4 Ton Kepiting Bakau Diselundupkan Ke Tawau Berhasil Digagalkan Petugas Maritim Tawau Sabah

TAWAU SABAH – The Malaysian Maritime Enforcement Agency atau Maritim Malaysia Tawau menahan sebuah perahu lokal dengan muatan lebih dari 4000 kilogram kepiting bakau hidup, yang diduga diselundupkan dari negara tetangga pada posisi sekitar dua mil laut tenggara muara Sungai Tawau pada 14 Juni 2021 sekira pukul 08.00 pagi tadi.

Dari rilis yang diterima oleh pewarta media ini yang disampaikan oleh Direktur Kawasan Maritim Tawau, Kapten Maritim Siva Kumar Vengadasalam mengatakan, “perahu tersebut dicegat dan diperiksa oleh kapal patroli KM Kapas yang sedang melaksanakan operasi cegah orang tanpa izin masuk dari Selatan perairan Tawau. Perahu yang terdeteksi bergerak dalam kondisi mencurigakan dari perbatasan perairan tawau menuju muara Sungai.

“Dari pemeriksaan, ditemukan bahwa perahu yang dioperasikan oleh seorang laki laki berusia 31 tahun itu membawa muatan kotak gabus berisi kepiting bakau hidup yang diduga diselundupkan dari negara tetangga,” kata Siva Kumar Vengadasalam.

Dari hasil pemeriksaan lisensi menemukan, bahwa lisensi yang ditunjukkan selama inspeksi adalah lisensi dari perahu yang berbeda karena nomor registrasi pada lisensi berbeda dengan nomor registrasi di perahu.
Selain itu juga tidak dapat menyerahkan izin yang sah terkait dengan muatan yang dibawa. dari hasil interogasi, kurir tersebut mengaku menerima upah untuk membawa hasil laut dari pemilik perahu.

Sesuai peraturan yang berlaku, masuk ke Tawau, Malaysia harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) Perintah Pengendalian Gerakan (PKP) yang tidak mengizinkan masuknya kapal perahu non konvensional dari negara tetangga dan menghentikan kegiatan impor dan ekspor hasil laut.

Kawasan Maritim Tawau meyakini adanya beberapa nahkoda yang mengambil jalan keluar yang mudah untuk meraup keuntungan ganda, dengan melakukan pemindahan hasil laut dari kapal asing ke kapal lokal secara diam-diam di daerah perbatasan agar hasil laut dapat dibawa masuk tanpa melalui prosedur impor dan ekspor yang legal.

Untuk sementara perahu, nakhoda dan semua hasil laut ditahan dan digiring ke Dermaga Maritim Tawau untuk penyelidikan lebih lanjut. Pemilik perahu juga akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

Kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Undang-Undang Departemen Pelabuhan dan Dermaga Sabah 2002 dan Undang-Undang Perikanan 1985. Semua barang yang disita termasuk batangan ditaksir bernilai Rm,120.000 atau setara Rp.360.000 juta

“Saya menghimbau kepada para nahkoda dan pemilik kapal maupun perahu untuk tidak mengambil jalan pintas dengan mengabaikan aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah Malaysia dan pemerintah Indonesia untuk meraup keuntungan berlipat ganda. Tindakan tegas akan diambil tanpa kompromi terhadap semua pelanggaran hukum dan memastikan perairan negara di kedua wilayah tetap aman dan terlindungi,” pesannya.

(SAHABUDDIN)

Ketua DPC KKB Nunukan Minta Pemerintah Seriusi Penanganan PMI Di Sabah

Ketua DPC Kerukunan Keluarga Bulukumba kabupaten Nunukan, Syafrie Habbe

Nunukan – Keberadaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non dokumen (PMI Ilegal)  di Sabah, Malaysia hingga saat ini masih menjadi persoalan yang pelik. Hilangnya jaminan kesejahteraan jaminan keamanan selalu menyelimuti para PMI illegal tersebut.

Selain itu, masalah-masalah lain yang harus ditanggung PMI Ilegal diantaranya tidak terpenuhi prinsip dan standar minimal peradilan dan mendapatkan hukuman yang tidak manusiawi dan merendahkan di PTS

Sebagaimana diketahui, hampir 90 persen pekerja perkebunan dibeberapa wilayah Sabah seperti Tawau, Keningau, Lahad Datau, Sandakan hingga Kota Kinabalu berasal dari Indonesia, terutama dari Sulawesi Selatan (Sulsel) dan sebagain dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hasil perkebunan sawit sendiri merupakan penyumbang utama (40%) bagi pendapatan negeri Sabah atau sekitar 30% dari hasil sawit nasional Malaysia, dengan luas perkebunan sawit sekitar 1.5 juta hektar.

6 Sektor ini memerlukan tenaga kerja yang tangguh, dan sekitar 90% perkebunan-perkebunan sawit di Sabah menggunakan TKI karena mereka diakui sebagai pekerja yang rajin dan ulet. Sabah memiliki perkebunan sawit yang luas, sehingga Sabah menjadi salah satu pusat perkebunan kelapa sawit di Malaysia. Para pekerja di perkebunan sawit tersebut mayoritas berasal dari Indonesia

Terkait hal tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kerukunan Keluarga Bulukumba (KKB) Kabupaten Nunukan, Syafrie Habbe mengingatkan Pemerintah agar menseriusi penanganan para pekerja asal Indonesia tersebut.

Syafrie juga ingin meluruskan anggapan bahwa PMI di Sabah identik sebagai Pendatang Tanpa Izin. Ia mengungkapkan, PMI yang dideportasi itu ada yang memiliki dokumen lengkap. Biasanya, mereka ditangkap aparat ketika di kebun sehingga tidak bisa menunjukkan dokumen izin kerja dan tinggal.

Dokumen itu biasa disimpan di rumah atau dipegang majikan. Namun, karena saat penangkapan tidak bisa menunjukkan, mereka tetap menjalani proses hukum. Pemeriksaan  dan penangkapan oleh pihak berwenang di Malaysia pun menurut Syafrie tidak kompeten dan penuh stigma buruk terhadap PMI.

“Tidak ada satu pun deportan yang pernah didampingi penasihat hukum. Di hadapan pengadilan atau mahkamah yang berlangsung 5-10 menit, hanya satu pilihan mengaku bersalah atas pengakuan sendiri. Fakta inikah yang selama ini yang jarang diketahui publik dan Pemerintah RI,” jelasnya.

Para PMI itu, menurutnya, sudah diajarkan oleh aparat Malaysia sebelum memasuki ruang persidangan. Kalimat yang harus diucapkan,” Yang mulia, kami mengaku bersalah dan minta hukuman dikurangi”.

“Tidak ada satupun dari deportan yang pernah menerima dokumen peradilan atas nama diri mereka sendiri. Bayangkan mereka diadili, tetapi tidak pernah menerima satu dokumen pun. Dokumen penangkapan saja tidak ada,” jelasnya.

Persoalan yang tak kalah mirisnya, ungkap Syafrie, minimnya sarana pendidikan membuat anak para PMI serta tuntutan perekonomian memaksa anak-anak PMI untuk bekerja membantu orang tua demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Ketika anak-anak PMI di Sabah tidak mengenyam pendidikan, maka mereka tidak dapat memperbaiki kondisi keluarga dan dapat memberi kerugian bagi negara,” paparnya

Salah satu kerugian bagi pemerintah Indonesia adalah terjadinya peningkatan jumlah warga negara yang tidak berpendidikan atau berpendidikan rendah.

Dengan banyaknya warga negara yang tidak berpendidikan, maka pertumbuhan ekonomi negara akan cenderung terhambat disebabkan
perusahaan-perusahaan hanya ingin mempekerjakan tenaga-tenaga ahli yang mumpuni. Pada akhirnya, jumlah pengangguran akan meningkat.

Walaupun ketika anak-anak PMI di Malaysia sulit mendapatkan pendidikan, sebetulnya juga akan menjadi persoalan juga bagi Malaysia, namun Syafrie menegaskan, kerugian terbesar tetap ditanggung oleh Indonesia.

Syafrie mengungkapkan, fenomena PMI ilegal sejatinya sudah marak terjadi dalam kurun waktu yang sangat lama. Hal ini tidak terlepas dari adanya oknum-oknum penyalur di daerah yang berusaha mengeruk keuntungan dengan mengelabui calon pekerja migran.

“Syarat yang sangat mudah jadi jerat pemikat,” tandasnya.

Sementara itu,
perjanjian atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai Rekrutmen dan Penempatan Pekerja Domestik antara Indonesia dan Malaysia menurut Syafri juga telah kadaluarsa sejak tahun 2016 lalu.

Hal ini semakin membuat rumit nasib para PMI terutama yang ilegal di negara jiran itu. Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ketenagakerjaan RI pun diminta untuk segera melakukan pembaruan MoU.

“Kita mengalami kekosongan hukum. Tidak ada hukum yang mengatur tentang penempatan, juga tidak ada hukum yang menjamin tentang perlindungan,” ujarnya.

Situasi seperti inilah yang dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi dari para PMI tersebut. Dan itu dipermulus oleh kekurang tahuan para PMI itu sendiri. Maka jangan heran menurut Syafrie kalau banyak PMI yang memotong kompas melalui jalur – jalur tikus.

“Kita harus punya diginity untuk bicara tegas dengan Malaysia. Karena di satu sisi sekali pun kita menyiapkan satgas, komitmen untuk memberantas sindikat, tapi kalau negara tujuan untuk penempatan main-main pada kebijakan dalam negerinya, dan tetap menerima pekerja yang berangkat secara ilegal, itu sama saja,” tegas Syafrie.

Syafrie juga mengingatkan, denan menangani keberadaan Para PMI di Sabah secara serius, itu sma saja dengan menyelamatkan para penyumbang keuangan negara. Pasalnya, PMI menjadi salah satu penyumbang devisa negara terbesar.

“Pada tahun 2019 saja, para PMI berhasil menyumbang devisa mencapai Rp 159,6 trilun. Tentu jumlah itu belum seberapa dengan devisa yang akan masuk ke negara apabila status PMI adalah legal dan diakui oleh pemerintah dari negara tempat PMI Itu bekerja,” pungkas Syafrie.

Pewarta : Eddy Santry

Belitung Geopark, Wakili Asia Sebagai Anggota Baru UNESCO Global Geopark 2021

TANJUNG PANDAN||BerandaNKRInews.com||Perwakilan UNESCO menjelaskan, Belitong Geopark adalah satu-satunya geopark yang mewakili Asia sebagai anggota baru UNESCO Global Geopark (UGG) tahun 2021 bersama 7 anggota baru lainnya, yaitu Denmark, Finlandia, Jerman, Itali, Polandia, Yunani.

Hal ini disampaikan saat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman bersama Wakil Gubernur Abdul Fatah beserta istri hadir menjadi saksi sejarah terpilihnya Belitung Geopark sebagai Global Geopark pada acara Welcome Digital Event For The New Unesco Global Geoparks 2021, di ruang serba guna, Kantor Bupati Belitung, Kamis (22/04/21).

Zoom meeting bersama UNESCO Global Geopark dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting dari Paris, Perancis tepat pukul 19.00 WIB.

Saling sapa melalui zoom meeting, ucapan halo pihak UNESCO dari Paris disambut riuh kibaran bendera merah putih dari tangan para tamu undangan yang hadir di Kantor Bupati Belitung.

Geopark sendiri menjadi landmark, bukti sejarah evolusi kehidupan serta merupakan peninggalan kebudayaan “geological condition” yang memiliki peran penting dalam “intangible heritage”.

Dalam penjelasannya, untuk menjaga keindahan geopark dibutuhkan kerja sama pada berbagai tingkatan. Dalam menjalankan ini dibutuhkan partnership di tingkat global.

“Hubungan dalam berbagai level adalah yang terpenting,” tegasnya.

Lebih lanjut pihak UNESCO menjelaskan bahwa, bergabungnya Belitung menjadi anggota bukan hanya sekadar mendapatkan pengakuan internasional karena yang paling penting adalah dapat menjaga standar kualitas. Tentunya harus selalu diperhtikan apabila ada kesalahan secara periodik sehingga revalidasi penting bagi UNESCO.

“Jangan pernah lupakan komunitas lokal dalam setiap aksi. Lakukanlah pendekatan “bottom up” untuk menjalankan strategi yang berkelanjutan sesuai dengan SDG,” ujar pihak UNESCO.

Ditemui usai mengikuti zoom meeting, Gubernur Erzaldi mengatakan, usai ditetapkannya Belitong Unesco Global Geopark, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta komunitas geopark siap bersama-sama memberikan yang terbaik untuk geopark ini.

“Lahirnya Belitong UNESCO Global Geopark ini dapat memberikan nilai tambah untuk menyejahterakan khususnya masyarakat Belitung dan Babel pada umumnya,” ungkapnya.

“Pengelola dan komunitas dapat memanage, memelihara, dan mengelolanya dengan baik,” pesannya.

Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Belitung, Bupati Belitung Timur, Kepala Badan Geopark Belitong, Perwakilan Badan Pengelola Geopark Nasional, serta tamu undangan yang di antaranya adalah pejuang Geopark Belitong hingga diakui oleh UNESCO. (*)

Wartawan: Agus Muslim, SH

Pasok Energi Listrik, Perusahaan Asal Amerika Lirik Investasi di Bangka Belitung


PANGKALPINANG||BerandaNKRInews.com||Kebutuhan energi listrik nasional terus meningkat tiap tahunnya. Untuk itu, pemerintah Indonesia terus berupaya meningkatkan bauran energi di mana target energi baru dan terbarukan (EBT) bisa mencapai 23 persen pada tahun 2025. Berdasarkan kebutuhan tersebut, PT Thorcon International, Pte. Ltd asal Amerika Serikat mulai menjajaki daerah yang potensial untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), Bangka Belitung salah satunya.

David Devanney selaku CEO Thorcon mengungkapkan bahwa, teknologi pembangkit listrik tenaga nuklir yang ditawarkannya memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan berbiaya lebih murah dari teknologi konvensional sebelumnya.

“Thorcon Molten Salt Reactor (Thorcon MSR) ini merupakan jenis PLTN generasi ke-4 yang dirancang menggunakan bahan bakar serta menggunakan garam cair untuk pendinginnya, beroperasi pada temperatur tinggi, dan tekanannya mendekati tekanan atmosfir, ”terang David kepada Gubernur Erzaldi di Ruang Kerjanya hari ini, Selasa (20/4/2021).

Konsep keamanan yang tinggi ini menjadi salah satu keunggulan Thorcon MSR, dan diyakini dapat mengurangi global warming. David mengatakan konsep keselamatan Thorcon ini ditandai dengan tekanan operasi yang lebih rendah. Sehingga jika terjadi kecelakaan nuklir di reaktor Thorcon, radionuklida tidak akan cepat lepas ke lingkungan karena tekanan operasionalnya hampir sama dengan tekanan atmosfir.

“Prioritas kami yang utama adalah keamanan dan menjaga keberlangsungan alam, oleh karena itu teknologi Thorcon ini merupakan salah satu langkah diversifikasi berbagai sumber energi yang akan mengurangi ketergantungan dari satu sumber energi dan dapat mengurangi dampak emisi gas rumah kaca,” ungkap David.

Namun dirinya mengakui bahwa, penerimaan masyarakat akan PLTN masih rendah. Kecelakaan PLTN dengan tingkat terparah seperti PLTN Fukushima di Jepang menjadi salah satu penyebab masyarakat merasa PLTN sangat tidak aman. Untuk itu, dirinya bersama tim terlebih dahulu melakukan survey dan sosialisasi ke daerah di Indonesia termasuk Bangka Belitung.

Bob S. Effendi selaku Kepala Perwakilan PT Thorcon International, Pte. Ltd mengatakan bahwa, kajian telah dilakukan bersama pihak akademisi termasuk dengan Universitas Bangka Belitung.

“Kami akan melakukan penandatanganan MoU dengan Universitas Bangka Belitung sekaligus melakukan survei ke Pulau Gelasa salah satu rencana lokasi pembangunan PLTN tersebut. Dalam kurun waktu beberapa bulan ke depan dirinya bersama akademisi akan melakukan survei, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya pembangunan PLTN di Bangka Belitung akan memberikan multiplier effect sehingga, kesejahteraan masyarakat dapat terpenuhi. Tersedianya energi listrik dengan harga yang rendah akan menguntungkan bagi masyarakat maupun industri di Bangka Belitung.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Erzaldi Rosman mendukung upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakatnya. Namun, dirinya meminta agar terlebih dahulu dilakukan kajian-kajian terhadap ketersediaan bahan baku, dampak lingkungan maupun dampak sosial yang mungkin terjadi.

“Saya minta agar dilakukan kajian yang mendalam mengenai implementasi Thorcon untuk pembangunan PLTN khususnya di daerah kami. Karena secara umum, informasi mengenai nuklir ini sangat minim sehingga masih menimbulkan ketakutan bahkan penolakan di masyarakat. Karenanya perlu dilakukan edukasi terkhusus bagi pelajar maupun mahasiswa,” pinta orang nomor satu di Babel ini.

Dirinya menyarankan agar pihak PT Thorcon International, Pte. Ltd dapat berkontribusi bagi pengembangan sumber daya manusia di Babel dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, dan pihak akademisi dengan melakukan penelitian, kajian bersama, magang, serta publikasi bersama.
Terkait penyediaan bahan baku, Gubernur Erzaldi Rosman menyebutkan bahwa Bangka Belitung memiliki bahan baku yang mungkin bisa dimanfaatkan untuk PLTN tersebut.

Oleh karenanya, pihak PT Thorcon International, Pte. Ltd tidak perlu memasok dari luar. Begitu juga dengan Sumber Daya Manusia (SDM) nantinya dapat menggunakan masyarakat lokal yang telah dibekali dengan pelatihan dari pihak PT Thorcon International, Pte. Ltd.

Pada prinsipnya, Gubernur Erzaldi mendukung pendirian PLTN sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menyediakan pasokan listrik bagi masyarakat Indonesia.

“Tentunya, implementasi teknologi nuklir di Indonesia ini harus memenuhi syarat regulasi dari pemerintah pusat. Pada prinsipnya, kami mendukung upaya-upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi nasional,” pungkasnya.

Wartawan: Agus Savar Muslim, SH

Dunia, Sambutlah Global Geopark Belitong


PANGKALPINANG – BerandaNKRInews.com|Belitong, demikianlah sebutan pulau ini bagi masyarakat lokal. Pulau yang menyimpan sejuta kekayaan alam, rapi dengan ketelitian adat istiadat, sejarah panjang dengan cerita-cerita budaya dan pulau yang punya hasil bumi berupa timah dengan sejarahnya yang panjang.

Belitong, pulau ini telah lama menarik minat dan perhatian dunia. Keindahan alamnya, eksotis budaya dan keragaman masyarakatnya, membuat mata dunia tak mau lepas dari ‘Negeri Laskar Pelangi’.

Pulau yang menjadi bagian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) yang kini dipimpin oleh seorang Gubernur bernama Erzaldi Rosman, kini diakui dunia sebagai salah satu tempat yang harus dijaga alamnya melalui UNESCO, badan Organisasi pendidikan, keilmuan dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Adalah kabar membanggakan itu datang dari Paris, Perancis. Dalam Sidang UNESCO 15 April 2021 nama Belitong resmi masuk jadi Global Geopark.

Geopark Belitong ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada Sidang ke-211 Dewan Eksekutif UNESCO yang diselenggarakan secara virtual dan dipimpin dari Paris, tanggal 15 April 2021, dikutip dari siaran pers KBRI Paris, Minggu (18/4/2021).

Geopark Belitong Provinsi Bangka-Belitung, menjadi salah satu prioritas dalam pembahasan dan berhasil mendapatkan rekomendasi positif untuk dimasukkan ke dalam daftar UNESCO Global Geopark.

UNESCO mengakui keberagaman geologis di Pulau Belitung dan kepulauan di sekitarnya. Keberagaman tersebut termasuk lanskap, bebatuan, mineral, proses geologis dan tektonik, serta evolusi bumi di Belitung.

Geopark Belitong juga dinilai memiliki keunikan dengan adanya keterkaitan kuat antara aspek geologis, biologis, dan budaya. Lanskap geologi Pulau Belitung yang unik, menjadi rumah bagi berbagai flora dan fauna yang di antaranya hanya ditemukan di Belitung, seperti ikan Hampala dan ikan Toman. Keanekaragaman hayati tersebut digunakan oleh masyarakat Belitung di antaranya dengan pemanfaatan tanaman herbal. Itulah alasan kenapa Geopark Belitong meraih nilai tertinggi di antara sejarah pengajuan geopark nasional ke UGG, yaitu 850 dari 1000 poin tertinggi.

Penetapan Geopark Belitong sebagai UNESCO Global Geopark, merupakan upaya bersama dari berbagai pemangku kepentingan baik Pemerintah Pusat dan daerah maupun akademisi, pemuda dan masyarakat lokal, khususnya dalam menyusun dokumen nominasi yang menggambarkan nilai-nilai universal, rencana pengelolaan, visibilitas dan jejaring kerja sama geopark Belitong.

Geopark Belitong, merupakan geopark nasional Indonesia ke-6 yang masuk ke dalam daftar UNESCO Global Geopark. Sebelumnya, Indonesia telah berhasil mendaftarkan Kaldera Toba, Batur, Ciletuh, Gunung Sewu dan Rinjani. Indonesia juga memiliki banyak kekayaan alam dan budaya yang masuk dalam daftar UNESCO, antara lain 9 situs warisan budaya dan alam dan 18 cagar biosfer.

Di Belitong sendiri, terdapat puluhan objek wisata, dan 17 di antaranya begitu spesial, menyimpan banyak sejarah dan kekayaan geologi yang identik dengan ciri purbakala.

Apa saja 17 objek ini?

1. Juru Sebrang
2. Terong Tourism Village
3. Kuale Granite Mangrove Forest
4. Peramun Hill Granite Forest
5. Tanjung Kelayang Trias Granite
6. Batu Bedil Trias Granite Rock
7. Nam Salu Open Pit
8. Lumut Hill
9. Batu Pulas Granite Rock
10. Cendil Heat Forest
11. Tebat Rasau Cenozoic Swamp
12. Burung Mandi Cretacious Granidiorite
13. Siantu Pillow Lava
14. Tajam Mountain
15. Baginda Rocks
16. Punai Beach
17. Garumedang Tektite

Kini dunia mengakui 17 objek wisata ini memiliki keunikan dilihat dari aspek geologis, biologis, dan budaya. Geologi Pulau Belitong yang unik, menjadi ekosistem bagi berbagai flora dan fauna yang di antaranya hanya ditemukan di Pulau Belitung. Potret keunikan sumber daya geologinya memiliki daya tarik wisata, ini membuat beberapa penelitian mulai dilakukan berbagai pihak.

Di sana, masyarakat setempat dilibatkan berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan nilai warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya yang ada di dalamnya untuk kesejahteran masyarakat berkelanjutan. Itulah salah satu alasan kenapa alam di Pulau Belitong terjaga hingga hari ini.

Pulau Belitong sendiri mengandung nilai sejarah terhadap peradaban sosial dan ekonomi masyarakatnya. Di kawasan Pulau Belitong terdapat empat potensi warisan geologi bernilai tinggi, yaitu Geomorfologi batuan granit di Perairan Pulau Belitong, Peninggalan Gunung Api Purba bawah laut Lava Bantal Siantu, Penemuan mineral timah terbesar di Asia Tenggara pada Formasi Kelapa Kampit, dan Batu Meteorit (Tektit/Satam) yang tersebar pada zona kuarter alluvial.


Gubernur Erzaldi: Ini Tantangan

Sebagai Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang provinsinya baru saja mendapat anugerah dari UNESCO ini, Erzaldi Rosman optimis akan selalu ada harapan bagi mereka yang sering berdoa dan selalu ada jalan bagi mereka yang gemar berusaha.

“Hasil sidang council UGG, menyatakan 17 Geosite dalam Geopark Belitong akhirnya dinyatakan lulus (accepted) sebagai the new member of UGG, saya selaku Gubernur Babel mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan yang terlibat dan telah bekerja keras menyiapkan usulan dokumen Dossier,” ungkapnya.

Geopark Belitong diakui UNESCO Global Geopark tentunya persembahan untuk masyarakat Belitong dan Belitung Timur Khususnya dan masyarakat Babel umumnya, untuk dimanfaatkan dan bersiap diri dengan ekonomi kreatif, karena setelah ketetapan ini pasti akan mendapat banyak kunjungan wisata.

“Bersama-sama, mari kita menjadi saksi sejarah peresmiannya pada 22 April 2021,” ungkap Gubernur Erzadi.

Seremonial Geopark Belitong resmi sebagai member baru UGG dapat disaksikan seluruh masyarakat secara live streaming dari Paris, Perancis atau melalui channel youtube: GGN Association.

 Wartawan: ASM, SH