Gandeng Karang Taruna, Marthin Billa Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsan

Tanjung Selor – Generasi muda adalah penerus bangsa dan pewaris negara. Akan bagaimana bentuk dan warna Indonesia kedepan tergantung dari generasi mudanya saat ini.

Demikian ditegaskan Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR – RI), Marthin Billa didepan para pemuda Karang Taruna, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu (7/2).

Kepada para peserta sosialisiasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut, Marthin Billa kembali mengingatkan bahwa salah satu karakteristik Indonesia sebagai negara-bangsa adalah kebesaran, keluasan dan kemajemukannya.

Di Indonesia saat ini, ungkap Marthin, terdapat 1.128 suku bangsa dan bahasa, ragam agama dan budaya.Untuk itu perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat dan memadai untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan keIndonesiaan.

“Konsepsi tersebut disebut sebagai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara atau Empat Pilar Kebangsaan,” tuturnya.

Empat pilar tersebut merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia untuk berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia sendiri.

Setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa empat pilar tersebut adalah prinsip moral keIndonesiaan yang memandu tecapainya kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Apalagi, menurut Marthin, Kalimantan Utara adalah wilayah yang secara geografi berbatasan langsung dengan negara tetangga (Sabah, Malaysia). Dengan kondisi tersebut tentu membuat peran generasi muda dalam mengejawantahkan nasionalisme kedalam laku sehari – hari sangat dinantikan.

Selain secara geografi adalah wilayah Perbatasan, Marthin Billa mengungkapkan bahwa masyarakatnya Kaltara terdiri dari berbagai latar belakang. Untuk itu Kaltara dapat juga disebut sebagai miniatur Indonesia.

“Keberagaman masyarakat di Kaltara ini akan indah apabila dibingkai dalam semangat kebangsaan setiap warganya,” tandas Marthin

Keharmonisan dan kedamaian merupakan tujuan dari hidup bermasyarakat. Namun hal tersebut hanya dapat diwujudkan jika Pancasila benar -benar diamalkan, UUD 1945 dijadikan acuan, Bhineka Tunggal Ika dijadikan nafas sehari – hari dan merealisasikan kecintaan kepada NKRI melalui potensi positif yang dimiliki.

“Kenapa kita harus menjadikan Pancasila sebagai dasar laku hidup bersosial? Karena Pancapsila adalah sumber dari segala sumber hukum. Sifat Pancasila yuridis formal maka mengharuskan seluruh peraturan perundang-undangan berlandaskan pada Pancasila,” papar Marthin

Selain itu Pancasila juga merupakan falsafah negara dan pandangan atau cara hidup bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai cita-cita nasional.

“Karena itu Pancasila disepakati secara nasional, merupakan perjanjian luhur yang harus dijadikan pedoman bagi bangsa, pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Martin.

Sementara UUD 1945 menurut Marthin adalah norma konstitusional yang acuan dalam pembangunan karakter bangsa.
Keluhuran nilai dalam Pembukaan UUD 1945 menunjukkan komitmen bangsa Indonesia untuk mengantar bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kesejahteraan dan kehidupan yang berkeadilan sosial.

Sedangkan Bhineka Tunggal Ika adalah tutunan untuk menghargai perbedaan. Keberagaman ini harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosio-kultural, bersifat kodrati dan alamiah.

Terlebih dalam situasi Pademi Covid – 19 saat ini, seharusnya silaturahim dapat lebih dipererat . Perbedan latar belakang bukan alasan untuk enggan bergotong royong, seiya sekata dalam menanggulangi dampak serta dalam memutus rantai penyebaranya.

“Jika para pendiri bangsa ini menjadikan semangat kebangsaan dalam meraih kemerdekan, seharusnya saat ini kita menjadikan semangat kebangsaan untuk memenangkan perang melawan Pademi Covid – 19,” pungkasnya.

( Edy / Red )

Mewujudkan Jagung Sebagai Salah Satu Penyangga Ekonomi Di Nunukan

Nunukan – Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara merupakan daerah yang berlimpah dalam sumber daya alam. Selain di sektor agraris berupa tanah pertanian dan perkebunan yang subur, sektor bahari atau kelautan pun menyediakan sumber kekayaan yang tidak sedikit.

Namun sampai saat ini pengelolan SDA terutama di sektor pertanian belum maksimal. Luasnya lahan – lahan yang telah dibuka oleh masyarakat banyak yang terbiarkan menjadi lahan tidur bahkan berubah menjadi ladang semak.

“Padahal apabila lahan – lahan tidur tersebut kita kelola dengan secara maksimal, pasti akan sangat bermanfaat untuk pemiliknya maupun masyarakat Nunukan pada umumnya,” ungkap Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Nunukan, Roby Nahak, Selasa (9/2).

Robby mengungkapkan bahwa saat ini Pemkab Nunukan sedang merencanakan maksimalisasi lahan – lahan tidur tersebut sebagai lahan produktif dengan penanaman Jagung secara masal.

Roby menilai, setelah rumput laut mulai meningkat ditambah harga mulai stabil maka Nunukan harus punya alternatif sebagai penyanga ekonomi. Dan menurutnya, Jagung sangat prospek di kembangkan di daerah Nunukan dan memiliki potensi ekonomi yang baik bagi masyarakat.

Lebih jauh Roby menjelaskan, Indonesia masih kekurangan stok jagung hingga mencapai jutaan ton sehingga terpaksa hari mengimpor. Celah inilah yang perlu dijajaki Pemkab Nunukan dengan memprogramkan membuka lahan perkebunan jagung untuk pakan dan dikerja samakan dengan masyarakat.

Roby memaparkan bahwa Jagung memiliki peran yang cukup
penting dan strategis dalam pembangunan nasional dan regional, serta terhadap ketahanan pangan dan perbaikan perekonomian. Disamping itu jagung menjadi penarik bagi pertumbuhan industri hulu dan pendorong
industri hilir di dalam sistem dan usaha agribisnis.

“Dari segi penguatan ketahanan pangan, jagung merupakan makanan alternatif non beras. Bahkan bebarapa daerah seperti Temanggung, Magelang, Wonobo dan daerah lainya, menjadikan Nasi Jagung sebagai makanan favorit pengganti beras,” paparnya.

Dan yang tak kalah penting memurut Roby, budidaya Jagung merupakan potensi bisnis berbasis pertanian yang sangat menjanjikan. Tanaman jagung merupakan tanaman yang dapat di panen dalam kurun waktu yang relatif singkat yaitu kurang lebih 3 (tiga) bulan.

“Maka bukan mustahil apabila dibudidayakan secara benar, jagung akan menjadi salah satu penyanga ekononi di Perbatasan,” tandasnya.

Ketika disinggung pemasaran nantinya, Roby mengungkapkan bahwa saat ini banyak sektor usaha yang menjadikan jagung sebagai bahan bakunya. Dan salah satunya adalah peternakan pakan ternak.

“Saat ini kebutuhan jagung untuk pakan ternak di Indonesia mencapai 10 juta ton per tahun. Dengan pesatnya industri peternakan ahir – ahir ini, tentu permintan jagung juga akan meningkat,” jelasnya.

Roby bahkan merinci analisnya terkait budiaya Jagung tersebut:

Asumsi : bibit ideal yang digunakanl, perkiraan dari panen hasil budidaya jagung ini akan mencapai minimal 15 sd 20 ton basah dan minimal 1000 kg ( 10 ton ) jagung dengan pipil kering.

Estimasi harga jual minimal ; Rp. 5.500,- (untuk jagung pipil kering) Maka pendapatan kotor/omset penjualan adalah ; 10000 kg x Rp 5.500 = Rp 55.000.000

Maka pendapatan dan keuntungan bersih yang di dapatkan per panen adalah : = Total Pendapatan – Total biaya tiap musim = Rp 55.000.000 – Rp15.820.000= Rp 39.100.000

Dan sebagai bentuk keseriusanya, Roby Nahak bahkan saat ini telah mulai menanam jagug di lahan miliknya. Ia menjelaskan bahwa lahan seluas 2 hektar lebih tersebut memang ia khsuskan untuk budidaya jagung.

“Sengaja saya tanam sebagai edukasi kepada masyarakat bahwa budidya jagung adalah hal sangat menguntungkan,” tegasnya.

( Edy / Red )

H.Taufig Agus,Reses di Salutgatta dan karossa Pantai

Mateng – Sulbar – Anggota DPRD Sulbar dari fraksi Golkar , H Taufiq Agus SH telah melakukan kegiatan reses di dua tempat yaitu Desa Salugatta kecamatan Budong Budong dan desa karossa kecamatan karossa pada tanggal 6 – 8 February 2021

pada kesempatan ini beliau menyampaikan perlunya protokol kesehatan yaitu , pakai masker , cuci tangan dan jaga jarak guna memutuskan mata rantai virus Corona dalam kesempatan ini beliau juga mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat , yaitu kebijakan pemerintah terkait pemilihan kepala desa , pembangunan jaringan air bersih , infrastruktur jalan pertanian dan perkebunan, aksesibilitas jalan penghubung, dan pemberdayaan masyarakat pesisir pantai

pada kesempatan tersebut H Taufiq Agus menyimak serta mendengar keluhan warga dan beliau berjanji untuk memfasilitasi kepada pemerintah Kabupaten dan provinsi.

( Gazali Sulbar )

Sekkab Mateng Buka Secara Resmi Pencanangan Vaksinasi Covid-19 Perdana

Mamuju tengah, Sulbar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah (Mateng), melaksanakan pencanangan vaksin Covid-19. Pencanangan Vaksinasi Covid-19 perdana dibuka secara resmi oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Mamuju Tengah. Bertempat di Puskesmas Tobadak, Desa Mahahe, jumat (5/2/21)

Dalam sambutannya, Sekkab Kabupaten Mamuju Tengah Askary menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mendukung program vaksinasi . Dimana program ini, merupakan program nasional dalam rangka menekan pertumbuhan Covid-19 di Indonesia secara khusus di Kabupaten Mamuju Tengah.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mendukung program vaksinasi ini, sebab program ini bertujuan untuk memutus penyebaran covid-19 khususnya di Kab.Mateng” pintanya

Lebih lanjut, Askary menuturkan, Pencanangan Vaksinasi Covid-19 ini dilaksanakan serentak dibeberapa Puskesmas yang ada di Mamuju Tengah.
Dimana Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Askary adalah orang pertama yang menerima vaksin di Mamuju Tengah. Di ikuti oleh Ketua DPRD Mamuju tengah, H. Arsal Aras, SE, M.Si

Selain Sekkab dan Ketua DPRD Mateng yang di vaksinasi perdana, Pencanangan Vaksinasi Covid-19 ini diikuti oleh 10 penerima Vaksin VIP. diantaranya : Fathahuddin Algafiqhi, SP., M.Si (anggota DPRD Mamuju Tengah), Dzulkifli, S.Ip., M.Si (Kepala Dinas PMD), dr. Patunrengi (direktur RSUD Mamuju Tengah), Awaluddin A.,S.Sos (Plt. BPBD Mamuju Tengah), Miharsa Chandra R., SE, (Sekretaris Dinas Sankominfo), I Agus Subadi, Wahyu Supriono, Musdalipa (Dinas Sosial). Sumber : Sulbar pedia/sal

PKL Babel Menjerit: Harap Banpers UMKM Segera Cair

Pangkalpinang-Berandankrinews.com– BELUM pulihnya ekonomi ditengah pandemi Covid-19 semakin memperburuk kondisi pendapatan Pedagangan Kaki Lima (PKL) di Bangka Belitung.

Menurunnya pendapatan para Pedagang Kaki Lima (PKL) terungkap dalam laporan para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang disampaikan oleh PKL bernama Yoga kepada Niko selaku Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Pangkalpinang.

Menanggapi laporan tersebut, Niko angkat bicara, “Sebagai pengurus APKLI Kota Pangkalpinang saya berharap pemerintah pusat segera mencairkan Bantuan Produktif Presiden (Banpers) untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UMKM)”.

“Saya kira itulah solusi yang bisa menjawab keluhan para PKL saat ini. Selain itu kami (APKLI, red) berharap kepada pemerintah daerah untuk menyediakan informasi terkait kapan Banpers UMKM bisa cair”, ungkap Niko.

Belum adanya informasi yang valid kapan Banpers UMKM cair, turut disorot Mangimpal Lumbantoruan selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Provinsi Kep. Bangka Belitung.

Kepada jurnalis Berandankrinews.com, Bung Mangimpal mengungkapkan akan segera menghadap Bapak Erzaldi Rosman Gubernur Kep. Bangka Belitung

“Dalam waktu dekat APKLI Babel mewacanakan bertemu dengan Gubernur Bangka Belitung Pak Erzaldi Rosman untuk mendapatkan arahan terkait jadwal Banpers UMKM yang rencananya dilanjutkan di tahun anggaran 2021”, jelas Mangimpal.

“Mohon kepada teman-teman PKL untuk bersabar. Kiranya ada kepastian kapan Banpers UMKM cair”, pinta Mangimpal di kantor APKLI Babel Jl. Singkur, Kel. Selindung, Kec. Gabek Kota Pangkalpinang.

Sebagai informasi tahun 2020 ada 750 an PKL yang bernaung di Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Babel mengajukan Banpers UMKM. Sebagian sudah mendapat Banpers UMKM tersebut untuk menopang ekonomi para PKL.

Reporter: Yogi Pranata
Editor: MLT