Tindak Lanjuti Program Kartu Kendali LPG 3 Kg, Gubernur Babel Bertemu Dengan PT Pertamina Patra Niaga


JAKARTA, BerandaNKRInews.com— Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan pertemuan dengan dengan Mas’ud Khamid, Dirut PT Pertamina Patra Niaga (commercial and trading) beserta tim untuk membahas tindak lanjut dari program subsidi gas LPG 3 kilogram (kg) hijau atau yang lebih dikenal dengan gas melon, di Wisma Tugu 2 Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2021).

Kami sudah mulai mendata penerima subsidi tabung gas melon yang layak dan menginputnya ke BI. Nantinya kartu ini kita berikan kepada yang berhak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, apa yang akan dilakukan Gubernur Babel?

Dengan data ini, akan menjadi dasar penyaluran tabung gas subsidi LPG 3 kg. Bang ER juga telah mengeluarkan surat edaran yang memberitahukan bahwa TNI, Polri, dan ASN tidak diperbolehkan menerima subsidi tabung gas LPG 3 kg ini.

“Tapi kendalanya, komposisi kebutuhan masyarakat belum tentu sama. Untuk pelaku UMKM kebutuhan gasnya berbeda dengan ibu rumah tangga,” ungkapnya.

Harapannya, pihak Pertamina bisa mengatur penerima dan menghitungnya jika penggunaan tabung gas masyarakat yang berbeda-beda. Karena pada dasarnya pelaku UMKM biasanya membutuhkan tabung gas lebih banyak dari pada masyarakat lainnya.

Lalu bagaimana tanggapan PT Pertamina?

Menanggapi pernyataan ini, Mas’ud Khamid selaku Dirut PT Pertamina Patra Niaga meminta Gubernur Erzaldi untuk tidak khawatir. Karena jika penggunaan kartu pada transaksi jual beli gas subsidi telah dimulai, maka akan secara jelas tercatat data pembelian.

Record pembelian ini yang akan kita jadikan acuan untuk para pembeli untuk menghitung masing-masing kuota kebutuhan gas pada tiap-tiap pembeli,” ungkapnya.

Dirinya pun menambahkan, akan menaikkan jumlah penjualan tabung gas non subsidi ke Babel. Karena akan semakin banyak masyarakat tidak tepat sasaran sebelumnya yang beralih ke tabung gas merah muda ukuran 5 kg non subsidi.

Selain keputusan mengenai tabung gas, Gubernur Erzaldi pun menyampaikan keputusan mengenai program Pertamina Langit Biru. Dirinya menyatakan akan mendukung pertamina. Namun perlu dilakukan kajian tambahan untuk menghindari inflasi dan supaya tidak ada pihak yang dirugikan.

Wartawan: Agus Savar Muslim, S.H

Penulis : Natasya
Foto :Iyas Zi
Editor : Lisia Ayu

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman melakukan pertemuan dengan dengan Mas’ud Khamid, Dirut PT Pertamina Patra Niaga (commercial and trading) beserta tim untuk membahas tindak lanjut dari program subsidi gas LPG 3 kilogram (kg) hijau atau yang lebih dikenal dengan gas melon, di Wisma Tugu 2 Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (9/3/2021).

Akhirnya, Gubernur Erzaldi Rosman Hadirkan Alat Deteksi Covid”GeNose-19″ di Babel

Pangkalpinang, BerandaNKRInews.com– Penyebaran virus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih jauh dari kata usai.
Hal itu mengharuskan seorang Gubernur Babel, Erzaldi Rosman terus mencari jalan keluar agar masyarakat yang ia pimpin sepenuhnya terbebas dari virus yang kabarnya kini bermutasi itu.

“Kita terus berupaya untuk mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan virus Corona ini dan melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus Covid-19 tidak semakin bertambah,” kata Gubernur yang akrab disapa Bang ER.

Apa langkah terbaru Gubernur Babel?

Sebuah alat pendeteksi kini sudah datang ke Babel.
Alat itu sesuai ungkapan Bang ER pada 1 Februari 2021 lalu, adalah sebuah inovasi karya anak bangsa yang bernama ‘GeNose C19’. Sudah dipesan dan sekarang sudah mendarat di provinsi kita.
Nah, alat ini diyakini dapat mendeteksi siapa saja yang berpotensi menyebarkan virus Corona, dengan cara yang lebih mudah, cepat, dan murah.

“Alhamdulillah, alat ini cepat sampai di Babel. Kebetulan kita pernah ada kerjasama dengan UGM, jadi dapat duluan,” ujarnya.

Untuk uji coba, GeNose akan digunakan di lingkungan Kantor Gubernur Babel pada setiap aktivitas yang diharuskan kumpul dengan banyak orang baik itu rapat, seminar, dan pertemuan lainnya. Beruntung, alat ini akan pertama kali digunakan kepada publik pada Kejurda Taekwondo mendatang. Para peserta dan penonton akan melakukan uji tes GeNose sebelum acara dimulai.

Harapan pemimpin yang di setiap kesempatan bangga menggunakan bahasa daerah, tahapan ini dapat menjadi contoh dan alat GeNose dapat digunakan secara masif oleh pihak swasta.

“Jadi pihak swasta bisa pakai alat ini, baik di sektor pariwisata atau pelayanan yang harus bertemu banyak pihak. Bahkan sekarang ada yang langsung beli, dari Mutiara Alam Lestari. Mereka punya perkebunan sawit dengan karyawan berjumlah 1.200 orang. Dengan pegawai sebanyak itu, menggunakan GeNose menjadi pilihan yang efektif, cepat dan murah. Pegawai pun merasa aman dan nyaman saat bekerja,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Erzaldi mengundang Sandi selaku Trainer dari GeNose C19 untuk melatih para dokter dan perawat. Dia langsung meninjau pelatihan tersebut mengenai tata cara penggunaan GeNose. Sekaligus melihat secara langsung bahwa alat yang digunakan ini benar-benar mudah, cepat, dan murah.

Dijelaskan Sandi bahwa alat ini sangat sensitif terhadap udara. Jika kondisi udara pada ruang pemeriksaan dalam keadaan kurang baik (sensor menunjukan angka > 3000) maka, ruangan harus pindah. Semakin lancar kondisi sirkulasi udara akan semakin rendah angka sensor. Semakin rendah angka sensor maka ruangan semakin memungkinkan untuk digunakan.

Alat ini sangat sensitif. Para petugas tidak diperbolehkan mendekatkan diri pada alat jika telah menggunakan parfum, handsanitazer, alkohol karena dapat mengganggu sensor.

Bagi peserta terdapat aturan pemeriksaan GeNose antara lain,
1. 30 menit sebelum diperiksa, peserta tidak diperbolehkan mengonsumsi apapun baik makanan, minuman, dan merokok kecuali air putih.
2. Kemudian peserta menghirup udara dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan tetap menggunakan masker. Ulangi 2 kali.
3. Pada tahapan terakhir peserta menghirup udara dari hidung dan meniupkan udara pada kantong udara.
4. Kemudian udara dalam kantong udara akan dihirup oleh mesin GeNose dan dideteksi dengan sensor-sensor hingga menghasilkan suatu data.
5. Data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil.

Kurang dari 2 menit hasil akan keluar. Menggunakan alat ini sangat mudah dengan biaya hanya Rp20.000. Terbukti, GeNose lebih cepat dan murah dibandingkan alat pendeteksi Covid-19 lainnya.

“Ini adalah bentuk kepedulian terhadap orang-orang yang masih diharuskan kerja dari luar. Saya harap masyarakat bisa merasa aman,” pungkasnya.

Wartawan: Yogi Pranata

Penulis : Natasya
Foto : Iyas Zi
Editor : Lisia Ayu

Cuma 20 Ribu, Gubernur Babel Hadirkan Alat Deteksi GeNose C19

Pangkalpinang, BerandaNKRInews.com– Penyebaran virus Covid-19 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masih jauh dari kata usai.

Hal itu mengharuskan seorang Gubernur Babel, Erzaldi Rosman terus mencari jalan keluar agar masyarakat yang ia pimpin sepenuhnya terbebas dari virus yang kabarnya kini bermutasi itu.

“Kita terus berupaya untuk mengetahui siapa saja yang berpotensi menyebarkan virus Corona ini dan melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus Covid-19 tidak semakin bertambah,” kata Gubernur yang akrab disapa Bang ER.

Apa langkah terbaru Gubernur Babel?

Sebuah alat pendeteksi kini sudah datang ke Babel.
Alat itu sesuai ungkapan Bang ER pada 1 Februari 2021 lalu, adalah sebuah inovasi karya anak bangsa yang bernama ‘GeNose C19’. Sudah dipesan dan sekarang sudah mendarat di provinsi kita.
Nah, alat ini diyakini dapat mendeteksi siapa saja yang berpotensi menyebarkan virus Corona, dengan cara yang lebih mudah, cepat, dan murah.

“Alhamdulillah, alat ini cepat sampai di Babel. Kebetulan kita pernah ada kerjasama dengan UGM, jadi dapat duluan,” ujarnya.

Untuk uji coba, GeNose akan digunakan di lingkungan Kantor Gubernur Babel pada setiap aktivitas yang diharuskan kumpul dengan banyak orang baik itu rapat, seminar, dan pertemuan lainnya. Beruntung, alat ini akan pertama kali digunakan kepada publik pada Kejurda Taekwondo mendatang. Para peserta dan penonton akan melakukan uji tes GeNose sebelum acara dimulai.

Harapan pemimpin yang di setiap kesempatan bangga menggunakan bahasa daerah, tahapan ini dapat menjadi contoh dan alat GeNose dapat digunakan secara masif oleh pihak swasta.

“Jadi pihak swasta bisa pakai alat ini, baik di sektor pariwisata atau pelayanan yang harus bertemu banyak pihak. Bahkan sekarang ada yang langsung beli, dari Mutiara Alam Lestari. Mereka punya perkebunan sawit dengan karyawan berjumlah 1.200 orang. Dengan pegawai sebanyak itu, menggunakan GeNose menjadi pilihan yang efektif, cepat dan murah. Pegawai pun merasa aman dan nyaman saat bekerja,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Erzaldi mengundang Sandi selaku Trainer dari GeNose C19 untuk melatih para dokter dan perawat. Dia langsung meninjau pelatihan tersebut mengenai tata cara penggunaan GeNose. Sekaligus melihat secara langsung bahwa alat yang digunakan ini benar-benar mudah, cepat, dan murah.

Dijelaskan Sandi bahwa alat ini sangat sensitif terhadap udara. Jika kondisi udara pada ruang pemeriksaan dalam keadaan kurang baik (sensor menunjukan angka > 3000) maka, ruangan harus pindah. Semakin lancar kondisi sirkulasi udara akan semakin rendah angka sensor. Semakin rendah angka sensor maka ruangan semakin memungkinkan untuk digunakan.

Alat ini sangat sensitif. Para petugas tidak diperbolehkan mendekatkan diri pada alat jika telah menggunakan parfum, handsanitazer, alkohol karena dapat mengganggu sensor.

Bagi peserta terdapat aturan pemeriksaan GeNose antara lain,
1. 30 menit sebelum diperiksa, peserta tidak diperbolehkan mengonsumsi apapun baik makanan, minuman, dan merokok kecuali air putih.
2. Kemudian peserta menghirup udara dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut dengan tetap menggunakan masker. Ulangi 2 kali.
3. Pada tahapan terakhir peserta menghirup udara dari hidung dan meniupkan udara pada kantong udara.
4. Kemudian udara dalam kantong udara akan dihirup oleh mesin GeNose dan dideteksi dengan sensor-sensor hingga menghasilkan suatu data.
5. Data yang diperoleh akan diolah dengan bantuan kecerdasan buatan hingga memunculkan hasil.

Kurang dari 2 menit hasil akan keluar. Menggunakan alat ini sangat mudah dengan biaya hanya Rp20.000. Terbukti, GeNose lebih cepat dan murah dibandingkan alat pendeteksi Covid-19 lainnya.

“Ini adalah bentuk kepedulian terhadap orang-orang yang masih diharuskan kerja dari luar. Saya harap masyarakat bisa merasa aman,” pungkasnya.

Wartawan: Yogi Pranata Agus Muslim


Penulis : Natasya
Foto : Iyas Zi
Editor : Lisia Ayu

Bupati Bangka Tengah Bersama Forkopimda Rapat Terkait Pengendalian Penanganan Covid-19

Koba,BerandaNKRInews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Tengah gelar Rapat Koordinasi Satuan Tugas Covid Bangka Tengah yang bertempat di Ruang Rapat VIP Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Selasa(03/08/2021).

Rakor ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tengah, Sekretaris Daerah, Dandim 0413 Bangka, Kepala Puskemas se-Bangka Tengah, Kapolsek se-Bangka Tengah, bagian Kesra, Satpol PP, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah beserta staf, Kepala Dinas Sosial PMD Kabupaten Bangka Tenga, serta para Camat.

Bupati Bangka Tengah pada kesempatan ini mengatakan bahwa terkait pengendalian penanganan Covid-19 ini dengan Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bangka Tengah masih banyak hal yang harus dilakukan terutama dalam meningkatkan masyarakat agar dapat menjalankan protokol kesehatan.

“Tentu ini masih perlu edukasi masyarakat karena masyarakat banyak yang belum disiplin dalam melaksanakan pelayanan kesehatan khususnya pemakaian masker,” kata Algafry Rahman.

Menyikapi kondisi penambahan PPKM khususnya di Kabupaten Bangka Tengah, Bupati mengantisipasi pada rapat hari ini untuk menambah ketersediaan tempat tidur di RSUD Bangka Tengah sebanyak 15 tempat tidur.

“Ini termasuk antisipasi kita terutama pada kondisi Covid pada saat ini yang sedang melonjak tinggi. Untuk itu dengan adanya kekurangan-kekurangan alat kesehatan berupa pengatur oksigen, yang akan kita sampaikan kepada gubernur,” tambahnya.

Algafry juga berharap agar semua pihak bergerak cepat dalam mendata masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah agar tidak terkesan membiarkan masyarakat. Ia juga mengkhawatirkan suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti meninggal, tetapi tidak terdata bahwa terkonfirmasi positif covid.

“Sementara untuk vaksinasi, mudah-mudahan vaksin ini segera keluar di bulan Agustus awal ini, sehingga kita akan melakukan vaksinasi kembali kepada masyarakat. Hal ini akan tetap kita upayakan yakni sosialisasi protokol kesehatan dan vaksinasi. Vaksin ini akan dilaksanakan di dua tempat yaitu Kecamatan Pangkalan Baru dan Kecamatan Koba yang memang sangat tinggi kasus Covid-19, baru dilaksanakan di kecamatan yang lainnya,” ujarnya.

Terkait BST (Bantuan Sosial Tunai), Bantuan Sosial dan BLT (Bantuan Langsung Tunai), Algafry juga berharap agar masyarakat bisa di data dan dibantu dengan tepat sasaran.

“Saya berharap agar kita tetap solid, kompak. Kita tetap menjaga Kabupaten Bangka Tengah, tekad kita untuk menjaga Kabupaten Bangka Tengah, memastikan upaya untuk menutupnya bagi masyarakat, agar pertumbuhan ekonomi kita bersama, agar pertumbuhan ekonomi bisa membaik seperti.

RN

Vaksinasi Lambat, Gubernur Babel Bentuk Tim Percepatan


Pangkalpinang, BerandaNKRInews.comGubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman prihatin dengan sikap beberapa pihak yang lambat merespon dan mengabaikan percepatan pemberian vaksin Covid-19 kepada masyarakat. Karenanya, gubernur akan membentuk tim percepatan vaksinasi.

Hal itu dikemukakannya usai menggelar tatap muka bersama Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Muhammad Budi Hidayat di Rumah Dinas Gubernur, Sabtu (06/03/2021).

“Tim verifikasi dan pemantauan nantinya akan dilakukan oleh relawan. Sehingga dengan membagi tim dengan efisien, maka percepatan vaksinasi akan tercapai dengan optimal,” tegasnya.

Gubernurpun mempertanyakan keterlambatan vaksinasi tersebut sehingga tidak sesuai harapan. Mengingat selama ini beberapa pihak sudah pontang-panting berusaha menghentikan laju penyebaran virus. Kemudian mempercepat penerimaan vaksin dari pusat hingga harus melakukan penegakan Peraturan Daerah (Perda). Tapi saat giliran vaksin sudah harus diberikan, yang didapat justru ada pihak yang tidak siap sehingga tidak memenuhi apa yang diharapkan.

“Pencapaian total sasaran vaksinasi di Bangka Belitung, secara keseluruhan sebanyak 182.035 jiwa, dengan vaksinasi tahap satu baru mencapai 18.764 jiwa (10,31%) dan tahap dua 9.985 jiwa (5,49%). Hal ini masih jauh dari harapan, ini kenapa? Apa yang salah?,” tanya gubernur.

Dalam penjabaran target vaksinasi di Babel, dari sasaran vaksinasi tenaga kesehatan sebanyak 13.174 jiwa, telah dilaksanakan di tahap satu sebanyak 11.230 jiwa (85,24%) dan pada tahap dua 9.985 jiwa (75,79%).

Sedangkan untuk pejabat publik dari 89.573 sasaran penerima vaksin, pada tahap satu baru sebanyak 6.684 jiwa (7,46%), tahap dua belum dilakukan.

Kemudian dari total sasaran vaksinasi untuk lansia 79.288 jiwa, pada tahap satu baru sebanyak 850 jiwa (1,07%) dan tahap dua belum dilakukan.

Melihat angka tersebut wajar gubernur minta perhatian khusus. Ia yang setiap bertemu dengan masyarakat tak pernah berhenti meningkatkan kesadaran masyarakat dan bertindak cepat untuk atasi pandemi, namun hal itu diabaikan oleh beberapa pihak.

Padahal hal tersebut adalah urusan nyawa. Dan upaya ini membutuhkan kerjasama seluruh pihak yang terkait. Untuk itu, Erzaldi meminta kepada aparatur yang bertanggungjawab dalam hal vaksin, agar segera mengambil langkah-langkah penting.

“Karena dari segi persentase, Bangka Belitung terdorong berada di tengah-tengah. Tapi saya terus mendorong kawan-kawan. Karena kemampuan kita ini ada dan bisa, kenapa kita tidak melakukan percepatan?,” ungkapnya.

Dalam tatap muka tersebut, Erzaldi juga menyampaikan kekhawatiran dari Dinas Kesehatan perihal ketersedian vaksin di Babel. Namun kata Bang ER, setelah berjumpa dengan Sesditjen P2P Kemenkes RI, maka rasa khawatir tersebut dapat terjawab.

“Ketika daerah memang mampu melaksanakan vaksinasi dengan cepat, pusat pun akan cepat mengirim vaksinnya. Jadi dak perlu takut vaksinnya dak dikirim. Pasti dikirim kalau sudah beres, ketersediannya dijamin!,” tegas Bang ER.

Orang nomor satu di Babel ini pun langsung mengambil kebijakan khusus kepada para guru di wilayah Bangka agar pemberian vaksin terpusat di Gedung Olah Raga (GOR) Sahabuddin. Sedangkan di Belitung akan dilakukan di GOR Belitung dan GOR Manggar.

“Setelah para guru selesai dan para Aparatur Sipil Negara (ASN) juga oke, maka saya menjadwalkan pada tanggal 19 dan 20 Maret 2021 akan diadakan vaksinasi di pasar-pasar, kami sudah membentuk percepatan vaksinasi, yaitu tim sosialisasi, tim verifikasi, tim vaksinator dan tim pemantauan,” jelas Erzaldi.

Selanjutnya, apabila percepatan vaksinasi di pasar-pasar juga sudah berjalan dengan baik, maka akan dilanjutkan kepada para nelayan dan petani. Namun untuk saat ini, yang sudah berjalan adalah percepatan vaksinasi untuk para pelaku wisata.

Erzaldi berharap, apabila masih ada masyarakat yang profesinya sudah ditunjuk untuk mendapatkan vaksin, namun masih belum mendapatkan vaksin, maka agar segera mendaftar secara berkelompok ke puskesmas dengan menyebutkan profesinya. Sehingga data ini betul-betul akurat dan bisa menjadi bahan pelaporan kepada pusat agar jumlah kebutuhan vaksin di Babel dapat diketahui secara nyata.

Setelah itu, apabila pencapaian sudah menyentuh kurang lebih 40%, maka Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan melakukan penelusuran guna mengetahui efektifitas dampak vaksin terhadap pandemi.

“Ketika Babel sudah mencapai angka kurang lebih 40% warga yang tervaksin, kita akan melakukan tracking. Dengan tracking kita akan mengetahui sejauh mana, dampak vaksin terhadap pencegahan pandemi,” jelas Erzaldi.

Dia menambahkan, untuk penelusuran nanti akan menggunakan alat GeNose C19, karena menurutnya alat tersebut mampu melakukan penelusuran dengan cepat dan murah.

Hingga saat ini, Pemprov Babel juga masih berusaha mencari strategi yang optimal dalam pencegahan dan penanganan penyebaran Virus Covid-19 di antara siswa atau anak-anak di bawah umur.

“Kan mereka tidak dapat divaksin, karena usia mereka belum memenuhi syarat 18 tahun. Ini masih menjadi pemikiran dan strategi kita, agar pandemi ini tidak menyebar terlalu banyak di provinsi kita,” pungkasnya.

Wartawan: Mangimpal Lumbantoruan