menindaklanjuti apa yang disampaikan Camat, kami menyampaikan atau mengsosialisasikan ke warga, alhamdulillah ditanggapi dan didukung oleh warga. Beberapa warga telah memberikan sumbangsinya berupa kayu untuk beda rumah Pak Aspan oleh BM DAK ini.
“Alhamdullilah bedah rumah pak Aspan berlangsung dengan lancar, tentunya BM DAK juga mengajak kepada warga, ayo mari budayakan gotong royong untuk TOBA’NA ”Tolong Menolong, Bantu Membantu dan Nasehat Menasehati,” Tutur Rusli. (Dhian)