Gelar Blusukan Pengawasan di Desa Pembeliangan, Kades : “Sepanjang Untuk Menghasilkan Pemilu yang Baik, Kita Siap Dukung Bawaslu Nunukan”

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nunukan gelar blusukan pengawasan pemilu di Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku, Rabu (15/03/2023).

Terlihat dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Nunukan melibatkan para tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tokoh pemuda dan tokoh agama Desa Pembeliangan.

Selaku anggota Bawaslu Kabupaten Nunukan, Hariadi menyampaikan saat menjadi narasumber bahwa ada 5 indikator Pemilu berintegritas, “Kita upayakan langkah-langkah pencegahan pelanggaran, terutama pencegahan pelanggaran politik uang, ujaran kebencian SARA dan Hoaks, netralitas ASN, Kepala desa dan pihak lainnya yang diharuskan netral,” ungkap Hariadi.

Bersama dengan itu, Kepala Desa (Kades) Pembeliangan, H. Abdul Hamid memberikan apresiasi kepada Bawaslu Nunukan yang telah melakukan blusukan pengawasan, “Blusukan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu Nunukan sangat baik karena bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kepemiluaan,” ujar Hamid.

Kemudian dia juga menambahkan siap mendukung Bawaslu Nunukan beserta jajarannya dalam melakukan kegiatan-kegiatan pengawasan demi wujudkan pemilu yang baik, “Sepanjang untuk menghasilkan pemilu yang baik, kita siap memberikan suport kepada Bawaslu Nunukan, kita akan bantu yang bisa kita bantu,” sambung Hamid

Sebelumnya Bawaslu Nunukan juga telah melakukan blusukan pengawasan di Desa Atap Kecamatan Sembakung, dan rencana kedepannya akan di laksanakan di Kecamatan Lumbis dan Lumbis Pansiangan.

(Bawaslu Nnk/Nam)

Guna Pemilu Berintegritas, Bawaslu Nunukan Gelar Blusukan Pengawasan di Kecamatan Sembakung Bersama Tokoh Masyarakat dan Adat

NUNUKAN – Bertempat ruangan aula kantor kecamatan, Bawaslu Kabupaten Nunukan gelar blusukan pengawasan dengan tema “Peran Penting Masyarakat Desa dan Adat Dalam Mewujudkan Pemilu 14 Februari 2024” di Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Selasa (14/03/2023).

Terlihat kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Nunukan Moch. Yusran Kapolsek Sembakung, Sekretaris Camat (Sekcam) Sembakung, perwakilan Komando Rayon Militer (Koramil) Sembakung, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat serta anggota Bawaslu Nunukan.

Selaku Ketua Bawaslu Kabupaten Nunukan, Moch. Yusran menyampaikan peran tokoh masyarakat dan adat sangan penting dalam mengawal Pemilu, “Pengawas pemilu membutuhkan peran masyarakat desa dan adat untuk bersama-sama mewujudkan penyelenggaraan pemilu 2024 yang berintegritas,” ujar Yusran dalam sambutannya.

“Pesan saya kepada bapak dan ibu semua yang hadir disini agar gunakan hak pilih kita sebaik mungkin, pilihlah calon yang bisa mengakomodir hak-hak masyarakat desa dan adat,” lanjut Yusran.

Sementara itu, Ketua Adat Tidung Sahrul Husin mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Nunukan, “Kami berterima kasih kepada Bawaslu Nunukan, kegiatan seperti ini bisa menambah wawasan kami tentang pemilu, kami jarang dapatkan kegiatan seperti ini, semoga ini bisa terus berkelanjutan,” ucap Husin.

Selanjutnya Bawaslu Nunukan akan melakukan blusukan pengawasan terkait Pemilu 2024 di Desa Pembeliangan, Kecamatan Sebuku.

(Bawaslu Nnk/Nam)

Bupati Nunukan Membuka Secara Resmi Musrenbang Kabupaten Nunukan Tahun 2024

NUNUKAN – Musrenbang RKPD Kab. Nunukan tahun ketiga dari RPJMD Kab. Nunukan Tahun 2021-2026 ini dilaksanakan di ruang pertemuan lantai V Kantor Bupati Nunukan, Kamis (16/03).

Musrenbang RKPD Kab. Nunukan yang mengangkat tema, “Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik dan Penguatan Keanekaragaman Industri dan Perdagangan Berbasis Produk Unggulan Daerah” kali ini juga dihadiri Ketua DPRD Kab. Nunukan Hj. Leppa bersama Anggota DPRD Kab. Nunukan, Unsur Forkopimda Kab. Nunukan, Sekretaris Daerah Kab. Nunukan Serfianus, Deputi Kepala Bank Indonesia Prov. Kaltara Ganang Suryo Anggoro, Sekretaris Bappeda Litbang Prov. Kaltara Bertius, Direktur PDAM Nunukan, Para Asisten dilingkungan Kab. Nunukan, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD dilingkungan Kab. Nunukan, Para Camat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ketua TP PKK Kab. Nunukan, Ketua Dharmawanita Kab. Nunukan.

Musrenbang RKPD Kab. Nunukan Tahun 2023 ini bertujuan membahas rancangan RKPD Kab. Nunukan Tahun 2024. Sebelum Musrenbang Kabupaten dilaksanakan, Musrembang RKPD Kecamatan sudah terlebih dahulu dilaksanakan di 21 Kecamatan.

Dalam sambutannya Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menyampaikan bahwa musrenbang kali ini merupakan tantangan yang harus dihadapi secara bersama untuk menciptakan Kabupaten Nunukan yang lebih baik.

“Tentunya tantangan dapat dihadapi apabila dengan semangat kita yaitu kolaboratif, inovatif, tangguh dan aspiratif untuk terus berkarya membangun Kabupaten Nunukan Yang kita cintai,” ujarnya.

Lebih lanjut Laura mengatakan bahwa perencanaan pembangunan Kabupaten Nunukan pada APBD Tahun 2024 tetap mengacu pada arahan kebijakan pembangunan Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2024 dan arah kebijakan pembangunan nasional Tahun 2024, Dari 232 desa, 8 Kelurahan dan 21 Kecamatan telah terinput dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) mencapai 2690 usulan dan 546 usulan Pokir DPRD Kab. Nunukan, semantara itu tidak semua usulan dapat diakomodir dalam pembiayaan APBD Tahun 2024.

“Itu sebabnya saya senantiasa mengingatkan kiranya semua pihak untuk dapat memahami situasi dan kondisi keterbatasan kemampuan anggaran daerah sehingga saya menyarankan agar dalam forum musrembang ini dapat menyusun program kegiatan yang benar-benar dibutuhkan di desa, kelurahan, dan kecamatan.” tegasnya.

Laura juga berharap bahwa semua OPD bersinergi untuk menaikan nilai indeks pembangunan manusia (IPM), laju pertumbuhan ekonomi, menurunkan stunting dan angka kemiskinan ekstrim di Kabupaten Nunukan.

Pada kesempatan itu pula, Perumda Air Tirtataka Nunukan menyerahkan Deviden Tahun 2022 kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan sebesar 55% sebesar Rp.931.322.063. Dan tentu saja Bupati Laura memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Perumda Air Tirtataka Nunukan yang audah bisa menghasilkan laba perusahaan bagi daerah.

Tak lupa Bupati Laura juga memberikan ucapan selamat dan ucapan terima kasih serta memberikan semangat kepada segenap jajaran manajemen dan personil Perumda Air Tirtataka Nunukan untuk dapat terus memberikan pelayanan terbaiknya kepada pelanggannya.

(PROMOMPIM)

Sebatik Timur Siap Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Ke-18 Tingkat Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XVIII (18) digelar di Kecamatan Nunukan selaku tuan rumah, mulai tanggal 13 hingga 17 Maret 2023.

Rangkaian kegiatan pembukaan telah dilaksanakan, dan akan berlanjut hingga 17 Maret dengan 11 cabang yang diperlombakan beserta tingkatannya, baik putra maupun putri.

Bersama dengan itu, sebagai juara bertahan pada MTQ sebelumnya, Camat Sebatik Timur, H. Andi Joni, SE., MM menyampaikan persiapan serta harapan dari kafilah Sebatik Timur, “Alhamdulillah persiapan kafilah Sebatik Timur sampai dengan hari ini, Insya Allah akan mempersembahkan yang terbaik dan 1 hal yang menjadi atensi saya selaku Camat yang baru karena Sebatik Timur sebelumnya menjadi juara sehingga kami berkewajiban berusaha memberikan yang terbaik untuk mempertahankan piala serta kami Insya Allah optimis ada beberapa poin yang menjadi target” kata Camat Sebatik Timur saat dijumpai pada pembukaan MTQ, Senin (13/03/2023).

“Serta kami juga berterima kasih kepada pendukung terkhususnya pesantren pesantren yang berada di Sebatik Timur yang membina serta mendidik kafilah kami, dan besar Harapan kami selain menjadi juara yakni kami bisa mengirimkan anak anak kami di kancah yang lebih tinggi yakni MTQ Provinsi dan mungkin Insya Allah Nasional” sambung Camat baru Sebatik Timur yang belum lama dilantik.

Dari jumlah kafilah yang diturunkan dalam gelaran MTQ ke-18 tingkat Kabupaten Nunukan, Kecamatan Sebatik Timur memiliki kafilah terbanyak dengan 87 kafilah, diikuti Nunukan sebanyak 79 kafilah, Nunukan Selatan sebanyak 56 kafilah, Sebatik 66 kafilah, Sebatik Barat 68 kafilah, Sebatik Utara 77 kafilah, Sebatik Tengah 65 kafilah, Seimanggaris 46 kafilah, Sebuku 30 kafilah, Tulin Onsoi 56 kafilah, Sembakung 48 kafilah, Sembakung Atulai 40 kafilah serta Lumbis dengan 52 kafilah.

Terdapat 8 arena yang dipergunakan dalam gelaran MTQ Kabupaten Nunukan kali ini, yakni antara lain Ruko Tanah Merah sebagai venue utama, Masjid Agung Al-Mujahiddin, Masjid Al-Amin, Masjid Besar Al-Muttaqin, Masjid Ar-Rahman, Aula BKPSDM/BKD Nunukan, SMAN 1 Nunukan, dan terakhir Madrasah MA/MTS Al-Ikhlas.

(Nam)

11 Rumah Rusak Berat Akibat Kebakaran, Bupati Laura Sambangi Desa Liang Bunyu

NUNUKAN – Bergegas setelah menyambut kedatangan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI bersama rombongan yang melakukan kunjungan kerja di Nunukan, Rabu (15/03), Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid bergegas menuju Desa Liang Bunyu untuk mengunjungi lokasi Kebakaran yang terjadi pada selasa malam,(14/03).

Dengan didampingi oleh Camat Sebatik Barat dan Kasubid Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Basir, Bupati Laura melihat setiap sisi lokasi kebakaran yang terletak di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat ini.

Dalam penjelasannya, Basir menjelaskan data sementara jiwa terdampak untuk sementara sebanyak 93 orang dengan jumlah Kepala Keluarga (kk) sebanyak 20, dan 11 rumah rusak berat dan 1 rumah rusak ringan.

Selain rumah, fasilitas umum yang juga rusak karena dilalap si jago merah antara lain jembatan kayu sepanjang 60 meter dengan kondisi rusak berat, dan 60 meter dengan kondisi rusak sedang.

“Saat ini Korban mengungsi di rumah keluarga masing masing,” jelas Basir.

Saat ini BPBD Nunukan bersama Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan kepada korban bencana kabarkan, dan diserahkan secara langsung oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid.

Dalam kesempatan ini, Bupati Laura menyampaikan rasa empati dan keprihatinannya atas bencana kebakaran ini. Bupati Laura juga menghimbau agar masyarakat semakin berhati hati dalam terkait dengan api, terlebih seperti di Desa Liang Bunyu banyak rumah masyarakat yang banyak berbahan kayu.

“Mungkin melalui pak RT mungkin bisa terus mengedukasi masyarakat, persoalan misalnya listrik ini supaya bisa dijaga, kemudian dengan kompor sebelum menggalakan rumah harus dipastikan mati, karena banyak kebakaran yang ada di Nunukan ini banyak terjadi dari dapur yang ditinggal kemudian meledak atau sebagainya”, ujar Bupati.

(PROKOMPIM)