Bupati Laura Halal Bihalal dan Silaturahmi dengan Lurah, Ketua RT, Ketua RW dan Masyarakat

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj.Asmin Laura Hafid dan Wakil ketua DPRD Provonsi Kalimantan Utara H.Andi Muhammad Akbar menggelar Halal bihalal dan Silaturahmi bersama para Lurah, Ketua RT, Ketua RW Kab.Nunukan, HKTI, dan masyarakat di rumah kediaman Bupati Nunukan, Senin (24/04).

Tutut hadir acara Halal bihalal Ketua DPRD kab.Nunukan, Hj.Rahma Leppa, Anggota DPRD Hj.Nikma dan Ahmad Triady dan Camat.

Kegiatan ini dalam rangka mempererat tali silaturrahmi dan merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1444 Hijriah.

Melalui momen ini, Bupati Nunukan mengajak untuk menjadikan Idul Fitri dan Halal Bihalal untuk memperkuat silaturahmi dan menyatukan hati, niat, langkah, ikhtiar serta tekad dan saling mengingatkan serta saling membantu dalam mewujudkan Kabupaten Nunukan yang lebih maju.

“Pertama kami mengucapkan selamat hari raya idul Fitri 1 Syawal 1444 Hijriah. Semoga momentum ini kita dapat memperkuat silaturahmi dengan keluarga, orang tua dan sanak saudara. Tentu kami dalam mempererat tali silaturrahim dan menambah keakraban dengan melakukan halal bihalal”, tutur Bupati Laura.

Lebih lanjut Bupati Laura berharap dengan halal bihalal ini dapat meningkatkan rasa persatuan selaku pemerintah, khususnya kedepan bisa lebih bekerja sama lagi meningkatkan kolaborasi dan sinergitas antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

(PROKOMPIM)

Tak Kunjung Menyala, Forum Milenial Kembali Soroti LPJU Nunukan Barat

NUNUKAN – Forum Milenial (Formil) Nunukan kembali menyoroti LPJU (Lampu Penerangan Jalan Umum) Nunukan Barat yang hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda berfungsi sebagaimana mestinya.

Seperti diketahui, lampu jalan Nunukan Barat merupakan penerangan utama menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Nunukan.

Hal ini disampaikan Fahry Krisna Alchantara, selaku Ketua Formil Nunukan mengatakan telah beberapa kali menyikapi persoalan LPJU menuju RSUD dan belum ada lanjutan mengenai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Nunukan yang akan memfasilitasi untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait penerangan jalan tersebut.

“Formil bukan sekali ini saja menyikapi persoalan lampu jalan menuju RSUD Kab. Nunukan tetapi akhir tahun 2022 Formil Nunukan sudah bersikap terkait ini,” ucap Fahry saat dijumpai di Cafe Heal Coffe, Kamis (20/04/2023).

“Sempat berkomunikasi langsung dengan salah satu Anggota DPRD Kab. Nunukan saat itu disampaikan bahwa Formil Nunukan akan difasilitasi olehnya untuk RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) selaku OPD terkait tetapi sampai hari ini tidak ada lanjutan mengenai agenda rapat bersama itu,” lanjut Fahry.

Selanjutnya, Fahry mengungkapkan permasalahan pada LPJU Nunukan Barat serta bahaya yang akan terjadi untuk masyarakat.

“Sebanyak 45 LPJU tidak berfungsi, 22 Box baterai yang diduga telah dicuri, sepanjang jalan menuju RSUD gelap gulita hal ini sangat membahayakan bagi masyarakat dan tentunya pegawai Rumah Sakit apa lagi saat ambulan sedang beroperasi,” ucap pemuda yang biasa disapa Bung Fahry.

“Juga tidak sedikit kecelakaan serta tindakan kejahatan yang terjadi sepanjang jalan sungai fatimah menuju RSUD mungkin selama ini tidak terekspos beritanya tapi bukan berarti tidak ada, Formil sempat turun kelapangan untuk mewawancarai masyarakat, hasilnya pengakuan mereka kalau kejadian seperti kecelakaan itu sering terjadi pada malam hari,” sambung Ketua Formil Nunukan.

Bersama dengan itu, Ketua Formil Nunukan menyampaikan harapannya terkait LPJU Nunukan Barat yang tak kunjung menyala.

“Salus Populi Suprema Lex yang artinya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat adalah hukum yang tertinggi pada suatu negara, kami sangat berharap Pemerintah Daerah (Pemda) segera menyelesaikan permasalahan LPJU khususnya akses menuju ke tempat umum apa lagi yang sifatnya darurat,” tutup Fahry.

(*)

Diberi Target Turunkan Stunting 2 Persen, Pemerintah Kabupaten – Kota Tandatangani Komitmen Bersama

TANJUNG SELOR – Persoalan stunting di wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) sampai saat ini masih menjadi fokus utama dari pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota di Kaltara.

Karena penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, maka pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se- Kaltara menyatakan komitmen yang sungguh sungguh untuk menangani permasalahan stunting.

Komitmen itu dituangkan dalam dokumen Komitmen Bersama yang ditandatangani oleh Wakil Gubernur Kaltara Yansen TP, bersama seluruh kepala daerah di Kaltara seusia acara Musrenbang RKPD Provinsi Kaltara Tahun 2024, di Tanjung Selor, Senin (17/4).

Mewakili pemerintah kabupaten Nunukan, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah ikut menandatangani Dokumen Komitmen Bersama Penanganan Stunting tersebut.

Dokumen itu antara lain menyatakan bahwa setiap pemerintah kabupaten/kota diberi target untuk menurunkan angka stunting minimal 2 persen di wilayahnya masing – masing. Pemerintah kabupaten dan kota harus meningkatkan kualitas layanan di seluruh posyandu, serta memfasilitasi regulasi pernikahan dini yang merupakan salah satu faktor penyebab stunting.

Komitmen – komitmen tersebut diharapkan bisa dijalanlan secara serius dan berkelanjutan sehingga target penurunan angka stunting di Provinsi Kaltara sebesar 14 persen pada Tahun 2023 dapat tercapai.

(PROKOMPIM)

Cek Kesiapan Pelaksanaan Operasi Ketupat 2023, Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Kayan 2023 Diselenggarakan di Polres Nunukan

NUNUKAN – Polres Nunukan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian terpusat Ketupat Kayan 2023 dalam rangka mewujudkan sitkamtibmas yang kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan lbadah Puasa dan Merayakan Idul Fitri 1444 H Tahun 2023.

Apel itu dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resor Nunukan AKBP Taufik Nurmandia selaku Inspektur upacara. Apel tersebut digelar di Lapangan Apel Tribrata Polres Nunukan, Senin (17/04).

Tampak hadir pada apel, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid serta jajaran Forkopimda Kabupaten Nunukan.

Apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi ketupat 2023. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata sinergitas Polri dengan stakeholder terkait dalam rangka mengamankan mudik dan perayaaan hari raya idulfitri 1444 H.

Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid pada kesempatan itu mendukung apel yang dilaksanakan sesuai dengan kapasitas Pemerintah Daerah.

Laura berkata, apel gelar seperti ini sudah dilakukan setiap tahun yang bekerjasama dan berkolaborasi dari semua jajaran. Bupati Laura berharap Operasi Ketupat dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan tugas masing-masing.

“Tentu kita dari Pemerintah Daerah senantiasa mendukung sesuai dengan tupoksi”, ungkapnya.

Kemenhub RI memperkirakan potensi pergerakan masyarakat akan mengalami peningkatan dari 85,5 juta orang pada tahun 2022 menjadi 123,8 juta orang pada tahun 2023 atau meningkat 44,8%.

Oleh sebab itu, Polri bersama stakeholder terkait berkomitmen untuk melaksanakan pengamanan secara lebih optimal melalui Operasi Terpusat dengan sandi “Ketupat 2023” selama 14 hari sejak 18 April sd 1 Mei 2023.

Operasi Ketupat 2023 melibatkan 148.261 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, Kementerian terkait, BNPB, BMKG, Basarnas, Pertamina , Jasa Raharja, Jasa Marga, Satpol PP, Dishub, Dinkes, Pramuka dan Mitra Kamtibmas lainnya.

Dalam amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Drs. Listyo Sigit Prabowo yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor Nunukan AKBP Taufik Nurmandia pada apel menekankan terkait permasalahan laka lantas agar mengoptimalkan langkah-langkah preventif dengan menempatkan personel dan melengkapi rambu pada titik-titik rawan kecelakaan.

Disamping itu, diingatkan masyarakat untuk mengecek kelayakan kendaraan sebelum digunakan, melakukan penguatan edukasi tertib berlalu lintas dan memastikan kondisi kesehatan pengemudi.

“Berbagai langkah dalam Operasi Ketupat 2023 diharapkan mampu berjalan dengan baik, sehingga kita dapat memastikan kelancaran hari raya Idul Fitri 1444 H, serta mewujudkan “Mudik yang Aman dan Berkesan” begitu pula pada saat arus balik”, tuturnya.

(PROKOMPIM)

Safari Ramadhan di Desa Mamolo, Gubernur Serahkan 3 Bantuan

NUNUKAN – Safari Ramadhan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum telah sampai di Kabupaten Nunukan, tepatnya Desa Mamolo, Kecamatan Nunukan Selatan, Kamis 13 April 2023.

Mengawali kegiatan, Gubernur Zainal membagikan paket sembako secara door to door kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini pun disambut rasa antusiasme masyarakat setempat.

Kedatangan Gubernur Zainal didampingi oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan, Jaini, S.Hut, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, H. Muh. Rosyit, S.IP., M.M, beserta jajaran Kepala OPD Pemprov Kaltara.

Kemudian, bertempat di Masjid Al-Hidayah, Gubernur Zainal mengatakan bahwa ia bersyukur dapat kembali bertemu masyarakat Desa Mamolo. “Selain kita berkumpul untuk melakukan Safari Ramadhan, kita juga dapat saling berbagi ke beberapa tempat dan nantinya akan dilanjutkan oleh ketua takmir masjid ataupun ketua RT di Desa Mamolo,” ujar Gubernur.

“Kita bersyukur, Allah SWT masih memberikan kita nikmat untuk menyelesaikan ibadah di Bulan Suci Ramadhan demi menuju hari kemenangan yang tinggal beberapa hari lagi,” imbuhnya.

Gubernur Zainal menitipkan pesan kepada masyarakat Desa Mamolo untuk terus menjaga kondusifitas. “Kepada masyarakat Desa Mamolo yang berada diperbatasan, saya meminta untuk terus menjaga kondusifitas, keamanan, kebersamaan, dan yang jelas masyarakat yang berada di perbatasan ini masih bagian dari NKRI,” pesan Gubernur kepada masyarakat Desa Mamolo.

Atas nama Pemprov Kaltara, Gubernur Zainal menyerahkan 3 bantuan kepada kelompok nelayan, hibah keuangan, dan bantuan kepada korban kebakaran sebagai bentuk kepedulian Pemprov Kaltara.

Dengan rincian, hibah barang dan keuangan secara simbolis kepada Kampung Pukat Sei Bolong senilai Rp 170 juta, Kampung Nelayan, Mansapa senilai Rp 135 juta, Pokdakan Maju Bersama senilai Rp 136 juta, Pokdakan Bina Mustika senilai Rp 125 juta, dan Pokdakan Ulun Pagun senilai Rp 125 juta.

Bantuan hibah kepada Masjid Uswatun Hasanah senilai Rp 50 juta, Yayasan Inabah Ponpes Tahfizul Qur’an senilai Rp 50 juta, dan Musholla Al-Abrar SMKN 1 Sebatik Barat senilai Rp 50 juta.

(BIROADPIM)