Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, Berikan Pembinaan Pembuatan Makanan Olahan dan Pelayanan Kesehatan Kepada kader PKK Perbatasan

NUNUKAN – Bertempat dirumah adat Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Personil Pos Lumbis Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, berikan pembinaan pembuatan makanan olahan dan pelayanan kesehatan untuk menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat di wilayah perbatasan, Kamis(19/01/2023).

Dalam keterangannya di Markas Komando Taktis Nunukan, Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M. Han. mengatakan Kegiatan yang selenggarakan oleh personil Pos Lumbis merupakan salah satu implementasi dari Tugas Pokok Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengadakan kegiatan pembinaan kader PKK dan siswi-siswi SMP 01 Tau Lumbis.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Danpos Lumbis Letda Inf Rudi Kurniawan, personil mengajarkan cara pembuatan produk makanan olahan. Selain kegiatan pembinaan, Pos Lumbis juga bekerja sama dengan perawat kesehatan Pustu (Puskesmas Pembantu) Lumbis Hulu mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat perbatasan.

“Dalam kegiatan penyuluhan pembuatan produk makanan olahan, personil Pos Lumbis memilih resep makanan yang sebagian bahan-bahannya dari hasil alam seperti buah Nangka dan buah Cempedak, dimana sebelumnya masyarakat hanya mengkonsumsi buahnya saja sedangkan untuk kulitnya tidak diolah atau dipakai. padahal apabila kulitnya diolah akan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dari pada isinya, “ Ujar Dansatgas

Kulit buah nangka, cempedak apabila telah diolah akan menjadi menu makanan favorit khas dari Banjarmasin (MANDAI). Selain itu juga memperkenalkan makanan khas Palembang (TEKWAN) dimana salah satu bahan utamanya adalah ikan sungai sementara diwilayah desa lumbis hulu dikelilingi sungai sehingga untuk bahan pembuatan makan Tekwan menggunakan ikan yang didapat dari sungai Lumbis Hulu.

“Dengan memperkenalkan kedua produk makanan olahan tersebut, diharapkan akan menumbuh kembangkan ekonomi kreatif bagi masyarakat, dimana nanti masyarakat dapat membuat sendiri dan dikemas untuk dipasarkan ke luar wilayah Lumbis Hulu atau bahkan masyarakat diluar desa lumbis. Warga bisa membuat usaha kecil di rumah sehingga dapat membantu perekonomian keluarga dan tidak bergantung kepada usaha berkebun, “ Harap Dansatgas

Kader PKK Kecamatan Lumbis Siska (30 Tahun) mengucapkan terimakasih kepada bapak-bapak TNI Pos Lumbis Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, yang telah memberikan pembinaan dan pelayanan Kesehatan

“Kami mengharapkan adanya kegiatan seperti ini lagi, karena keterbatasan akses informasi maupun pengetahuan yang kami miliki diwilayah perbatasan, kegiatan ini sangat membantu kami semua, “ Jelas Siska.

(Penyon621/Mtg)

Sekretaris Daerah Hadiri Acara Tanam 1000 Pohon Mangrove Gelaran PT. Petrosea TBK – PT. Karya Bhumi Lestari CCM Project

NUNUKAN – PT. Petrosea TBK – PT. Karya Bhumi Lestari CCM Project menggelar acara Tanam 1000 Pohon Mangrove untuk Nunukan dalam rangka peduli lingkungan demi kelangsungan hidup. Acara tersebut digelar di Wisata Mangrove, Sei Fatimah, Desa Binusan, Rabu (18/01).

Tampak hadirnmeeakili Bupati Nunukan Sekretaris Daerah Serfianus, Forkompinda Kabupaten Nunukan, Project Manager PT. Petrosea – KBL CCM Project, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nunukan, Kepala Desa Binusan, Koordinator Lembaga Adat Tidung Nunukan, Camat Nunukan serta Pemangku adat Dayak – Tidung Kabupaten Nunukan.

Pada kesempatan itu dalam sambutan Bupati Nunukan yang disampaikan oleh Sekda Serfianus mengatakan bahwa menanam pohon termasuk salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Lingkungan yang hijau, segar, dengan pohon-pohon yang terjaga dengan baik memungkinkan penyerapan karbon dioksida berjalan secara baik.

Di sisi yang lain, pohon-pohon itu bisa lebih menjamin tersedianya pasokan air, serta menjadi paru-paru dunia yang bisa mengurangi efek rumah kaca, sebagai salah satu faktor penyebab perubahan iklim.

“Oleh karena itu, saya atas nama pemerintah Kabupaten Nunukan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada manajemen PT. Petrosea TBK dan PT. Karya Bhumi Lestari yang telah menyisihkan sebagian dana CSR-nya untuk melaksanakan aksi tanam 1000 pohon mangrove di kawasan wisata binusan”, ungkap Serfianus.

Selain itu, Bupati Nunukan berharap kegiatan tersebut bisa menjadi contoh bagi elemen-elemen masyarakat yang lain, sehingga nantinya gerakan menanam pohon ini akan menjadi gerakan bersama dalam menyelamatkan lingkungan hidup.

“Saya juga mengharapkan, gerakan menanam pohon ini bisa dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, serta didasari oleh kepedulian untuk menyelamatkan kelestarian alam di pulau Nunukan yang kita cintai bersama ini”, tambahnya.

Selanjutnya pada kesempatan yang sama, Project Manager PT. Petrosea – KBL CCM Project Fanny Dwi Wibowo mengatakan bahwa PT. Petrosea TBK mempunyai 4 pilar program CSR yaitu dalam bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan dan environment (lingkungan). Dalam hal itu PT. Petrosea memasukkan pilar lingkungan dengan melakukan kegiatan penanaman 1000 pohon mangrove yang pastinya kedepan akan memberikan manfaat untuk generasi mendatang sehingga ekosistem mangrove akan selalu terjaga bagi masyarakat sekitar.

“Harapan kami program tersebut tidak saat ini saja tetapi kedepan pengelolaannya dilakukan secara continue karena wilayah Nunukan yang berada di pesisir pantai pengelolaannya benar-benar berkelanjutan sehingga berguna dan bisa menjadi tempat wisata serta memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar”, ucap Fanny.

(PROKOMPIM)

Menjadi Payung Hukum Pengusaha Ayam, DPRD Usulkan Perda atau Perbup Peternakan Di Nunukan

NUNUKAN – DPRD Kabupaten Nunukan minta pemerintah daerah segera merumuskan regulasi usaha peternakan di Nunukan, seperti Perda atau Peraturan Bupati.

Payung hukum daerah tersebut diharapkan dapat melindungi usaha peternakan termasuk pemasaran dan produksi ternak di Nunukan.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Nunukan, Welson saat memimpin jalannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara OPD dan Asosiasi Peternak Ayam Lokal, Selasa (17/1/22) di ruang Ambalat I Sekretariat DPRD Nunukan.

“ Atas saran dan masukan dari anggota dewan, ada regulasi produksi dan distribusi ternak untuk melindungi usaha peternak menghindari hal hal yang tidak diinginkan, ini perlu melalui kajian kedua pihak, OPD terkait atau Inisiatif DPRD,” Kata Welson menyampaikan kesimpulan RDP.

Menurutnya, dengan regulasi tersebut, dapat menjadi payung hukum baik distribusi maupun produksi usaha ternak di Nunukan, agar kedepannya memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha di bidang tersebut.

“ Kita mendorong agar pemerintah daerah segera mengatasi hal ini melalui Perbup atau Perda, mohon ini ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Selain itu, DPRD Nunukan juga meminta kepada pemerintah daerah atau OPD terkait agar memetakan kebutuhan daging ayam di Nunukan.

Karena selama ini, data Dinas Perdagangan dan Balai Karantina berbeda, baik jumlah distribusi maupun pasokan kebutuhan daging ayam lokal.

“ OPD terkait harus memetakan dengan benar kebutuhan daging ayam di Nunukan karena dari awal saya perhatikan
data ini tidak sinkron, kita berharap mulai sekarang data ini harus valid, supaya OPD dapat menganalisa distribusi dan ketersediaan daging ayam lokal di Nunukan.” jelas Ketua Komisi II ini.

Pemerintah daerah perlu menyediakan Cold Storage untuk mengatasi over produksi daging ayam sehingga kebutuhan masyarakat Nunukan tetap terpenuhi sesuai dengan standar harga pasaran.

“ Pemerintah daerah juga dapat membentuk Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KKPU), ini penting untuk menghindari praktek monopoli atau persaingan usaha yang tidak sehat,” kata Politisi Golkar ini.

Sejumlah saran dan masukan dari anggota DPRD Nunukan menjadi catatan bagi Pemerintah Daerah, hal ini berdasarkan aspirasi asosiasi pengusaha peternak ayam lokal di Nunukan.

Karena selama ini pasokan daging ayam dari luar Nunukan semakin marak, sehingga mempengaruhi produksi, distibusi dan harga ayam lokal di Nunukan. Rapat dengar pendapat tersebut, dipimpin Ketua Komisi II, Welson didampingi Wakil Ketua DPRD Nunukan, Burhanuddin, S.HI, MM dihadiri anggota dewan dan Kadis Perdagangan, Kadis Pertanian, Balai Karantina Pertanian dan Pengusaha Peternakan Ayam lokal Nunukan.

(Humas DPRD Nnk/Nam)

Peternak Ayam Potong Nunukan Keluhkan Pasokan Ayam Dari Luar Daerah

NUNUKAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Nunukan gelar rapat dengar pendapat bersama dengan kelompok Asosiasi Peternak Ayam Potong Lokal bertempat di ruang rapat ambalat 1 kantor DPRD Kab. Nunukan, Selasa (17/01/2023).

Pertemuan rapat dihadiri oleh anggota DPRD Kab.Nunukan, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kab. Nunukan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab.Nunukan, Balai Karantina Pertanian Kelas II Tarakan Wilayah Kerja Nunukan dan anggota Asosiasi Peternak Ayam Potong Lokal.

Selaku Ketua Asosiasi Peternak Ayam Potong binaan CV. Tunon Taka Mitra Sejahtera Nunukan, Sultan mengatakan bahwa “Persoalan yang kami sampaikan adalah baru baru ini ada pasokan ayam beku dari luar daerah yang dimana sebenarnya peternak lokal siap dan mampu menyediakan ayam segar dan sehat untuk masyarakat Nunukan” ungkap Sultan.

“Dikarenakan ada pasokan ayam beku diluar daerah menyebabkan terganggunya mata rantai pemasaran dan lambat panen peternak yg mengakibatkan kerugian, Kami minta dari pemerintah adalah bagaimana kebijakan proteksi untuk peternak ayam lokal di Nunukan terkait permasalahan yg terjadi dan akan datang” lanjut Sultan.

Beberapa dinas terkait meyampaikan tanggapannya, salah satunya Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Sabri, S.T., M.Si mengatakan bahwa “Data yang kita dapatkan akan kita kalkulasi dan petakan ulang sesuai dengan yang disampaikan peternak, dan jika memang mau dibuatkan perturan atau perda nanti kita coba kaji lebih dalam dengan beberapa pihak, dan juga jikalau harga dari luar itu tidak sesuai dengan konsumen pasti masyarakat juga mikir mikir untuk beli ayam luar daerah” tutur Sabri.

Selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Masniadi, S.Hut., M.AP juga menyampaikan tanggapannya “Untuk data di kami produksi kebutuhan ayam Kabupaten Nunukan masih kurang, kebutuhan kita perbulan 209.000 Kg sedangkan produksi 189.550 Kg, masih kurang 19.779 Kg, sebenarnya masalah ada diantara lapak dan peternak untuk harga, karena ayam dijual dengan harga yang jomplang, peternak jual ayam 31.000/Kg sedangkan lapak 48.000/Kg, di Surabaya dijual disini 32.000/Kg, dan kami lebih menjamin beku daripada segar, karena ayam beku lebih awet daripada ayam segar yg hanya bertahan sebentar” Kata Masniadi.

Sejumlah anggota DPRD mengemukakan saran dan didapatkan kesimpulan yang disampaikan oleh Welson selaku ketua komisi II DPRD Nunukan dan Pimpinan Rapat, bahwa “Meminta pemerintah daerah segera merumuskan regulasi usaha peternakan di Nunukan, seperti Perda atau Peraturan Bupati, Payung hukum daerah tersebut diharapkan dapat melindungi usaha peternakan termasuk pemasaran dan produksi ternak di Nunukan serta ini perlu melalui kajian kedua pihak OPD terkait atau Inisiatif DPRD” tutup Welson dalam menyampaikan kesimpulan rapat.

(Dhin/Nam)

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung Bersama Masyarakat Perbatasan Bangun Pangkalan Speed Boat

NUNUKAN – Bertempat di RT 13 Perum, Kecamatan Simanggaris, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Personil Pos Simanggaris Lama Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, bersama masyarakat perbatasan bergotong royong bangun pangkalan speed boat untuk memudahkan jalur transportasi diperbatasan, Selasa (17/01/2023).

Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M. Han. mengatakan pembangunan pangkalan speed boat ini terlaksana atas inisiatif Danpos Simanggaris Lama Letda Inf Didik Sugiyanto dan Roni selaku tokoh masyarakat diwilayah tersebut.

Karena jika menggunakan jalur darat bagi masyarakat apabila akan ke kota memakan waktu yang lama, masyarakat perbatasan lebih memilih untuk menggunakan transportasi air yang dapat memangkas waktu tempuh untuk ke kota.

Guna memudahkan masyarakat perbatasan untuk menggunakan transportasijalur air maka dibangunlah pangkalan speed boat diwilayah binaan Personil Pos Simanggaris Lama Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 621/Manuntung,’Ujar Dansatgas.

Semoga dengan adanya pangkalan speed boat ini jalur perekonomian masyarakat diperbatasan akan meningkat dan dapat memudahkan masyarakat untuk membeli kebutuhan bahan pokok dalam memenuhi kebutuhan kehidupan meraka,”Harap Dansatgas.

Zeki (49 Tahun) salah satu masyarakat mengatakan, kami mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak-bapak TNI dari Satgas Pamtas Yonif 621/Manuntung, yang telah memberikan hal positif kepada kami.

Kami sangat merasa terbantukan dengan kehadiran TNI Satgas Pamtas RI-Malaysia diperbatasan, sekarang kami dapat dengan mudah untuk menggunakan transportasi air untuk ke kota dan dalam kegiatan lainnya drngan adanya pangkalan speed boat diwilayah kami ini.

(Penyon621/Mtg)