Lebih dari 500 Orang Ikuti Vaksinasi Covid-19 di RSUD Bangka Tengah

Koba, BerandaNKRInews.com– Sebagai langkah mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity) di Bangka Tengah, Rumah Sakit Umum Daerah Bangka Tengah (RSUD Bateng) menggelar vaksinasi Covid-19 di Lantai II, Senin (09/08/2021).

dr. Zulkandi selaku Kepala Tim Vaksinasi mengatakan bahwa pendaftaran vaksinasi ini telah dimulai sejak Jumat (06/08/2021) dan peminatnya membludak hingga lebih dari 500 orang. Dikatakannya, peserta vaksin hari ini adalah pendaftar yang paling awal yang dikonfirmasi dengan pesan balasan dari Humas RSUD.

“Pendaftaran dan balasan melalui Humas RSUD dan bagi yang datang hari ini berarti ada balasan dari kami. Jika belum mendapat balasan, bisa mendaftar lagi ke petugas namun untuk jadwalnya belum dikonfirmasi karena melihat ketersediaan vaksin,” ujarnya.

Prosedur vaksinasi di RSUD Bateng berjalan rapi mulai dengan konfirmasi data peserta, proses screening kesehatan, yakni pengecekan suhu dan tekanan darah, kemudian penyuntikan vaksinasi dan menunggu jeda pemantauan pasca vaksinasi selama 30 menit.

Dosis yang disiapkan hari ini sekitar 150 dosis vaksin Sinovac untuk tahap I dan peserta akan diminta datang kembali untuk vaksin dosis kedua sekitar tanggal 07 September 2021 mendatang. Hari ini juga disediakan 10 dosis untuk vaksin tahap II untuk peserta yang 28 hari lalu sudah vaksin tahap I di RSUD.

RN

Masyarakat Kecamatan Pangkalanbaru Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 di Rumah Pendopo Rosman Djohan

PANGKALANBARU, BerandaNKRInews.com–Pemerintah kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Kesehatan kabupaten Bangka Tengah menggelar Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Kecamatan Pangkalanbaru tepatnya di Desa Beluluk,Senin (09/08/2021).

“Vaksinasi ini di gelar guna menambah daya tahan tubuh masyarakat di wilayah kecamatan pangkalanbaru yang saat ini menjadi kecamatan tertinggi penularan Covid-19,”Ungkap Kades terpilih Beluluk.

Atjek Fatoni juga menambahkan kalau kegiatan vaksinasi ini akan di gelar selama dua hari berturut turut.

“Vaksinasi hari ini begitu banyak antusias dari masyarakat, yang tadinya kita menargetkan sebanyak 200 orang tapi sampai dengan siang ini sudah lebih,”Ujarnya.

“Dan besok kita akan melanjutkan kembali vaksinasi ini, tetapi besok untuk pelajar dan komunitas gereja,”Tambahnya.

Sementara itu Venita Warga Desa Beluluk (21) juga mengatakan kalau vaksin pertama  ini sedikit merasa ketakutan dan deg-degan.

“Awalnya agak deg-degan sih,tapi setelah di suntik baru merasa lega, dan setelah 30 menit sampai dengan saat ini tidak ada kendala apapun yang di rasakan”,ungkap Venita.

(Renaldi)

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN NUNUKAN MELALUI DESA BALANSIKU TERUS MELAKUKAN EDUKASI AGAR MASYARAKAT TAAT TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN.

SEBATIK – NUNUKAN – Menurut H.Firman Kepala Desa Dua periode ini mendukung sepenuhnya program.pemerintah pusat dan provinsi serta kabupaten dalam hal Pencegahan Waba Covid-19 yang tidak saja melanda Indonesia tetapi melanda Dunia Internasional.

H.Firman Kelahiran Bone 50 tahun yang lalu telah mengabdikan dirinya dipulau sebatik kurang lebih 40 tahun dan akhirnya pemilihan kepala desa saya terpilih sudah dua periode.

Selama adanya Pandami Civid-19 tak henti hentinya Pihak Kepala Desa Balansiku sebatik induk tak putus putusnya melakukan Sosialisasi.

Pemerintah desa kegiatan yang kami laksanakan ada beberapa hal;

Yang pertama sesuai dari Kementerian Desa bahwa kami melakukan edukasi – Edukasi ke masyarakat terkait untuk mengikuti protokol kesehatan.

Kedua kami juga melaksanakan dan membangun posko untuk melakukan edukasi ke masyarakat pengguna jalan yang lewat untuk tetap juga mengikuti protokol kesehatan.

Ketiga kami sudah membagikan setiap rumah satu kotak masker untuk 300 rumah dan yang terakhir kami semua membagikan tempat cuci tangan di sebagai fasilitas umum yang tidak perlu disentuh oleh tangan hanya menggunakan kaki supaya setiap orang yang datang tidak perlu menyentuh dan itu dilakukan oleh Desa Balansiku.

Sampai saat ini terutama untuk mengedukasi masyarakat jadi saya mengharap kepada Pemerintah Kabupaten nunukan dalam hal ini dinas Pol PP untuk menegakkan Perda Nomor 2 Tahun 2021 supaya masyarakat tidak hanya diberikan tindakan Seperti nyanyi Indonesia Raya, push uap itu tidak ada apa-apanya untuk masyarakat hanya tidak baik dilihat apalagi ada di media sosial cara mengedukasi yang tidak sopan ujar Firman Menegaskan.

Coba sesuai dengan Perda saja pasti mereka akan hati-hati ketika keluar tidak menaati protokol kesehatan.

Saya sempat Zoom dengan pihak Satgas dan ibu Bupati menyampaikan langsung melalui meeting Zoom bahwa Perda yang dibuat jangan tidak dilaksanakan efek jera seperti push up dan menyanyi Indonesia Raya itu tidak bermoral.

Kedes Balansiku sebatik induk, Memon agar perda ditinjau ulang atau di Revisi karena tidak bermartabat, ujar H.Firman Menegaskan.

(Yuspal)

Para Perangkat Desa Di Nunukan Diminta Alokasikan ADD Dengan Tepat

Nunukan – Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan H. Asmar mengingatkan para perangkat pemerintahan desa di wilayah Kabupaten Nunukan untuk berhati – hati dalam mengelola dana desa agar tidak tersangkut dengan persoalan hukum di kemudian hari.  

Hal itu disampaikan H. Asmar saat membuka membuka Workshop Sistem Informasi Desa (SID) yang diselenggarakan oleh DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kab. Nunukan bekerjasama dengan P3KP di ballroom Hotel Laura, Rabu (28/04). 

“Jangan pernah main-main dengan dana desa, sudah banyak contoh kepala desa dan perangkatnya yang terseret kasus korupsi karena menyalahgunakan dana desa, saya berharap kejadian seperti itu tidak pernah terjadi di Kabupaten Nunukan,” kata Asmar. 

Asmar menyebutkan, anggaran dana desa (ADD) pada tahun 2021 untuk 232 desa di seluruh wilayah Kabupaten Nunukan mencapai Rp. 193 miliar. Anggaran sebesar itu, katanya, harus dikelola secara baik dan akuntabel agar memberikan manfaat yang sebesar – besarnya bagi masyarakat. 

Sebagai salah satu instrument yang turut dinilai oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menurutnya, pengelolaan dana desa akan sangat mempengaruhi hasil akhir pemeriksaan secara keseluruhan. 

“Selama lima tahun berturut – turut ini kita (Pemerintah Kabupaten Nunukan) berhasil meraih predikat tertinggi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan keuangan daerah, termasuk diantaranya pengelolaan dana desanya selama ini memiliki akuntabilitas yang baik. Saya berharap hal ini dapat terus dipertahankan,” ujarnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ketua DPC APDESI H. Firman menyampaikan, kemajuan teknologi informasi saat ini memiliki dampak yang sangat besar untuk mendukung aktivitas di pemerintahan dan masyarakat, baik di wilayah kota maupun di pedesaan. Bagi para aparat pemerintah desa, kata Firman, teknologi informasi sangat dibutuhkan untuk mengolah dan melaporkan data – data sehingga lebih mudah, cepat, akurat dan dapat diandalkan. 

“Workshop ini merupakan salah satu upaya yang kita lakukan untuk meningkatkan kapasitas para aparatur desa, terutama terkait dengan kebutuhan sistem informasi yang handal,” kata Firman.  

Selain diikuti oleh para aparatur desa, pembukaan workshop itu juga dihadiri oleh Kepada DPMD Kabupaten Nunukan H. Jumianto, Kepala Diskominfotik Kabupaten Nunukan Kaharuddin, serta narasumber dari Tim Ahli Kementerian Desa PDTT RI Mohammad Fathurrahman. (ADV*)

Herry Erfian: Pemkab Bangka Tengah Segera Carikan Solusi Bagi Pedagang Pasar Malam

KOBA||BerandaNKRInews.com|| PELAKU EKONOMI MIKRO seperti Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Komunitas Pasar Malam (KPM) merasakan betul dampak dari Pandemi Covid 19. Di beberapa tempat pedagang pasar malam belum diijinkan membuka lapak yang berakibat kepada penurunan pendapatan.

Persoalan pedagang pasar malam yang masih belum bisa gelar lapak di beberapa Desa menjadi poin utama yang disampaikan oleh Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) pada saat bersilaturahim dengan Wakil Bupati Bangka Tengah, Herry Erfian yang akrab dipanggil Bang Fian.

Rombongan pengurus DPD APKLI Bangka Tengah diterima Wakil Bupati di ruangan kernya pada Senin (12/04/2021) sekitar pukul 11 Pagi.

Wakil Bupati Herry Erfian mengapresiasi kehadiran DPD APKLI Bangka Tengah yang menaungi Komunitas Pedagang Pasar Malam (KPM) di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.

“Pemkab Bangka Tengah akan mencarikan solusi bagi rekan-rekan pedagang pasar malam supaya bisa membuka kembali lapak pasar malam sekali dalam seminggu di setiap Desa, dengan tetap menggunakan Protokol Kesehatan (Prokes) seperti mengenakan masker, cuci tangan dan menjaga jarak,” ungkap Wakil Bupati Herry Erfian.

Dalam sambutannya Herry Erfian juga meminta komitmen dari pengurus DPD APKLI Bateng untuk senantiasa berkomunikasi dengan seluruh pihak yang berkepentingan supaya dalam melaksanakan pasar malam hak-hak pengguna jalan tidak terganggu.

Permintaan Wakil Bupati disanggupi Ketua DPD APKLI Bangka Tengah, Sarna Winata yang akrab dipanggil Mas Ben.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Bapak Wakil Bupati Bapak Herry Erfian atas responnya dan solusi yang ditawarkan kepada komunitas pedagang pasar malam dibawah naungan APKLI Bangka Tengah,” jawab Sarna Winata.

Pada pertemuan audiensi tersebut Ketua APKLI Babel, Mangimpal Lumbantoruan, S.S., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah yang telah menerima dan mendukung keberadaan APKLI di Kabupaten Bangka Tengah.

“Atas nama APKLI Babel, saya mengucapkan terima kasih atas atensi dan respon serta solusi yang ditawarkan oleh Bapak Herry Erfian selaku Wakil Bupati. Kita semua berharap sentra ekonomi seperti pasar malam bisa kembali digelar supaya siklus ekonomi bertumbuh khususnya di Kabupaten Bangka Tengah,” harap Mangimpal Lumbantoruan yg didampingi Ketua Dewan Penasehat APKLI Bangka Tengah, Dodoy.

Wartawan: Agus Savar Muslim, S.H

Foto. Suasana pertemuan silaturahim-audiensi dari DPD APKLI Bateng (Senin, 12-04-2021) di ruang pertemuan Wabup Bangka Tengah, Herry Erfian yang akrab dipanggil Bang Fian.