2019 Sistem Pelayanan Buruh Bantu Akan Semakin Baik

Buruh Bantu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan hari ini di data oleh pengawas TKBM dikantor Koperasi TKBM jl.pelabuhan Nunukan Timur, Kabupaten Nunukan, Kaltara. Rabu (11/10) sekitar pukul 11.30.

Sebelum pendataan Kapolsek KSKP Tunon Taka Nunukan AKP. I. Berlin menyampaikan kepada para Buruh Bantu agar lebih mengikuti Sop yang ada, berkaitan dengan pengunaan seragam seperti sepatu agar aman saat bekerja dilapangan, selain itu ia juga berharap para buruh bantu tidak ada yang mengunakan Narkoba.

“nanti diusahakan sebelum diberikan seragam akan tes urine dulu”, kata Berlin.

Kapolsek KSKP Tunon Taka Nunukan AKP. I. Berlin Saat menyampaikan Sistem pelayanan kerja di pelabuhan

Robert, ST salah satu yang diberikan kepercayaan untuk mengawasi para Buruh bantu di pelabuhan ketika ditemui di kantor koperasi TKBM mengatakan kita mengupdate data buruh bantu di 2018 untuk dipekerjakan ditahun 2019, lanjutnya kita mendata lebih spesifikasi agar lebih mendetail, karena buruh bantu adalah kebijakan kita”,

Robert menuturkan asal muasal buruh bantu itu awalnya disebut buruh liar, buruh cangkingan kemudian kita mengubah image dengan menyebut buruh bantu agar lebih enak didengar dan mereka harus mendapatkan legalitas dari buruh resmi yang menjamin.

“persyaratan mereka jadi buruh bantu dipelabuhan mereka harus mendapatkan legalitas dari buruh resmi”, ujar Robert

Ia menambahkan buruh resmi yang telah terdaftar dikoperasi TKBM pelabuhan tunon taka dipelabuhan ada 5 unit, yang khususnya dicargo hanya unit 1- unit 4, sedangkan unit 5 khusus untuk pembongkaran dan muatan yang bukan termasuk kargo.

Buruh bantu hanya membantu pekerjaan buruh resmi, karena landasan hukumnya hanya kebijakan sedangkan buruh resmi landasan hukumnya berdasarkan undang-undang yang berlaku

“jangan disamakan buruh resmi sama dengan buruh bantu”, jelas Robert.

Dengan adanya pendataan buruh bantu oleh petugas KPLP untuk tahun mendatang dengan memperbaiki sistem pelayanan.

“untuk merapikan pekerjaan dan seragam para buruh supaya lebih elok didepan penguna jasa dipelabuhan”,ungkap Robert.

*Tim

Dua Wanita Bawa Sabu, Dibekuk Petugas Bea Cukai

Nunukan Kaltara, Berandankrinews.com– Dua wanita paruh baya terpaksa berurusan dengan Satreskoba polres Nunukan, lantaran membawa sabu-sabu yang rencananya diedarkan di Pare-pare, Sulsel.

Dari informasi yang didapatkan kedua wanita itu diamankan di pintu X-Ray pelabuhan Tunon Taka Nunukan oleh petugas Bea Cukai dan Petugas Polsek KSKP sabtu (6/10) sekitar pukul 10.00 wita, ketika dilakukan pemeriksaan badan kedua wanita itu diketahui menyimpan sabu-sabu yang dililitkan dibadannya dengan Kain berwarna biru.

16 bungkus plastik putih transparan yang disita petugas bea cukai

Petugas menemukan 16 bungkus plastik transparan yang masing-masing membawa 8 bungkus dengan berat 821 gram.

Dikabarkan kedua wanita tersebut membawa sabu itu dari Tawau, Malaysia yang rencananya akan diedarkan di Pare-pare, Sulsel.

M.Solafuddin dalam press conference Rabu (10/10) dari informasi yang didapatkan dari tim kita, kedua wanita yang berinisial R dan N itu membawa sabu dari malaysia rencananya akan dibawa ke Pare-pare, Sulsel.

“rencananya barang haram itu akan dibawa ke pare-pare”, kata M. Solafuddin kepala bea dan cukai Nunukan

Ia menambahkan keduanya diamankan di pintu masuk X-ray, saat dilakukan pemeriksaan badan ditemukan 16 bungkus sabu-sabu yang dibawa masing-masing 8 bungkus yang diikat dibadan dengan kain biru.

M.Solafuddin menuturkan kedua tersangka telah diserahkan ke Polres Nunukan untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.

“Kedua tersangka bersama barang bukti telah diserahkan ke polres Nunukan untuk di lakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut”, pungkas Solafuddin

Diketahui hasil kerja selama tahun 2018 Bea Cukai Nunukan telah mengagalkan penyelundupan sabu-sabu sebanyak 8 kali dengan total 18.614.6 Kilogram dari 14 orang tersangka. *Tim

Masyarakat Toraja Malinau Disambangi Ruman Tumbo

Ruman Tumbo, SH Maju dalam ajang Pemilihan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) untuk memperebutkan 4 kursi di daerah pemilihan Kalimantan Utara (kaltara).

Pria yang dikenal akrab dengan Masyarakat itu menyambangi Masyarakat toraja di Malinau, meski sudah dikenal sebagai ketua Ikatan Keluarga Toraja (ikat  Nunukan) namun ia tak ingin melupakan masyarakat toraja yang ada dimalinau dan memohon doa restu dan dukungan kepada masyarakat toraja yang berada dimalinau.

“dengan perkembangan Politik saya salah satu Calon DPD RI memohon Doa Restu dan dukungannya mudah – mudahan bisa mewakili Kaltara di Senayan”, ujar Pria berambut putih itu ketika bersilaturahmi dengan masyarakat toraja dimalinau.

Ratusan warga toraja hadir dalam pertemuan itu,  Simon  salah satu masyarakat Toraja di Malinau merasa senang salut dan bangga dengan adanya  warga toraja mewakili Kaltara di DPD RI

Ratusan masyarakat toraja dimalinau hadir dalam pertemuan bersama Ruman Tumbo

“mudah-mudahan rencana dan cita cita Rumah Tumbo Bisa terwujud
tak lepas dari dukungan dan Doa kita bersama, saya melihat pak Ketua Ikat Nunukan tidak meragukan lagi mewakili warga toraja khususnya dan masyarakat kalimantan utara pada umumnya”,katanya berandankrinews.com

Dengan segudang pengalaman Ruman Tumbo sudah kurang lebih 10 tahun duduk Di DPRD kabupaten Nunukan yang faham persis kondisi dan Geografis Kaltara dan Apa yg akan diperjuangkan di Kaltara nantinya kelak bila terpilih sebagai Anggota DPD RI.

Selain itu Marthen pengurus kerukunan Toraja dikabupaten Malinau menyampaikan bahwa kehadiran pak Rumah Tumbo dalam rangka silaturahmi warga toraja tidak lain memperkenalkan diri karena dia salah satu Calon DPD RI mari kita bersatu mendukung beliau agar Tuhan memberkati dalam Rencana bisa mewakili Kalimantan Utara DPD RI.

Disaat bersamaan Joni  salah satu warga manlong kec Lumbis saat dijumpai media mengatakan bahwa selama ini  kami kenal baik Pak Rumah Tumbo Berharap kelak Bila terpilih bisa memperjuangkan pembangunan utamanya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabudaya menjadi Kabupaten begitu juga Pulau sebatik menjadi kota berbatasan langsung dengan Malaysia.

Penulis: Yusuf Palimbongan

Seorang Wanita Diamankan Membawa Sabu Seberat 200 Gram

Satuan Reserse Narkotika (Satreskoba) Polres Nunukan kembali mengamankan seorang wanita yang membawa sabu yang diamankan di hotel City Sei pancang Sebatik, Nunukan, Kaltara. Sabtu (6/10) sekitar pukul 20.30 Wita.

Informasi yang didapatkan dari Polres Nunukan berdasarkan laporan dari masyarakat, adanya seorang wanita yang akan mengirim paket sabu dari Nunukan menuju Balikpapan.

Ramlah tersangka yang diamankan di hotel city sei pancang

Kapolres Nunukan AKBP. Jepri Yuniardi, SIK melalui Kasubag Humas Polres Nunukan menjelaskan seorang wanita bernama Ramlah (38) di amankan di Hotel City membawa sabu-sabu seberat 200 Gram yang disimpam didalam jok sepeda motor.

“Telah kita amankan seorang wanita bernama Ramlah usia 38 Tahun di Hotel City Sei panjang, Sebatik”, jelas Karyadi

Lanjutnya, dari pengungkapan itu di amankan 200 gram sabu-sabu yang di simpan didalam jok sepeda motor dan 2 unit telepon genggam.

Karyadi menuturkan tersangka bersama Barang bukti saat ini telah diamankan di mapolres Nunukan.

“saat ini tersangka bersama BB telah kita amankan di Mapolres Nunukan”, Ujar Karyadi.

Penulis : Untung

Jasad Ahmad Ditemukan diperairan Sei Kaca Dekat Pos Malaysia

Nunukan Kaltara, Berandankrinews.com-Kecelakaan tunggal yang terjadi diperairan sei kaca,dengan perahu mengunakan mesin Yamaha 15 Pk Arah menuju pulang kerumahnya di tanjung Kelurahan Nunukan Barat, Nunukan Kaltara, Senin (8/10) sekitar pukul 06.00 wita.

Kecelakaan itu terjadi berawal Rizal, Adi dan Joni serta Ahmad (korban) saat hendak kembali ke kerumahnya, usai memanen Rumput Laut. Saat itu Ahmad alias Pak cik (Korban) berada di tengah bagian tengah perahu, Dalam keadan perahu jalan Ahmad alias Pak cik mencoba mengambil rokok dibelakang dekat Rizal (Motoris) dengan jalan lewat samping, namun naas Ahmad tergelincir jatuh ke laut.

Dalam keadaan panik Rizal dan teman-temannya putar balik perahu untuk mencari Ahmad, Kurang lebih satu jam Rizal dan temannya mencari namun tidak menemukan Ahmad diperairan itu.

Karena Rizal dan temannya tidak menemukan Ahmad, Rizal bersama temannya langsung melaporkan langsung ke polsek KSKP Tunon Taka Nunukan sekitar pukul 11.00 wita.

Informasi yang didapatkan dari kepolisian menurut keterangan saksi, Ahmad (Korban) baru 4 bulan tinggal di Nunukan di kontrakan bersama Joni dan Adi disamping rumah Rizal di Jl. Tanjung RT. 11 Kelurahan Nunukan Barat.

Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu M. Karyadi, SH mengatakan dari keterangan saksi dari Joni bahwa pada saat korban jatuh kelaut posisi Joni berada di depan Korban, dimana posisi perahu belok ke arah kiri dan Korban terpeleset pada sisi sebelah kiri perahu pada saat ingin mengambil rokok, kemudian Joni dan Adi langsung terjun ke laut dengan tujuan ingin menyelamatkan Korban akan tetapi Korban tidak ditemukan.
Lanjutnya pada saat itu arus air sangat deras sehingga Joni dan Adi tidak dapat menyelamatkan Korban dan hanya mendapatkan topi Korban saja.

Adapun ciri–ciri Korban saat hilang diperairan Sei Kaca menggunakan kaos hitam putih lengan panjang, memakai celana panjang warna hitam dan menggunakan sepatu karet warna merah bata.

Petugas kepolisian melaporkan, Polair polres Nunukan dan Basarnas Nunukan yang dibantu Masyarakat sekitar telah menemukan Korban dalam keadaan tidak bernyawa di perairan Sei kaca dekat pos Malaysia.

Saat ini dalam  jasad korban sedang dievakuasi dan dilakukan Ver di RSUD Nunukan

Penulis: Hamka/Darmawan